Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 175


__ADS_3

" Tapi bisa saja kan gadis itu merasa canggung saat berada di acara itu, mengingat disana banyak orang. Apalagi takut rencananya gagal, karena melihat Susana yang tampak ramai."


" Jika gadis itu merasa canggung dan takut, rencananya ketahuan. Kenapa juga gadis itu tetap melakukan rencananya di rumah itu, padahal dia bisa mencari tempat yang lain."


" Yang mulia, jika saja gadis itu dan juga tersangka benar-benar bersalah di kasus pemukulan ini, dan juga mereka merencanakan semuanya, pasti bukti yang saya tunjukan pasti tidak akan anda. Karena mereka sudah menghapusnya. Tapi di dalam kasus ini, mereka tidak menghapus sama sekali bukti, Jika gadis itu dan juga tersangka sengaja menjebak korban."


" Keberatan yang mulia. Bisa saja mereka sudah merencanakan semuanya, agar kasus ini seolah-olah hanya sebuah karena tidak sengaja. Karena tersangka sudah merencanakan skenario, agar rencana mereka berhasil."


" Keberatan yang mulia. Mereka tidak akan melakukan hal itu, karena tersangka hanya ingin menyelamatkan gadis itu, dari korban yang ingin melecehkan gadis itu. Dari semua bukti yang saya tunjukan, saya yakin. Kalau tersangka maupun gadis itu, tidak merencanakan kasus pemukulan ini. Karena tersangka hanya ingin menolong gadis itu."


" Apa anda memiliki bukti, agar tersangka benar-benar tidak bersalah didalam kasus ini."


" Tentu, dan saya sudah mendatangkan saksinya."


Pengacara itu kembali mendatangkan seorang pria yang menolong Fadil dan Fiki kemarin saat masuk kedalam acara. Bahkan pengacara itu juga memanggil penjaga yang mengamankan acara itu, agar orang-orang yang di udang saja yang datang.


Tuan Aron, semakin di buat terkejut saat kedatangan kedua pria yang menjaga acara itu kembali hadir disana.


" Bukannya aku sudah menghilangkannya, tapi kenapa dia bisa berada disini." Batin tuan Aron yang merasa panik saat melihat kedua pria itu.


Ya, tuan Aron sudah menghilangkan kedua penjaga itu, dengan cara membunuhnya. Tapi entah kenapa kedua penjaga itu masih hidup, dan sekarang bisa berada disana.


Sedangkan penjaga itu, menceritakan dimana kedatangan Fadil, sampai Fadil bisa masuk kedalam acara itu bisa masuk kedalam.


Mata kedua penjaga itu juga menatap tuan Aron dengan tatapan penuh kebencian. Seperti ada dendam yang tersembunyi.


Sama halnya dengan pria yang sudah membantu Fadil saat itu, menceritakan semua kesaksiannya.


" Dari penjelasan kedua pria ini mengatakan, kalau tersangka saat itu berada di luar dan berusaha untuk masuk kedalam acara, karena itu dia meminta bantuan kepada pria itu, karena tidak bisa masuk. Akibat di larang oleh kedua penjaga ini. Disini terbukti kalau tersangka tidak tau apa yang terjadi didalam nanti."


" Jika mereka memang sudah merencanakan semua ini, mungkin saja tersangka sudah berada didalam rumah seperti pengakuan nyonya tadi. Tapi berbeda dengan cerita ketiga pria ini yang mengatakan kalau pelaku berada di luar dan berusaha untuk masuk kedalam karena mencari gadis itu."

__ADS_1


Pengacara yang membelah Aldrich semakin di buat diam oleh ucapan pengacara Fazar, yang selalu menyudutkan Aldrich.


" Saya juga sudah membawa beberapa saksi lain dan gadis itu untuk menjadi saksi di persidangan ini yang mulia."


Pengacara itu kembali membawa beberapa orang yang mengenal Fina maupun Aldrich. Dari teman kuliah, sampai dimana mereka bekerja. Semua sudah Fazar siapkan.


Melihat beberapa orang itu, semakin membuat tuan Aron terkejut. Karena berapa hari yang lalu, orang suruhannya untuk menyuap mereka, agar tidak mengatakan siapa Aldrich sebenarnya. Tapi entah kenapa orang-orang itu malah berpihak kepada Fadil, dengan cara menjadi saksi yang membelah Fadil. Padahal tuan Aron sudah menyuruh mereka untuk diam.


" Sebenarnya apa yang sudah di rencanakan Fazar. Kenapa mereka bisa berada disini." Batin Aron penuh dengan pertanyaan, karena bingung melihat beberapa orang itu.


Orang-orang itu mulai menceritakan siapa Aldrich sebenarnya, yang sengaja menyembunyikan identitasnya untuk mengejar adik kelasnya, yang tidak lain adalah Fina. Bagaimana ia masuk berkerja di restoran tempat Fina bekerja, agar dia bisa berdekatan dengan Fina.


Mereka juga meragukan kalau sampai Fina melakukan itu, apalagi berkerja sama dengan Fadil untuk mencelakai Aldrich. Mereka tau seperti apa Fina, yang tidak akan berpikiran seperti itu.


" Dari cerita beberapa orang ini, membuat kita yakin, kalau korban yang ingin menjebak gadis itu, karena korban menyukainya. Hanya saja perasaannya tidak terbalaskan, makanya dia berencana untuk melecehkan korban. Tapi rencananya harus gagal, Karena kedatangan pelaku yang datang untuk menyelamatkan gadis itu."


" Bagaimana anda mengetahui kalau korban sengaja menjebak gadis itu."


" Saya di suruh oleh tuan Aldrich untuk memberikan obat itu ke minuman gadis yang bersama nya pak." Ucap pelayanan itu jujur.


" Dia berbohong pak, anak saya tidak akan melakukan itu, karena saya tau seperti apa putra saya. Mungkin wanita murahan itu yang sudah menjebak putra saya." Potong tuan Aron yang tiba-tiba saja berdiri dari duduknya, karena merasa marah saat rencananya benar-benar akan hancur kali ini.


" Harap tenang tuan Aron, jangan memperburuk keadaan, dengan anda merah disini." Perintah ketiga pria itu, membuat Aron kembali duduk dengan emosi yang masih ada.


" Jika benar gadis itu ingin di lecehkan oleh korban, kenapa gadis itu tidak berada disini untuk menjadi saksi. Apakah gadis itu takut, ataukah melarikan diri, karena rencananya akan ketahuan."


" Gadis itu tidak pergi atau melarikan diri, tuan. Melainkan gadis itu berada disini dan dari tadi mendengarkan dan melihat persidangan ini. Hanya saja gadis itu ingin datang diwaktu yang tepat." Jawab pengacara itu sambil tersenyum miring." Fina Fabbri Falisha, anda bisa maju ke depan untuk menjadi saksi sekarang." Panggil pengacara itu.


Fadil yang dari tadi tegang karena mendengar perdebatan kedua pengacara itu. Langsung mengerutkan keningnya bingung saat mendengar nama gadis yang sudah berada di perasaannya.


Sedangkan Fina yang dari tadi menyaksikan perdebatan itu, hanya bisa menenangkan degup jantungnya, saat mendengar namanya di panggil oleh pengacara itu.

__ADS_1


" Fin, sekarang waktunya kamu menolong Fadil. Jangan takut, karena pria brengsek seperti Aldrich pantas mendapatkan hukuman."


Setelah menenangkan ketakutannya, Fina berdiri dari duduknya. Melangkah kedepan untuk menjadi saksi dari kejadian itu.


Orang-orang langsung menatap kearah Fina saat mereka melihat Fina sudah berada di depan. Sedangkan bunda Sisi dan juga Fadil begitu sangat terkejut saat melihat kehadiran Fina disana.


Bunda Sisi tidak menyangka kalau gadis yang Fadil selamatkan itu, ternyata sahabat dari menantunya.


Sedangkan Fadil merasa terkejut saat melihat gadis yang dia sukai berada didepan sana, dan kini akan menjadi saksi pembela untuknya. Padahal kemarin ia sudah melarangnya, agar tidak datang. Karena Fadil tidak ingin nama Fina rusak.


Apalagi sekarang, ruangan itu terdengar bisik-bisik dari orang-orang. Pasti mereka membicarakan Fina yang tidak-tidak.


Setelah memperkenalkan dirinya. Pengacara tuan Aron mulai menanyai Fina."


" Apa yang terjadi waktu itu nona Fina Fabbri Falisha. Apa yang terjadi waktu itu, kenapa kamu bisa bersama dengan tuan Aldrich dan apa yang sebenarnya sudah terjadi."


Fina mulai menceritakan dimana ia sedang bekerja, dan Aldrich datang menemuinya untuk mengajak nya ke acara ulang tahun adiknya, Sampai dimana dia hampir dilecehkan waktu itu. Fina tidak menceritakan semuanya, dan tidak ada yang dia sembunyikan.


" Untung saja saat itu tuan Fadil datang, dan menolong saya, kalau tidak, mungkin saya sudah hancur karena tuan Aldrich." Ucap Fina. Sedangkan Fadil hanya menatap gadis yang dia sukai itu." Tuan Fadil tidak merencanakan apapun untuk menjebak tuan Aldrich yang mulia, bahkan dia datang untuk menolong saya waktu itu."


" Dari pengakuan nona Fina, bisa membuktikan kalau tersangka tidak bersalah. Apalagi ini adalah bukti terkahir yang membuktikan kalau tuan Fadil dan nona Fina memang tidak bersalah, atupun merencanakan sesuatu untuk tuan Aldrich. Kejadian pemukulan itu benar-benar terjadi karena tidak sengaja, karena tuan Fadil hanya ingin menolong saja."


Pengacara itu mengambil bukti yang sebenarnya, bukti yang sengaja Fadil hapus beberapa agar Fina tidak terlibat dan Fadil juga sengaja menghilangkan setengah dari bukti itu, bahkan menghapus wajah Fina, agar Fina tidak terjebak dalam permainan tuan Aron.


Ketiga pria itu kembali disuguhkan dengan video yang sebenarnya. Dimana Fina datang, sampai Fina jatuh pingsan. Tapi Aldrich tidak membawanya keluar, malahan ia membawanya di sebuah kamar. Video itu terus berputar sampai dimana Aldrich melakukan aksinya, hanya saja Fina menolak tapi Aldrich terus berusaha untuk merusak Fina, sampai Fadil berhasil masuk kedalam kamar itu dengan cara mendobraknya pintu kamar itu, dan terjadilah pemukulan itu.


Fadil memejamkan matanya, saat melihat video itu. Padahal dia sudah penghapus nya untuk menjaga nama baik Fina, tapi kenapa bukti itu bisa berada disini.


" Aku lupa siapa Abang sebenarnya, aku tau ini pasti rencana Abang." Batin Fadil, menoleh kearah Fazar." Tapi kenapa Abang tidak bertanya kepadaku, kenapa aku sengaja menghapus bukti itu."


" Terlihat dengan jelas disini kalau tuan Aldrich lah yang bersalah, karena sengaja menjebak nona Fina. Malahan tuan Aldrich sudah merencanakan semua ini dari lama. Dimana tuan Aldrich menganti namanya, bahkan mendekati nona Fina agar rencana berhasil, sampai waktu yang tepat. Dan kemarin adalah waktu yang tepat, makanya tuan Aldrich menjalankan rencananya itu."

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2