Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 127


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta.


Mendengar jawaban dari Fadil membuat Abizard merasakan kasian. Tapi mau bagaimanapun ia tidak bisa melakukan apapun. Karena dia sendiri, yang baru pertama kali bertemu dengan Wiyah sudah merasa suka, apalagi Fadil yang sudah lama mengenal Wiyah.


" Kenapa lo tidak berusaha untuk mengikhlaskan nya." Tanya Abizard, membuat Fadil tersenyum.


" Gue sudah mencobanya. Tapi gue tidak bisa. Karena kata ikhlas tidak semudah yang kita ucapkan, apalagi mencoba mengiklaskan seseorang yang kita cintai." Jawab Fadil.


" Lo, terlalu lema, karena perasaan lo sendiri." Sahut Abizard.


" Karena lo belum berada dalam posisi gue, Abizard." Jawab Fadil." Maka jangan mengatakan seperti itu, jika lo belum merasakannya terlebih dahulu. Karena Dulu gue sama seperti lo, mengatakan ucapan yang sama, karena gue belum merasakannya.


Tapi sekarang gue sadar, bagaimana sulitnya ketika melupakan seseorang, apalagi orang itu begitu sangat kita cintai." Jelas Fadil.


" Maka dari itu gue akan belajar dari lo dan Fazar, soal perasaan. Sebelum gue mencitai seseorang" Sambung Abizard.


" Jangan belajar dari gue atau abang, tapi belajar dari diri lo sendiri. Karena sebelum lo merasakannya, lo harus belajar dari pengalaman lo sendiri." Ucap Fadil, setelah itu dia kembali lagi menatap kearah luar.


" Perkataan lo ada benarnya. Tapi gue tidak mau merasakan yang sama seperti yang lo rasakan, maka dari itu gue harus banyak-banyak belajar dari lo dan Fazar, sebelum gue menyukainya seseorang nanti." Abizard kembali menyadarkan tubuhnya, lalu menatap kearah luar.


Sedangkan Fadil tidak menjawab ucapan Abizard, karena dia sendiri lelah makanya Fadil memilih untuk diam.


" Orang dewasa memiliki pemikiran sendiri. Berbeda denganku yang baru berusia dua puluh tahun, punya pemikiran berbeda dari mereka." Batin Abizard, setelah itu menghembuskan nafasnya dengan kasar.

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼


Pesawat yang di naikin oleh Wiyah dan Fazar, sudah lepas landas, Dan kini pesawat itu terbang tinggi di udara, melewati kumpulan awan di langit.


Apalagi mereka melakukan penerbangan pagi, Membuat kedua pasangan itu bisa melihat bagaimana matahari mulai terbit menerangi keindahan bumi, agar orang-orang bisa kembali menikmati keindahan bumi.


Di dalam pesawat.


Fazar terus menatap istrinya itu hanya diam sambil memejamkan matanya.


" Sayang." Panggil Fazar dengan lembut, membuat Wiyah yang tadi memejamkan matanya perlahan-lahan membuka matanya sambil menoleh menatap kearah Fazar." Apa kepalamu pusing." Tanya Fazar membuat Wiyah mengangguk.


" Kalau begitu sayang istirahat saja dulu, nanti kalau kita sudah sampai kakak bangunkan." Ucap Fazar. Fazar menarik istrinya dengan lembut, agar Wiyah bisa bersandar di bahunya.


" Seharusnya tadi sayang mau menuruti kakak untuk naik di jet pribadi, biar saya biar istirahat." Ucap Fazar.


Ya, Fazar dan Wiyah menaiki pesawat biasa bukan jet pribadi milik Fazar, karena Wiyah sendiri yang meminta nya.


Sebenarnya Fazar menolak, tapi mendengar permintaan istrinya itu membuat Fazar mau saja menuruti perintah dari istrinya itu.


" Maaf kak, karena sudah membuat mu repot" Lirih Wiyah dengan suara kecilnya tapi masih bisa didengar oleh Fazar.


" Jangan minta maaf sayang. Kakak tidak bermaksud untuk menyalakan mu. Hanya saja kakak merasa kasian melihat sayang seperti ini. Kalau kakak sih aman-aman aja, tapi sayang yang membuat kakak khawatir, apalagi sayang suka mabuk perjalanan. Kalau di jet pribadi sayang bisa istirahat sambil berbaring." Jelas Fazar kembali, mencoba menjelaskan agar istrinya itu tidak salah paham.

__ADS_1


" Maaf kak, aku sudah membuat kakak kesusahan lagi karena ku." Lirih Wiyah kembali.


" Jangan berkata seperti itu. Lebih baik sekarang sayang istirahat." Ucap Fazar lembut mencoba membuat istrinya itu tidak salah paham dengan perkataan nya.


Sedangkan Wiyah yang mendengar ucapan dari suaminya itu hanya menurut, karena semakin ia berbicara, maka semakin pusing juga kepalanya.


" Ya Allah terimakasih, karena sudah mengabulkan doa hamba untuk merubahnya menjadi suami seperti sekarang." Batin Wiyah begitu sangat bahagia dengan perlakuan manis suaminya itu, karena sekarang Fazar banyak berubah tidak seperti diawal mereka menikah.


Wiyah tidak menyangka kalau pernikahan didasari karena di jodohkan oleh Fadil, seakan berubah setelah perubahan Fazar yang lebih baik daripada sabelumnya." Semoga kakak akan tetap seperti ini dan tidak akan pernah berubah." Batin Wiyah kembali. Wiyah hanya takut kalau Fazar akan berubah seperti dulu lagi, setelah mereka sampai di kota S, mengingat seperti apa suaminya itu dulu, makanya Wiyah berpikir seperti itu.


Tapi pikiran buruk nya itu Wiyah buang jauh-jauh karena Wiyah percaya dengan suaminya.


Sedangkan Fazar terus mengusap lembut kepala Wiyah yang tertutup oleh hijab. Sampai Fazar merasakan kalau istrinya itu sudah tertidur, barulah dia melepaskan tangannya dari kepala Wiyah, agar Fazar tidak menggangu tidur istrinya.


Fazar mencium kening Wiyah itu begitu sangat lembut, beralih ke mata setelah itu ke permen yupi kesukaan nya." Jangan pernah merasakan kesedihan, karena aku tidak suka kesedihan mu. Biarlah kesedihan dulu menjadi sebuah mimpi buruk untuk kita." Ucap Fazar yang terus menatap istrinya itu yang sudah tertidur.


Karena merasa kalau istrinya itu tidur dengan posisi yang tidak nyaman, Fazar perlahan lahan memperbaiki posisi tidur istrinya agar posisinya nyaman.


" Selama tidur istriku, mimpi indah.


...----------------...


Jangan lupa like komen dan vote nya.

__ADS_1


__ADS_2