
Fazar perlahan lahan memindahkan posisi tidur Wiyah untuk mendekat ke tubuhnya, setelah itu ia langsung mengendong tubuh Wiyah ala bridal style. Fazar berdiri dari sambil mengangkat tubuh Wiyah.
Sedangkan Wiyah tidak terusik sama sekali saat tubuhnya, melayang ke udara karena di angkat oleh Fazar.
Fazar yang ingin melangkah kearah kamar Wiyah harus dihentikan oleh Fazri." Bang bukannya kamar abang berada di atas bukan di bawah." Ucap Fazri mengingatkan abangnya itu. Walaupun Fazri sudah mengetahui kalau abangnya dan kakak iparnya itu pisa kamar, tapi Fazri membuat dirinya seolah-olah tidak mengetahui akan hal itu. Anggap saja ini sebagai rencananya untuk menyatukan keduanya.
Fazar yang mendengar pertanyaan dari Fazri menghentikan langkahnya. Fazar baru sadar kalau Fazri tidak mengetahui apa yang terjadi dengan rumah tangganya.
" Iya abang, tau." Jawab Fazar singkat. Fazar memutar langkahnya yang tadi mengarah kekamar Wiyah untuk naik kelantai atas tempatnya di kamarnya sendiri.
" Terpaksa malam ini, dia harus tidur denganku. Mengingat Fazri masih di lantai bawah." Batin Fazar, menaiki satu persatu anak tangga sambil mengendong tubuh Wiyah. Untung tubuh Wiyah begitu sangat ringan jadi, Fazar lebih mudah untuk menggendongnya sambil menaiki tangga. Fazar menganggap kalau sekarang ia sedang berolahraga yaitu mengangkat barbel.
Sedangkan Fazri yang melihat abangnya itu hanya bisa tersenyum karena melihat pemandangan di depannya." Semoga dengan ini abang bisa menerima kehadiran kakak ipar dan bisa mencintai kakak ipar, dengan hal ini juga abang bisa melupakan masalalunya." Batin Fazri tersenyum sambil menatap abangnya itu.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿
__ADS_1
Fazar membuka pintu kamarnya perlahan lahan dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya berusaha untuk menahan tubuh Wiyah agar tidak jatuh. Setelah Fazar berhasil membuka pintu kamarnya walaupun sedikit kesulitan tapi Fazar berhasil membuka pintu itu. Fazar melangkah kearah kasurnya lalu membaringkan tubuh Wiyah atas kasur.
" Dasar menyusahkan." Gerutu Fazar kesal." Tunggu besok aku akan memberikan hukuman untukmu."
Setelah membaringkan tubuh Wiyah di atas kasur, Fazar melangkah kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena merasa gerah.
Tidak membutuhkan waktu lama Fazar keluar dari kamar mandi. Kini Fazar sudah rapi dengan baju kaos dan juga celana panjang sampai di bawah lutut.
Fazar melangkah kearah sofa yang berada di kamarnya, Fazar mendudukkan tubuhnya di atas sofa lalu mengambil laptopnya yang memang berada di situ untuk kembali mengerjakan pekerjaannya. Sebenarnya Fazar malam ini tidak pulang kerumahnya, karena Fazar merasa kurang enak badan. Fazar merasakan sakit pada perutnya akibat tadi pagi ia tidak sarapan.
Rencananya Fazar tidak ingin pulang ke kota S. Tapi rencananya itu harus di urungkan karena Fazar merasa begitu sangat gelisah, membuat dirinya memutuskan untuk kembali kerumah.
Setengah jam berhadapan dengan laptopnya, Fazar merasakan ngantuk yang membuatnya langsung menutup laptopnya itu. Setelah itu Fazar menyimpan laptopnya di atas meja yang berhadapan langsung dengan sofa.
Fazar menatap kearah kasur yang terdapat Wiyah disana. Fazar bisa melihat kalau posisi tidur Wiyah masih sama belum berubah sama sekali.
__ADS_1
" Apa aku harus tidur di kasur yang sama dengannya." Gumam Fazar yang masih menatap kearah kasur." Tapi mana mungkin juga aku tidur diatas sofa sedangkan aku memiliki kasur yang bisa aku tiduri."
Lama berfikir Fazar memutuskan untuk tidur bersama dengan Wiyah dalam satu kasur yang sama. Fazar berdiri dari duduknya melangkah kearah kasurnya lalu membaringkan tubuhnya di samping Wiyah.
Lampu di kamarnya di biarkan menyalah, karena Fazar berfikir kalau istrinya itu akan bangun dan kembali mendorongnya seperti waktu itu karena terkejut akan kehadiran.
Fazar tidur menghadap kearah Wiyah yang sekarang tidur miring kearah kanan. Tidak tahu kenapa, tanpa Fazar sadari kalau ia senyuman tipis saat menatap Wiyah yang sedang tidur sambil mengeliat kecil yang membuat wajahnya terlihat menggemaskan.
Fazar beralih melihat kearah jilbab istrinya yang masih terpasang rapi diatas kepalanya. Karena menurut Fazar jilbab itu terasa tidak nyaman saat si bawah tidur membuat Fazar membantu istrinya itu untuk melepaskan jilbab yang masih terpasang di kepala Wiyah.
Saat jilbab itu terbuka, Fazar bisa melihat wajah cantik Wiyah yang natural. Wiyah bukan saja cantik saat dirinya sedang sadar tapi saat Wiyah tidur juga ia tetap terlihat cantik. Fazar bisa melihat rambut yang tebal yang di ikat sanggul yang membuat Fazar membuka sanggul itu dan membuat rambut panjang Wiyah terurai. Rambut yang lurus sedikit bergelombang.
Sedangkan Wiyah yang tidur tidak terusik sama sekali saat Jilbab dan rambutnya terbuka yang membuat Fazar bisa melihat kalau rambut itu terurai panjang.
" Ternyata dia begitu sangat lucu saat dia sedang tidur." Gumam Fazar, melihat kalau rambut Istrinya sedikit menutupi wajah dari istrinya. Karena merasa begitu sangat ngatuk Fazar memejamkan matanya lalu ia ikut tidur dan menyusul istrinya itu kedalam dunia mimpi. Tanpa Fazar sadari kalau ia menarik tubuh Wiyah untuk mendekat kearahnya lalu memeluk tubuh ramping dan tinggi dari istrinya itu.
__ADS_1
...----------------...
Cinta itu timbul, dari perhatian kecil yang kamu berikan kepadanya.