
" Masya Allah." Dokter itu langsung tersenyum memperlihatkan giginya, Merasa kagum saat menatap kearah layar, yang memperlihatkan janin yang masih terlihat kecil didalam kandungan Wiyah.
Tapi bukan itu yang membuat dokter tersenyum penuh kekaguman. Melainkan janin dalam kandungan Wiyah yang memiliki tiga titik yang masih berukuran kecil, walaupun terlihat masih samar-samar. Tapi dokter itu memperkirakan kalau Wiyah sedang mengandung kembar.
" Ada apa Dok." Tanya bunda Sisi ikut menatap kearah lelayar, dengan penasaran saat mendengar dokter mengucapkan masya Allah.
Dokter itu tersenyum, lalu melihat kearah bunda Sisi bergantian kearah Wiyah yang sedang menatap dokter itu.
" Tidak ada apa-apa nyonya. Saya hanya merasa kagum, saat melihat dalam kandungan menantu ada yang ternyata memiliki tiga titik, yang berarti nona Wisyah, sedang mengandung kembar, atau Triplet." Jelas dokter itu, membuat bunda Sisi langsung terdiam, karena bunda Sisi masih mencerna penjelasan dari dokter.
" Benarkah itu dok." Tanya bunda Sisi tidak percaya dengan kabar bahagia ini.
" Iya nyonya, menantu anda sedang mengandung bayi Triplet." Jawab dokter itu." Selamat untuk anda nona Wisyah, untuk kehamilan bayi kembar nya."
Sedangkan Wiyah masih terdiam, karena tidak percaya dengan perkataan dokter. Bukan tidak bersyukur dengan kehamilannya yang langsung mendapatkan tiga sekaligus.
Wiyah hanya terkejut, karena kehamilan yang pertama untuknya ia langsung mendapatkan tiga sekaligus, dan ini adalah anugrah yang paling terindah untuknya.
Wiyah menatap layar di sampingnya.
" Sehat-sehat sayang didalam perut ummi, sampai kita bertemu nanti." Batin Wiyah tersenyum.
" Selamat sayang, bunda tidak menyangka kalau kamu akan memberikan cucu untuk bunda tiga sekaligus." Ucap bunda Sisi sambil tersenyum, lalu mencium kening menantunya itu.
Sedangkan dokter dan suster yang berada di ruangan itu hanya tersenyum, melihat kebahagiaan bunda Sisi dan juga Wiyah.
.
.
" Usia kandungan nona Wiyah mungkin sekitar lima 5 minggu, ukuran kantung kehamilan rata-rata mencapai 6 mm. Ukuran kantung kehamilan ini biasanya bertambah sekita 1.13 mm setiap harinya."
" Perkembangan janin 5 minggu ini umumnya berukuran sebesar biji wijen atau 0,12 cm dengan berat 1 gram. Pada fase ini, organ-organ tubuh lainnya juga sudah mulai disempurnakan."
" Pada usia kehamilan 5 minggu, janin sudah berkembang hingga seukuran biji buah apel. Sistem saraf janin dan organ-organ utamanya pun mulai terbentuk, seperti: Jantung. Neural tube, yang kemudian akan berkembang menjadi saraf tulang belakang dan otak." Jelas dokter.
" Janin dalam kandungan nona Wisyah, Alhamdulillah semuanya baik-baik saja. Untuk semester awal, nona Wisyah tidak boleh sampai kelelahan dan juga banyak pikiran, karena hal itu akan mempengaruhi janin dalam kandungan nona Wisyah. Nona Wisyah juga harus banyak-banyak makan-makan bergizi, apalagi dalam kandungan nona Wisyah terdapat tiga nyawa yang harus selalu di jaga."
" Terimakasih bu dokter, saya akan mengingat pesan dokter." Jawab Wiyah.
" Untuk keluhan nya, obat pencegah rasa mual, selama semester awal ini. Karena awal-awal kehamilan nona Wisyah akan mengalami mual setiap pagi. Dan ini vitamin dan juga susu yang harus nona Wisyah konsumsi setiap hari selama nona Wisyah mengandung. Nyonya bisa membelinya di apotik ."
Setelah mendengarkan penjelasan dokter dan menerima resep dokter untuk vitamin Wiyah dan juga susu yang harus Wiyah konsumsi, bunda Sisi dan Wiyah keluar dari ruangan dokter.
" Terimakasih dokter."
" Iya nyonya sama-sama."
🍃🍃🍃🍃🍃
Abidzar dan Fazri yang dari tadi merasa bosan karena lama menunggu di luar ruangan pemeriksaan ibu hamil. Keduanya juga mendapatkan tatapan dari para ibu-ibu hamil, yang mengangumi ketampanan keduanya.
" kak, kapan bunda dan kak Wiyah selesai. Aku sudah bosan berada disini, apalagi mendapatkan tatapan dari para ibu-ibu disini." Bisik Fazri yang merasa risih dengan tatapan para ibu-ibu yang menatap kearahnya.
" Mungkin sebentar lagi Zri, soalnya pemeriksaan sedikit lama."
Saat keduanya sedang membicarakan Wiyah dan bunda Sisi. Orang yang mereka bicarakan tadi baru saja keluar dari ruangan pemeriksaan, dengan wajah tersenyum karena bahagia.
Abidzar dan Fazri yang melihat bunda Sisi dan Wiyah yang sudah keluar dari ruangan pemeriksaan langsung berdiri dari duduk mereka, melangkah mendekati Wiyah dan juga bunda Sisi.
" Bagaimana Bun." Tanya Abidzar.
__ADS_1
" Alhamdulillah semuanya baik, ibu dan janinnya juga." Jawab bunda Sisi sambil tersenyum.
" Aku mau lihat hasil USG nya Bun, kak Wiyah."
" Nanti. Setelah Abang Abang Fazar terlebih dahulu yang melihat nya, baru bunda akan memperlihatkan kalian."
Bunda Sisi sengaja menyembunyikan hasil USG kepada Fazri, sebelum kedatangan Fazar. Karena Fazar harus menjadi orang pertama yang mengetahui kalau istrinya sedang mengandung bayi Triplet.
" Ya, kenapa Bun." Tanya Fazri sedih.
" Karena Fazar adalah ayah nya." Sambung Abidzar sambil tersenyum.
" Tapi kan aku paman nya."
" Fazar ayahnya, jadi yang perlu melihat terlebih dahulu itu Fazar dulu."
Melihat perdebatan keduanya membuat bunda Sisi dan juga Wiyah hanya bisa tersenyum. Kemudian keduanya langsung meninggalkan Abidzar dan Fazri yang masih memperdebatkan hasil USG.
Sedangkan Fazri dan Abidzar yang sadar di tinggalkan oleh bunda Sisi, dengan cepat langsung mengejar bunda mereka.
🍃🍃🍃🍃🍃
Rumah sakit yang sama, dimana Wiyah di periksa.
Dokter baru saja memeriksa Aldrich, yang kini baru saja sadar dari kritisnya.
Untung saja pria itu tidak mati. Karena pukulan dari Fadil yang membuat dia pendarahan otak, bahkan lebih parahnya lagi tulang wajah nya sampai rentak.
" Untuk sementara tuan Aldrich harus banyak-banyak beristirahat, karena lukanya belum sepenuhnya pulih dan tuan Aldrich juga tidak bisa berbicara banyak karena tulang rahangnya cedera dan masih masa-masa pemulihan." Jelas dokter itu kembali.
Setelah menjelaskan kondisi Aldrich, dokter itu keluar dari ruangan Aldrich untuk melakukan tugasnya yang lain.
Ya, tuan Aron sudah merekayasa kejahatan anaknya dengan bukti lain. Bahkan tuan Aron sengaja membuat bukti lain, dengan jalan cerita yang berbeda, agar Fadil terlihat bersalah sedangkan Fina menjadi wanita malam.
Kita tidak perlu mempertanyakan, bagaimana tuan Aron bisa meraksasa bukti. Karena teknologi sudah canggih, membuat tuan Aron bukti bisa membuat bukti lain.
Sedangkan Aldrich, pria itu tidak berbicara karena dia masih sulit untuk mengangkat mulut nya untuk mengatakan satu persatu kata.
Tapi tatapan Aldrich menggambarkan berbeda saat tuan Aron memberitahukan rencananya. Tatapan Aldrich seperti terlihat penuh dengan dendam dan juga amarah.
🍃🍃🍃🍃🍃
Di luar rumah sakit. Nadila bersama dengan Harum baru saja keluar dari mobil.
Harum memegang bawaan yang Nadila bawah. Walaupun berat tapi Harum tetap berusaha untuk membawanya.
Nadila melangkah dengan anggunnya memasuki rumah sakit, dengan tatapan penuh keangkuhan di matanya.
Orang-orang juga banyak yang menatap kearah Nadila dengan tatapan kagum, termasuk para pria yang terpesona akan kecantikan Nadila.
Tapi yang mereka tidak tau, di balik wajah cantik itu tersimpan wajah asli yang sangat menyeramkan. Mungkin mereka tidak akan mengagumi Nadila saat mereka mengetahui siapa Nadila sebenarnya.
.
.
Didalam, Nadila baru mengingat kalau ia lupa membeli sesuatu.
" Hey, babu kecil kamu duluan saja di ruangan kemarin, saya ada urusan sebentar." Ucap Nadila menatap Harum.
Sedangkan Harum hanya mengangguk mengerti.
__ADS_1
" Jangan berani-berani untuk kabur kembali, karena saya tidak akan memaafkanmu." Ancam Nadila.
Walaupun Nadila tidak mengancam Harum. Harum tidak akan berani untuk kabur, karena ia tahu apa yang akan terjadi pada dirinya jika ia kabur kembali.
Nadila melangkah meninggalkan Harum, sedangkan Harum pergi kearah pintu lift. untuk pergi ke ruangan rawat Aldrich.
Harum melangkah dengan bawaan yang begitu sangat berat di tangan nya.
Kebetulan juga, Wiyah bersama dengan keluarga, baru saja keluar dari pintu lift.
Tapi keduanya tidak saling menyadari. Karena Wiyah tertutupi bunda Sisi yang berjalan disebelahnya. Sedangkan Wiyah juga tidak menyadari kehadiran Harum, karena ada pria lain yang menutupi tubuh kecil Harum.
Padahal sedikit lagi mereka akan bertemu, tapi takdir belum bisa mempertemukan keduanya. Mungkin suatu hari nanti keduanya akan di pertemukan dengan cara yang lain. Tapi tidak sekarang.
.
.
Harum menatap tombol-tombol itu, karena bingung ingin mencet tombol yang mana.
" Yang mana ya, aku takut salah menekan tombol, dan nanti di marahin sama nyonya Nadila." Gumam Harum menatap tombol-tombol itu dengan kebingungan. Apalagi Harum tidak tahu dimana tangga berada, hal itu semakin membuat gadis kecil itu kebingungan. Apa yang harus dia lakukan.
Saat ia sedang dalam kebingungan, seorang pria datang menghampirinya.
" Hay gadis kecil, apa yang kamu lakukan disini." Tanya pria itu dengan ramah menatap kearah Harum.
Sedangkan Harum yang melihat kehadiran pria itu, langsung menggeserkan tubuh lebih jauh dari pria itu. Karena Harum takut saat pria itu mendekati nya.
Pria itu yang melihat tatapan Harum yang ketakutan langsung tersenyum.
" Tidak apa-apa gadis kecil, Paman hanya ingin menolongmu. Tidak akan melakukan apapun." Harum hanya diam mendengar ucapan pria itu." Sumpah, paman tidak akan melakukan apapun kepada mu." Ucap pria itu sambil mengangkat kedua jarinya berbentuk V.
" Benarkah itu paman." Tanya Harum terbata karena masih belum percaya dengan pria didepannya.
" Iya. Apa yang bisa paman bantu."
" Hmm, aku ingin naik kelantai atas. Yang berada Lantai Lima. Apa paman bisa membantuku untuk menekan tombol manakah, agar aku bisa naik lantai atas." Tanya Harum takut-takut.
Sedangkan pria hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Harum.
" Tentu, paman akan membantu mu.
Pria itu langsung membantu Harum menekan tombol untuk bisa naik kelantai atas. Harum juga diajari bagaimana mengunakan pintu itu. Agar nanti Harum tidak akan bingung lagi saat naik kelantai atas.
" Apa kamu mengerti cara mengunakan nya." Tanya pria itu membuat Harum mengangguk mengiyakan.
" Terimakasih paman, karena sudah mau membantuku."
" Iya sama-sama, gadis kecil." Jawab pria sambil tersenyum." Paman sampai lupa menanyakan namamu. Siapa namu gadis kecil."
" Nama saya Harum paman."
" Masya Allah nama yang cantik sama seperti orangnya." Puji pria itu." Kalau nama paman Abidzar, kamu bisa memanggil paman dengan panggilan kakak karena Paman terlalu tua untuk ku." Ucap pria itu sambil terkekeh, saat menyebut dirinya paman. Padahal usianya baru dua puluh tahun atau dua puluh satu tahun.
Ya, pria itu tidak lain adalah Abidzar. Abidzar yang tidak sengaja tertinggal oleh bunda Sisi, Fazri dan juga Wiyah. Karena dia baru saja menerima panggilan telefon. Karena terlalu fokus dengan ponselnya membuat Abidzar tertinggal.
Setelah berkenalan dengan Harum dan berpamitan, Abidzar melangkah meninggalkan Harum untuk pergi ketempat dimana bunda Sisi berada sekarang. Karena Fazri baru saja mengabari nya, dimana mereka berada sekarang.
Sedangkan Harum melanjutkan langkahnya untuk naik ke lantai atas.
...----------------...
__ADS_1