Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 50


__ADS_3

Kini Wiyah dan Fazar sudah berada di jet pribadi milik Fazar. Untuk melakukan perjalanan selama berapa jam untuk sampai di Negeri Matahari Terbit, yaitu Jepang.


Ya, Fazar bersama dengan Wiyah akan terbang terlebih dahulu keNegeri Matahari Terbit, yaitu Jepang, barulah mereka akan kekota J. Tapi Fazar belum memberitahukan kepada Wiyah kalau mereka akan terbang terlebih dahulu ke Jepang barulah mereka akan ke Jakarta, karena Fazar ingin melihat bagaimana reaksi Wiyah nanti saat melihat kalau mereka berada Negeri Matahari Terbit yaitu Jepang bukan di Jakarta.


Wiyah hanya bisa menatap takjub saat berada di dalam jet pribadi suaminya yang begitu sangat mewah.


" Masyaallah, ini rumah atau pesawat sih." Gumam Wiyah menatap takjub seluruh ruangan jet pribadi itu.



Selama hidupnya, Wiyah baru kali ini menaiki pesawat yang begitu sangat mewah seperti jet pribadi milik suaminya sekarang. Karena Wiyah selalu naik pesawat biasa bukan jet pribadi, jika dia mau melakukan perjalanan keluar kota, saat dulu keluarganya masih berkumpul bersama.


Mengingat akan hal itu membuat Wiyah merindukan keluarganya.


Sedangkan Fazar hanya nmengabaikan tatapan takjub Wiyah saat sedang menatap jet pribadinya. Pria itu langkah lalu duduk di kursi yang terasa begitu sangat empuk.


Wiyah menyadari kalau Fazar meninggalkannya membuat Wiyah melangkah mengikuti Fazar yang kini sudah duduk di kursinya.


" Duduklah, karena sebentar lagi pesawat ini akan lepas landas." Suruh Fazar menatap Wiyah, yang membuatnya Wiyah hanya mengangguk mengerti lalu mendudukkan tubuhnya dengan nyaman. Tidak lama pesawat yang mereka naikin sudah terbang sampai di atas awan. Wiyah bisa melihat kalau semua rumah di bawah sana, terlihat begitu sangat kecil saat pesawat itu terbang di atas awan.


" Subhanallah, sungguh indah ciptaan mu ya Rabb." Gumam Wiyah saat melihat keindahan dari atas ketinggian.

__ADS_1


Sedangkan Fazar yang mendengar kekaguman Wiyah hanya menatap istrinya itu.


.


.


" Ada apa dengan mu." Tanya Fazar saat melihat Wiyah yang sedang memejamkan matanya.


" Tidak apa-apa tuan, aku hanya merasa pusing saja karena mabuk." Jawab Wiyah jujur. Walaupun Wiyah sudah sering naik pesawat dulu saat keluarganya masih bersama, tapi Wiyah akan selalu mabuk jika dia naik pesawat seperti ini. Bukan saja mabuk saat menaiki pesawat, tapi Wiyah juga akan mabuk saat menaiki mobil jika dia sedang perjalanan jauh.


" Jika begitu istirahatlah, aku akan membawamu kedalam kamar yang berada di sini." Ucap Fazar. Tidak tahu kenapa, saat ini Fazar merasa khawatir saat melihat Wiyah seperti ini.


" Tidak usah tuan, aku butuh menyadarkan tubuhnya seperti ini setelah itu aku akan merasa baikan." Jawab Wiyah menolak tawaran Fazar.


Fazar kembali melanjutkan membaca dokumennya, walaupun Fazar sedang melakukan perjalanan jauh, tapi Fazar tetap mengerjakan pekerjaannya dibandingkan menikmati perjalanannya.


Saat sedang asyik membaca beberapa dokumen, pandangan Fazar teralih melihat kearah sampingnya. Fazar bisa melihat kalau istrinya itu sudah tertidur dengan posisi bersandar di sandaran kursi. Fazar yang melihat kalau istrinya itu begitu sangat tidak nyaman saat Wiyah sedang tidur. Membuat Fazar berinisiatif untuk mengendong Wiyah untuk membawanya kedalam kamar yang berada di dalam jet pribadi itu.


Fazar berdiri dari duduknya mendekati Wiyah yang sedang tidur, lalu mengendong tubuh ramping itu, ala bridal style, membawanya masuk kedalam ruangan yang di khususkan untuk kamar pribadi Fazar.


Sedangkan Wiyah tidak menyadari kalau Fazar sedang menggendongnya.

__ADS_1



Ruangan itu terlihat begitu sangat indah. Membuat kamar itu terlihat bukan berada seperti di pesawat melainkan di ruangan VVIP yang terlihat begitu sangat elegan dan mewah.


Fazar membaringkan tubuh Wiyah di atas kasur yang begitu sangat empuk.


Wiyah menggeliat kecil saat merasakan nyaman saat tubuhnya sudah berbaring di atas kasur.


Setelah memastikan istrinya itu sudah nyaman tidur di atas kasur, Fazar kembali keluar dari kamarnya, untuk melanjutkan pekerjaannya.


" Tuan membutuhkan sesuatu." Tanya Zain menatap Fazar yang sudah kembali duduk di kursinya.


Fazar berfikir saat mendengar pertanyaan dari Zain." Buatkan aku jus jeruk dan juga camilan, karena aku membutuhkan itu." Jawab Fazar membuat Zain mengangguk mengerti.


🌸🌸🌸🌸🌸


Membutuhkan hampir berjam-jam, akhirnya jet pribadi Fazar telah mendarat di Bandar Udara Internasional Tokyo Jepang.


Wiyah dan Fazar yang sedang tidur harus terusik karena surah ketukan dari pintu.


Wiyah dan Fazar perlahan-lahan membuka matanya. Sampai kedua saling menatap satu sama lainya, karena sekarang Fazar dan Wiyah sedang tidur bersama dengan tubuh saling berhadapan. Untuk yang k tiga kalinya Wiyah dan Fazar berada di ranjang yang sama.

__ADS_1


Ya karena merasa begitu sangat lelah membuat Fazar membaringkan tubuhnya diatas kasur yang sama. Yang ditiduri oleh Wiyah. Sebenarnya Fazar tadi sudah mencoba untuk tidur di atas sofa, hanya saja, dia tidak bisa melakukannya karena sulit untuk memejamkan matanya, yang membuat Fazar ikut naik di atas kasur lalu ikut tidur di samping Wiyah.


...----------------...


__ADS_2