
Kesabaranku membawa cinta
Selesai menyiapkan semuanya, kini Wiyah dan Fazar akan kembali lagi kerumah sakit untuk menjenguk Fadil dan membawakan sarapan pagi untuk bunda Sisi.
Wiyah yang sudah rapi dan tampil cantik, harus mendapatkan tatapan dari suaminya yang dari tadi menatap kearahnya.
Wiyah yang di tatap jadi salah tingkah karena suaminya itu." Kak, apa ada yang salah dengan penampilanku sampai membuat kakak terus menatapku." Tanya Wiyah berbalik menatap suaminya itu.
Fazar yang mendengar pertanyaan dari istrinya segera berdiri dari duduknya, karena sekarang Fazar sedang duduk sofa dengan laptop di tangannya.
Fazar berdiri tepat di hadapan Wiyah lalu mensejajarkan tubuhnya dengan istrinya yang lumayan tinggi, sampai sebatas dagunya. Apa istrinya itu masih saja bertumbuh, sampai membuat tubuhnya akan terus meninggi.
Fazar sampai lupa kalau istrinya itu masih muda, dan masih masa pertumbuhan, tapi dia sudah merubahnya menjadi seorang Istri.
Fazar menarik pinggang istrinya itu agar lebih dekat lagi dengannya." Kamu terlihat semakin cantik, sampai kakak tidak mau membawa mu keluar." Jawab Fazar, bukan gombalan, tapi itu nyata dari hati Fazar sendiri. Rasanya Fazar tidak rela melihat istrinya keluar dan di tatap oleh pria lain selain dirinya.
Apakah dia sudah mulai mendekati bucin, atau memang sudah bucin. Entahlah, hanya Fazar yang bisa menjawab.
Wiyah yang mendengar ucapan dari suaminya, langsung tersipu malu, yang membuat Wiyah langsung menuduhkan kepalanya.
Fazar yang melihat itu hanya bisa tersenyum, lalu dengan tangannya Fazar menarik dengan dagu Wiyah agar kepala istrinya itu terangkat untuk menatapnya.
Yang membuat keduanya saling menatap satu sama lainnya." Kak, kita sudah kesiangan." Lirih Wiyah mencoba untuk mengingatkan suaminya itu kalau mereka sudah kesiangan untuk pergi kerumah sakit.
Fazar yang mendengar ucapan istrinya itu, perlahan-lahan menurunkan tangannya dari dagu istrinya." Aku sampai melupakan itu." Ucap Fazar, padanya Fazar ingin bermesraan sebentar, tapi istrinya itu sudah mengingatkannya kepada bunda dan adiknya." Sayang duluan aja dibawah
, kakak mau mengambil beberapa dokumen, karena hari ini kakak harus kekantor, sehabis mengantarkan mu di rumah sakit." Ucap Fazar membuat Wiyah mengangguk mengerti. Setelah terlepas dari suaminya, Wiyah melangkah meninggalkan kamar Fazar, turun di lantai bawah, untuk menunggu suaminya itu.
.
__ADS_1
.
" Zain, kamu bisa duluan di kantor karena aku akan menemani Fadil sebentar, setelah itu aku akan menyusul mu." Ucap Fazar setelah mobilnya berhenti di lobby rumah sakit.
" Baik tuan." Jawab Zain mengangguk mengerti.
Fazar turun dari mobilnya yang di susul oleh istrinya. Setelah mobil yang di kendarai oleh Zain, meninggalkan rumah sakit untuk pergi kekantor.
Saat Wiyah dan Fazar akan masuk kedalam rumah sakit, langkah keduanya harus di hentikan karena ada yang memanggil Fazar.
" Fazar." Panggil seseorang membuat Fazar berbalik kebelakang, karena ada yang memanggil namanya. Sama halnya dengan Wiyah yang ikut berbalik kebelakang seperti Fazar saat mendengar nama suaminya di panggil oleh seseorang.
Fazar bisa melihat pria baru baya yang sedang melangkah kearahnya sambil tersenyum. Sedangkan di belakangnya terdapat beberapa pria yang mengikuti setiap langkahnya.
" Paman." Lirih Fazar saat melihat siapakah pria baru baya itu, yang tidak lain adalah tuan Aslan, paman Fazar.
Tuan Aslan mendekati keponakannya itu. Tapi tuan Aslan merasa bingung saat melihat seorang gadis cantik yang mengenakan berhijab yang berada di sebelah Fazar. Tuan Aslan bertanya-tanya siapakah gadis itu.
" Waalaikumsalam." Jawab tuan Aslan sambil menepuk pelan bahu anak keponakannya itu dengan tersenyum.
Tuan Aslan menatap kearah Wiyah yang sedang tersenyum. Pria paruh baya itu penasaran dengan sosok di sebelah Fazar.
" Assalamualaikum paman." Salam Wiyah tersenyum canggung, sambil menengkupkan kedua tangannya di atas dada. Wiyah tidak tahu siapakah pria paruh baya yang di panggil Paman oleh suaminya itu.
Sedangkan tuan Aslan semakin terdiam saat melihat gadis di samping Fazar. Gadis itu bukan saja cantik tapi ramah kepadanya, padahal gadis itu belum mengetahui siapa dirinya, dan ia juga belum mengetahui siapa gadis itu.
" Waalaikumsalam." Jawab tuan Aslan membalas senyuman dari Wiyah.
Fazar yang melihat kebingungan dari pamannya itu, hanya bisa tersenyum kecil. Fazar tahu kalau pamannya itu pasti bertanya-tanya siapakah Wiyah sebenarnya.
__ADS_1
Fazar merangkul pinggang Wiyah dengan begitu sangat merasa, yang membuat Wiyah langsung menatap kearah suaminya itu.
" Paman, perkenalkan dia Wiyah istriku." Ucap Fazar memperkenalkan istrinya itu agar paman nya itu tidak bertanya-tanya siapakah Wiyah sebenarnya.
Tuan Aslan yang mendengar ucapan dari Fazar, langsung terkejut. Karena tuan Aslan tidak pernah mendengar kalau Fazar sudah menikah. Mengingat tiga tahun yang lalu Fazar baru saja putus dari tunangan, tapi ini dengan tiba-tiba Fazar mengatakan kalau dia sudah menikah.
Sedangkan Wiyah yang mendengar ucapan dari Fazar, tidak percaya kalau suaminya itu mengakuinya, ke orang yang dia panggil paman. Wiyah tidak percaya kalau Fazar Benar-benar sudah mengakui sebagai istri.
Fazar beralih menatap kearah istrinya yang sedang menatap kearahnya." Sayang, kenalkan ini pamanku saudara dari ayahku, ayah dari Abizard orang yang sudah mau menjadi pendonor untuk Fadil." Jelas Fazar memperkenalkan paman itu kepada istrinya.
" Kapan kalian menikah. Kenapa paman tidak tahu." Tanya tuan Aslan penasaran, menatap pasangan didepannya.
Fazar beralih menatap kearah pamannya kembali." Kami menikah dua bulan yang lalu paman, secara tertutup, mengingat kondisi Fadil yang memburuk. Insyaallah kami akan melakukan resepsi setelah Fadil sepenuhnya pulih." Jelas Fazar membuat tuan Aslan mengangguk mengerti, walaupun paman Aslan masih bingung.
Paman Aslan menatap kearah istri dari keponakannya itu." Apakah gadis ini yang Abizard ceritakan kemarin." Batin tuan Aslan menatap kearah Wiyah.
" Paman mau bertemu dengan Abizard." Tanya Fazar berusaha mengalihkan tatapan pamannya itu dari istrinya.
" Iya, paman ingin bertemu dengan Abizard." Jawab tuan Aslan mengalihkan tatapannya dari Wiyah ke arah Fazar." Tapi paman juga ingin bertemu dengan bunda mu." Ucap tuan Aslan kembali dengan serius.
" Apa paman yakin, ingin bertemu dengan bunda sekarang." Tanya Fazar memastikan, karena Fazar tidak mau melihat sang bunda harus sedih jika melihat pamannya itu, mengingat beberapa tahun yang lalu kata-kata dari tuan Aslan begitu sangat menyakitkan untuk bunda Sisi.
" Tentu, paman begitu sangat yakin untuk bertemu dengan bunda mu." Jawab tuan Aslan begitu sangat yakin. Karena tuan Aslan tidak mau, kalau sampai dia terlambat mengatakan maaf setelah apa yang dia lakukan selama bertahun-tahun ini kepada keluarga adiknya.
Tuan Aslan begitu sangat menyesal telah berbuat jahat. Maka dari itu dia akan meminta maaf kepada bunda Sisi, sebelum dia, benar-benar pergi dari dunia ini untuk selamanya.
" Paman mohon jangan melarang paman untuk bertemu dengan bunda mu." Ucap tuan Aslan menatap Fazar dengan tatapan memohon nya.
" Aku tidak melarang paman untuk bertemu dengan bunda. Karena aku sudah mengujikan paman untuk bertemu dengan bunda." Mendengar jawaban dari Fazar, seketika membuat tuan Aslan tersenyum.
__ADS_1
...----------------...