Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 58


__ADS_3

Setelah berkeliling dan berbelanja bahan-bahan dapur, Wiyah telah sampai di apartemen milik Fazar yang berada di kota Jepang. Wiyah yang di antar oleh Zain, karena Fazar sudah pergi duluan di kantornya yang berada di Jepang, untuk menyelesaikan masalah perusahaannya, barulah nanti malam Fazar akan pergi untuk menghadiri pernikahan adik sahabatnya.


Wiyah melangkah memasuki lobby apartemen bersama dengan Zain yang membawa barang-barangnya, sedangkan bawan dapur di bawah oleh bodyguard yang lainnya. Wiyah menatap takjub saat melihat gedung apartemen itu begitu sangat menjulang tinggi.


" Kita berada di lantai atas nona." Ucap Zain sambil menekan tombol lift untuk naik kelantai atas, karena apartemen Fazar berada di lantai paling atas dari gedung itu


Sedangkan Wiyah hanya mengangguk saja, tanpa bertanya kembali.


Tidak berselang lama, Zain bersama dengan Wiyah sudah sampai dilantai atas." Ini apartemen tuan Fazar nona." Ucap Zain sambil membukakan pintu apartemen itu untuk Wiyah." Jika nona, ingin membukanya, nona bisa mengunakan kata sandi ini." Jelas Zain sambil memberitahukan apa saja sandi pintu apartemen Fazar. Karena apartemen Fazar memiliki keamanan yang lengkap.


Wiyah yang mendengar penjelasan dari Zain hanya mengangguk mengerti. Walaupun Wiyah masih sedikit bingung dengan pintu apartemen itu, tapi mendengar penjelasan dari Zain membuat Wiyah sedikit mengerti.


" Terimakasih tuan Zain, insya Allah saya mengerti." Ucap Wiyah


" Baiklah kalau begitu nona Wisyah, saya izin permisi dulu. Karena tuan Fazar pasti sudah menunggu saya." Ucap Zain yang ingin pergi kekantor, karena Fazar pasti sudah menunggunya.

__ADS_1


" Iya tuan Zain. Terimakasih sudah membantu." Ucap Wiyah tulus.


" Iya sama-sama nona. Assalamualaikum." Pamit Zain meninggalkan apartemen.


" waalaikumsalam." Jawab Wiyah


Setelah memastikan Zain sudah pergi, Wiyah menutup pintu apartemen. Lalu menatap rungan itu yang terlihat sangat mewah, dan mereka berada dilantai atas dari apartemen itu, yang memperlihatkan keindahan kota Tokyo dari atas gedung.


Wiyah membawa belanjaan bahan-bahan dapur untuk disimpan di dapur.


" Dapurnya saja terlihat begitu sangat mewah." Ucap Wiyah menulusuri setiap sudut dapur yang memiliki peralatan lengkap." Kalau gitu Wiyah, ayo beres-beres dulu setelah itu kita masak makanan makan siang. Karena sebentar lagi waktunya untuk makan siang." Gumam Wiyah yang tidak sabar untuk memasak makan siangnya untuk suaminya, walaupun Wiyah tidak tahu apakah Fazar pulang atau tidak.


Sesampainya di kamar, Wiyah semakin dibuat takjub dengan nuansa kamar itu yang begitu sangat indah.


" Serasa kembali lagi di rumah." Gumam Wiyah saat menatap kama itu yang bernuansa putih seperti kamarnya yang berada di rumah Fazar. Hanya saja kamar itu terlihat lebih mewah dan sama luasannya seperti lamanya.

__ADS_1


Karena Wiyah tidak mau berlama-lama hanya untuk menatap kamar itu, dan melupakan tujuannya untuk memasak, Wiyah melangkah kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang begitu sangat gerah setelah lama berkeliling tadi.


Selesai membersihkan tubuhnya, dan sudah rapi mengenakan pakaian santai nya, Wiyah melangkah keluar kamar. Tapi kali ini penampilan Wiyah sedikit berbeda, karena Wiyah tidak mengenakan hijabnya. Wiyah hanya menyanggul rambut panjangnya, saja lalu keluar dari kamar.


Jika di rumah Wiyah mengenakan jilbabnya karena di rumah Fazar memiliki banyak orang, dan ada pria yang bukan mahramnya, makanya Wiyah selalu mengenakan hijabnya, dan Wiyah akan selalu melepaskan hijabnya setiap berada didalam kamar jika sendiri.


Maka berbeda dengan hari ini, karena Wiyah hanya sendiri di apartemen membuat Wiyah melepaskan hijabnya, karena tidak ada orang lain selain dirinya. Fazar ataupun Zain pasti akan kembali sebelum makan siang, jadi Wiyah ingin menikmati kebebasannya sebentar di rumah sendirian.


Wiyah mulai mengatur bahan-bahan dapur kedalam kulkas, untuk persiapan beberapa hari kedepannya sampai mereka kembali lagi ke Indonesia.


" Masak apa ya." Wiyah berpikir karena sedikit bingung ingin memasak apa, bukannya apa. Didalam kepalanya tersimpan banyak makan yang harus di masak, dan Wiyah bingung ingin memasak menu dari salah satunya, tapi bingung akan memasak yang mana. Jika di masak semuanya, Wiyah takut akan mubajir karena mereka hanya bertiga. Itupun kalau Zain akan makan bersama mereka.


Selesai memikirkan makan apa yang tempat Wiyah mulai mengambil bahan masakannya lalu meraciknya.


Dengan keahlian memasaknya membuat Wiyah begitu sangat ahli meracik setiap bubu. Walaupun tidak sepintar save tapi Wiyah bisa memasak apa saja, dan jika dia Bingung Wiyah bisa mencari resepnya di internet, Wiyah begitu sangat pandai merangkai rasa yang membuat setiap rasa masakan yang Wiyah masak pasti akan pas di lidah setiap orang yang merasakan masakannya.

__ADS_1


...----------------...


Insyaallah kalau ngga sibuk nanti malam.


__ADS_2