
" Bagaimana keadaan keduanya dok." Tanya Fazar sambil menatap kearah kedua dokter itu, Fazar begitu sangat tidak sabaran mendengar jawaban dari dokter, tentang keadaan Fadil dan Abizard.
" Operasi berjalan dengan lancar. Keadaan sang pendonor sekarang baik-baik saja, dan kami akan memindahkan nya keruangan perawatan-perawatan, untuk mengawasi kondisinya selama dia di rawat, karena bekas operasinya." Jelas dokter Satya.
Mendengar penjelasan dari dokter membuat Fazar bernafas lega." Terimakasih dok. Lalu bagiamana dengan keadaan Fadil sekarang." Tanya Fazar.
" Tuan Fadil juga, sudah kami pindahkan di ruangan rawat. Sedangkan kondisi Fadil, saya akan menjelaskan nya di rungan saya, tuan Fazar." Jelas dokter Satya membuat Fazar mengangguk mengerti.
Dokter Satya melangkah meninggalkan Fazar bersama dengan keluarganya untuk pergi keruangan nya.
" Zar, apa yang di katakan oleh dokter Satya." Tanya bunda Sisi penasaran.
" Alhamdulillah operasi perjalanan lancar. Abizard baik-baik saja dan akan di pindahkan keruangan rawat untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan kondisi Fadil, Fazar belum tahu. Karena dokter Satya menyuruh ku untuk pergi keruangan nya untuk membahas kondisi Fadil sekarang." Jelas Fazar. Membuat bunda Sisi khawatir.
" Apakah Fadil akan baik-baik saja." Tanya bunda Sisi khawatir." Bunda tidak mau kehilangan Fadil." Ucap bunda Sisi kembali.
" Kita harus percaya kepada Allah bun, kalau Fadil akan baik-baik saja. Kita harus terus berdoa, kalau operasi ini berhasil." Jelas Fazar menenangkan bunda Sisi." Aku harus menemui dokter Satya." Ucap Fazar menatap bunda Sisi." Sayang, kakak mau pergi keruangan dokter Satya, kakak titip bunda." Ucap Fazar dengan suara lembutnya menatap istrinya itu.
Sedangkan Wiyah hanya mengangguk mengerti, walaupun dia masih belum terbiasa dengan panggilan sayang dari Fazar." Iya kak." Jawab Wiyah.
__ADS_1
Fazar melangkah meninggalkan bundanya Sisi dan Wiyah, untuk pergi keruangan.
.
.
" Duduklah." Suruh dokter Satya saat melihat Fazar yang sudah berada di ruangannya.
Fazar menurut, lalu duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan dokter Satya. Keduanya hanya di pisahkan oleh meja.
Fazar begitu sangat tengang menunggu penjelasan dari dokter." Kami mempunyai dua kabar." Jelas dokter Satya."Kabar baiknya, Alhamdulillah kondisi tuan Fadil sekarang sudah lebih stabil, setelah melakukan operasi transplantasi sumsum tulang belakang. Tapi Kami akan terus mengawasi kesehatannya, baru kami nyatakan kalau tuan Fadil sepenuhnya sembuh dari penyakit kanker yang selama ini tuan Fadil derita. Dan kabar buruknya, penyakit kanker tuan Fadil bisa saja kambu, walaupun tuan Fadil sudah menjalankan operasi transplantasi sumsum tulang. Karena sel kanker itu belum sepenuhnya sembuh, dan bisa saja berubah jadi sel kanker kembali." Jelas Satya." Tapi itu bisa saya atasi, karena saya akan melakukan beberapa pengobatan untuk menghilangkan sel kanker itu itu, dan Fadil akan sepenuhnya sembuh." Jelas dokter Satya kembali.
Fazar yang mendengar penjelasan dari dokter, merasa lega, karena adiknya, akhirnya bisa sembuh dari penyakit kanker yang selama ini menggerogoti tubuhnya. Penyakit yang selalu menyakiti Fadil akhirnya sebuh. Walaupun dokter Satya mengatakan kalau sel itu bisa saja muncul kembali, untuk menjadi kanker baru. Tapi dokter Satya masih bisa mengatasinya.
" Kami akan selalu mengusahakan hal itu, tapi kita juga harus berdoa kepada yang di atas, agar di lancarkan dan di permudahkan setiap urusan yang kita jalankan." Jawab dokter Satya kembali, membuat Fazar mengangguk setuju.
" Sekali lagi terimakasih dokter Satya." Ucap Fazar berjabat tangan dengan dokter Satya." Saya akan menemui keluarga saya untuk mengatakan kabar ini." Ucap Fazar.
" Iya tuan Fazar, ini sudah tugas kami sebagai seorang dokter." Jawab dokter Satya.
__ADS_1
Fazar berdiri dari duduknya, melangkah meninggalkan ruangan dokter Satya.
" Alhamdulillahi rabbil 'alamin khamdan katsira yuwafi ni'amahu wa yukafiu mazidahu. Artinya: "Segala puji Allah Tuhan semesta alam, pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan menjamin tambahannya." Batin Fazar disela-sela langkahnya, dia begitu sangat bersyukur atas kesembuhan yang Allah berikan untuk Fadil.
.
.
Sebelum Fazar menemui
Fadil, Fazar terlebih dahulu menemui Abizard yang kini sudah di pindahkan di ruangan perawatan.
Fazar menatap pria yang sudah menyelamatkan hidup adiknya." Terimakasih Abizard, karena kamu sudah mau menolong Fadil. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kamu tidak ada, mungkin kondisi Fadil akan semakin memburuk." Ucap Fazar sambil menatap Abizard yang sedang memejamkan matanya. Pria muda itu sedikit memiringkan tubuhnya, karena baru saja melakukan operasi.
" Setelah kamu pulih dari luka operasi mu, maka aku akan menemui paman Aslan sesuai janjiku kemarin. Aku akan berusaha untuk menerima hubungan keluarga ini, walaupun paman Aslan menolak ya. Kamu akan tetap menjadi sepupuku, dan paman Aslan akan tetap menjadi pamanku, walaupun paman Aslan tidak menerima kehadiran kami. Karena setiap ikatan darah tidak ada yang namanya bekas keluarga." Ucap Fazar kembali sambil menatap wajah Abizard.
Ya, Fazar dan Abizard adalah saudara sepupu, karena tuan Aslan dan ayah Fazar, adik kakak. Keluarga itu berpecah belah, karena satu masalah, yang membuat dua keluarga tidak pernah berhubungan satu sama lainnya, sampai ayah Fazar meninggalkan dunia lima tahun yang lalu. Tapi keluarga itu masih diam, dan melupakan hubungan darah yang terjalin pada diri mereka. Sampai kondisi Fadil, yang membuat dua keluarga itu kembali bertemu.
Tuan Aslan Aydin Roshan, adakah kakak sedangkan. Aldevaro Faizan Roshan ( Ayah Fazar ) adalah adiknya.
__ADS_1
" Ayah, aku akan menyatukan dua keluarga ini, yang sudah terpecah belah selama dua puluh sembilan tahun. Dan aku akan membuat paman Aslan menerima bunda sebagai adik iparnya." Batin Fazar yang berjanji kepada dirinya untuk menyatukan dua keluarga itu.
...----------------...