Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 45


__ADS_3

" Tuan." Mendengar suara dari sampingnya membuat Fazar perlahan-lahan pembuka matanya dan hal yang pertama yang Fazar lihat yaitu wajah cantik dari istrinya yang kini sudah berada di sampingnya.


Fazar begitu sangat terkejut saat melihat Wiyah di sampingnya, karena tadi ia tidak sadar saat menarik tangan Wiyah. Karena Fazar sedang bermimpi kalau ia sedang menarik tangan sang adik yang ingin pergi meninggalkannya.


" Apa yang kamu lakukan disini." Tanya Fazar sambil menatap wajah Wiyah yang sedang menatapnya. Karena Fazar bingung dengan istrinya yang tiba-tiba berada di sampingnya.


" Maaf tuan, tadi aku membangunkan tuan tapi mendadak tuan menarikku yang membuat aku jatuh kesini." Jawab Wiyah jujur sambil terbata-bata membuat Fazar mengerutkan keningnya bingung.


" Aku merasa tidak menarikmu lalu kenapa kamu bisa disini, atau jangan-jangan kamu sendiri yang berbaring di sampingku." Tuduh Fazar membuat Wiyah menggeleng tidak membenarkan.


" Tidak tuan, sungguh." Jawab Wiyah yang menolak kalau ia tidak sengaja berbaring di kasur suaminya itu padahal dengan jelas Fazar yang menariknya.


" Lalu jika benar aku yang menarikmu, kenapa kamu masih betah berbaring di sampingku." Tanya Fazar kembali sambil menatap Wiyah dengan tatapan dinginnya.


" Maaf tuan. Tapi tuan sendiri yang menahanku membuat aku tidak bisa bangun." Jawab kembali.


" Jika aku sudah tidak menahan mu, kenapa kamu tidak bangun." Tanya Fazar kembali.


" Tuan menahanku dengan tangan anda tuan. Karena tangan tuan masih melingkar di pinggangku." Jawab Wiyah jujur sambil melihat kearah tangan Fazar yang masih melingkar di pinggangnya.


Fazar yang belum menyadari itu mengikuti tatapan dari istrinya yang sedang menatap kearah pinggangnya dan betapa terkejutnya Fazar saat melihat tangan kekarnya yang begitu sangat indah melingkar di pinggang ramping istrinya itu. Fazar yang baru menyadari hal itu segera menarik tangan dari pinggang istrinya itu.

__ADS_1


Entahlah Fazar merasakan ada getaran aneh saat tadi ia melihat tangan yang melingkar di pinggang Wiyah.


" Sekarang turunlah." Usir Fazar membuat Wiyah langsung turun dari ranjang Fazar.


" Kenapa tadi kemu membangunkanku." Tanya Fazar mencoba untuk melupakan kejadian tadi.


" Aku hanya ingin membangunkan anda tuan." Jawab Wiyah jujur sambil menundukkan kepalanya karena merasa takut dengan tatapan dingin Fazar, walaupun Wiyah sudah sering melihat tatapan dingin itu, tapi ia masih merasa takut setiap Fazar menatapnya.


" Sekarang aku sudah bangun, maka kamu bisa keluar dari kamarku." Ucap Fazar yang terkesan seperti mengusir.


Sedangkan Wiyah mendengar ucapan dari Fazar hanya mengangguk mengerti lalu segera melangkah keluar dari kamarnya.


Fazar berdiri dari duduknya ingin melangkah kearah kamar mandi. Tapi pandangannya tertuju pada pakaian kantornya yang sudah berada di atas meja." Dia akan tetap melakukan tugasnya walaupun dia sendiri tau kalau ikatan ini mungkin saja akan putus." Gumam Fazar yang memang mengetahui kalau Wiyah sering melakukan tugasnya seperti hari ini.


Fazar melanjutkan langkahnya kearah kamar mandi. Sesampainya didalam kamar mandi Fazar bisa melihat kalau didalam bathtub, sudah terisi air hangat. Fazar yang melihat itu tidak banyak bertanya karena ia sudah mengetahui siapa orang yang sudah menyiapkannya.


🌺🌺🌺🌺🌺


Selesai memasak sarapan pagi. Wiyah di bantu oleh bu Neneng untuk menyiapkan sarapan pagi di atas meja makan.


" Pagi kak Wiyah." Sapa Fazri sambil duduk di kursi depan meja makan. Pemuda itu sudah rapi dengan pekaian santainya, karena hari ini adalah hari minggu jadi pemuda itu tidak melakukan aktivitas seperti sekolah. Fazri juga sudah menganti panggilan yang tadi kakak ipar menjadi kak Wiyah, karena Wiyah sendiri yang memintanya.

__ADS_1


" Selamat pagi juga Zri." Jawab Wiyah sambil tersenyum. Kini hubungan antara Wiyah dan Fazri semakin akrab saja. Kadang keduanya seperti sahabat ketimbang seperti adik ipar dan juga kakak ipar. Fazri yang memang manja tapi tetap pada sewajarnya semakin terbuka ke Wiyah, malahan Fazri dengan senang hati menceritakan apa yang Fazri suka dan tidak suka. Bukan itu saja tapi Fazri juga menceritakan apa yang terjadi di sekolah dan juga kisa percintaannya walaupun usianya baru saja lima belas tahun.


" Kak Wiyah, masakan kak Wiyah


selalu enak." Puji Fazri yang mungkin untuk kesekian kalinya Wiyah dengar. Tapi Wiyah tidak akan bosan mendengarnya.


" Makasih Zri, kakak suka kalau kamu suka dengan masakan kakak." Ucap Wiyah sambil tersenyum.


Saat keduanya sedang berbincang di meja makan, Fazar turun dari lantai atas mengarah ke meja makan, Fazar yang kini sudah rapi dengan pekaian kantornya yang tadi di pilihkan oleh Wiyah.


Dengan langkah penuh pesonanya ditambah dengan wajah dinginnya membuat aura ketampanan Fazar semakin terlihat.


Fazar melangkah kearah meja makan lalu duduk di kursi yang berdekatan dengan Fazri.


Sedangkan Wiyah yang melihat Fazar mengenakan pakaian yang tadi ia pilihkan semakin tersenyum senang. Walaupun ini untuk yang kesekian kalinya Wiyah melihat kalau suaminya itu memakai pakaian kantor yang langsung ia pilihkan, Tapi Wiyah tidak akan pernah bosan untuk menatap suaminya itu. Walaupun dengan cara seperti ini.


...----------------...


Buat teman-teman dan kak author yang sudah mau mendukung karya author dengan cara memberikan like komen dan vote, terimakasih, karena kalian sudah mau mendukung karya author. Insyaallah author akan usahain update walaupun lagi sibuk.


Salam manis dari author πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2