Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 132


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


Seorang gadis sedang menatap hamparan bunga-bunga di depannya, yang kini sudah berbunga. Padahal ia dan Fazri baru menanam nya beberapa bulan yang lalu, tapi bunga itu begitu sangat subur sampai membuat nya cepat berbunga.


" Masyaallah bunganya cantik ya Wiyah." Ucap seseorang dari belakang Wiyah.


Wiyah yang mendengar suara itu membalikkan tubuhnya untuk melihat di belakangnya siapakah yang datang.


" Fina." Wiyah tersenyum saat melihat kehadiran sahabatnya itu.


Ya, Fina sahabat Wiyah yang sudah mengetahui kalau Wiyah sudah menikah dengan Fazar beberapa hari yang lalu saat Wiyah kembali masuk kuliah. Bahkan Fina sudah berkenalan dengan suami dari sahabatnya itu.


Wiyah sudah menceritakan ke Fina, Yaya, bahkan Salsa yang berada di luar negri, kalau ia sudah menikah dua bulan yang lalu, bahkan pernikahan mereka sudah mau masuk bulan ketiga.


Fina Yaya bahkan Salsa yang mendengar cerita kalau Wiyah sudah menikah membuat mereka terkejut bahkan tidak percaya.


Tapi setelah mendengar penjelasan dari Wiyah. Kenapa ia bisa menikah dengan Fazar Abang dari Fadil, membuat mereka mengerti setelah mendengar penjelasan dari Wiyah. Walaupun Wiyah tidak menceritakan semuanya, karena Wiyah menutupi cerita awal pernikahan nya dengan Fazar, karena Wiyah tidak ingin menceritakan aib suaminya kepada orang termasuk sahabatnya.


Sebenarnya sahabat-sahabat Wiyah merasa kecewa, karena Wiyah menyembunyikan pernikahan nya, tapi setelah mendengar penjelasan dari Wiyah membuat mereka mengerti. Bagaimanapun Wiyah melakukan pernikahan itu, Karena permintaan dari Fadil.


" Kenapa sore-sore melamun Wiyah, entar kamu kesambet setan." Canda Fina saat ia sudah berada di samping sahabatnya itu.


" Ngga melamun Fin, aku lagi lihatin bunga mawar nya yang sekarang sudah ada bunga nya walaupun belum mekar." Ucap Wiyah sambil menatap kearah bunga mawar itu.


Fina ikut melihat kearah bunga itu.


" Masyaallah cantiknya benget, apalagi kalau udah mekar mungkin makin cantik." Puji Fina sambil menatap kearah bunga-bunga itu.


" Benar benget Fin, aku jadi ngga sabar nungguin bunga-bunganya cepat bermekaran " Jawab Wiyah kembali menikmati keindahan bunga-bunga mawar yang sebentar lagi akan bermekaran.

__ADS_1


Beberapa menit ikut menikmati keindahan bunga itu, Fina teringat kenapa ia kerumah sahabatnya itu.


" Astaghfirullah aku sampai lupa Wiyah, kenapa aku kesini pas sore-sore kayak gini." Ucap Fina menepuk keningnya pelan.


" Emangnya ada apa." Tanya Wiyah penasaran menatap sahabatnya itu.


" Nih untuk kamu. Soalnya tadi pagi aku lewat di tukang jual jambu air, kebetulan aku ingat kamu lagi nyari jambu air tadi pagi, makanya langsung aku belikan aja. Sekalian singgah kesini buat kasih ini untuk kamu." Ucap Fina sambil memberikan kresek putih ukuran sedang yang berisi jambu air yang tadi pagi Wiyah cari.


Wiyah yang melihat jambu air itu tersenyum, soalnya dari tadi pagi dia kepingin memakan jambu air. Tapi saat dia cari malah ngga ada yang jual.


Wiyah menerima kresek yang berisi jambu air yang di berikan oleh Fina." Makasih Fin, kamu tahu aja kalau aku lagi cari jambu air." Ucap Wiyah tersenyum senang." Berapa jambu air nya." Tanya Wiyah ingin menggantikan uang sahabatnya itu.


" Ngga usah Wiyah, ngga usah di ganti uangnya aku ikhlas belikan ini untuk kamu." Tolak Fina, karena tahu kalau Wiyah ingin mengatikan uang nya.


" Tapi Fin."


" Ngga apa-apa Wiyah. Kamu juga sudah sering membelikan sesuatu untuk aku. Jadi gantian. Masa kamu terus, aku ngga bisa membalasnya, anggap ini sebagai tanda terimakasih ku karena kamu sering benget membelikan aku." Potong Fina saat melihat sahabatnya itu ingin keberatan kepadanya karena menolak uang untuk mengganti uang yang tadi ia keluarkan untuk membeli jambu air itu.


" Iya sama-sama Wiyah." Jawab Fina tersenyum." Kalau gitu Wiyah aku pergi dulu ya, soalnya aku mau kerja." Ucap Fina.


" Bukannya kamu masuk siang ya." Tanya Wiyah yang tahu kalau sahabatnya itu berkerja siang.


" Aku gantikan temanku Wiyah, soalnya teman ku lagi sakit jadinya aku masuknya malam." Jawab Fina membuat Wiyah mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.


" Kalau gitu hati-hati ya Fin. Makasih buat jambu nya." Ucap Wiyah.


" Iya Wiyah, Terimakasih kambali." Jawab Fina.


Wiyah mengantarkan sahabatnya itu sampai ke didepan pintu, karena sahabat nya itu sedang terburu-buru untuk berlama-lama di rumah sahabatnya.

__ADS_1


" Makasih ya Fin." Ucap Wiyah.


" Iya Wiyah, kalau gitu aku berangkat ya. Assalamualaikum.


" Iya Fin Hati-hati. Waalaikumsalam." Jawab Wiyah, setelah itu motor yang di bawah oleh Fina meninggal rumah Wiyah.


Belum jauh motor Fina pergi, kini mobil suami nya masuk kedalam halaman rumah. Wiyah yang melihat mobil suaminya itu tersenyum senang.


Tapi saat pintu mobil itu terbuka, senyuman Wiyah pudar saat melihat seorang wanita bersama dengan Zain melangkah kearah nya.


" Siapa wanita itu." Batin Wiyah menatap kearah wanita yang sedang melangkah mendekati nya.


" Assalamualaikum nona Wiyah." Salam Zain.


Wiyah beralih melihat kearah Zain.


" waalaikumsalam tuan Zain." Jawab Wiyah." Dimana kak Fazar, kenapa tidak bersama dengan kak Zain." Tanya Wiyah saat tidak melihat kehadiran suaminya.


" Tuan Fazar sedang ada urusan sebentar. Tapi tuan Fazar menyuruh saya untuk menjemput anda nona Wiyah untuk bertemu dengannya." Jelas Zain membuat Wiyah mengerutkan keningnya bingung.


" Kenapa kak Fazar menyuruh tuan Zain untuk menjemput ku. Emangnya kakak mau bawah aku kemana." Tanya Wiyah.


" Kalau itu saya tidak tahu nyonya. Saya hanya menyampaikan pesan dari tuan Fazar untuk memberitahukan anda kalau tuan Fazar sedang ada urusan sebentar dan menyuruh saya untuk memberitahukan nona Wisyah untuk bersiap-siap sebelum menemui nya. Tuan Fazar juga sudah menyewa penata rias untuk mengatur penampilan anda nona untuk malam ini." Jawab Zain sambil menoleh kearah wanita di sampingnya. Wiyah yang mendengar jawaban dari Zain semakin membuat Wiyah kebingungan.


" Tapi kenapa begitu tuan Zain." Tanya Wiyah.


" Saya tidak tahu nona Wisyah, karena saya hanya menyampaikan pesan dari tuan Fazar." Jelas Zain kembali.


Walaupun bingung, tapi Wiyah tetap menuruti permintaan suaminya.

__ADS_1


" Kenapa kakak ngga menelfonku dulu kalau dia ada urusan sebentar." Batin Wiyah bingung. Tapi Wiyah tetap berpikir positif.


...----------------...


__ADS_2