Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 86


__ADS_3

Ditanam kota


Pagi yang cerah, yang masih menyisakan tetesan ubun-ubun di dedaunan, membuat hawa dingin masih terasa di taman itu. Taman itu tidak terlihat sepi karena banyak orang yang sedang menikmati pagi mereka seperti bersepeda dan juga berlari ringan.


Di sebuah bangku taman berada di taman itu seorang pria sedang duduk sambil menyadarkan punggungnya sandaran kursi taman.


Dari penampilan pria itu, terlihat begitu sangat kusut menandakan kalau pria itu tidak sedang baik-baik saja. Apalagi lingkaran hitam dimatanya menandakan kalau pria itu pasti tidak tidur semalaman.


" Ya Allah apa yang harus aku lakukan. Apakah aku harus menepati janji, ataukah aku harus mengingkarinya karena ditekan seperti saat." Ucap pria itu sambil mengusap wajahnya, karena begitu sangat frustasi dengan masalah yang dia dapat sekarang. Pria yang tidak lain adalah Abizard.


Ya, Abizard yang sedang duduk di taman, karena Abizard sedang bingung ingin mengambil keputusan apa dalam masalah yang sekarang dia hadapi. Apalagi Pria muda itu sedang mendapatkan ujian yang membuat dia tertekan. Karena sekarang Abizard tidak bisa menolak dan mengaku mengalah dalam permasalahan yang menguras pikirannya.


Fazar bukan saja membuat perusahaannya bangkrut, melaikan Fazar juga membuat semua harta yang dia memiliki hilang dalam sekejap. Dari rumah, apartemen, Sampai uang yang Abizard simpan hilang dalam hitungan menit yang membuat Abizard semakin frustasi memikirkan masalah yang sekarang dia hadapi.


Abizard tidak heran, kenapa semua hartanya sampai hancur dalam sekejap, itu karena ulah Fazar. Apalagi Fazar itu memiliki kekuasaan yang jauh lebih besar ketimbang dengan dirinya, yang membuat Fazar bisa menghancurkannya dengan cepat.


Ini untuk yang kedua kalinya saya bertanya pada anda tuan Abizard. Apakah anda mau bertemu dengan tuan Fazar atau tidak, karena tuan Fazar meminta anda untuk bertemu kembali dengannya. Atau anda ingin menolak kembali permintaan tuan Fazar, karena ingin melihat semuanya hancur.


Telfon semalam, untuk yang kedua kalinya membuat Abizard menyetujui permintaan dari suruhan Fazar, untuk bertemu dengannya, mengingat apa yang Fazar lakukan sudah kelewat dari kata wajar. Setiap ancamannya pasti akan Fazar lakukan.


Abizard teringat pertemuan nya dengan Fazar semalam.

__ADS_1


Kita flashback ke pertemuan Fazar dan juga Abizard.


" Maaf saya terlambat datang." Ucap pria itu sambil melangkah mendekati sofa lalu duduk disofa yang berhadapan langsung dengan Fazar, tapi keduanya di pisahkan oleh meja.


Fazar menatap Rido dan juga Zain.


" Keluarlah aku ingin berbicara berdua dengannya." Suruh Fazar menatap Zain dan Rido bergantian Membuat keduanya mengangguk mengerti lalu berdiri dari duduknya untuk melangkah keluar dari ruangan itu.


Kini ruangan itu hanya terdapat dua pria yang memiliki umur yang berjarak delapan tahun. Kedua pria itu hanya diam, karena tidak ada yang membuka perbincangan dari keduanya membuat ruangan itu seakan sunyi, penuh dengan kecanggungan.


Kedua pria itu masih gensi untuk berbicara, padahal tenggorokan keduanya sudah gatal, karena ingin membuka suara.


" Pertanyaan anda bisa dibetulkan tuan Abizard, Karena saya mengira kalau anda tidak membutuhkannya lagi, maka dari itu saya hanya diam tidak berbicara sambil menunggu anda untuk membuka suara." Jawab Fazar yang membuat Abizard memutar matanya malas.


" Aku yang tidak ingin bertemu dengan mu, tapi karena paksaan mulah yang memaksakanku untuk bertemu dengan mu." Batin Abizard." Cepatlah katakan, karena saya harus mengurus papi ku yang sedang sakit di rumah sakit." Ucap Abizard tidak sabaran ingin mendengar apa yang Fazar bahas.


" Baiklah, saya akan mengatakannya."


" Jadilah pendonor untuk adik saya, maka perusahaan dan semua hartamu saya akan mengembalikannya." Ucap Fazar begitu sangat serius sambil menatap kearah Abizard. Walaupun Fazar begitu sangat gensi untuk mengatakan perkataan tadi kepada Abizard, mengingat siapa dirinya dan juga siapa Abizard. Tapi demi adiknya Fadil, membuat rasa gensi itu seperti hilang.


" Jika saya kembali menolak permintaan anda untuk yang kesekian kalinya. Apa yang akan anda lakukan." Tanya Abizard membalas tatapan dari Fazar.

__ADS_1


" Jika kamu masih ingin menolak permintaan saya, untuk menjadikan anda sebagai pendonor untuk Fadil. Maka saya tidak akan memaksa, karena saya akan melakukan satu hal yang membuat kamu menyetujui permintaan ku." Jawab Fazar.


" Apa yang akan anda lakukan, jika saya menolak permintaan anda tuan Fazar." Tanya Abizard kembali.


" Saya akan menghilangkan orang yang paling berarti dalam hidup anda dibandingkan dengan harta yang anda memiliki tuan Abizard Adli Roshan." Jawab Fazar." Saya akan mengambil orang yang paling berharga darimu, yaitu Aslan Aydin Roshan." Jelas Fazar kembali. Terdengar dari ucapan Fazar, kalau ucapannya tidak akan main-main hanya sekedar mengancam.


Ucapan Fazar barusan, langsung membuat wajah Abizard memucat." Jangan pernah anda macam-macam dengan papiku, tuan Fazar hanya karena permintaan mu tidak terpenuhi." Ucap Abizard yang tidak suka dengan apa yang Fazar ucapakan barusan, apalagi membawa nama papinya.


" Saya hanya melakukan sesuatu agar apa yang saya inginkan bisa saya dapatkan, mengingat apa yang saya cari begitu sangat sulit untuk saya dapatkan." Jelas Fazar.


" Tapi tidak membawa orang yang tidak bersalah." Sambung Abizard yang tidak setuju dengan pemikiran Fazar.


" Disini tidak ada yang tidak bersalah, karena semuanya sama mengingat siapa anda." Ucap Fazar kembali." Maka dari itu saya memberikan anda pilihan. Apakah anda menerima permintaan saya untuk menjadi pendonor untuk Fadil. Ataukah anda menolak, yang akan membuat anda kehilangan papi anda." Tanya Fazar dengan ancamannya membuat Abizard semakin bingung memberikan jawaban apa. Menolak, tapi Abizard akan kehilangan orang tua satu-satunya dalam hidupnya, ataukah menerima tapi ia akan mengingkari janji dari papi nya, untuk tidak ikut campur dan berhubungan dengan keluarga Al Fazar.


" Baiklah, jika anda tidak akan memberikan jawaban. Maka saya akan menghitung mundur memastikan kalau anda menolak permintaan saya." Fazar mulai menghitung mundur dari hitungan ketiga, sedangkan Abizard sedang bingung karena sedang berpikir.


Sampai hitungan terakhir.


" Berikan saya waktu sampai besok pagi, maka saya akan memberikan anda jawaban."


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2