
Kesabaranku membawa cinta.
Di sisi lain.
Dua orang yang sedang duduk bersebelahan, berada didalam satu mobil yang sama. Mungkin ini pertama kalinya mereka berdua seperti ini, kerena biasanya ada orang lain selain keduanya.
Didalam mobil itu terasa canggung, karena keduanya sama-sama diam membisu, tidak ada yang berbicara dari salah satunya.
Apalagi Fina, yang lebih banyak melihat kearah luar, daripada melihat kearah pria tampan disebelahnya itu, walaupun Fadil sesekali menoleh kearah Fina, tapi Fadil tidak mengatakan sesuatu sama seperti Fina, karena Fadil sendiri bingung ingin mengatakan apa.
Padahal ini yang ia tunggu, duduk berdua bersama dengan gadis yang dia sukai, tanpa ada gangguan sama sekali. Tapi apa yang dia pikirkan tidak sesuai dengan apa yang terjadi, karena disini Fadil sama-sama canggung.
" Kenapa canggung benget ya. Rasanya sunyi benget nih mobil, kayak nggak orangnya saja." Batin Fadil, karena tidak ada yang membuka obrolan sama sekali selama perjalanan. Karena tidak ada yang mengajaknya mengobrol, membuat Fadil tetap fokus menyetir.
Selama perjalanan aman-aman saja, sampai Fadil menghentikan laju kendaraannya. Fina yang hanya diam sambil menatap kearah luar, langsung menoleh kearah Fadil, saat merasakan kalau mobil itu berhenti, Padahal tujuan mereka belum sampai.
" Ada apa kak." Tanya Fina menoleh kearah Fadil.
" Sepertinya ban mobilnya pecah Fin." Jawab Fadil, sambil keluar dari mobilnya, untuk mengecek apakah ban mobil itu pecah atau tidak. Sedangkan Fina yang melihat Fadil keluar ikut menyusul keluar.
" Sepertinya ban nya benar-benar bocor Fin. Terpaksa kita harus membawa mobil ini ke bengkel sebentar." Ucap Fadil sambil melihat-lihat ban mobilnya." Apa ngga apa-apa Fin, kalau kita ke bengkel dulu, tapi nanti kita pulangnya sedikit telat."
" Ya ngga apa-apa kak Fadil, nanti aku kabari Wiyah, kalau kita sedikit telat ke rumah sakit, karena ban mobilnya bocor dan harus singgah di bengkel dulu."
" Tapi, aku takut Wiyah khawatir lagi sama kamu, karena pulang nya sedikit telat."
" Insyaallah ngga kak, soalnya Wiyah pasti ngerti koh kenapa aku pulangnya sedikit telat. Asal aku memberitahukan alasan ku kenapa telat kerumah sakit."
" Syukurlah kalau begitu."
__ADS_1
Fina mengambil ponselnya lalu menelfon Wiyah, untuk mengabari sahabatnya itu, kalau dia sedikit telat kerumah sakit.
Tapi, ponsel Wiyah tidak di angkat sama sekali. Karena tidak mendapatkan jawaban untuk yang ketiga kalinya, Fina tidak menelfon kembali.
" Wiyah tidak mengakat panggilan teleponku kak."
" Sama bang Fazar juga. Mungkin mereka sedang ada urusan, Soalnya tadi bang Fazar ngasih kabar ke aku kalau bang Fazar dan Wiyah, mau pulang ke apartemen dulu, katanya ada urusan sebentar."
" Mungkin aja begitu kak. Tapi kalau kak Fazar, dan Wiyah sudah pulang ke apartemen, lalu yang menemani Harum siapa kak, soalnya kita sedikit telat untuk sampai di rumah sakit."
" Aku akan kabari Fazri, mungkin dia sudah berada di rumah sakit sekarang." Fadil melangkah kearah mobilnya lalu mengambil ponselnya, untuk menelfon Fazri.
^^^" Assalamualaikum kak." Jawab disebarang sana, saat Fazri mengangkat panggilan telepon dari Fadil.^^^
" Waalaikumsalam Zri, Kamu sudah sampai dimana sekarang."
" Tolong temani Harum, soalnya Wiyah sama Abang sudah pulang ke apartemen, sedangkan kami masih dijalan, karena ada urusan sebentar, mungkin kami pulangnya sedikit telat." Jelas Fadil.
^^^" Emangnya kak Fadil mau kemana. Jangan bilang kak Fadil mau kecan ya."^^^
" Jangan asal nebak kamu Zri, pokoknya kami ada urusan sebentar, lebih baik kamu temani Harum, takut dia sendirian di ruangannya." Setelah mengatakan itu Fadil langsung mematikan sambungan teleponnya.
" Bagaimana apa Fazri mau menemani Harum sebentar." Tanya Fina saat melihat Fadil memastikan ponselnya, lalu memasukkannya kedalam saku bajunya.
" Katanya iya Fin."
" Syukurlah kalau Fazri mau." Ucap Fina." Lalu bagaimana dengan mobilnya kak Fadil, apakah kita harus mendorongnya untuk sampai di bengkel."
" Sepertinya tidak usah Fin, soalnya dari sini ke bengkel tidak jauh lagi, jadi kita masih bisa mengunakan mobil untuk sampai di bengkel itu."
__ADS_1
" Emangnya ngga jau lagi kak."
" Iya Fin, mungkin lima menit kita sudah sampai, tapi kalau kita mendorong mobil ini, mungkin satu jam baru kita sampai di bengkel." Jawab Fadil." Kalau gitu ayo masuk Fin, keburu tutup bengkelnya." Fina hanya mengangguk, menuruti ucapan Fadil, lalu ia masuk kedalam mobil Fadil kembali.
.
.
Kini Fadil dan Fina sudah sampai di bengkel yang mereka tuju tadi, dan pekerja bengkel itu sedang memeriksa ban mobil Fadil.
" Mas, sepertinya ban mobil mas bocornya parah benget, jadi butuh setengah atau satu jam untuk memperbaikinya." Ucap tukang bengkel itu.
" Lama juga ya pak. Tapi ngga apa-apa, yang penting ban mobilnya di perbaiki." Jawab Fadil." Fin, ngga apa-apa lama kan." Tanya Fadil menoleh kearah Fina yang hanya diam mendengarkan perbicangan mereka.
" Hmmm ngga apa-apa kak."
" Baiklah, kalau gitu kita tunggu ban mobilnya sampai bagus baru kita kerumah sakit. Tapi biar kita nggak bosan, bagaimana kalau kita cari warung sekitaran sini." Tanya Fadil.
" Terserah kak Fadil aja, kalau aku ikut-ikut saja.+ Jawab Fina.
" Baiklah, kalau gitu kita ke warung yang berada di sekitan sini, biar kita bisa ngobrol, dan tidak bosan berada di bengkel ini setengah jam." Fina lagi-lagi hanya mengangguk mengiyakan. Karena dia bingung ingin pergi kemana." Pak, disekitaran disini ada warung makan atau tidak."
" Ada mas, tapi warung makan pinggir jalan mas."
" Iya ngga apa-apa pak, yang penting bisa makan." Jawab Fadil." Lalu dimana warung makan itu pak." Tanya Fadil. Bapak itu menunjukkan dimana letak warung makan itu yang kebetulan tidak terlalu jauh dari bengkel itu.
Setelah melihat warung makan itu, Fadil langsung mengajak Fina untuk makan malam, karena kebetulan mereka belum ada yang makan malam.
...----------------...
__ADS_1