Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 177


__ADS_3

" Tapi disaat kami membaca dan meneliti semua bukti. Kami menyatakan kalau tuan Fadil tidak bersalah dalam kasus ini, walaupun sebenarnya tuan Fadil memang bersalah. Tapi tuan Fadil melakukan pemukulan itu, karena ingin menolong seorang gadis yang hampir saja dinodai oleh tuan Aldrich."


" Dari semua bukti yang di serahkan oleh pengacara yang membelah tuan Fadil, semua menyatakan kalau tuan Fadil dan gadis itu tidak ada kerja dalam kasus ini."


Fazar dan keluarganya yang tadi bersedih, langsung terkejut saat mendengar ucapan dari hakim. Mereka semua sama-sama menatap kearah hakim, untuk memastikan sesuatu. Kalau yang mereka dengar tidak lah salah.


Sedangkan tuan Aron langsung berdiri karena terkejut mendengar keputusan hakim. Bukannya tadi yang bersalah adalah Fadil, tapi kenapa kini hakim menyatakan kalau Fadil tidak bersalah.


" Kami sudah menyatakan kalau tuan Fadil tidak bersalah, Tapi tuan Fadil harus mendapatkan hukuman selama tiga bulan, dan harus membayar ganti rugi sebanyak.... kepada korban, sebagai ganti ruginya."


Setelah itu hakim mengetuk palu, menyatakan kalau Fadil tidak bersalah dalam kasus ini.


Semuanya langsung mengucapkan puji syukur, saat mendengar kabar keputusan dari hakim.


Termasuk Fina dan Fadil, Kedua orang itu, langsung menetaskan air matanya karena bahagia mendengar keputusan hakim yang sebenarnya. Padahal tadi mereka sudah sedih, karena mendengar kalau Fadil bersalah. Tapi sepertinya, hakim yang baik hati itu telah mengambil keputusan yang adil.


Fina dan Fadil saling menatap dengan begitu sangat dalam. Walaupun keduanya memiliki jarak yang jauh. Tapi kedua mata itu, bisa memberikan isyarat kalau kedua orang itu saling mencintai, dan begitu sangat terharu setelah apa yang terjadi sekarang.


" Ini tidak benar yang mulia. Seharusnya dari bukti yang saya bawah, bisa membuktikan kalau tuan Fadil bersalah dalam kasus ini, karena melakukan terhadap putra saya. Dan mereka sudah merencanakan itu semua." Tuan Aron tidak menerima keputusan hakim, yang membuat ia langsung berdiri dari duduknya dan mengomel tidak jelas." Ini tidak adil yang mulia, putra saya butuh keadilan."


" Maaf tuan Aron, saya sudah benar mengadili, kalau tuan Fadil tidak bersalah dalam kasus ini. Tapi putra anda lah yang bersalah tuan Aron. Dari semua bukti sampai saksi yang anda bawah, semuanya penuh kejanggalan. Berbeda dengan bukti dan saksi yang di bawah oleh pengacara yang membelah tuan Fadil, semuanya benar."


" Tidak yang mulia dari semua bukti yang saya bawah, semua adalah benar. Pasti tuan Fazar yang sudah merekayasa semuanya."


" Tidak tuan Aron, semua tidak di rekayasa oleh tuan Fazar. Tapi anda lah yang merekayasa semua bukti ini." Sambung pengacara yang membelah Fadil.


" Apa ini yang mulia, bukannya saya sudah mengatakan kalau bukti dan saksi yang saya bawah memang benar." Protes tuan Aron, tidak terima.


" Kami sudah memeriksa saksi dan juga bukti yang anda bawah tuan Aron. Dan dari bukti dan saksi yang anda bawah tuan Aron. Semuanya telah anda rekayasa, bahkan saksi yang anda bawah juga palsu."


Tuan Aron langsung terkejut, mungkin sangat terkejut. Karena rencananya akhirnya terbongkar juga. Padahal rencana untuk menjatuhkan Fazar sudah lama tersusun rapi. Tapi sepertinya, otaknya tidak sepintar otak Fazar.


" Kenapa bisa seperti ini." Batin tuan Aron mulai khawatir dengan kedepannya.


Sama halnya dengan Nadila, yang merasa khawatir dengan dirinya sendiri. Nadila takut kalau rencana tuan Aron terungkap, pasti dia akan ketahuan juga.


" Aku harus menyelamatkan diriku, sebelum kasus ini benar-benar akan menyeret ku juga." Batin Nadila, yang mulai tidak tenang.

__ADS_1


" Tuan Aron, anda sudah banyak merekayasa bukti bahkan menyewa saksi palsu untuk membelah putra anda tuan Aron. Kami sudah melihat hampir semua bukti, kalau anda sengaja melakukan ini untuk menyalahkan tuan Fadil, padahal putra anda yang bersalah." Ucap pengacara yang membelah Fadil.


Pengacara itu memperlihatkan beberapa kejanggalan yang berada di foto itu." Foto ini atupun video ini, semuanya sengaja di edit."


Kejanggalan itu terlihat dari sisi video itu yang terlihat aneh. Sampai membuat pengacara yang membelah Fadil, menyewa orang yang ahli dalam bidang mengedit sebuah video itu dan foto.


Berapa menit orang itu mengatakan kalau video atau foto itu, benar-benar video palsu yang sudah di edit.


Bukan itu saja, Tapi para saksi palsu itu juga sudah di periksa, dan dinyatakan saksi palsu.


" Tuan Aron, kami nyatakan tuan Aldrich bersalah dalam kasus ini, karena sudah berencana dari awal untuk melecehkan nona Fina, dan semua ini sudah di rencanakan dengan matang sebelumnya. Maka kami menyatakan kalau tuan Aldrich yang akan mendapatkan hukuman selama dua belas tahun penjarah.."


Hakim itu, kembali mengetuk palu itu. Sedangkan tuan Aron langsung memejamkan matanya kerena menahan emosinya. Tuan Aron menoleh kearah Fazar yang sedang menatapnya dengan tersenyum.


Senyuman yang tidak bisa di artikan, oleh tuan Aron.


" Permainanku baru saja di mulai tuan Aron." Batin Fazar, menatap tuan Aron.


Pengacara yang tadi membela Fadil, kini berubah menjadi jaksa penuntut, Karena tuan Aron sudah memfitnah, bahkan menjatuhkan nama baik Fadil dan juga Fina. Bahkan tuan Aron sudah merekayasa bukti untuk membuat Fadil mendekap didalam penjarah.


Kini pengacara itu kembali membalikan kasus ini, menjadi kasus tuan Aron, karena sudah berani merekayasa bukti untuk menjatuhkan Fadil.


Apalagi pengacara yang membela Aldrich, ikut terlibat. Bahkan pengacara itu, ikut mendapatkan hukumannya.


" Sialan kamu Fazar. Berani sekali kamu memutarkan kasus ini, dan sekarang kamu menurutku balik." Batin tuan Aron geram.


" Aku harus lari dari sini, sebelum pengacara itu menyebutkan namaku." Batin Nadila, yang kini berdiri dari duduknya.


" Mau kemana kamu." Tanya tuan Aron, menatap kekasihnya itu." Apa kamu ingin kabur."


" Tidak, aku tidak ingin kabur. Aku hanya ingin pergi ke toilet sebentar saja." Jawab Nadila beralasan.


" Benarkah."


" Iya." Jawab Nadila.


Setelah meminta ijin, untuk keluar, kini Nadila melangkah keluar.

__ADS_1


" Aku harus pergi, sebelum mereka menyadarinya." Gumam Nadila kembali.


" Kami memiliki bukti lain yang mulia. Kalau tuan Aldrich bukan saja sekali merencanakan kasus pelecehan kepada gadis-gadis yang mulia. Tapi tuan Aldrich sudah sering melakukannya. Hanya saja dia selalu terbebas dari jeratan hukum, karena kurangnya bukti."


" Tapi sekarang saya kembali menutut tuan Aldrich dan tuan Aron, karena para korban sudah mendapatkan bukti yang cukup untuk melaporkan korban, karena kasus pelecehan."


Pengacara itu memanggil korban pelecehan yang Aldrich lakukan, yang kini membawa bukti-bukti mereka.


Gadis-gadis itu bukan hanya satu orang. Melainkan empat belas orang. Mungkin lebih dari mereka, tapi sebagian yang menjadi korban sudah meninggal. Karena mereka memilih bunuh diri di bandingkan menanggung malu dan tidak mendapatkan keadilan, setelah tau kalau pria yang merusak kehidupan mereka tidak mendapatkan hukuman, setelah apa yang sudah terjadi kepada mereka.


Pengacara yang sering membelah Aldrich dari semua kasus nya, kini menatap semua korban.


" Sepertinya, aku salah memilih orang untuk aku lawan." Batin pengacara itu.


Termasuk tuan Aron yang begitu sangat terkejut saat melihat mereka, yang kini berdiri sambil menatapnya dengan tatapan penuh dengan dendam dan kebencian.


Para gadis itu satu persatu memberikan kesaksian mereka, untuk menuntut tuan Aron dan juga Aldrich. Bahkan mereka juga memberikan sebuah bukti yang sudah mereka dapatkan, semua utang berkat bantuan dari Fazar.


Para hakim yang mendengar kesaksian para gadis itu, sama-sama terkejut. Ternyata pria yang tadi menjadi korban, adalah penjahat kelamin yang sesungguhnya. Bahkan mereka masih belum percaya, kalau pria muda itu bisa melakukan kejahatannya, dengan waktu yang singkat. Karena korbannya memiliki jarak yang begitu sangat dekat."


.


.


" Dari semua bukti dan kesaksian para korban, kami menyatakan kalau tuan Aldrich mendapatkan hukuman selama seumur hidup dan juga mendapatkan hukuman yaitu, suntik k**iri."


Para hakim, tidak perlu mencari tahu lagi, apakah benar Aldrich melakukannya. Karena bukti yang mereka cari sudah berada didepan mereka. Apalagi sekarang, sudah tidak ada yang menjadi pengacara pembelanya. Karena pengacaranya sekarang, ikut menjadi tersangka.


Sedangkan Fazar hanya tersenyum penuh kemenangan, karena rencananya mulai berhasil.


Ya, Fazar sengaja menjebak tuan Aron, agar mengeluarkan semua bukti yang dia rekayasa, agar tuan Aron lupa, kalau bukti yang dia bawah, bisa memasukkannya kedalam jeruji besi.


" Selesai juga, tinggal wanita itu lagi yang belum aku selesaikan." Gumam Fazar." Kemana wanita itu, apakah dia melarikan diri, setelah mengetahui kalau pria yang selama ini menjadi teman ranjangnya, akan mendekap didalam jeruji besi."


Fazar masih belum menyangka kalau wanita yang selama ini selalu bersama tuan Aron kini pergi entah, kemana saat pengacaranya, berbalik menutut tuan Aron.


" Sedangkan anda tuan Aron, kami nyatakan, kalau anda juga bersalah, karena sudah membelah tuan Aldrich. Bahkan membantu nya untuk menyembunyikan kasusnya selama ini."

__ADS_1


" Bukan itu saja tuan Aron. Anda juga bersalah. Karena melakukan tindakan pelecehan terhadap anak di bawah umur, bahkan melakukan tindakan kekerasan. Anda juga terlibat kerja sama dengan nona Nadila ernesta Berend Lian, dalam prostitusi penjualan anak dan melakukan penjualan barang haram. Bukan itu saja, anda juga terlibat dalam kerja sama pembunuhan nona Amira Jia Berend Lian."


...----------------...


__ADS_2