
Fina dan Fadil menyusuri lorong rumah sakit untuk pergi keruangan Harum. Fina terlihat cantik pagi ini mengenakan gamis berwarna coklat susu serta jilbab pajang yang senada dengan warna gamis yang dikenakan. Bahkan warna baju Fadil dan Fina terlihat sama. Padahal mereka tidak janjian, hanya saja Fiki tidak sengaja membelikan warna yang sama untuk keduanya.
Fina melirik kearah Fadil, entah kenapa saat melihat pria itu membuat jantungnya berdebar-debar tidak karuan. Fina mencoba untuk mengabaikan irama jantungnya itu dengan cara melihat kearah lain." Ada apa dengan jantungku, kenapa rasanya seperti mau lepas saja." Batin Fina.
Sedangkan Fadil hanya tersenyum melihat tingkah Fina, yang terlihat gugup saat berdekatan dengannya." Kenapa istriku terlihat sangat lucu saat seperti ini." Bantin Fadil sambil tersenyum-senyum sendiri." Tapi bagaimana nanti aku menjelaskan ke Abang." Batin Fadil yang kembali bingung ingin menjelaskan seperti seperti apa kepada abangnya itu.
Tidak berselang lama, mereka telah sampai didepan ruangan Harum. Fadil maupun Fina bisa melihat kalau ada Fazar dan Fazri disana yang sedang duduk santai. Melihat abangnya itu membuat Fadil semakin panik, sampai-sampai tubuhnya gemetar tidak karuan, bahkan keringat dingin membasahi dahinya.
" Bagaimana caranya aku menjelaskan ke Abang kalau aku dan Fina sudah menikah semalam, sedangkan aku belum memiliki keberanian untuk menceritakannya. Ya Allah berikan aku waktu sampai kami berada di kota S, dan keberanianku juga sudah ada untuk menjelaskan apa yang terjadi semalam." Batin Fadil cemas, karena dirinya belum cukup keberanian untuk menceritakan pernikahan mereka. Fadil takut kalau sampai abangnya itu berpikir, kalau ia telah melakukan kesalahan makanya ia menikahi Fina secara tiba-tiba semalam.
Yang dirasakan oleh Fadil, Fina juga merasakannya, karena gadis itu begitu sangat cemas saat nanti Fazar memberikan mereka pertanyaan, sedangkan mereka masih bingung untuk menceritakan cerita yang sebenarnya. Apalagi Fina takut, kalau sampai Fazar berpikir kalau mereka telah melakukan kesalahan makanya mereka menikah secara tiba-tiba.
" Apa yang akan aku jelaskan kepada kak Fazar dan Wiyah nanti, saat mereka bertanya." Batin Fina yang terus-menerus bertanya-tanya didalam pikirannya." Ya Allah berikanlah waktu untuk kami, agar kami siap untuk menceritakan yang sebenarnya." Batin Fina.
Karena terlalu asyik berada didalam pikiran mereka masing-masing, sampai mereka berdua tidak menyadari, kalau mereka sudah berada didekat tempat duduk Fazar dan Fazri.
" Kalian dari mana saja kenapa kalian baru datang." Tanya Fazar saat melihat kehadiran keduanya.
Tubuh Fina dan Fadil seketika menegang saat mendengar pertanyaan Fazar." Hay kenapa kalian berdua malah terdiam, emangnya kalian dari mana."
Keduanya menoleh secara bersamaan, yang membuat keduanya saling menatap satu sama lainnya." Kami baru saja dari apartemen bang."
" Kalian satu apartemen." Keduanya langsung menggeleng mendengar pertanyaan dari Fazar.
__ADS_1
" Tidak bang, kami tidak satu apartemen bang, karena Fina berada di apartemenku sedangkan aku berada di hotel." Jelas Fadil yang tidak ingin sampai abangnya itu salah paham ke mereka." Sebenarnya kami ingin masuk kedalam apartemen Abang semalam, tapi kerena Abang sudah tidur, makanya Fina aku suruh ke apartemenku saja, sedangkan aku pergi ke hotel tempat Fiki dan Liando menginap, untuk tidur disana." Jelas Fadil kembali.
" Kak Fadil kenapa pulang ke apartemen, bukanya kak Fadil bilang akan singgah kerumah sakit, untuk menemaniku menjaga Harum" Sambung Fazri, sambil menatap Fadil. Apalagi Fazri begitu sangat kesal dengan kakak keduanya itu, yang sudah membiarkannya sendiri di rumah sakit berdua dengan Harum.
Fazri tidak keberatan untuk menjaga Harum sendirian, hanya saja dia takut kalau gadis kecil itu bangun tanpa melihat kehadiran Fina disana dan malah melihatnya, pasti gadis kecil itu akan berteriak histeris karena ketakutan.
" Kak Fina sedang ada tugas kuliah dari dosen nya Zri, makanya dia harus pulang ke apartemen." Jelas Fadil berbohong kembali." Semoga mereka percaya dengan kebohonganku." Batin Fadil sambil menatap Fazri. Jantung Fadil semakin berdetak tidak karuan, karena gugup, bercampur dengan ketakutan.
Gugup karena berhadapan dengan pertanyaan abangnya itu, Takut kalau sampai kebohongannya itu ketahuan.
Sedangkan Fina merasa terharu dengan apa yang Fadil lakukan, karena pria itu rela berbohong demi menyembunyikan pernikahan mereka, karena mereka sama-sama belum berani menjelaskan pernikahan ini, sampai mereka berada di kota S nanti.
" Maaf Zri, kak Fina tidak menemani mu semalam, karena kak Fin harus mengerjakan tugas dari dosen." Ucap Fina membuka suara.
Ya Fazri bisa membaca dari raut keduanya, kalau Fina dan Fadil menyembunyikan sesuatu dari mereka. Tapi Fazri tidak memperdulikan apa yang sedang mereka sembunyikan, karena itu bukalah urusannya.
" Sebaiknya kita sudahi perbincangan ini, karena sebentar lagi kita akan kembali pulang ke kota S." Ucap Fazar menyudahi perbincangan mereka membahas keduanya. Walaupun Fazar curiga dengan jawaban keduanya, tapi Fazar yakin kalau Fina maupun Fadil tidak akan melakukan hal-hal yang bodoh semalam, karena Fazar tau seperti apa adiknya itu." Sebaiknya kalian menyusun barang-barang kalian bertiga, karena satu jam lagi kita akan pergi ke bandara."
" Barang-barangku sudah selesai semuanya bang, tinggal dibawah pulang aja."
". Kamu selalu berkerja dengan cepat Zri. Bagaimana dengan kalian berdua, apakah barang-barang kalian sudah di persiapkan."
" Sudah bang, tinggal di angkut aja." Jawab Fadil, membuat Fazar mengangguk mengerti.
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃
Pemakaman umum di kota B.
Tiga pria sedang memperhatikan para wanita yang sedang duduk bersimpuh di makam yang terdapat rumput-rumput kecil.
Ketiga pria itu hanya memperhatikan mereka dari jarak jauh, karena mereka tidak ingin kalau gadis kecil itu ketakutan saat melihat mereka bertiga. Bahkan tadi mereka bertiga juga, sengaja menaiki mobil yang berbeda, agar gadis itu tidak histeris saat melihat mereka.
" Kasian sekali Naila diusianya yang belum genap sepuluh tahun, mama nya sudah meninggalkannya." Lirih Fazri sambil menatap kearah gadis kecil itu yang kini sedang menangis.
" Inilah kehidupan Zri, kita hanya mengikuti alurnya seperti apa, bahkan kita sendiri tidak tau kapan kita berpulang nanti, yang perlu kita lakukan sekarang adalah perbanyak beroda dan mengumpulkan amal ibadah kita, agar, saat kita berpulang nanti, kita sudah siap." Ucap Fazar menatap adiknya itu.
" Ya walaupun kamu belum siap untuk berpulang, Tapi kalau Allah sudah memanggil mu, maka kamu akan tetap ikut, walaupun kamu sudah menolak sekalipun." Sambung Fadil." Maka pergunakanlah waktumu Zri dengan baik-baik, jangan di buang dihal yang tidak berguna."
" Yang dikatakan oleh Fadil benar Zri, jangan banyak-banyak terlarut dalam kesedihan, atupun mengingat ketakutanmu."
Sedangkan Fazri yang mendengar nasehat Fazar, hanya bisa menatap kearah depan, karena dia sendiri bingung apa yang harus dia lakukan dengan ketakutannya ini." Bagaimana aku bisa menghilangkan ketakutan bang, kalau aku sendiri tidak tau kapan aku berganti." Batin Fazri sedih.
.
.
...----------------...
__ADS_1
Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Fazri 🤔