
" Dia terlalu bodoh sampai terjebak dalam pesonaku sayang." Ucap wanita itu kembali, sambil tertawa.
" Kamu begitu sangat pintar sayang."
Pengakuan tunangannya itu, membuat Fazar merasa begitu sangat hancur. Gadis yang dia cintai, ternyata ingin menjatuhkannya. Padahal selama ini, Jia selalu membantu dan mendukungnya saat ayahnya meninggal, perusahaan yang hampir gulung tikar karena meninggalnya sang ayah. Fazar bisa bangkit kembali itu, Karena Jia selalu bersamanya, bahkan selalu mendukung nya.
" Apakah sayang, masih tetap ingin menikahinya."
" Tentu saja, karena rencana ku tidak akan berhasil, jika aku tidak menikahinya. Aku ingin melihat pria bodoh itu hancur dalam rencanaku." Jawab Jia, dengan jari menyusuri dada bidang sang kekasih.
" Aku tidak sebodoh itu Jia." Ucap Fazar, sambil membuka pintu kamar itu.
Fazar semakin di buat terkejut saat melihat kedua orang itu, yang tidak mengunakan busana sama sekali dan hanya selimut yang menutupi tubuh keduanya.
Bahkan wanita yang selama ini Fazar jaga, dan tidak pernah Fazar sentuh sama sekali. Kini dengan jelas Fazar lihat kalau gadis itu sedang bercinta dengan pria lain, Fazar melihatnya langsung dengan mata Fazar sendiri. Kalau gadis itu sedang duduk di atas pangkuan sang pria. Entah apa yang mereka lakukan, tapi menurut Fazar itu sangat menjijikkan.
Rencananya tadi Fazar ingin mengejutkan tunangannya itu, tapi malah dirinya yang terkejut bahkan membuat perasaan nya hancur, sehancur-hancurnya.
Jika di bilang hati Fazar seperti gelas yang baru saja pecah, karena sengaja di jatuhkan.
Sedangkan kedua orang itu, sama terkejutnya seperti Fazar. Saat melihat Fazar sudah berdiri didepan pintu kamar Jia.
Jia langsung turun dari pangkuan pria yang tidak lain adalah Aron, pengusaha dari Amerika serikat. Pria yang lebih tua dari Jia.
Rasanya Jia ingin turun dan menghampiri Fazar, saat melihat keberadaan pria yang berstatus sebagai tunangannya dan sebentar lagi akan menjadi suaminya. Tapi dia tidak bisa turun, mengingat sekarang dia tidak mengunakan apapun.
" Aku tidak menyangka, gadis yang begitu sangat alim dan polos, ternyata sangat munafik. Aku kira pakaian nya seindah orangnya, tapi pikiran ku salah. Karena pakaian nya selama ini, ternyata hanya menutupi siapa dirinya. Pakaian nya telah menutupi wanita yang sangat buruk jauh lebih buruk dari pada wanita malam yang mau mengakui dirinya sebagai wanita malam. Bukan sok suci seperti mu."
Rasanya Fazar ingin melampiaskan emosi nya, saat melihat gadis atau lebih tepatnya seorang wanita yang dia cintai, ternyata tidak seperti yang dia pikirkan. Karena wanita itu telah rusak, bukan rusak karena dirinya. Melainkan orang lain, orang yang tidak berhak atas dirinya.
" Ini tidak seperti yang kamu...."
" CUKUP AMIRA JIA BEREND LIAN. AKU TIDAK SUKA KAMU MENGATAKAN, KALAU INI TIDAK SEPERTI YANG KAU LIHAT, KARENA INI HANYA SALAH PAHAM. TIDAK JIA INI TIDAK SALAH PAHAM, KARENA AKU SUDAH MELIHATNYA DENGAN JELAS" Bentak Fazar membuat Jia langsung diam.
__ADS_1
Sedangkan pria itu, hanya bisa diam tidak mengucapkan apapun mendengar bentakan dari Fazar, yang membentak wanita disampingnya.
" Bahkan aku sudah mendengar semuanya, dan aku sudah melihat bukti yang begitu sangat kuat, kalau ternyata kamu hanyalah wanita m**ahan yang haus akan kekuasaan. Dah ya, kamu bahkan sangat murahan dari wanita malam di luar sana. Yang memberikan kehormatannya dengan uang, tapi berbeda dengan mu, yang memberikan kehormatan dan harga dirimu secara gratis, hanya untuk cinta pria tua di sebelah mu itu."
" Begitu sangat menjijikkan, lebih menjijikkan daripada sampah di luar sana. Aku tidak menyangka, kalau selama ini aku menyukai wanita malam yang menutupi dirinya dengan pakaian yang begitu sangat sempurna. Aku tidak menyangka, kalau pakaian mu selama ini hanya menutupi sikap buruk mu, menutupi perilaku yang sangat menjijikkan."
Fazar meluapkan emosinya dan rasa sakit, saat melihat gadis yang dia cintai ternyata hanya seorang penghianat. Fazar belum menyangka kalau semuanya akan seperti ini. Gadis yang begitu sangat baik menurut Fazar, ternyata tidak baik untuk dirinya.
" Harusnya kamu berkaca Fazar, sebelum kamu mengatakan hal itu." Jawab Aron sambil tersenyum sinis." Jia begitu sangat pantas untukku, tapi tidak denganmu. Dia menerima perjodohan ini, karena permintaan dari keluarganya, seperti yang kamu dengar tadi."
" Sebelum mengatakan hal seperti tadi, seharusnya anda berpikir dulu, Muhammad Yusuf Al Fazar. Apakah anda pantas atau tidak untuknya. Bahkan anda lebih buruk dan sangat menjijikan daripada wanita malam. Karena anda dan keluarga anda hanya bergantung hidup ke pada kekasih ku. Jika tidak ada keluarganya, mungkin ayahmu tidak akan bisa membangun perusahaannya sebesar sekarang. Betul tidak sayang." Aron langsung mencium b**ir Jia setelah mengatakan hal itu.
Sedangkan Fazar langsung membuang mukanya, karena ingin muntah melihat kegiatan mereka.
" Yang kamu katakan benar sayang. Karena kamu tidak pantas untukku." Sambung Jia.
Mendengar ucapan kedua orang itu, membuat Fazar semakin mengepalkan kedua tangannya, karena ia sedang berusaha untuk menahan emosinya.
" Kita bisa batalkan saja pertunangan ini. AKU akan memberitahukan ini kepada keluarga kita, termasuk ke bunda. Kalian bisa melanjutkan kegiatan yang sangat menjijikkan itu."
" Kamu bisa mendengar apa yang kekasih ku katakan. Sekarang kamu bisa keluar, itu pintu keluarnya." Sambung Aron sambil menunjuk kearah pintu kamar, tanda mereka mengusir Fazar.
" Walaupun kalian tidak menyuruhku untuk keluar, aku bisa keluar sendiri." Jawab Fazar.
Setelah mengatakan hal itu, Fazar melangkah meninggalkan keduanya yang masih berada di atas ranjang.
Bakkk
Dengan sangat keras Fazar menutup pintu.
" Biarkan saja sayang, lebih baik kita melanjutkan kegiatan kita yang sempat tertunda karena nya."
" Benar sekali, sayang. Mari kita lanjutkan."
__ADS_1
" Puaskan aku."
.
.
Fazar melangkah keluar dari apartemen Jia dengan perasaan campur aduk, sakit, perih dan kecewa. Seperti tercampur menjadi satu.
Rasanya Fazar ingin menangis melihat penghianatan gadis yang ia cintai.
" Serahkan kunci mobil Zain, aku ingin menyetir sendiri." Ucap Fazar saat melihat sekertaris nya sedang berdiri didepan pintu apartemen.
Zain bingung saat melihat Fazar yang baru saja keluar dari apartemen tunangannya. Apalagi melihat mata Fazar yang memerah, seperti orang yang sedang menahan tangis atau amarah.
Zain langsung memberikan kunci mobil yang dia pegang, takut kalau Fazar akan merah besar jika ia bertanya.
Tanpa mengatakan apapun, Fazar mengambil kunci mobil itu, setelah itu ia langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.
" Ada apa dengan tuan Fazar." Gumam Zain bingung.
.
.
Fazar membawa mobilnya dengan kecepatan di tinggi, walaupun dia tahu kalau jalan sedang macet. Tapi Fazar tidak menghiraukan itu, dia malah mengabaikan kemacetan yang ada.
" Sial, sial. Kenapa aku harus jatuh cinta kepada wanita ular itu." Ucap Fazar memukul setir mobil saat ingatannya tertuju kejadian yang tadi ia lihat." Kenapa bunda, kenapa bunda menjodohkan ku dengannya. Aku sangat membenci perjodohan ini. Karena aku sudah mengetahui kalau dia tidak sebaik seperti bunda pikirkan, karena dia hanyalah wanita jahat yang sedang menyamar, agar bisa menghancurkan kita. Andai dulu aku menolak, mungkin aku tidak akan jatuh cinta dengannya dan semuanya tidak akan terjadi seperti ini bunda."
Fazar begitu sangat senang saat dimana mengetahui kalau sahabat masa kecilnya ternyata akan di jodohkan dengannya. Karena sahabat kecil itu memiliki perilaku yang begitu sangat sempurna. Fazar kira Jia, gadis yang begitu sangat baik dan sangat pantas di sandingkan sebagai seorang istri, karena memiliki akhlak yang baik.
Tapi pikirannya salah, saat melihat kejadian tadi. Mungkin kejadian yang tidak akan bisa Fazar lupakan seumur hidupnya. Dimana gadis yang dia cintai, ternyata hanyalah seorang pembohong yang memanfaatkan kepolosan nya dan juga pakaian yang dia pakai.
" Aku membencimu Amira Jia Berend Lian."
__ADS_1
...----------------...