Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 24


__ADS_3

Jam terus berputar, tidak terasa sudah jam setengah dua belas siang tapi seorang gadis masih setia memejamkan matanya dengan tenang. Sampai mata itu perlahan lahan terbuka yang menampilkan bola mata yang berwarna hitam tampak cantik yang baru saja terbuka karena baru bangun dari tidurnya. Padahal tadi ia hanya berencana untuk memejamkan matanya, tapi ia tidak menyangka sampai ketiduran. Wiyah bangun dari tidurnya. Yang pertama ia lihat adalah kamar yang baru beberapa jam lalu ia tepati. Wiyah mengambil ponselnya yang berada di atas nakas sebelah tempat tidurnya." Astaghfirullahaladzim, aku tidur terlalu lama sampai aku melupakan tugasku di rumah ini." Gumam Wiyah saat melihat jam di ponselnya yang menunjukkan pukul setengah dua belas siang. Itu artinya ia tertidur selama tiga jam." Wiyah, kamu seperti perempuan pemalas. Bukannya mengerjakan tugasku saat baru sampai di rumah suamimu, tapi aku malah tidur sampai ngga ingat waktu." Ucap Wiyah yang merasa bingung dengan kelakuannya.


Bukannya mengerjakan sesuatu hal yang berguna, tapi ia malah tidur dengan nyenyaknya sampai lupa waktu.


Apa karena ia terbiasa bekerja saat pagi-pagi jadi saat jama seperti tadi ia malah ketiduran sampai lupa waktu. Wiyah turun dari kasurnya melangkah keluar dari kamarnya.


Wiyah melangkah mencari dapur, karena baru di rumah ini membuat ia bingung. Apalagi rumah suaminya itu terlalu besar menurut Wiyah. Jika hanya dua atau tiga orang yang tinggal di rumah ini mungkin mereka akan merasa kesepian jika rumah besar itu hanya di tinggalin tiga orang saja. Lama berkeliling akhirnya Wiyah menemukan dapur yang dari tadi ia cari, Wiyah melangkah masuk kedalam dapur yang terdapat Bu Neneng di sana bersama dengan dua orang art lainnya.


" Selamat siang Bu." Sapa Wiyah saat ia sudah berada di dapur. Bu Neneng dan dua orang lainnya yang mendengar suara orang yang berada di dapur itu melihat kearah samping. Bu Neneng bisa melihat Wiyah di sana yang sedang berdiri sambil menatap kearahnya.


" Selamat siang nyonya." Jawab Bu Neneng dan beberapa wanita itu saat menyadari kalau yang datang di dapur mereka itu Wiyah atau lebih tepatnya nyonya mereka. Mereka tersenyum sambil membungkuk hormat.

__ADS_1


Beberapa art sudah mengenal wajah Wiyah lewat foto yang di perlihatkan oleh Bu Neneng yang mengatakan kalau gadis cantik yang berada di dalam foto itu ternyata istri dari tuan mereka. Para art yang baru melihat foto Wiyah begitu sangat kagum dengan gadis cantik yang sekarang sudah menjadi istri sah dari tuan mereka. Gadis yang terlihat begitu sangat polos dengan tatapannya yang membuat para art menyukainya apalagi wajahnya yang cantik. Para art yakin kalau nyonya mereka pasti gadis yang baik, walaupun dari foto dan belum bertemu langsung. Tapi para art sudah menyukai Wiyah dan mengakui kalau Wiyah gadis yang tepat untuk Fazar.


" Masyaallah, nyonya cantik benget ternyata tidak kalah dari fotonya." Puji art yang bernama Alia.


" Bukan saja cantik, tapi nyonya masih begitu sangat mudah." Sambung Fika yang begitu sangat menyukai gadis berhijab di hadapan mereka sekarang." Tuan Fazar tidak salah memilih istri." Ucap Fika kembali.


Wiyah yang mendengar pujian dari kedua art itu hanya tersenyum malu-malu karena mendengar pujian dari mereka.


Bu Neneng dan kedua art itu yang mendengar permintaan maaf dari Wiyah hanya bisa tersenyum." Tidak apa apa nyonya, ini sudah menjadi tugas kami. Nyonya jangan pernah merasa tidak enak hati sama kami. Karena kami disini sudah memiliki tugas masing-masing untuk mengerjakan pekerjaan kami." Jelas para art yang seperti tahu kalau Wiyah merasa tidak enak hati karena tidak membantu mereka.


Setelah mendengar jawaban dari para art yang mengatakan kalau mereka tidak mempermasalahkan kalau Wiyah tidak membantu mereka karena para art tau kalau Wiyah pasti kelelahan setelah mengangkat kopernya sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Art juga mengatakan Wiyah disini nyonya jadi tidak perlu membantu mereka.

__ADS_1


Tapi karena Wiyah yang begitu sangat tidak suka berdiam diri membuat Wiyah tetap mengerjakan tugasnya, walaupun para art melarang dan mengatakan kalau nyonya dari rumah ini tidak boleh mengerjakan apapun karena ada mereka, dan para art juga mengatakan kalau sampai Fazar mengetahui kalau istrinya mengerjakan pekerjaan rumah pasti mereka akan di pecat. Karena hal itu membuat Para art melarang Wiyah untuk masuk ke dapur walaupun Wiyah ingin membantu.


...----------------...


Sebenarnya author lagi ngga Mood buat update πŸ˜”. Tapi demi kalian author usahain buat update walaupun lagi ngga ada ide😌.


Jangan lupa like komen dan vote nya biar author lebih semangat untuk nulisnya. oh iya sampai lupa. jangan lupa di kasih mawar 🌹ya, soalnya author lagi mau nih tapi kalau ada kopi ngga apa-apa juga biar makin semangat.


Harap bijak dalam membaca karena banyak typo yang bertebaran.


Sampai jumpa nanti.

__ADS_1


Salam manis dari author πŸ˜‰


__ADS_2