
Kini ketiganya makan dengan tenang tanpa ada yang membuka suara sama sekali. Sedangkan Fazri sesekali melirik kearah kedua suami istri itu yang hanya diam tanpa membuka suara sama sekali. Keduanya hanya diam seperti orang yang tidak saling mengenal, padahal keduanya sudah diikat dengan pernikahan.
" Sepertinya aku harus membantu kakak ipar untuk merebut hati abang Fazar. Karena aku tahu seperti apa kerasnya perasaan abang Fazar, karena masalalunya." Batin Fazri yang bertekad untuk membuat abangnya Fazar menyukai kakak iparnya itu. Karena Fazri tahu kalau abangnya itu belum bisa menghapus bayang-bayang masalalunya, karena Fazar masih terjebak dalam cinta masalalunya itu.
.
.
" Kakak ipar masakan kakak ipar begitu sangat enak. Aku begitu sangat menyukai masakan Kakak ipar. Kakak ipar begitu sangat cocok jika menjadi seorang koki." Puji Fazri memberitahukan apa yang tadi siang ingin ia katakan kepada Wiyah.
Wiyah yang mendengar pujian dari adik iparnya itu hanya tersenyum." Terimakasih. Aku senang kalau kalian menyukai masakanku." Jawab Wiyah dengan tulus.
" Apa kakak ipar tahu maskan kakak ipar begitu sangat enak, sampai-sampai membuat abang Fazar tambah sampai tiga kali." Ucap Fazri kembali yang memberitahukan Wiyah soal tadi siang, bagaimana nikmatnya abangnya itu saat memakan makanan tadi siang, sampai-sampai tambah tiga kali. Padahal yang Fazri tahu kalau abangnya itu jarang makan sebanyak itu, walaupun makanan kesukaannya sekalipun.
Sedangkan Fazar yang mendengar ucapan dari Fazri langsung membulatkan matanya tidak percaya kalau adiknya itu dengan terangan-terangan mengatakan hal yang begitu sangat memalukan menurut Fazar. Untungnya Fazar sudah selesai makan kalau tidak mungkin ia akan kembali kesedak seperti tadi siang.
Bagaimana dengan Wiyah yang mendengar ucapan dari Fazri hanya bisa tersenyum. Karena Wiyah begitu sangat senang kalau suaminya itu menyukai masakannya.
__ADS_1
" Alhamdulillah, kalau tuan Fazar menyukai masakan ku." Batin Wiyah tersenyum senang karena masakan yang ia masak ternyata suaminya menyukainya.
" Rasanya biasa saja. Tidak ada yang istimewa dalam masakan itu." Sambung Fazar yang tidak mengakui kalau masakan yang Wiyah masak begitu sangat enak. Padahal dalam hati Fazar begitu sangat menyukai masakan istrinya itu dan mengakui kalau istrinya begitu sangat pintar dalam hal memasak, karena tidak ingin mendengar ucapan dari Fazri yang semakin jauh membahasnya membuat Fazar berdiri dari duduknya." Jika kamu sudah selesai dengan pekerjaan mu maka datanglah keruangan kerjaku, aku ingin mengatakan hal yang penting dengan mu." Suruh Fazar yang sudah meninggalkan meja makan lalu baik ke lantai atas.
Wiyah hanya bisa menatap kepergian Fazar dengan perasaan sedih karena ucapan Fazar barusan.
" Bang Fazar gitu orangnya Kakak ipar, tidak mau mengakui tapi dalam hatinya dia begitu sangat menyukainya. Entar lama-lama abang Fazar akan mengakuinya, tapi Kakak ipar harus bersabar ." Jelas Fazri yang seperti tahu kalau Wiyah pasti sangat sedih mendengar ucapan Fazar barusan.
Wiyah yang mendengar ucapan dari Fazri hanya tersenyum lalu mengangguk mengerti.
🍁🍁🍁🍁🍁
Sesampainya di lantai atas Wiyah mendadak bingung karena ia tidak tahu yang mana kamar Fazar, runagan kerjanya dan juga kamar adik iparnya Fazri.
" Yang mana rungan kerja tuan Fazar." Gumam Wiyah bingung. Saat Wiyah dalam keadaan bingung, Fazri membuka pintu kamarnya.
Fazri yang melihat Wiyah berada di luar kamar membuatnya menjadi bingung. Tapi Fazri mengingat perkataan abangnya tadi yang menyuruh kakak iparnya itu untuk naik kelantai karena ingin membahas hal yang penting.
__ADS_1
" Eh kakak ipar. Apa Kakak, lagi mencari ruangan kerja bang Fazar." Tanya Fazri membuat Wiyah Mengangguk mengiyakan." Kalau kakak lagi cari kamar Abang Fazar berada di sini. Sedangkan ruangan kerja abang Fazar berada disebelahnya." Jelas Fazri sambil menunjuk yang mana kamar abangnya dan juga ruangan kerjanya.
" Terimakasih Fazri." Ucap Wiyah tulus sambil tersenyum.
" Iya sama-sama kakak ipar. Kalau ada yang mau ditanyakan lagi, kakak ipar biss langsung tanyakan ke aku." Ucap Fazri yang mendapatkan anggukan kecil dari Wiyah. Setelah mengetahui yang mana ruangan kerja Fazar, Wiyah langsung mengetuk pintu itu.
Tok.
Tok.
Tok.
" Masuk." Suruh Fazar. Wiyah yang mendengar jawaban dari dalam, membuka pintu lalu masuk kedalam ruangan kerja Fazar.
...----------------...
Maaf baru bisa update.
__ADS_1
Harap bijak dalam membaca karena banyak typo yang bertebaran.
Jangan lupa like komen dan vote nya biar author lebih semangat buat up.