
Kesabaranku membawa cinta
Fazar tampak mengerutkan keningnya, bingung saat ia melihat istrinya hanya diam tanpa mengatakan satu kata pun. Padahal tadi, istrinya itu baik-baik saja. Tapi entah kenapa saat ia keluar dari kamar mandi, dan melaksanakan sholat maghrib, istrinya itu hanya diam saja. Karena itulah Fazar menjadi bingung.
" Apakah suasana hatinya, kembali berubah." Batin Fazar menatap istrinya itu, yang sedang melepaskan mukena yang dia pakai.
" Kak." Panggil Wiyah, membuat Fazar tersadar dari keterdiamnya.
" Eh, iya sayang, kenapa. Apa sayang butuh sesuatu." Wiyah menggeleng mendengar pertanyaan suaminya itu.
Wiyah menatap suaminya dengan raut yang berbeda." Kak, aku kecewa sama kakak." Jawab Wiyah menatap Fazar dengan tatapan penuh kekecewaan di matanya.
Deg.
" Kenapa sayang ngomong gitu, emangnya kakak buat kesalahan apa sama sayang, sampai sayang kecewa sama kakak." Tanya Fazar merasa bingung dengan ucapan istrinya itu." Apakah kakak melakukan kesalahan sayang. Kesalahan yang kakak tidak sengaja."
" Ya, kakak telah membuat kesalahan, yang membuat aku, kecewa kepada kakak. Karena kakak telah berbohong kepada ku selama ini." Mata Wiyah berubah menjadi berkaca-kaca saat mengungkapkan kekecewaannya." Kenapa kakak tidak bercerita, kalau ternyata gadis yang kak Fadil selamatkan itu adalah Fina sahabatku, dan kakak juga tidak bercerita, kalau selama ini Harum sudah di temukan, hanya saja dia di sekap oleh orang jahat. Walaupun sekarang Harum sudah di temukan, tapi Harum koma di rumah sakit di kota."
Ya, Wiyah sudah mengetahui semua kejadian yang Fazar dan keluarganya sembunyikan tadi, saat ia meminjam laptop suaminya. Karena semua informasi penting itu tidak sengaja Wiyah baca, saat membuka laptopnya.
Wiyah begitu sangat terkejut, sedih dan kecewa saat mengetahui kalau keluarganya ternyata menyembunyikan hal penting seperti ini, apalagi menyangkut dengan kebahagiaan keluarganya.
Wiyah begitu sangat kecewa kepada suaminya itu, saat hal seperti ini, tapi suaminya itu malah menyembunyikannya darinya
" Hiks..., Aku kecewa padamu kak, karena kakak menyembunyikan hal penting seperti ini, padaku." Tangisan itu langsung pecah. Karena rasa kecewa itu membuat Wiyah merasakan sakit yang teramat sakit, pada hatinya. Karena suaminya terlalu banyak menyimpan rahasia, yang dirinya tidak tau. Padahal kejadian itu terjadi, pada orang terdekatnya.
Fazar yang melihat istrinya menangis, mendekati tubuh istrinya itu, lalu Fazar langsung membawa tubuh Wiyah kedalam pelukannya." Bukan maksud kakak untuk menyembunyikannya dari mu sayang, hanya saja kakak tidak ingin melihat sayang khawatir, dan rasa khawatir mu akan berakibat pada janin dalam kandungan mu sayang, dan juga kesehatan mu." Ucap Fazar sambil memeluk istrinya itu. Ia mencoba untuk menjelaskan, kenapa ia menyembunyikan hal ini.
" Aku tau itu kak, tapi kakak bisa menjelaskannya dengan pelan-pelan, agar aku bisa mengerti, bukan menyembunyikan nya seperti ini." Ucap Wiyah." Walaupun aku tidak bisa membantu menyelesaikan masalah mereka, tapi aku bisa mendukung mereka, kak. Untuk selalu ada disaat mereka dalam masa sulit, bukannya diam seperti tidak tau apa-apa kak, seperti waktu itu."
Fazar begitu sangat merasa bersalah, mendengar ucapan istrinya itu. Fazar tau istrinya itu tidak bisa melihat orang yang di sayangi sampai terluka, makanya Wiyah begitu sangat kecewa seperti sekarang.
" Maaf sayang, bukannya kakak sengaja menyembunyikan nya. Hanya saja kakak tidak ingin sayang khawatir. Dan semua keluarga setuju agar kami menyembunyikan rahasia ini agar sayang tidak kepikiran." Jelas Fazar." Maaf sayang, karena kakak telah menyembunyikan hal sebesar ini. Tapi kakak mohon jangan menangis, walaupun sayang sedang kecewa kepada kakak." Fazar tidak bisa melihat air mata istrinya itu, yang membasahi pipinya, karena Fazar merasakan sakit pada lubuk hatinya yang terdalam saat melihat air mata itu.
__ADS_1
Wiyah tidak menghiraukan ucapan suaminya, ia malah menangis melampiaskan kekecewaan kepada suaminya itu. Entah kenapa perasaannya begitu sangat sensitif sampai ia tidak bisa mengatur suasana hatinya seperti sekarang.
" Maaf sayang." Kata itu kembali keluar dari mulut Fazar, saat merasakan tangisan istrinya itu yang semakin menjadi. Tiba-tiba saja rasa bersalah menghantui Fazar.
" Maafkan aku sayang, andai kakak tidak menyembunyikan hal ini, mungkin kamu tidak akan kecewa seperti ini sayang." Batin Fazar.
" Ssss." Wiyah mendesis saat merasakan nyeri pada perutnya. Pasti ini adalah kontraksi ringan saat ia merasa sedih secara berlebihan.
Fazar melepaskan pelukannya, saat mendengar istrinya mendesis seperti menahan sakit." Ada apa sayang, apakah ada yang sakit." Tanya Fazar khawatir.
" Iya kak, perutnya terasa nyeri."
" Astaghfirullah sayang, kita kerumah sakit kalau gitu."
Wiyah memegang tangan suaminya itu." Ngga usah kak, ini hanya kontraksi ringan, saat aku merasa sedih berlebihan."
" Ampun sayang, ini yang kakak takutkan, kalau sayang sampai sedih kayak sekarang." Fazar mengendong tubuh istrinya itu, lalu menaruhnya tubuh Wiyah di atas ranjang.
Tidak lupa Fazar juga menelfon dokter untuk pergi kerumahnya, untuk memeriksakan kondisi istrinya yang terlihat menahan nyeri pada perutnya.
.
.
Bagaimana kondisi istri saya dok, apakah kandungannya baik-baik saja. Karena tadi istri saya merasa nyeri pada perutnya." Tanya Fazar pada dokter didepannya, saat dokter itu sudah selesai memeriksa istrinya.
" Alhamdulillah istri anda baik-baik saja tuan. Nyeri pada perut istri anda, itu karena istri anda sedang stres dan sedih berlebihan dapat membuat kontraksi kontraksi ringan yang akan menimbulkan nyeri pada perut istri anda. Jadi tolong, jangan sampai istri anda stres tuan seperti tadi, karena akan berbahaya untuk kandungannya."
" Baik dokter, saya akan mengingat pesan anda. Sekali lagi terimakasih."
Setelah mengatakan itu, dokter yang tadi memeriksa kondisi Wiyah, turun ke lantai bawah, dengan di antar oleh Bu Neneng.
Fazar mendekati istrinya itu, lalu duduk disebelah nya." Maaf kak, aku sudah membuat kakak khawatir tadi. Seharusnya aku bisa mengontrol suasana hatiku, agar aku tidak terlalu sedih berlebihan seperti tadi." Ucap Wiyah merasa bersalah, karena telah membuat suaminya itu cemas karena dirinya.
__ADS_1
" Kamu tidak salah sayang, yang salah itu kakak. Seharusnya dari awal kakak menceritakan apa saja yang terjadi beberapa minggu kepada sayang, bukan malah menyembunyikan nya seperti waktu itu."
" Dari sini kakak belajar, untuk terbuka sayang, dan tidak akan menyembunyikan masalah apapun, karena kakak sadar masalah itu bisa selesai, jika kita bisa menyelesaikannya bersama, tanpa anda yang di sembunyikan sama sekali."
" Maaf kak."
" Sutt, sudah ngga usah minta maaf lagi karena disini kita sama-sama bersalah. Sekarang sayang dilarang stres atau sedih, nanti akan berakibat pada anak-anak kita, karena mereka bisa merasakan kesedihan ummi mereka. Apa sayang mengerti.
" Iya kak aku mengerti."
" Bagus, kalau gitu kakak sholat dulu ya, soalnya sudah azan isya. Sayang istirahat sebentar, setelah itu sayang sholat. Mengerti."
Wiyah hanya mengangguk, mendengar ucapan suaminya itu.
🍁🍁🍁🍁🍁
Pagi, kembali menyapa orang-orang, yang kini kembali menikmati hari-hari mereka. Karena hari ini adalah hari minggu, maka hari itu adalah hari libur untuk orang-orang yang biasanya berkerja.
Tapi berbeda dengan tiga pria, yang bolak balik kerumah sakit untuk menunggu gadis kecil yang sampai sekarang masih tidur.
" Sampai kapan, kamu akan tidur terus Naila, ini sudah hampir tiga Minggu kamu memejamkan matamu. Apakah kamu tidak berniat untuk bangun, dan menyapaku." Lirih seorang pria muda yang tidak lain, adalah Fazri yang sedang menatap harum lewat kaca di ruangan itu.
" Sabar, mungkin saja allah sedang membuat gadis kecil itu istirahat dalam tidurnya. Karena gadis kecil itu terlalu lelah mendapatkan siksaan selama ini, dan ada saatnya dia akan bangun kembali, saat dia merasa lelah berada didalam tidurnya." Fazri menoleh kearah samping saat mendengar suara itu, dan dia bisa melihat Abidzar yang sedang berdiri disebelahnya." Apakah kamu tau Zri, kalau gadis yang kamu tolong, adalah gadis yang kuat. Pantas kamu begitu sangat ingin menolongnya, ternyata gadis itu begitu sangat istimewa di hati kamu."
" Apa maksud kak Abidzar."
" Aku tau, kalau kamu menyukai gadis kecil itu Zri, makanya kamu tidak mau sampai melihat dia bersedih. Dan berusaha untuk menyelamatkannya, karena kamu sudah melihat seberapa sakitnya gadis kecil ini bertahan dalam kesedihan."
" Mungkin kalau aku ada di posisi mu, maka aku juga merasakan hal yang sama seperti apa yang kamu rasakan sekarang. Kalau aku akan menyukai gadis, yang berbeda dua belas tahun denganku."
Ya, Abidzar sudah mengetahui semuanya, lewat informasi yang Fazar berikan waktu itu, siapa sebenarnya Harum, dan kenapa gadis kecil bermata ember itu, bisa berada di bawah kemiskinan. Abidzar sudah membaca semua informasi tentang gadis kecil itu, merasa begitu sangat sedih, karena gadis kecil seperti dia. Sudah harus merasakan kerasnya kehidupan.
" Jangan pernah kak Abidzar menyukainya, karena Harum hanya memilikiku, dan dia akan tetap menjadi sahabat ku." Ucap Fazri sambil menatap tajam Abidzar
__ADS_1
" Hihihi, aku bercanda Zri, aku tidak akan melakukan itu." Ucap Abidzar sambil terkekeh." Tapi aku akan mencoba mendekatinya, karena gadis kecil itu sudah membuat aku menyukainya, pada pandangan pertama." Batin Abidzar tersenyum sambil menatap kearah Fazri, yang sama-sama menatap kearahnya.
...----------------...