Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 220


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


" Mau tidak mau, kamu harus tetap melepaskan Fina, karena Fina sudah kami jodohkan." Jawab Yusuf." Jika kamu tidak mau melepaskannya, maka aku akan membuat kamu melepaskannya dengan cara memaksa mu." Ucap Yusuf kembali. Saat Yusuf akan kembali memukul Fadil, tangannya sudah dicekal oleh Rido.


" Jauhkan tangan kotor mu itu dari sahabatku, karena kamu tidak pantas untuk memukulnya." Ucap Rido menatap Yusuf dengan tajam, bergantian kearah keluarga Fina, lalu beralih kearah Fina yang masih menangis.


Rido yang baru datang, karena mendengar keributan tadi. Harus terkejut saat mendengar semua pembicaraan keduanya. Kalau ternyata Fina dan Fadil sudah menikah kemarin malam. Sungguh Rido bingung dengan kebenaran ini, tapi melihat Fadil dan Fina benar-benar mengatakannya, membuat Rido percaya kalau mereka ternyata sudah menikah. Saat Rido melihat kalau Fadil akan kembali dipukul, dengan cepat dia menghampiri Yusuf dan mencegah tangan itu, agar tidak memukul sahabatnya kembali.


" Berdiri Dil." Rido membantu Fadil untuk berdiri dari duduknya, karena Fadil terlihat sangat lemas untuk berdiri sendiri. Rido bisa melihat wajah sahabatnya itu terlihat bengkak, dan juga sudut bibirnya mengeluarkan darah. Sungguh Rido merasa kasian dengan Fadil sekarang.


" Ohhh, jadi kamu sahabatnya dari pria berengsek. Apa jangan-jangan kamu juga berkerja sama dengannya untuk membawa kabur adikku, lalu membiarkan mereka untuk menikah."


Rido yang geram dengan tuduhan Yusuf, ingin membalas tuduhan pria itu, tapi di hentikan oleh Fadil yang memegang pundaknya, tanda kalau Fadil menyuruh Rido untuk diam.


" Dalam pernikahan ini, sahabat saya tidak tau apapun. Karena pernikahan kami secara tidak sengaja, dan tanpa sepengetahuan siapapun termasuk keluarga saya." Jawab Fadil." Jika kamu ingin menuduhku silahkan, karena disini saya memang bersalah. Tapi jangan membawa sahabat saya, karena dia tidak tau apapa."


" Aku tidak percaya dengan kalian. Karena aku tau kalau kalian pasti sedang berbohong." Ucap Yusuf kembali." Dan permintaanku hanya satu, lepaskan adikku, kerena dia sudah memiliki calon yang lain."


" Anda tidak bisa seperti itu, karena bagaimanapun Fina tetap istriku, dan aku tidak akan pernah melepaskannya."


" Ternyata kamu masih memiliki keberanian untuk menolak. Aku bilang lepaskan Fina." Saat Yusuf ingin kembali memukul Fadil, gerakannya langsung terhenti saat mendengar suara Fina.


" Kak Yusuf hentikan, jangan pukul kak Fadil lagi. Aku berjanji akan lepas dari kak Fadil, asal kak Yusuf jangan menyakitinya lagi." Lirih Fina yang begitu sangat tidak tega saat melihat Fadil ingin di pukul kembali.


" Tidak Fin, aku tidak akan pernah melepaskanmu."


" Aku mohon kak lepaskan aku, dan keluarlah dari rumah ini, aku tidak ingin melihatmu seperti ini. Maafkan aku, karena ku kak Fadil terjebak dalam pernikahan yang tidak sengaja denganku, dan karena ku juga kak Fadil mendapatkan pukulan dari kak Yusuf. Maafkan aku kak." Ucap Fina merasa bersalah terhadap pria yang sedang memperjuangkan ikatan halal ini, tapi dengan tega ia menghancurkan perjuangannya. Walaupun terasah sakit didada nya tapi ini yang terbaik untuk Fadil. Karena Fina tidak mau melihat pria yang dia cintai sakit kembali kerenanya.


" Tapi Fin___"


" Aku mohon kak, pergilah." Tubuh itu langsung luruh terduduk di lantai." Pergilah kak. Aku sudah mengatakan dari tadi, untuk menyudahi pernikahan ini, anggap saja tidak terjadi sesuatu malam kemarin. Tapi kak Fadil tidak percaya. Kak Fadil bisa lihat kan, kalau keluargaku tidak akan pernah menerima pernikahan ini, dan kak Fadil juga akan dituduh sebagai penjahat disini. Maka aku mohon kak lepaskan pernikahan ini kak" Lirihnya kembali.


" Ya Allah, maafkan hamba mu ini yang telah egois, karena tidak memperjuangkan pernikahan ini. Tapi aku melakukan semua ini, demi melindungi pria yang aku cintai, dan juga sudah menjadi suamiku." Batin Fina menatap kearah Fadil yang sama-sama menatap kearahnya dengan mata yang hampir menangis.


Fina tau kalau Fadil akan terluka dengan perkataannya. Tapi mau bagaimana lagi, ini yang terbaik.


Padahal baru kemarin Fadil bahagia, karena dia berhasil mengatakan perasaannya, dan Fina memberikannya waktu satu bulan untuk saling mengenal. Tapi karena pernikahan dadakan, buat hubungan mereka hancur dalam sekejap.


Fadil tidak menyalakan pernikahan kemarin. Hanya saja dia menyesal, karena pernikahan itu, membuat hubungan yang baru satu hari dijalani harus hancur. Bukan saja hubungan bersahabatan, melainkan hubungan pernikahan yang baru saja di jalin kemarin malam.

__ADS_1


Sungguh Fadil ingin mengatakan, kalau keluarga Fina adalah orang yang paling egois, karena memisahkan dua orang yang saling mencintai.


" Apa kamu tidak mendengar apa yang dikatakan oleh adikku, yang meminta mu untuk memutuskan hubungan ini, dan juga keluar dari rumah ini."


" Aku masih bisa mendengarnya dengan jelas, dan aku juga akan keluar dari rumah anda." Jawab Fadil menatap datar kearah Yusuf, lalu bergantian menatap kearah Fina." Bagaimanapun kamu tetap istriku Fin, walaupun pernikahan ini hanya karena tidak sengaja. Tapi aku tetap menganggap pernikahan ini adalah pernikahan sakral. Aku tidak akan pernah melepaskan mu, bagaimanapun itu, walaupun kamu menolak." Ucap Fadil kembali sambil menatap istrinya itu.


" Maaf aku pulang Fin, karena kamu yang memintaku. Tapi aku akan tetap datang untuk menemui mu kembali." Fadil memberikan isyarat ke Rido untuk memapahnya, karena dia tidak sanggup untuk berjalan.


Bukan karena lukanya, melainkan karena hatinya yang sakit saat melihat istrinya tidak mendukungnya saat memperjuangkan hubungan mereka, dan malah memintanya untuk pulang." Aku mencintaimu Fin." Lirih Fadil yang masih bisa didengar oleh Rido.


" Aku tidak tau apa yang sudah terjadi Dil, tapi saat aku melihatmu seperti ini aku merasa kasian." Batin Rido menatap kearah Fadil.


.


.


Saat Fadil benar-benar keluar, Fina kembali melanjutkan tangisannya, karena merasa menyesal telah mengusir Fadil. Padahal suaminya itu sedang memperjuangkan hubungan mereka.


Sedangkan Anita yang berada disitu semakin di buat bingung, saat melihat pria yang tadi tidak sengaja dia pukul, ternyata saling mengenal dengan pria yang mengaku suaminya kakaknya.


Anita sedang di buat bingung dengan semua kejadian tadi. Dari kakaknya yang mengaku sudah menikah, sampai dengan pria yang mengaku sebagai suaminya. Tapi Anita masih mempertanyakan kapan, dan kenapa mereka bisa menikah. Anita masih mempertanyakan itu.


" Aku menangisi suamiku ma, karena aku sudah mencintainya. Dia bukanlah pria yang tidak jelas ma, karena aku sudah tau siapa dia." Jelas Fina di sela tangisannya.


" Untuk apa kamu menangisi pria seperti itu Fin, yang membawa kamu kawin lari, padahal dia bisa datang kerumah."


" Kak, dia tidak membawaku untuk kawin lari, karena kami menikah secara tidak sengaja." Jawab Fina dengan meninggikan suaranya.


" Kamu tidak sopan ke kakak Fin, hanya karena pria itu. Sampai kamu meninggikan suaramu didepan kakak." Ucap Yusuf terkejut dengan tindakan Fina yang meninggikan suaranya saat menjawabnya.


" Bukan maksudku seperti itu kak." Lirih Fina yang sadar akan kesalahannya.


" Ternyata pria itu memang pria yang tidak baik Fin, dia membawa pengaruh buruk untukmu." Sambung Cyra.


" Tidak kak Cy, kak Fadil tidak seperti itu."


" Ternyata benar Fin, kalau kamu sudah di butuhkan oleh cinta." Sambung Yusuf kembali.


" Aku tidak dibutuhkan oleh cinta kak, tapi memang kak Fadil bukan pria seperti itu."

__ADS_1


" Fin, cukupp." Bentak papa Fina menatap putrinya itu, karena papa Fina sudah mulai kesal dengan putri keduanya yang dari tadi selalu menjawab ucapan kakaknya." Papa terlalu membebaskanmu Fin, karena papa terlalu percaya denganmu. Tapi apa yang kamu lakukan. Kamu membuat kesalahan besar Fin dengan membelah pria itu, yang sudah jelas-jelas sudah merusak mu. Tapi kamu masih saja menganggap dia benar."


" Tapi pa__"


" Papa bilang cukup, jangan sebut pria itu lagi. Karena kamu akan bertunangan dua Minggu lagi dengan pria yang sudah dijodohkan oleh keluarganya untuk kamu maka lupakanlah pria itu, dan terima pria yang kemarin datang kerumah." Ucap papa Fina kembali, lalu meninggalkan putrinya itu untuk masuk kedalam kamarnya yang berada di lantai atas.


" Papa ini tidak adil, Hiks... Hiks. Seharusnya papa mendengarkan dulu penjelasanku."


" Masuklah di kamarmu dek." Fina hanya diam yang menuruti permintaan Cyra.


" Anita, bawah Fina didalam kamarnya, mama mau menyusul papa didalam kamar." Ucap mama Fina meninggalkan ruangan tamu untuk menyusul papa nya.


" Kak, ayo berdiri." Fina tidak menolak sama sekali untuk berdiri, lalu mengikuti langkah Anita yang memapanya masuk kedalam kamar. Sedangkan Yusuf langsung meninggalkan ruangan itu tanpa mengatakan apapun, pergi kearah keluar.


" Apa kamu tidak kasian kepada Fina, Cy."


" Aku merasa kasian dengannya, mas. Tapi kalau seperti ini, aku mau berbuat apa. Karena Fina memang bersalah."


.


.


Didalam kamar papa dan mama Fina.


Mama Fina masuk kedalam kamarnya, dan bisa melihat kalau suaminya sedang duduk di sisi ranjang.


" Pa." Ucap mama Fina sambil mendekati suaminya itu, lalu duduk disebelahnya" Tenangkan pikiran mu pa, karena nanti dara tinggi papa naik lagi." Ucap mama Fina sambil mengusap lembut punggung suaminya.


" Ma, apa yang harus aku lakukan. Apakah aku harus melanjutkan pertunangan dua Minggu lagi, sedangkan putri kita sudah menikah dengan orang lain."


" Mama bingung pa. Tapi menurut mama sebaiknya kita hentikan saja pertunangan ini, karena mama takut, kalau kita akan mengecewakan mereka saat mereka mengetahui kalau putri kita sudah menikah."


" Papa tidak berani ma, mengingat mereka adalah orang-orang penting, bukan seperti kita yang hanya orang biasa."


" Tapi pa, kasian mereka, karena kita sudah berani membohongi mereka, Dengan menyerahkan putri kita kepada orang, padahal putri kita sudah menikah."


" Tapi apa yang harus kita lakukan ma."


" Mama juga bingung pa. Tapi kita akan solusi mencari solusi bersama-sama untuk keluar dari masalah ini." Ucap mama Fina kembali, lalu memeluk tubuh suaminya itu.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2