
Kesabaranku membawa cinta
" Terserah lo Do, yang penting lo ngga membuat ulah, dan Karena ulah lo bisa saja membuat ayah lo pusing."
Sebenarnya Fadil bingung dengan pemikiran sahabatnya itu, yang tidak mau hidup dalam kemewahan, padahal keluarganya adalah keluarga yang mampu.
Dan Rido juga bisa bekerja tanpa harus di suruh oleh orang lain, karena memiliki perusahaan sendiri. Tapi tidak dengan Rido yang memilih berkerja dengan orang, tanpa berkerja di perusahaannya.
" Apapun alasan Lo, yang penting lo jangan berbuat aneh-aneh Do." Ucap Fadil kembali.
" Kalau itu mah, aman. Gue tidak pernah berbuat yang aneh-aneh, karena gue masih sadar kalau perbuatan gue bisa saja menghancurkan kehidupan gue, Dil." Jawab Rido.
Memang Rido terlahir dari keluarga yang berkecukupan, tapi Rido tidak pernah menyentuh bahkan mendekati hal yang di larang dalam keluarganya dan juga agamanya.
" Bagus kalau lo masih ingat akan hal itu Do." Rido hanya tersenyum menanggapi jawaban sahabatnya itu.
Sedangkan Fina yang berada didalam satu mobil bersama mereka, hanya bisa mendengar perbincangan keduanya tanpa membuka suara sama sekali. Karena perasaan Fina tiba-tiba saja merasa tidak enak.
" Kenapa perasaanku tiba-tiba saja merasa tidak enak seperti ini. Apakah akan terjadi sesuatu nanti di rumah." Batin Fina yang merasa gelisah serta takut dalam hatinya, saat mobil yang dia naiki hampir mendekati rumahnya." Semoga tidak terjadi sesuatu didalam nanti." Doa Fina dalam hatinya.
Tidak berselang lama, mobil itu sudah berada di teras rumah Fina. Rumah Fina terlihat sederhana, tidak terlalu besar ataupun terlihat kecil, Karena rumah Fina berlantai dua.
" Kenapa aku tiba-tiba jadi gugup seperti itu ini." Batin Fadil sambil menetralkan kegugupan nya saat melihat rumah Fina yang sudah berada didepan mereka." Ayo Fadil kamu bisa." Gumam Fadil kembali yang menyemangati dirinya sendiri.
" Dil kenapa lo terlihat kayak tegang gitu." Tanya Rido saat melihat kalau sahabatnya itu seperti tegang saat melihat rumah didepannya.
" Perasaan Lo saja Do, mana ada gue tegang." Jawab Fadil beralasan." Sekarang lo parkir ini mobil, gue dan Fina mau masuk kedalam dulu, dan Lo tunggu disini."
" Lah kenapa gitu, kenapa gue malah di suruh nunggu di luar, dan Lo masuk. Kan ngga adil, Dil." Protes Rido, saat Fadil menyuruh nya menunggu di luar." Seharusnya kalau Lo masuk, gue juga Dil, masa cuman Lo aja."
" Pokoknya ada urusan, dan Lo tunggu disini." Jawab Fadil tidak mau di bantah. Fadil melirik Fina di kursi belakang." Ayo Fin kita turun, pasti mama sama papa mu sudah menunggu."
" Hmm iya kak." Jawab Fina." Tapi apa kak Fadil yakin."
" Insyaallah aku yakin Fin." Jawab Fadil.
Berbincang keduanya membuat Rido sebagai pendengarnya menjadi bingung." Emangnya apa yang mereka bahas, sampai Fina bertanya seperti itu." Batin Rido melirik kedua secara bergantian." Fina, aku bisa ngga ikut masuk kedalam." Tanya Rido menatap Fina lewat keca spion."
" Ngga boleh. Lo ngga boleh masuk kedalam, karena tugas Lo diluar buat nunggu gue." Jawab Fadil, bukan Fina. Karena Fadil tidak suka kalau Rido berbicara dengan istrinya itu.
" Apa sih lo, gue bertanya ke Fina bukan lo, dan yang punya rumah juga Fina bukan lo, Dil." Jawab Rido sewot." Sekalian gue mau kenalan sama calon mertua gue, dan mungkin saja gue sama Fina berjodoh" Ucap Rido penuh dengan percaya diri, dan tanpa Rido tau, kalau kini Fadil sedang menatapnya dengan kesal.
"Ngga ada calon-calon mertua. Karena gue menantunya aslinya." Jawab Fadil kesal sambil membuka pintu mobil lalu keluar meninggalkan Rido. Fadil membuka pintu untuk Fina." Ayo Fin, keluar ngga usah dengarkan dia mau ngomong apa." Ucap Fadil sambil memegang tangan Fina lalu menariknya keluar.
Rido yang melihat tingkah Fadil seperti orang yang sedang cemburu, membuat mulutnya terbuka, tanpa dia sadari karena Rido sedang bingung. Untung saja mobil Fadil tertutup jadi tidak akan ada lalat atau nyamuk yang masuk, kedalam mulutnya.
" Fiks, Fadil sudah jatuh cinta ke Fina, makanya tadi dia terlihat cemburu saat aku berkata seperti tadi." Batin Rido kembali menutup mulutnya saat dia menyadari kalau mulut nya tadi terbuka." Oh astaga ini sangat memalukan, gue membuka mulut gua karena terkejut dengan tingkah Lo Dil." Gerutu Rido, saat menyadari kekonyolan nya.
🌺🌺🌺🌺🌺
" Aku takut kalau keluargaku akan menyakitimu Dil saat kamu bercerita nanti." Lirih Fina menatap Fadil dengan tatapan sendu.
__ADS_1
" . Kita harus menceritakan pernikahan ini, sebelum mereka mengetahui dari orang lain, insya Allah mereka tidak akan marah denganku Fin, setelah mendengar cerita yang sebenarnya." Ucap Fadil menenangkan Fina." Kamu harus tetap di sisiku apapun yang terjadi." Ucap Fadil kembali sambil menggenggam tangan itu.
Fina hanya tersenyum merasakan genggaman tangan Fadil yang seperti menguatkannya.
Tidak berselang lama pintu itu terbuka, dan menampilkan seorang wanita paruh baya yang mengunakan hijab, sambil tersenyum.
" Assalamualaikum ma." Salam Fina sambil mendekati mama nya lalu mencium punggung tangan mama nya itu.
" Waalaikumsalam Fin." Jawab mama Fina." Katanya masih lama pulang nya Fin, karena masih ada urusan di kota B bersama dengan temanmu." Tanya mama Fina bingung saat melihat anaknya itu pulang cepat. Padahal setaunya kalau Fina akan pulang lama karena ada urusan bersama temannya.
Mama Fina tidak tau kalau Fina pergi ke kota B bersama dengan sahabatnya Wiyah, karena sepengatahuan mamanya, kalau Fina pergi ke kota B bersama dengan teman-teman kampusnya selama beberapa hari, karena memiliki tugas kuliah.
Mama Fina juga tidak terlalu menghawatirkan kondisi putrinya itu, karena mama Fina tau kalau Putrinya bisa menjaga dirinya, dan tidak akan melakukan hal yang aneh, dan akan merugikan dirinya sendiri.
" Alhamdulillah urusan Fina sudah selesai ma, makanya Fina pulang." Jawab Fina." Oh iya ma, kenalkan ini teman Fina."
Mama Fina beralih menatap kearah pria muda dan tampan itu, serta memiliki tinggi badan, yang lebih tinggi dari suaminya.
" Assalamualaikum Tante." Ucap Fadil sopan sambil melangkah mendekati mertuanya, lalu menyalaminya seperti Fina tadi
" Waalaikumsalam." Jawab mama Fina yang terus menatap kearah Fadil.
" Kenalkan Tante, nama saya Fadil, teman Fina." Ucap Fadil memperkenalkan dirinya kepada mama Fina." Serta suaminya mama mertua." Batin Fadil memperbaiki ucapannya tadi.
Walaupun bingung tapi mama Fina tetap tersenyum. Karena setahu mama Fina, Putrinya itu tidak memiliki teman laki-laki, tapi hari ini Fina memperkenalkan teman laki-laki kepada dirinya.
Setelah berkenalan dengan mama Fina, Kini Fadil di persilakan masuk kedalam rumah untuk minum serta makan malam disana. Kebetulan di rumah Fina ada papa, kakak pertama Fina serta kakak iparnya Fina.
Kini Fadil dihadapkan oleh ketiga pria yang sedang menatap kearahnya, serta menatap Fadil dengan tajam. Karena mendapatkan tatapan dari ketiga orang itu membuat Fadil jadi gugup sendiri.
" Berapa lama kau bersahabat dengan adikku." Tanya pria berusia tiga puluh tahun sedang menatap kearah Fadil.
" Hampir satu tahun kak." Ucap Fadil gugup.
Sungguh hal ini paling menakutkan daripada dia dihadapkan dengan klien, kematian serta hakim yang ingin menjatuhkan hukuman untuknya waktu itu. Fadil berhadapan dengan ketiga pria itu, seperti berhadapan dengan kematiannya.
" Kenapa keluarga Fina sangat menyeramkan." Lirih Fadil dalam hatinya.
" Hay, kenapa kamu malah gugup, kami tidak akan memakanmu, tapi kami hanya bertanya." Sambung pria satunya yang mungkin hampir seusianya.
Fadil yang sadar sedang ditertawakan oleh kedua pria itu hanya tersenyum canggung. Padahal ia belum memberitahukan niatnya, tapi ia sudah takut seperti ini, bagaimana nanti ia sudah menyampaikan niatnya, mungkin dia akan mati di tangan mereka.
" Apa kedatangamu disini memiliki maksud tertentu." Tanya papa Fina langsung to the point, karena papa Fina seperti tau maksud kedatangan Fadil dirumahnya.
Fadil yang mendengar pertanyaan papa Fina langsung mengangkat kepalanya." Iya om, kedatangan saya kesini memiliki maksud tertentu."
Ketiga pria itu yang mendengar jawaban dari Fadil langsung menatap Fadil dengan serius." Apa maksud kedatangan mu kesini." Tanya papa Fina.
" Kedatangan saya kesini ingin menyatakan kalau kami....." Ucapan Fadil terhenti saat melihat kedatangan Fina yang sedang membawa teh panas, serta kopi. Sedangkan wanita satunya membawa camilan kecil.
" Temanmu ingin mengatakan sesuatu dengan kami Fin, maka duduklah disini." Ucap kakak nya Fina sambil menepuk sofa disebelahnya setelah melihat Fina sudah menaruh air panas dimeja kecil yang berada di tengah-tengah sofa itu.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari kakaknya seketika membuat tubuh Fina menegang, lalu menatap kearah Fadil. Rasanya Fina ingin mengehentikan niat Fadil, tapi itu tidak akan mungkin, mengingat Fadil sudah kekeh dengan keputusannya.
" Fina duduklah, tidak sopan berdiri seperti itu." Sambung kakak Fina yang perempuan menatap Fina yang hanya dia sambil berdiri.
Fina yang di tegur langsung tersadar dari keterdiamnya." Ehh, maaf kak." Ucap Fina. Fina memberikan nampan yang tadi dia bawah ke kakaknya, lalu duduk disebelah kakaknya yang laki-laki.
Kini Fina duduk ditengah-tengah papa dan juga kedua kakaknya, yang kini sedang menatap kearah Fadil dengan tatapan tidak bisa di artikan." Apa maksud kedatangan mu kesini anak muda." Tanya papa Fina mengulang pertanyaan.
" Kedatangan saya kesini ingin menyatakan kalau kami sudah menikah Om." Jawab Fadil menatap beberapa pria itu serius. Tapi ketiga pria itu malah tersenyum menganggap perkataan Fadil hanyalah candaan biasa.
" Jangan bercanda, karena bercanda mu tidak lucu." Ucap kakaknya Fina sambil terkekeh.
" Kalau kamu ingin bercanda kamu bisa bercandakan hal yang lain, asal jangan hal yang Ini, karena bercanda mu ngga lucu nak." Sambung papa Fina yang menganggap ucapan Fadil adalah candaan biasa.
" Maaf om, Kak. Aku sedang tidak bercanda, karena apa yang aku ucapkan ini benar. Kalau aku sudah menikah dengan Fina kemarin malam, di kota B." Jawab Fadil serius." Kalau om dan Kakak tidak percaya, om bisa melihat video serta foto ini. Yang membuktikan kalau kami sudah menikah kemarin malam." Fadil mengambil ponselnya lalu memperlihatkan video dan foto kepada keluarga Fina, agar mereka percaya kalau mereka sudah menikah.
Dan mereka bisa melihat dengan jelas kalau video itu di ambil satu hari yang lalu.
" Benarkah ini Fina." Tanya ketiga pria itu sambil menatap kearah Fina yang sedang menundukkan kepalanya takut. Sedangkan mama dan kakak Fina begitu sangat syok melihat foto dan video yang Fadil perlihatkan barusan.
" Yang dikatakan oleh kak Fadil benar pa, kalau kamu sudah menikah kemarin malam." Lirih Fina tidak berani mengakat kepalanya.
Ketiga pria yang tadi menatap kearah Fina, kini beralih menatap kearah Fadil." Apa yang kamu lakukan kepada adikku be**ngsek."
.
.
Kita kenalan dulu sama keluarga Fina.
Fina anak ketiga dari empat saudara. Fina memiliki dua kakak, satu perempuan yang sudah menikah dan kakak laki-lakinya belum.
Fina juga memiliki adik perempuan yang bernama Anita.
Nama papa Fina bernama Alli Hamdi.
berusia lima puluh tahun
Nama mama Fina bernama Afifah Badriyah.
berusia empat puluh lima tahun.
Nama kakak laki-laki Fina, bernama. Yusuf Alhasan. Berusia Dua puluh enam tahun
Nama kakak perempuan Fina. Bernama, Cyra Amalia. Berusia Dua puluh tiga tahun.
Nama adik Fina, bernama Anita nur Atiya.
Berusia enam belas tahun.
Sedangkan Kakak ipar Fina bernama Agam Ararya. Berusia tiga puluh tahun.
__ADS_1
Salam kenal dari keluarga Fina ya.
...----------------...