Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 66


__ADS_3

Wiyah terus berjalan, sampai Wiyah tidak sadar kalau sekarang dia sudah berada di tengah-tengah kota yang begitu sangat ramai, walaupun sudah malam, tapi kota itu masih di padati oleh orang-orang yang masih sibuk dengan kegiatan mereka.


Wiyah terus mengingat perkataan Fazar yang membuat dadanya terasah begitu sangat sakit. Wiyah kita mengira hubungan nya dengan suaminya itu membaik, tapi dugaannya sepertinya salah, karena mendengar perkataan Fazar yang menyakitkan.


Wiyah kira selama sebulan ini, hubungan mereka sudah membaik, karena Fazar tidak pernah berlaku kasar padanya, atau berkata kasar. Tapi semua dugaan Wiyah seakan hilang setelah kejadian tadi.


" Ya Allah, sehina itukah diriku, sampai-sampai membuat suamiku menghinaku, tanpa mencari tahu terlebih dahulu. Seharusnya dia tahu kalau kejadian tadi hanya salah paham saja, karena tuan Thoriq hanya ingin membantuku." Batin Wiyah yang terasa begitu sangat sesak mengingat kejadian tadi. Tidak terasa air mata Wiyah kembali jatuh jika Wiyah mengingat kejadian tadi.


Wiyah tahu, kalau dirinya memang begitu sangat cengeng membuat ia harus menangis mengingat perlakuan Fazar.


" Ya Allah, boleh aku mengatakan kalau aku menyerah dengan hubungan kami ini." Batin Wiyah." Aku menyerah karena tidak bisa mengambil perasaannya." Batin Wiyah berpikir untuk menyerah karena Wiyah tidak sanggup jika dia harus bertahan, sedangkan orang yang dia pertahankan tidak menghargai adanya dirinya.


Wiyah menghapus jejak air matanya, yang masih menetes membasahi pipinya. Lalu melihat ke sekitar.


Wiyah baru sadar kalau dirinya sudah jauh dari mobil Fazar dan sekarang Wiyah entah berada dimana.


" Aku lupa kalau tasku masih berada dalam mobil tuan Fazar." Gumam Wiyah mengingat kalau tas nya yang berisi ponsel dan juga, uang yang Fazar berikan tadi siang, ketinggalan didalam mobil. Padahal tadi Wiyah berencana untuk menelfon Zain untuk meminta bantuan kalau dirinya tersesat.


" Apa yang harus aku lakukan." Batin Wiyah ketakutan, karena melihat ke sekelilingnya yang terasa asing membuatnya bingung. Apakah dia harus kembali lagi ke mobil Fazar. Tapi Wiyah lupa jalan yang tadi Wiyah lewati.


Wiyah kembali menelusuri jalan untuk meminta bantuan keorang yang bisa membantunya.


Saat Wiyah sedang berjalan, sambil berpikir apa yang harus dia lakukan sekarang, orang-orang yang berada disana memperhatikan Wiyah yang terlihat kebingungan.


Sampai dua orang pria menghentikan langkah Wiyah.

__ADS_1


" hay nona." Sapa kedua pria itu mengunakan bahasa Jepang." Apa kita bisa berkenalan." Ucap pria itu kembali.


Sedangkan Wiyah yang tidak mengerti dengan ucapan pria itu hanya diam tidak menjawab.


" Nona kenapa anda hanya diam saja." Tanya pria itu kembali yang melihat Wiyah hanya diam.


" Mungkin dia orang baru disini." Bisik pria satu sambil menatap kearah Wiyah.


" Kau benar, sepertinya dia orang baru disini dan berasal dari negeri orang, makanya dia tidak mengerti dengan bahasa yang kita gunakan." Sambung nya lagi membuat kedua pria itu tersenyum, entah apa yang mereka pikirkan.


" Apa kamu tahu yang sedang aku pikirkan." Tanya pria itu sambil menatap sahabatnya yang membuat pria satunya tersenyum, tentu tau apa yang sedang temannya itu pikirkan.


" Dia gadis cantik ini lumayan, untuk menjadi mainan kita malam ini." Ucap pria satunya.


Sedangkan Wiyah yang tidak mengerti dengan perbincangan kedua pria itu, merasa begitu sangat takut membuat nya cepat-cepat meninggalkan kedua pria asing itu.


Sedangkan Wiyah semakin ketakutan, karena merasa kalau dirinya sekarang akan terancam. Wiyah semakin mencepatkan langkahnya, sampai satu dari pria itu berhasil mencegah Wiyah.


" Nona, tidak apa-apa anda bisa ikut dengan kami." Ucap pria itu, lalu memegang pergelangan tangan Wiyah.


Wiyah mencoba untuk melepaskan tangan pria itu, tapi sayang pria itu terlalu kuat memegang pergelangan tangannya.


Wiyah bingung ingin melakukan apa sekarang, apakah dia harus berteriak meminta bantuan. Tapi dia tidak bisa minta bantuan dengan orang-orang karena Wiyah tidak bisa mengunakan bahasa mereka.


Wiyah melihat kearah sekeliling melihat kearah orang-orang yang hanya acuh kepadanya dan tidak terlalu memperdulikan kedua pria itu.

__ADS_1


Kedua pria itu menarik Wiyah secara perlahan-lahan untuk mengikuti langkah mereka. Wiyah yang ingin memberontak pun tidak bisa karena kedua pria itu sudah menghentikan pergerakannya dengan cara mengancam Wiyah mengunakan pisau kecil yang berada di ditangan mereka yang membuat Wiyah semakin diam tidak bersuara membuatnya mengikuti kedua pria itu.


" ya Robb, lindungilah hambamu ini." Batin Wiyah terus berdoa." Tuan Fazar tolong aku." Batin Wiyah memanggil Fazar karena sekarang Wiyah ketakutan melihat kedua pria itu menariknya secara paksa, entah mau dibawa kemana.


💮💮💮💮💮


Sedangkan Fazar yang mengikuti langkah Wiyah harus mengusap wajahnya dengan kasar, karena Fazar tidak melihat keberadaan Wiyah.


Fazar menyusuri setiap keramaian dengan matanya, tapi orang yang Fazar cari tidak ada.


" Dimana kamu Wiyah." Gumam pria itu mulai khawatir, karena orang yang Fazar cari tidak ada di keramaian itu.


Tidak berselang lama, ponselnya berdering.


Fazar dengan cepat mengangkat ponselnya itu." Zain apa kamu sudah menemukan nya." Tanya Fazar dengan khawatir.


" Belum tuan." Jawab Zain semakin membuat Fazar khawatir.


" Cari dia sampai ketemu secepatnya." Suruh Fazar kembali.


" Baik tuan." Jawab Zain


Fazar menutup panggilan teleponnya. Fazar sangat bingung mencari keberadaan Wiyah dimana lagi.


Jika dikatakan Fazar menyesal. Ya, dia begitu sangat menyesal sudah berkata kasar kepada Wiyah yang membuat gadis itu pergi entah kemana.

__ADS_1


" Maafkan aku Wiyah." Entah sadar atau tidak, Fazar menyesali perbuatannya yang tadi kepada Wiyah.


...----------------...


__ADS_2