Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 143


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


Keduanya kembali terdiam saat bingung siapakah yang akan memulai perbincangan mereka.


" Jam berapa kamu pulang." Tanya Fadil, saat tadi sempat terdiam.


" Hmm sekitar jam satu siang kak." Jawab Fina.


" Apakah kamu dan Wiyah mengabil satu jurusan yang sama." Tanya Fadil kembali.


" Ngga kak, kami mengambil jurusan yang berbeda." Jawab Fina.


" Tapi aku lihat kalian dulu sering pulang bareng." Tanya Fadil." Makanya aku pikir kalian mengambil jurusan yang sama."


" Ngga kak, kami ngga mengabil jurusan yang sama kak, kami pulang bareng itu karena memiliki waktu pulang yang sama. Cuman satu bulan ini, aku masuk nya pagi makanya aku bisa menyempatkan waktuku untuk berkerja." Jelas Fina membuat Fadil mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.


" Aku kira kalian memiliki jurusan yang sama, ternyata berbeda ya." Ucap Fadil." Tapi sekarang kalian masih sering pulang bareng gitu." Tanya Fadil.


" Ngga kak, soalnya Wiyah masuk kuliahnya siang sedangkan aku pagi. Apalagi sekarang Wiyah sudah nikah, makanya Wiyah seiring pulang di jemput oleh suaminya." Jawab Fina.


" Lalu kamu pulang sendiri gitu." Tanya Fadil.


" Ya begitulah." Jawab Fina tersenyum.


" Kalau gitu kamu pulang nya nanti sama aku aja, biar kita berdua ngga di kira jomblo gitu. Soalnya sahabat kamu sudah nikah dengan abangku." Ucap Fadil bercanda.


" Aku ngga mau kak, nanti aku dikira perempuan apalagi kalau pulang bareng laki-laki yang bukan mahramku, Mendiang aku pulang sendiri aja." Jawab Fina.


" Kalau gitu, biar aku halanain aja kamu. Biar jadi marham, dan kita bisa pulang bersama. Orang-orang juga tidak akan berpikir negatif tentang kita karena sudah halal." Ucap Fadil antara serius dan bercanda.


Fina yang mendengar ucapan dari Fadil langsung terdiam, karena tidak ingin menjawab ucapan pria didepannya itu.


" Kenapa diam." Tanya Fadil.


" Ngga ada apa-apa kak. Aku hanya ingin diam saja." Jawab Fina, membuat Fadil tersenyum.


Tidak membutuhkan waktu beberapa lama, mobil yang mereka naikin telah sampai didepan kampus Fina.


" Makasih kak Fadil." Ucap Fina sebelum ia turun dari mobil Fadil.


" Iya sama-sama Fin." Jawab Fadil tersenyum." Jam berapa kamu pulang kuliah nya." Tanya Fadil.


" Mungkin, jam satu kak." Jawab Fina.


" Nanti kalau motor mu sudah selesai di perbaiki, aku suruh orang suruhanku untuk mengantarkannya langsung ke rumah kamu." Ucap Fadil.


" Iya kak. Terimakasih, karena sudah menolongku tadi bahkan kak Fadil memperbaiki motorku. Sekali lagi terimakasih." Ucap Fina tulus."Kalau gitu aku pergi ya kak." Ucap Fina sambil turun dari mobil Fadil.


" Iya Fin sama-sama. Semangat kuliah nya." Jawab Fadil tersenyum.


" Assalamualaikum." Ucap Fina sebelum meninggalkan mobil Fadil untuk masuk kedalam kampus.


" Waalaikumsalam." Jawab Fadil yang menatap kepergian Fina yang sudah pergi untuk masuk kedalam bangunan itu.

__ADS_1


" Kita kembali kerumahnya Abang." Perintah Fadil, setelah lama terdiam melihat Fina yang sudah hilang masuk kedalam bangunan itu.


" Baik tuan." Jawab Fiki yang kembali menyalahkan mobil nya.


.


.


Tidak membutuhkan waktu lama, Fadil telah sampai didepan rumah Fazar. Rumah beberapa bulan yang lalu dia tinggalkan, kini dia kembali datang kerumah itu.


" Aku lupa berapa lama aku meninggalkan rumah ini." Gumam Fadil menatap rumah didepannya.


Karena Fadil sudah merindukan adik dan Abang nya Fadil melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam.


" Assalamualaikum." Salam Fadil sambil masuk kedalam rumah. Kebetulan pintu rumah itu tidak di kunci, yang membuat Fadil bisa masuk kedalam rumah dengan leluasa.


Fadil bisa melihat kalau rungan tamu yang tampak sunyi, tanpa penghuni sama sekali.


" Kemana mereka, kenapa tidak ada orang didalam rumah ini. Terus kenapa pintunya ngga di kunci." Gumam Fadil yang terus melangkah masuk kedalam, sampai di ruangan keluarga.


Sampai di ruang keluarga, Fadil bisa melihat kalau ada orang di rumah itu, yang sedang asyik dengan kegiatan mereka. Yaitu mengobrol.


" Bunda, paman, Abizard. Kalian semua berada disini." Ucap Fadil terkejut saat melihat keberadaan paman dan bundanya disana, tidak lupa Abizard juga ikut serta.


Fadil bingung kenapa keluarganya bisa berada di rumah Fazar. Padahal tadi malam mereka masih ada di Jakarta, tapi ini, keluarganya sudah berada di kota S.


Sedangkan bunda Sisi, tuan Aslan dan Abizard yang mendengar suara Fadil menoleh kebelakang, dan bisa melihat kalau itu adalah Fadil Fadil dengan wajah keterkejutannya.


Tuan Aslan dan bunda Sisi tersenyum mendengar pertanyaan, yang Fadil ajukan untuk mereka.


" Kenapa bertanya seperti itu Dil, bukannya lo tau jawabannya." Sambung Abizard, membuat Fadil menoleh kearah Abizard.


" Gue nggak bertanya ke lo yah. Jadi jangan ikut campur." Ucap Fadil dengan ketus, menatap Abizard dengan tatapan sinis.


"Ya ela sensitif banget sih lo." Desis Abizard memutar matanya malas saat mendengar ucapan Fadil barusan.


" Udah nggak usah berdebat. Perasaan kalau kalian bertemu pasti ujung-ujungnya berdebat terus." Lerai bunda Sisi membuat kedua orang itu berhenti berdebat. Kalau saja tidak di hentikan, mungkin perdebatan mereka tidak akan ada ujungnya.


Bunda Sisi menatap kearah Fadil." Bunda berada di rumah Fazar, karena semalam bunda dan paman langsung kesini saat tahu kalau kamu sudah pulang di kota S." Jelas bunda Sisi menjawab pertanyaan Fadil tadi." Bunda kembali, ke kota S, karena takut kalau sampai kondisi kamu memburuk kembali." Ucap bunda Sisi kembali.


Fadil bisa melihat kalau ada raut kekhawatiran saat bunda Sisi menjelaskan kenapa bunda Sisi dan tuan Aslan berserta Abizard berada di rumah Fazar.


" Maaf karena Fadil sudah membuat bunda khawatir." Ucap Fadil merasa bersalah." Tapi bunda tenang saja, karena Fadil baik-baik saja sekarang. Coba bunda lihat." Ucap Fadil merentangkan kedua tangannya, untuk memperlihatkan kalau ia baik-baik saja sekarang.


Bunda Sisi tersenyum mendengar ucapan putranya itu." Bunda tahu itu Dil kalau kamu baik-baik saja. Bunda hanya khawatir kalau kamu sampai ceroboh, makanya bunda pulang ke kota S." Jawab bunda Sisi tersenyum." Bunda pulang ke kota S, karena bunda ingin pulang, mengingat kondisi kamu sekarang sudah sembuh." Jelas bunda Sisi kembali, membuat Fadil mengangguk-anggukkan kepalanya tanda kalau ia mengerti dengan ucapan bunda Sisi.


Untuk apa juga bunda Sisi lama-lama di Jakarta sedangkan ia sudah kembali di kota S, sedangkan tuan Aslan dan Abizard akan kembali ke Turki.


" Bagiamana dengan paman, dan Abizard bukannya mereka mau kembali ke Turki." Tanya Fadil menatap kearah pamannya berganti kearah Abizard yang hanya diam sambil menatap kearahnya.


" Paman akan tinggal selama beberapa hari disini, karena ingin menikmati kota S sebelum paman kembali ke Turki." Jawab tuan Aslan.


" Benarkah itu paman." Tanya Fadil tidak percaya.

__ADS_1


" Iya, paman akan tinggal beberapa hari disini sebelum kembali ke Turki." Jawab tuan Aslan kembali.


" Bilang aja kalau lo, ngga suka kalau kami ada disini." Sambung Abizard membuat Fadil langsung menatap kearah Abizard.


" Sembarang, Jangan asal nuduh ya lo." Kesal Fadil saat di tunda seperti itu oleh Abizard.


" Kenyataannya memang gitu." Jawab Abizard sewot membuat Fadil semakin kesal.


" Stop, jangan berdebat lagi, pusing aku dengar kalian berdebat terus." Sambung Fazri yang dari tadi hanya diam menyaksikan perbincangan dari keluarganya.


.


.


Setelah perbincangan tadi, kini keluarga itu duduk di ruangan keluarga sambil menikmati beberapa camilan, karena setelah perbincangan tadi selesai, mereka menyempatkan waktu untuk sarapan pagi terlebih dahulu.


Tapi Fadil belum menyadari kalau Fazar dan Wiyah tidak ada di rumah, karena dia mengira kalau Fazar dan Wiyah memiliki kegiatan pagi ini.


" Zri, kemana Abang dan kakak ipar, kenapa belum pulang." Tanya Fadil sambil menoleh kearah Fazri yang kini sedang sibuk berbincang dengan Abizard.


Tidak tahu bagaimana, hubungan Abizard dan Fazri begitu sangat dekat padahal mereka baru saja bertemu, tapi sudah seakrab sekarang.


" Mereka sedang honeymoon kak." Jawab Fazri apa adanya, karena hanya itu yang dia tahu.


" Benarkah. Tapi kapan mereka pergi honeymoon nya." Tanya Fadil penasaran.


Fadil tidak cemburu dengan jawaban yang Fazri berikan, kalau Wiyah dan Fazar sedang pergi honeymoon. Malahan dia senang dengan kabar itu. Karena dengan kabar itu menandakan kalau abangnya itu benar-benar sudah berubah.


" Ngga tau bang, karena kemarin sore kak Wiyah perginya di jemput sama kak Zain. Katanya sih mau kesuatu tempat." Jelas Fazri.


" Emangnya Abang ngga ngomong gitu kalau mau kemana." Tanya Fazar yang begitu sangat penasaran.


" Bagaimana mau ngomong, orang kak Wiyah juga bingung karena abang mau bawah kak Wiyah kemana." Jawab Fazri." Emangnya kenapa kakak tanya kayak gitu, jangan bilang kakak belum bisa move on ya." Tuduh Fazri yang tahu kisah cinta Fazar, walaupun dulu dia mengira kalau Fadil hanya berbohong menyukai seorang wanita.


Mendengar tuduhan Fazri membuat Fadil membulatkan matanya terkejut dengan tuduhan itu. yang membuat Fadil langsung melemparkan camilan yang berada di tangan nya ke arah Fazri.


" Jangan asal nuduh kamu adik luknut." Kesal Fadil menatap Fazri dengan kesal.


" Kakak, kotor." Pekik Fazri kesal saat cemilan itu mendarat di rambut nya.


" Biar aja." Jawab Fadil acuh sambil berdiri dari duduknya.


" Semoga hubungan kalian semakin baik dan bahagia setelah honeymoon kalian dan akan ada, malaikat kecil yang membuat kebahagiaan kalian semakin bertambah." Doa Fadil sambil tersenyum sambil melangkah meninggalkan ruangan keluarga untuk naik kedalam kamarnya. Kamar yang dulu dia tempati saat tinggal di rumahnya Fazar.


...----------------...


Maaf author baru bisa update soalnya lagi sibuk, apalagi lebaran idul adha.


Jangan lupa like komen dan vote nya biar author makin semangat buat update.


harap bijak dalam membaca karena banyak typo yang bertebaran.


Salam manis dari author 😉

__ADS_1


__ADS_2