
Kesabaranku membawa cinta
Fazar dan Wiyah tersenyum bahagia menyaksikan kemeriahan acara resepsi malam ini.
Sungguh Wiyah tidak menyangka akan sampai dititik bahagia seperti ini bersama dengan suaminya. Padahal kemarin Wiyah tidak berpikir kalau pernikahannya tidak akan sampai kesini, mengingat betapa benci nya suami itu kepada dirinya hanya karena kesalahpahaman.
Kini Wiyah sungguh bahagia melihat suami yang sangat mencintai nya dan akan selalu melakukan cara apapun, agar dirinya dan calon anak-anak mereka bahagia dan tetap aman. Bukan saja suami yang mencintainya, melainkan keluarga yang begitu sangat menyayanginya sama seperti suaminya.
" Apakah kamu bahagia sayang." Tanya Fazar menoleh kearah istrinya, yang kini tampil cantik mengunakan gaun pengantin yang sangat mewah yang mekar seperti bunga dengan butiran berlian-berlian kecil yang membuat gaun itu sangatlah mewah.
Wiyah mengunakan gaun pengantin hijab putri yang lembut. Gaun pengantin yang membalut ketat hingga ke pinggangnya dengan tampilannya yang fluffy dari pinggang ke bawah. Walaupun dengan perut yang membesar tapi perut Wiyah tidak terlalu terlihat, karena gaun pengantin itu berhasil merubah penampilan Wiyah malam ini terlihat dia menghadirkan image dengan pinggang ramping dan detail lengan elegan yang akan menarik perhatian Fazar.
Fazar tentu terkagum-kagum dengan tampil Wiyah yang lebih menawan dan terlihat cantik, sungguh Fazar tidak ingin melihat orang lain menatap istrinya itu.
Wiyah menoleh kearah suaminya sambil tersenyum." Aku sangat bahagia kak, ini adalah resepsi yang sangat aku impikan, tapi dulu aku tidak pernah berharap sampai disini." Jawab Wiyah menatap Fazar." Terimakasih kak, karena kakak sudah mengabulkan impian ku."
" Sama-sama sayang, kakak ikut bahagia kalau sayang senang dengan acara malam ini." Ucap Fazar tersenyum lalu menyentuh pipi istrinya itu dengan jari telunjuknya." Tapi, masih ada kejutan lain untuk sayang. Apakah sayang mau lihat."
" Kejutan apa itu kak."
" Ada, tapi sayang harus tunggu sebentar lagi. Setelah itu sayang tau apa kejutannya." Ucap Fazar sambil mencolek dagu istrinya itu dengan gemas.
Wiyah jadi penasaran dengan kejutan yang akan suaminya itu berikan. Tapi saat akan bertanya, kejutan apa yang ingin Fazar berikan, Wiyah harus menghentikan niatnya saat melihat teman sepekerjaan datang.
" Masya Allah Wiyah, cantik benget kamu malam ini." Ucap wanita itu sambil tersenyum menatap Wiyah." Suami juga tampan."
" Terimakasih sudah datang kak. Wiyah jadi senang banget lihat kakak semuanya datang kesini.." Ucap Wiyah begitu sangat bahagia saat melihat seluruh teman kerjanya datang. Karena selama dia berhenti bekerja dia tidak pernah lagi pertemu dengan teman-teman kerjanya bahkan dia tidak pernah datang untuk berkunjung. Bukannya Wiyah tidak ingin berkunjung, hanya saja kita tau seperti apa awal pernikahannya. Walaupun sekarang hubungan rumah tangganya sudah baik-baik saja, tapi suaminya itu sangatlah posesif, sehingga Wiyah tidak bisa keluar tanpa suaminya.
" Kamu sih ngga datang ketempat kerjaan, mentang-mentang sudah nikah."
__ADS_1
" Iya, nikah ngga bilang-bilang lagi, pas resepsi baru ngundang. Apa jangan-jangan kamu berhenti kemarin karena mau menikah ya."
" Benar-benar ya kamu Wiyah, nikah ngga ngomong-ngomong, pakai acara rahasia-rahasiaan lagi." Sungguh Wiyah hanya tersenyum mendengar omelan para teman kerjanya itu, yang dia sudah anggap seperti keluarganya sendiri. Sungguh kedatangan teman-teman kerjanya membuat acara resepsi malam ini jauh lebih berkesan.
" Karena ini sudah malam, kami pamit pulang ya Wiyah. Kami mendoakan semoga rumah tangga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah."
" Aminn, Iya kak, terimakasih sudah datang. Nanti kapan-kapan datang berkunjung kerumah kak." Jawab Wiyah sambil memeluk satu persatu teman kerjanya itu. Yang berjumlah enam belas tahun.
" Iya Wiyah, insyaallah kapan-kapan datang berkunjung. Tapi kamu jangan lupa juga berkunjung ketempat kami, soalnya anak-anak di sekolah banyak yang menunggu mu."
" Insyaallah kalau ada waktu, Wiyah akan sempatkan untuk berkunjung kak." Jawab Wiyah. Sedangkan teman-teman Wiyah hanya mengangguk mengerti sambil tersenyum, lalu meninggalkan pelaminan itu setelah mengucapkan selamat pada. pengantin lainnya, siapa lagi kalau bukan Fina dan Fadil." Terimakasih kak karena sudah mendatangkan teman-teman kerja ku. Tapi kak. Bagaimana bisa kakak tau kalau mereka adalah teman-teman kerja ku"
" Iya sayang sama-sama, kakak senang bisa lihat kalau sayang bahagia seperti ini. Kakak bisa tau, karena kakak tanya ke kak Haidar, dan kak Haidar memberitahukan kakak siapa saja orang-orang terdekat sayang." Jawab Fazar.
" Hmm, apakah ini kejutan yang akan kakak kasihkan."
" Bukan sayang, ada kejutan lain tapi bukan yang ini." Jawab Fazar." Jangan penasaran, nanti sayang akan tau sendri." Wiyah hanya mengangguk walaupun kenyataannya dia begitu sangat penasaran.
" Sungguh Beby, kamu terlihat sangat cantik malam ini, Aku sangat tidak sanggup jika melihat mu di tetap oleh orang-orang terus." Bisik Fadil dengan tatapan tulusnya, membuat Fina jadi salah tingkah.
Fina kini tidak kalah cantiknya seperti Wiyah, bahkan keduanya mengunakan gaun yang sama hanya saja dengan model yang sedikit berbeda.
" Kak jangan mengatakan itu, aku sangatlah malu." Ucap Fina yang mungkin kini sudah bersemu merah di pipinya. Andai saja tidak menguntungkan make up, mungkin wajah memerah Fina akan terlihat.
" Beby, kenapa kamu memangil ku, kakak, bukannya Beby, sudah sepakat untuk memanggil ku dengan panggilan suami ku." Ucap Fadil mengingatkan.
Ya, keduanya sudah sepakat kalau Fina akan memanggil Fadil dengan panggilan suamiku dan Fadil akan memanggilnya dengan istriku. Terdengar lucu, tapi Fadil lah yang memintanya, karena Fadil tidak suka kalau istrinya terus memanggil dengan panggilan kakak.
" Tapi kan kakak juga memanggil ku dengan panggilan Beby. Bukannya kita sudah sepakat, kalau kakak tidak akan memanggil ku dengan panggilan itu." Jawab Fina.
__ADS_1
" Tapi Beby, aku suka dengan panggilan ini. Terlihat sangat lucu."
" Baiklah, Kalau gitu, aku suka dengan panggilan kakak, karena terlihat menarik." Sepertinya kedua pasangan itu terlibat perdebatan ringan di atas pelaminan.
" Tapi Beby, panggilan kakak itu tidak terlihat menarik, karena yang menarik itu aku." Rasanya Fina ingin muntah mendengar ucapan kepedean suaminya itu.
" Kepedean banget sih suamiku ini." Ucap Fina sambil mencubit lengan suaminya karena gemas, sedangkan Fadil kembali tersenyum, karena mendengar panggilan manis dari istrinya.
" Terimakasih istriku, karena ini adalah panggilan yang termanis sama sepertimu."
🌺🌺🌺🌺🌺
" Sayang, buka matanya. Karena kejutan yang kakak siapkan sudah kakak siapkan." Wiyah perlahan-lahan membuka matanya. Karena sebelum Fazar mengantarkannya di sebuah ruangan, Fazar menyuruh istrinya itu untuk menutup matanya.
Dan Wiyah membeku ditempatnya saat melihat lima orang didepannya." Ibu, adek." Empat tahun berpisah, dan tempat empat tahun juga mereka di pertemukan. Sungguh permainan takdir sangatlah lucu.
Di hari ulang tahunnya orang-orang yang dia sayangi berpisah, tapi tepat di hari ulang tahunnya juga mereka berkumpul. Sungguh Wiyah bingung dengan permainan takdir ini.
Mata itu berkaca-kaca, lalu mendekati lima orang itu." Ibu, Wiyah merindukanmu. Kenapa ibu pergi lama sekali." Tangis Wiyah langsung pecah saat berada didalam pelukan wanita yang sangat dia rindukan selama ini.
Sedangkan wanita paruh yang tidak lain, adalah Widya membalas pelukan putri itu dengan erat, bagaimanapun dia sangatlah merindukan putrinya." Ibu juga merindukanmu nak, sangat-sangat merindukanmu. Maaf ibu perginya lama. Sampai-sampai ibu melupakan kalau ada putri ibu disini." Ucap Widya yang ikut menangis sungguh Widya merasa bersalah sekarang." Maafkan ibu nak. Hiksss....." Bertapa berdosa nya dirinya, yang mementingkan ego sampai-sampai mengorbankan Wiyah yang tidak tau apa-apa.
Sungguh Widya merasa bersalah, karena tidak memberitahukan suaminya kalau hasil tes DNA itu salah. Padahal, dirinya tau kalau hasil yang Jambri dapatkan itu salah, karena Widya sudah mendapatkan informasi dari rumah sakit. Tapi dia sengaja tidak memberitahukan suaminya, agar suaminya itu mencerminkan dirinya, mengingat usaha suami nya sudah bangkrut. Makanya Windy memanfaatkan hasil tes DNA itu agar dia bisa perpisah dengan suaminya.
Tapi dengan tega nya dia mengorbankan Wiyah, agar permainannya tercapai. Sungguh Widya merasa seperti wanita ular.
" Maafkan ibu ini nak, yang sangatlah jahat. Mungkin ibu tidak akan pantas di maafkan, maafkan ibu." Widya melepaskan pelukannya, lalu berlutut ditanah.
" Ibu apa yang ibu lakukan, berdirilah." Wiyah mencoba untuk membungkuk walaupun kesusahan, karena dia bingung saat melihat ibu nya berlutut didepannya.
__ADS_1
" Ibu orang jahat nak, jadi kata maaf mungkin tidak akan pantas."
" Jangan ngomong begitu Bu, berdirilah, ibu tidak bersalah disini, walaupun ibu bersalah, aku sudah memaafkan ibu. Jangan seperti ini Bu, yang akan membuat ku seperti anak durhaka yang melihat ibu bersujud didepan anaknya." Lirih Wiyah sedih. Sejahat-jahatnya orang tua kepada anaknya tapi mereka tidak pantas untuk bersujud di kaki anaknya.