
Setelah membeli vitamin untuk Wiyah, kini keluarga itu akan kembali pulang ke rumah. Karena Wiyah sudah selesai melakukan pemeriksaan kandungan nya.
" Dimana Abidzar, Zri. Kenapa Abidzar tidak bersama dengan mu." Tanya bunda Sisi saat menyadari kalau Abidzar tidak bersama dengan mereka.
" Tadi kak Abidzar tertinggal Bun, soalnya kak Abidzar tadi habis menelfon dengan seseorang makanya dia ketinggalan." Jelas Fazri." Tapi bunda ngga usah khawatir, soalnya tadi aku sudah mengabari kak Abidzar kita berada dimana."
" Syukurlah kalau begitu. Bunda kira tadi Abidzar kemana. Kalau gitu kita tunggu Abidzar disini, takut kalau kita pergi lagi nanti dia tersesat."
" Sepertinya saran bunda ada benarnya."
Ketiganya melangkah mendekati kursi untuk duduk, karena bunda Sisi tidak mau sampai Wiyah kecapean karena berdiri terlalu lama.
Saat mereka melangkah mendekati kursi, tiba-tiba saja ada yang memanggil nama bunda Sisi.
" Nyonya Sintia."
Bunda Sisi, Fazri dan Wiyah langsung menoleh ke sumber suara.
Deg
Seketika jantung bunda Sisi berdetak lebih kencang saat melihat wanita itu. Betapa terkejut bunda Sisi saat melihat kehadiran wanita yang sudah membuat putranya terluka.
Wanita yang sudah menghancurkan perasaan putranya, sampai-sampai putranya membenci wanita lain. Hanya karena perbuatan wanita itu.
Wanita yang tidak lain adalah Nadila ernesta Berend Lian atau Amira Jia Berend Lian. Mantan Fazar. Wanita yang dengan tega menyakiti perasaan tulus Fazar yang mencintai nya, dengan cara berselingkuh.
Sedangkan Wiyah mengerutkan keningnya bingung saat melihat wanita itu. Wanita yang dulu memberikannya segelas minuman, untuk di berikan kepada Fazar suaminya. Karena minuman itu juga, membuat Fazar salah paham pada dirinya saat itu.
Tapi yang membuat Wiyah bingung saat melihat penampilan wanita itu. Karena waktu itu. Dia mengunakan hijab, maka berbeda dengan yang sekarang. Karena wanita itu memiliki penampilan yang terlihat seksi dengan penampilannya.
Ya, Nadila adalah orang yang sengaja memberikan Wiyah minuman waktu itu, untuk diberikan kepada Fazar. Nadila menyamar menjadi wanita yang baik, agar bisa menjebak Fazar, dengan memanfaatkan kebaikan Wiyah yang mau membantu nya.
Sedangkan Fazri. Pemuda itu menatap tidak suka dengan kehadiran Nadila disana. Karena Fazri takut kalau Nadila melakukan sesuatu kepada keluarganya. Apalagi kepada Wiyah yang sedang mengandung.
" Sudah lama tidak bertemu nyonya Sintia, atau lebih tepatnya. Mantan mertua ku." Ucap Nadila sambil tersenyum mengejek.
Bunda Sisi hanya diam mendengar ucapan dari Nadila.
Nadila melihat kearah Wiyah yang sama-sama melihat kearah nya. Bunda Sisi yang menyadari tatapan Nadila, langsung menggenggam tangan Wiyah, takut kalau Nadila akan melakukan hal jahat terhadap menantunya itu.
" Siapa gadis ini. Sepertinya aku pernah melihatnya bahkan mengenal nya." Ucap Nadila pura-pura lupa." Ah, aku sampai lupa. Kalau gadis ini ternyata, gadis yang pernah menjebak Fazar waktu itu. Dengan cara memberikan Fazar minuman yang berisi obat peran**ang."
__ADS_1
Semua orang langsung melihat kearah Wiyah dan juga bunda Sisi, saat mendengar ucapan Nadila yang terdengar begitu sangat lantang. Sampai-sampai orang-orang di ruangan itu mendengar nya.
" Apakah sekarang gadis ini sudah menjadi menantumu nyonya Sintia, setelah berhasil menjebak anakmu."
Wiyah yang mendengar hinaan dari wanita itu merasa sakit. Rasanya ia ingin menangis, karena mendengar hinaan yang tidak benar adanya tertuju padanya. Tapi Wiyah berusaha untuk tetap sabar.
" Jaga ucapan anda wanita j**ang." Geram Fazri yang dari tadi hanya diam mendengar Nadila menghina kakak iparnya. Fazri tidak suka kalau ada orang yang berani menghina kakak iparnya. Apalagi wanita itu adalah wanita masalalu abangnya." Jaga ucapan anda nona Amira Jia Berend Lian, karena orang yang seharusnya berkata seperti tadi itu saya, atau Abang saya. Karena anda tidak pantas."
" Seharusnya saya yang berkata seperti ini kepada anda nona. Apakah anda pantas disebut wanita, setelah berhasil menjebak perasaan seorang pria, yang mencintai anda dengan tulus. Tapi anda dengan sangat tega menyia-nyiakannya, bahkan anda juga dengan tega berselingkuh di belakangnya. Apakah anda pantas disebut wanita." Tanya Fazri sambil mengulang ucapan Nadila tadi.
Nadila yang mendengar ucapan Fazri langsung mengepalkan tangannya. Karena pemuda didepannya telah berani menghinanya.
" Berani sekali pemuda ini menghinaku, dia belum tau siapa aku sebenarnya."
Orang-orang yang tadi menatap Wiyah beralih menatap kearah Nadila.
" Apa jangan-jangan Abang mu masih mencintai ku, Makanya kamu mengatakan hal seperti tadi." Tanya Nadila dengan pedenya.
" Untuk apa juga anak saya mencintai wanita seperti anda, yang telah memberikan harga dirinya secara gratis nona." Sambung bunda Sisi yang sama geramnya. Karena kesabaran nya sudah habis.
Bukan nya malu dengan ucapan Fazri. Tapi dengan pedenya Nadila mengatakan itu.
Sangat-sangat menjijikkan.
Dari semua tuduhan dan hinaan yang anda berikan, saya tidak akan percaya. Karena seharusnya yang melakukan itu adalah anda."
Semakin tertampar Nadila mendengar ucapan bunda Sisi. Rencananya tadi dia ingin mempermalukan keluarga itu, tapi mala dia yang di permalukan oleh bunda Sisi dan juga Fazri.
" Berani sekali anda menghina saya nyonya Sintia." Nadila langsung mengakat tangan nya, ingin menampar bunda Sisi. Karena Nadila begitu saja marah saat dirinya telah di hina.
Tapi tangan Nadila sudah duluan dicekal oleh seseorang orang.
" Jangan pernah anda menyentuh bunda saya dengan tangan kotor anda." Ucap pria itu langsung menghempaskan tangan Nadila dengan kasar.
" Abidzar."
Ya, orang itu adalah Abidzar yang telah sampai di tempat keluarganya berada. Tapi kedatangannya malah di sambut oleh Nadila yang ingin menampar bunda Sisi.
Untung saja Abidzar datang tepat waktu. Jika tidak, mungkin bunda Sisi sudah di tampar oleh Nadila.
" Jika anda berani menyentuh keluarga saya dengan tangan kotor itu. Maka saya orang pertama yang akan mematahkannya." Ucap Abidzar menatap tajam Nadila." Bahkan saya juga akan menghilangkan tulang anda nona Amira Jia Berend Lian."
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, Abidzar langsung menggenggam tangan bunda Sisi dengan lembut, lalu menariknya untuk menjauh dari Nadila.
Abidzar tidak akan membiarkan keluarganya sampai celaka, apalagi kakak iparnya yang sekarang sedang mengandung, maka dari itu Abidzar membawa mereka pergi menjauh dari Nadila.
Padahal Abidzar masih ingin berdebat dan menghina wanita itu. Wanita masalalu Fazar. Tapi Abidzar urungkan mengingat ada Wiyah disana.
Ya, Abidzar tentu tau siapa wanita masalalu Fazar. Karena beberapa tahun yang lalu, Abidzar sempet mendengar pertunangan Fazar bersama dengan wanita itu.
Nadila hanya menatap kepergian keluarga Fazar, keluarga yang sudah berani menghinanya.
- Siapakah pria itu, kenapa mereka terlihat dekat."
🌺🌺🌺🌺🌺
Harum, hanya berdiri sambil menundukkan kepalanya setelah sampai di ruangan itu.
" Duduklah." Suruh tuan Aron menatap Harum dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
" Tidak usah tuan terimakasih."
" Tidak apa-apa, duduklah bersama dengan saya. Kamu tenang saja, karena nyonya mu tidak akan marah. Daripada kamu berdiri seperti itu."
Harum hanya menggeleng, sambil mengatakan tidak. Tapi tuan Aron yang mendengar penolakan itu seakan tidak suka. Pria paruh baya itu berdiri dari duduknya. Ingin melangkah kearah Harum, tapi langkahnya harus di hentikan saat mendengar pintu yang terbuka secara kasar.
Melihat langkah tuan Aron berhenti, membuat Harum bernafas lega. Karena Harum takut dengan tuan Aron.
Tuan Aron melihat kearah pintu yang terbuka. Disana terdapat Nadila yang melangkah masuk kedalam ruangan Aldrich dengan wajah kesal penuh amarah.
Tuan Aron yang menyadari itu, melangkah mendekati Nadila.
" Ada apa sayang, kenapa wajahmu cemberut seperti itu, apakah ada yang terjadi."
" Tadi ada orang yang membuat ku sangat kesal. Rasanya aku ingin memb unuh mereka."
" Siapa sayang. Cerita sama aku biar aku berikan pelajaran untuk mereka.".
" Keluarga Fazar."
Nadila menceritakan, dimana Fazri dan bunda Sisi yang menghinanya. Bahkan ada pemuda yang membantu bunda Sisi saat dia ingin menampar bunda Sisi.
" Berani sekali keluarga itu. Jadi apa yang harus kita lakukan terhadap mereka."
__ADS_1
" Aku punya rencana untuk menghancurkan keluarga Fazar sayang."
...----------------...