
Setelah Fazar berangkat kekantor. Wiyah mengerjakan tugasnya, seperti bersih-bersih, sampai mengatur pakaian nya kedalam koper.
Wiyah tidak menyusun barang-barang suaminya, karena Fazar mengatakan kalau dia tidak perlu membawa pekaian nya kerena di Indonesia, tepatnya di kota Jakarta, Fazar memiliki pekaian lain. Makanya pekaian nya sengaja Fazar simpan.
Saat sedang mengatur barang-barangnya Wiyah tidak menyadari kalau sudah jam sebelas. dan semua barang-barangnya sudah tersusun rapi.
Karena Wiyah begitu sangat lelah, Wiyah melangkah kearah kasur nya lalu merebahkan tubuhnya. Tidak lama Wiyah telah
terbang kedunia mimpi, mungkin efek kelelahan setelah membersihkan semua sendiri.
🍁🍁🍁🍁🍁
Fazar memasuki apartemen nya yang terlihat begitu sangat sepi, karena Fazar tidak melihat tanda-tanda akan kehadiran Wiyah.
Karena penasaran dimana istrinya Fazar melangkah mendekati kamar Wiyah.
Fazar masuk kedalam kamar Wiyah, dan melihat kalau orang yang tadi dia cari sedang tidur.
" Apakah kamu terlalu capek sampai membuat mu tidur lagi." Batin Fazar geleng-geleng melihat tingkah Wiyah.
Karena tidak ingin mengganggu Wiyah yang sedang tidur. Fazar berinisiatif untuk memesan makanan saja dari restoran, agar Wiyah tidak perlu capek untuk memasak makanan siang.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁
Wiyah membuka matanya perlahan-lahan lalu melihat kearah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul satu.
" Astaghfirullah, aku ketiduran sampai jam segini." Ucap Wiyah terkejut. Wiyah segera bangun dari tidurnya, lalu duduk sebentar untuk mengumpulkan nyawanya yang belum semuanya terkumpul. Setelah kesadaran nya sudah kembali. Wiyah melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Wiyah melangkah keluar dari kamarnya untuk pergi kearah dapur. Wiyah juga belum menyadari akan kehadiran Fazar yang sedang duduk di rungan tamu bersama dengan laptopnya.
Sedangkan Fazar yang mendengar suara pintu terbuka dan langkah kaki dari istrinya melihat kearah pintu, dan Fazar bisa melihat kehadiran Wiyah disana, Fazar tahu kalau istrinya itu pasti baru bangun, makanya dia tidak menyadari akan kehadirannya. Di tambah dengan rambut panjang yang masih terurai panjang karena belum di gulung sanggul seperti biasanya.
Wiyah yang belum menyadari kehadiran Fazar, duduk di kursi depan meja makan, sambil meminum air putih.
" Baru bangun." Tanya Fazar membuat Wiyah yang sedang meneguk air putih hampir saja tersedak karena terkejut, jika air didalam gelas itu tidak habis.
" Tuan, apa tuan sudah pulang." Tanya Wiyah membuat Fazar mengangguk.
" Iya aku sudah pulang dari tadi." Jawab Fazar
semakin membuat Wiyah terkejut karena suaminya itu datang saat dia sedang tidur.
" Maaf tuan, aku ketiduran." Ucap Wiyah merasa tidak enak hati karena tidak mengetahui kepulangan suaminya.
__ADS_1
" Iya ngga apa-apa" Jawab Fazar.
" kalau gitu tuan tunggu sebentar biar aku masak makan siang dulu, soalnya aku belum sempat untuk masak tadi karena ketiduran." Ucap Wiyah kembali saat mengingat kalau dirinya belum masak sama sekali, karena tadi saat selesai bersih-bersih Wiyah langsung tidur.
" Kamu tidak usah masak. Soalnya tadi aku sudah memesan makanan untuk makan siang hari ini." Jawab Fazar membuat Wiyah seketika terdiam kembali sambil menatap suaminya itu yang ternyata memiliki sifat pengertian.
" Apa aku tidak salah mendengar." Batin Wiyah yang masih tidak percaya dengan ucapan Fazar.
" Sebentar lagi makanan nya datang." Ucap Fazar kembali.
" Seharusnya tuan tidak perlu repot-repot untuk memesan makanan, soalnya aku masih bisa untuk masak untuk makan siang hari ini" Ucap Wiyah yang merasa begitu sangat tidak enak karena sudah merepotkan suaminya itu.
" Ngga apa-apa Wiyah. Anggap saja hari ini kamu sedang libur untuk masak." Jawab Fazar menatap kearah istrinya itu, Fazar tahu kalau Wiyah pasti merasa tidak enak karena tidak memasak apapun hari." Tidak usah dipikirkan, aku tidak akan miskin jika memesan makanan untuk hari ini." Ucap Fazar kembali.
Tidak lama makanan yang tadi Fazar pesan sudah datang. Dan sudah berjejer di atas meja.
" Kenapa tuan memesan makanannya begitu sangat banyak." Tanya Wiyah menatap suaminya itu heran karena makanan yang Fazar pesan begitu sangat banyak.
" Soalnya besok kita mau kembali ke Indonesia. Kita juga akan bertemu sama bunda, jadi kamu harus makan lebih banyak, karena aku tidak mau sampai bunda berpikir kalau aku tidak memberikan mu makan saat melihat tubuh kurus kerempeng mu itu." Jawab Fazar asal membuat Wiyah kesal karena di bilang kurus.
" Maka makanlah lebih banyak." Ucap Fazar kembali membuat Wiyah mengangguk.
__ADS_1
" Aku tidak kurus tuan Fazar, tapi tubuhku ini adalah tubuh ideal para wanita." Batin Fazar menjerit, karena merasa kesal dengan perkataan Fazar. Semakin jauh kesini Wiyah mulai melihat sifat asli Fazar yang sedikit demi sedikit mulai terlihat.
...----------------...