
Kesabaranku membawa cinta
Sesampainya di ruangan rawat Fadil, Fazar dan Wiyah bisa melihat kalau Abizard sudah berada di situ bersama dengan tuan Aslan, Rido, dokter Faris berserta dokter Satya.
Walaupun bingung, ada apa dengan ruangan adiknya itu, tapi Fazar dan Wiyah tetap melangkah masuk kedalam.
" Assalamualaikum." Salam keduanya memasuki ruangan rawat Fadil.
" Waalaikumsalam." Jawab orang-orang dalam ruangan itu, menatap kearah Wiyah dan Fazar yang baru datang.
" Akhirnya abang datang juga." Ucap Rido menyambut keduanya dengan tersenyum. Sedangkan orang-orang yang berada di ruangan itu hanya tersenyum, melihat tingkah dari Rido.
" Emangnya ada apa." Tanya Fazar bingung berserta penasaran. Sedangkan Wiyah yang berada di samping suaminya itu sama-sama penasaran.
" Hari ini Fadil bisa pulang kerumah, dan akan di rawat di rumah, Karena kondisinya semakin membaik." Jawab bunda Sisi begitu sangat senang. Fazar yang mendengar jawaban dari bundanya itu tidak kalah bahagianya seperti bunda Sisi.
" Benarkah itu." Tanya Fazar tidak percaya, yang membuat orang-orang di situ mengangguk mengiyakan.
" Alhamdulillah, akhirnya kamu bisa pulang juga dek." Ucap Fazar penuh haru, rasanya dia ingin memeluk adiknya itu. Tapi dia masih berada di tengah-tengah keluarganya.
" Bang, aku udah dewasa, jadi jangan panggil aku adek lagi, malu." Protes Fadil kesal saat di panggil adek oleh Fazar.
" Tapi nyatanya kalau bang Fazar manggil lo adek, karena dia abangnya." Sambung Abizard yang ingin memanas-manasi keduanya.
" Diam lo, seharusnya lo manggil gue kakak, karena gue lebih tua disini." Jawab Fadil.
" Hiii, Ngga sudi gue manggil lo kakak." Sahut Abizard tidak mau mengalah.
Sedangkan orang-orang yang berada di ruangan itu hanya bisa menggeleng mendengar perdebatan mereka.
" Padahal tadi, hanya ingin membahas kondisi Fadil yang sudah di perbolehkan untuk pulang. Tapi kenapa sekarang mala menjadi perdebatan." Sambung tuan Aslan.
" Mungkin mereka ingin berdebat dulu mas, sebelum pulang." Sambung bunda Sisi. Memanggil tuan Aslan dengan panggilan 'Mas' Karena tuan Aslan sendirilah yang menyuruh bunda Sisi untuk memanggilnya seperti itu. Tuan Aslan tidak mau adik iparnya itu memangilnya dengan sebutan tuan lagi.
Masalah mereka, Alhamdulillah semakin membaik, karena tuan Aslan sudah sepenuhnya menerima bunda Sisi sebagai adik iparnya bahkan tuan Aslan sudah menganggap bunda Sisi seperti adiknya yaitu pengganti dari ayah Aldevaro.
__ADS_1
Bahkan, Abizard juga sudah menganggap bunda Sisi sebagai bundanya setelah, bunda Sisi meminta Abizard untuk memanggilnya dengan panggilan bunda bukan tante lagi. Sedangkan Abizard yang mendengar permintaan dari bunda Sisi tentu saja setuju, dan begitu sangat terharu karena dia akan mendapatkan seorang bunda walaupun bukan bunda kandung.
" Kalian benar-benar ngga malu, sama dokter yang dari tadi mendengar dan melihat perdebatan kalian." Ucap tuan Aslan menggeleng.
Abizard dan Fadil melihat kearah dokter Satya yang hanya tersenyum, menatap kearah mereka. Sama halnya dengan Faris. Faris tidak heran melihat tingkah Fadil, karena dia sudah lama mengenal mantan pasien nya itu, yang sering kabur-kaburan jika sedang di rawat.
" Maaf, dokter atas kelakuan kedua anak saya. Mereka memang seperti itu." Ucap bunda Sisi.
" Tidak masalah nyonya, saya senang bisa menemukan pasien seperti mereka yang selalu bahagia." Jawab dokter Satya tersenyum." Saya hanya ingin menjelaskan beberapa hal, setelah itu tuan Fadil bisa di bawah pulang untuk mendapatkan beberapa perawatan di rumah dan dua minggu lagi tuan Fadil dan Abizard bisa kembali kerumah sakit untuk melakukan beberapa pengecekan." Jelas dokter Satya membuat beberapa orang itu mengangguk mengerti.
Dokter Satya menjelaskan beberapa hal setelah itu Fadil dan Abizard bisa pulang.
🌺🌺🌺🌺🌺
Setelah dokter Satya dan dokter Faris keluar dari ruangan Fadil.
Kini ruangan utama hanya ada Abizard, Fadil, Fazar Wiyah dan bunda Sisi. Sedangkan Rido dia harus pergi ke perusahaan untuk mengerjakan tugasnya sebagai sekertaris Fazar untuk menghadel beberapa pekerjaan Fazar.
" Ada hal yang ingin paman sampai sama kalian." Ucap tuan Aslan begitu sangat serius.
" Apa itu paman." Tanya Fazar.
" Kenapa begitu paman, bukannya itu mansion paman." Tanya Fazar bingung.
" Itu bukan mansion paman, melaikan milik kalian bertiga." Jelas tuan Aslan.
Tuan Aslan menjelaskan kalau mansion yang mereka tinggali itu sebenarnya bukanlah mansion nya, melainkan milik Aldevaro adiknya.
Mansion itu sudah atas nama Aldevaro, walaupun mereka tidak menganggap Aldevaro berada di keluarga mereka, Tapi sebagian harta keluarga Roshan tetap milik Aldevaro, apalagi tuan Aslan dan ayah Aldevaro hanya berdua, jadi harta Roshan hanya di bagi dua.
Aldevaro mendapat lima puluh persen sama hanyalah dengan tuan Aslan yang mendapatkan lima puluh persen, jadi harta itu di bagi rata.
" Maaf paman, kami tidak bisa mengambil warisan itu. Bukannya kami menolak tapi kami sudah memiliki perusahaan sendiri." Jawab Fazar.
" Tidak Fazar, kalian harus mengambilnya, karena itu sudah hak kalian, jadi jangan menolak. Paman tidak akan sanggup untuk menghandle semua perusahaan, apalagi Abizard masih begitu sangat mudah untuk mendapatkan tanggung jawab itu." Jelas tuan Aslan.
__ADS_1
Mendengar penjelasan dari pamannya mau tidak mau Fazar akhirnya setuju untuk menerima warisan keluarga Roshan.
" Terimakasih nak, kalian mau menerima warisan ini." Ucap tuan Aslan kembali.
🌺🌺🌺🌺🌺
Setelah mendapatkan beberapa pengecekan kondisi Fadil dan Abizard. Kini ada keduanya akan kembali ke mansion tempat dimana keluarga Roshan berada.
Sebenarnya Fazar memiliki mansion sendiri untuk kepulangan Fadil, mereka berada di apartemen itu karena jarak rumah sakit dan apartemen Fazar tidak terlalu jauh dengan rumah sakit tepat dimana Fadil di rawat makanya itu, makanya Fazar memutuskan untuk tinggal di apartemen untuk sementara.
Tapi kerena pamannya itu memaksa untuk membawa Fadil ke mansion pamannya yang sekarang sudah menjadi milik mereka, membuat Fazar ikut saja.
Paman Aslan juga akan kembali ke Turki bersama dengan Abizard setelah kondisi Abizard dan Fadil benar-benar pulih.
Menginginkan mereka kesini hanya ingin mengecek kondisi perusahaan yang berada di Indonesia, yang kini akan di ambil oleh Fazar dan adik-adiknya.
Tapi karena Allah memiliki rencana lain, yang membuat kedua keluarga itu kembali di pertemukan dan dipersatukan dengan cara yang begitu sangat indah.
Fazar mendorong kursi roda Fadil untuk masuk kedalam mansion bersama dengan bunda dan istrinya.
Sedangkan tuan Aslan dan Abizard mereka duluan untuk menyambut kedatangan keduanya.
Saat pintu terbuka mereka di sambut oleh pelayan yang sudah di perintahkan oleh tuan Aslan untuk menyambut ke empatnya.
Bunda Sisi yang kembali menginjak mansion itu merasa begitu sangat terharu. Dia kembali teringat kisah-kisah cinta mereka didalam mansion itu, dimana pertemuannya dengan ayah Aldevaro sampai dimana ayah Aldevaro menyatakan cintanya.
Fadil, Wiyah dan bunda Sisi langsung terpukau saat melihat foto besar yang terpanjang didepan mereka, foto yang pernah di lihat oleh Fazar kemarin.
" Mas Aldevaro."
" Ayah."
Tangis haru anak dan ibu itu saat melihat foto ayah nya yang terpanjang. Keluarga yang dulu tidak menerima ayah Aldevaro, kini sudah menerimanya kembali dengan memajang foto besar itu yang bisa dilihat oleh siapapun yang datang ke mansion itu, kalau Aldevaro Faizan Roshan adalah anak dari keluarga Roshan.
" Selamat datang di mansion, mu mas." Lirih bunda Sisi dengan tangis penuh harunya.
__ADS_1
Wiyah yang melihat mertuanya menangis haru, membuat Wiyah bisa merasakan apa yang bunda Sisi rasakan sekarang.
...----------------...