Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 106


__ADS_3

Kesabaran ku membawa cinta


Aslan yang melihat kelakuan adiknya itu hanya bisa memejamkan matanya, tidak percaya, kalau Aldevaro lebih memilih seorang wanita biasa saja ketimbang Keluarganya.


" Karena kamu menginginkan wanita itu, maka keluarlah dari mansion ini. Jangan pernah kamu berpikir pernah lahir di keluarga Roshan sebelum kamu meninggalkan wanita itu." Ucap tuan Azlan." Mansion ini akan terbuka untuk mu jika kamu meninggalkan wanita kampung itu." Ucap tuan Azlan kembali.


" Baik jika itu yang ayah inginkan, maka aku akan keluar dari mansion ini dan tidak akan pernah kembali, karena aku akan tetap bersama dengan Sisi." Jawab Aldevaro dengan begitu sangat yakin.


" Al, jangan seperti itu nak." Ucap nyonya henzel yang tidak setuju dengan keputusan Aldevaro.


" Keputusan ku sudah bulat mommy, kalau aku memilih Sisi. Karena dialah sumber kebahagiaan ku." Sahut Aldevaro, setelah itu dia keluar dari mansion itu. Tanpa membawa barang-barang apapun sama sekali, Aldevaro hanya membawa KTP dan paspor saja, sebelum nanti Aldevaro akan merubah identitasnya sebagai warga Indonesia.


Aslan begitu sangat marah mendengar keputusan adiknya itu yang memilih seorang wanita biasa saja, sampai membuat Aslan begitu sangat dendam dengan Sintia.


Dua bulan setelah kepergian Aldevaro dari mansion. Kedua pasangan kekasih itu di kabarkan telah menikah dengan acara sederhana saja, hanya ada akad tanpa resepsi sama sekali. Karena setelah Aldevaro meninggalkan mansion nya, dia begitu sangat sulit menemukan pekerjaan di mana-mana, karena itu semua sudah di rencanakan oleh Aslan yang tidak akan memberikan adiknya mendapatkan pekerjaan. Karena tuan Aslan berpikir kalau Aldevaro akan kembali kedalam keluarga Roshan saat kehidupannya akan sangat sulit, dan menyesal telah memilih wanita itu.


Aslan juga membuat beasiswa Sintia harus di cabut, agar gadis itu semakin kesulitan, dan pada akhirnya mereka bisa berpisah.


Tapi apa yang Aslan rencanakan tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan. Karena semua rencananya seperti tidak ada artinya. Karena Aldevaro dan Sintia semakin bahagia walaupun mereka hidup serba kekurangan.


Malahan keduanya saling menguatkan satu sama lainnya untuk tetap kuat dan saling mendukung menghadapi masalah yang selalu datang menerpa rumah tangga mereka.


Sampai satu tahun kemudian, putra pertama mereka lahir. Yang di beri nama Muhammad Yusuf Al Fazar.


Setelah kelahiran putra pertama mereka, Sintia memutuskan untuk menjual tanah warisan dari almarhum ayahnya yang meninggal dua bulan sebelum Sintia melahirkan.


Hasil dari penjualan itu, Sintia dan Aldevaro menjadikan modal untuk usaha, kecil-kecilan nanti.


Aldevaro juga memutuskan untuk pindah dari Jawa, ke Jakarta. Walaupun keduanya tahu itu akan sangat sulit. Hidup di kota besar dengan bayi bersama mereka. Apalagi Aslan selalu mengincar nyawa istrinya dan juga anaknya.

__ADS_1


Adik, kakak itu seperti musuh tapi didalam hati mereka tatap menyayangi satu sama lainnya. Walaupun Aslan selalu mengincar nyawa sang istri, tapi Aldevaro tidak berniat untuk membalas karena dia begitu sangat menyayangi kakaknya itu. Aldevaro akan terus menjaga keluarga kecilnya tanpa melukai kakaknya walaupun Aslan sampai beberapa kali ingin menghancurkan rumah tangga mereka.


Tahun-tahun mereka lewati bersama dengan susah senang selalu bersama, sampai kelahiran anak kedua mereka. Yaitu Muhammad Fadil Al Fazar.


Usaha mereka sudah lumayan berkembang, dari berjualan di pasar. Kini berubah menjadi sebuah toko yang besar, karena Sintia dan Aldevaro saling berkerja sama untuk membangun bisnis mereka. Aldevaro juga begitu sangat teliti untuk memulai bisnis mereka.


Usaha mereka terus di terpa pandai yang sengaja di buat oleh Aslan untuk menghancurkan usaha mereka. Tapi lagi-lagi tuan Aslan gagal, karena Sintia maupun Aldevaro begitu sangat cepat mengatasinya yang membuat usaha mereka terus berkembang.


Dari kejadian itu, mereka tidak pernah lagi mendengar kabar dari Aslan yang ingin menghancurkan usaha mereka ataupun rumah tangga mereka, karena Aldevaro berpikir. Mungkin sang kakak sudah menyerah untuk mengusik kehidupannya.


Sampai empat tahun usia putra keduanya. Aldevaro mendengar kabar kalau sang kakak telah menikah dengan anak pengusaha sukses yang setara dengan keluarga Roshan.


Aldevaro begitu sangat senang mendengar kabar bahagia itu, tapi dia juga sedih, karena tidak bisa menghadiri pernikahan sang kakak.


Tapi kabar bahagia itu harus menjadi kabar duka setelah setahun kakak nya menikah dengan istrinya. Karena istri Aslan harus meninggal karena melahirkan putra pertama Aslan.


Aldevaro tahu kalau kakak itu pasti akan begitu sangat terluka dengan kabar itu, tapi mau bagaimana lagi Aldevaro tidak bisa berbuat.


Tahun terus mereka jalani dengan suka maupun duka. Usaha yang Aldevaro dan Sintia rintis, kini berubah menjadi sebuah perusahaan kecil yang di beri nama perusahaan Al grup. Yang berati nama anak-anak mereka yang kini kembali bertambah menjadi tiga orang. Yaitu Muhammad Fazri Al Fazar. Setelah lama menunggu anggota baru.


Sedangkan Aslan, mereka hanya mendengar kabar dari berita saja yang mengatakan kalau pria itu akan merawat putranya sendiri tanpa seorang istri di sampingnya karena Aslan memutuskan untuk tidak menikah lagi, setelah meninggalnya istrinya berapa tahun yang lalu. Aslan juga sudah tidak pernah menganggu kehidupan mereka lagi di saat itu.


Aldevaro juga sering menceritakan ketiga anaknya kalau Aslan itu adalah paman mereka, walaupun paman mereka tidak pernah datang berkunjung untuk mengunjungi mereka. Tapi Aldevaro tetap menceritakan siapa paman dari ketiga anaknya, agar mereka bisa mengenal siapakah paman mereka sebenarnya, walaupun Aldevaro tahu kalau putra nya tidak akan pernah di terima di keluarga Roshan.


Fazar yang memang sangat penasaran kenapa ayah dan pamannya tidak seperti keluarga lainnya. Membuat Fazar memutuskan untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan keluarga ayah sebenarnya, Sampai Fazar mengetahui fakta sebenarnya, kenapa paman dan ayah tidak pernah berhubungan seperti keluarga lainnya, itu karena paman dan ayahnya menjadi musuh.


Permusuhan mereka itu di akibatkan oleh bundanya. Fazar yang mengetahui fakta itu marah kepada sang bunda, dan menuduh kalau bundanya telah memisahkan ayah dan keluarganya.


Tapi setelah Aldevaro menceritakan kisah sebenarnya dari situ Fazar maupun Fadil tahu cerita sebenarnya, kenapa paman dan ayahnya tidak pernah bertemu.

__ADS_1


Fadil maupun Fazar begitu sangat marah dan dendam dengan tuan Aslan, paman yang sering mereka banggakan ternyata ingin memisahkan kedua orang tua mereka.


Fadil maupun Fazar begitu sangat tidak suka jika ayahnya menceritakan siapa paman mereka kepada Fazri. Tapi dengan lembut dan sabar Aldevaro maupun Sintia berhasil menghapus dendam dalam hati kedua putranya untuk tidak dendam dengan Aslan.


Perlahan-lahan hati Fadil dan Fazar yang merasa dendam dengan Aslan seakan hilang setelah bunda dan ayahnya menjelaskan mereka dengan begitu sangat sabarnya.


Sampai lima tahun yang lalu ayah mereka meninggal karena serangan jantung dan itu adalah penemuan pertama mereka dengan paman yang selalu mereka pertanyakan kehadiran nya selama mereka ada di dunia ini.


Paman yang sudah beberapa kali ingin memisahkan kedua orang tua mereka mencelakai dan hampir membunuh bunda mereka dan juga Fazar saat itu masih bayi.


Mungkin kalian berpikir setelah ayah Aldevaro meninggalkan, maka tuan Aslan akan berbuat baik kepada bunda Sisi dan juga ketiga anaknya. Itu semua salah, karena tuan Aslan malah menyalahkan bunda Sisi karena meninggalnya adiknya itu. Malahan tuan Aslan menunjuk tiga anak keponakannya.


" Aku tidak pernah memiliki anak keponakan seperti kalian, yang terlahir dari rahim wanita kalangan bawah." Hina Aslan sambil menunjuk Fazri kecil, Fadil dan Fazar." Karena ibu kalian adikku harus meninggalkan ku dan lebih memilih wanita rendahan seperti ibu kalian. Dan lihat sekarang aku melihat adikku meninggal tanpa melihat adikku kembali kerumah, hanya untuk apa. hanya itu kalian semua yang tidak berguna, karena adikku ingin mempertahankan hubungan kalian." Ucap tuan Aslan dengan suara yang menggelegar, begitu sangat membenci keluarga kecil adiknya itu.


Selama bertahun-tahun Aslan memilih diam dan membiarkan Aldevaro bersama dengan keluarga kecilnya, karena Aslan berpikir kalau adiknya itu akan kembali ke mansion.Tapi sepertinya dugaannya salah, karena adiknya itu tidak pernah kembali. Malahan sekarang dia melihat jasad adiknya." Jangan pernah memanggil aku paman, karena aku bukan paman kalian. Aku hanya kakak dari ayah kalian, tapi bukan paman untuk kalian." Setelah mengatakan itu, Aslan meninggalkan jasad adiknya bersama dengan keluarganya yang sedang menangis. Bukan saja duka yang mereka tangisan kan, tapi hinaan yang di lontarkan kepada bunda mereka yang membuat hati mereka semakin terasa begitu sangat sakit.


Dari situ, Fazri, Fadil, maupun Fazar sama-sama tidak pernah lagi bertemu dengan paman mereka. Mereka tidak memiliki dendam kepada paman mereka, karena ayah Aldevaro selalu melarang ketiga anaknya untuk dendam kepada siapapun.


Sampai mati Aldevaro tidak pernah lagi merasakan kasih sayang dari kakaknya itu, karena Aslan menentang hubungan nya bersama sang istri. Bahkan setelah Aldevaro meninggalkan, kakaknya itu tidak pernah menyentuhnya atau mengganggap anak dan istrinya itu ada.


.


.


Jika kita tidak di izinkan untuk bertemu di dunia, maka ijinkanlah aku untuk bertemu dengan mu di surga.( Aldevaro Faizan Roshan )


Jadikanlah aku sebagai sahabatmu jika diluar. Maka kamu bisa menjadikan ku sebagai saudaramu jika kita berada di dalam rumah. ( Aslan Aydin Roshan )


...----------------...

__ADS_1


Itulah kisah keluarga Fazar.


__ADS_2