
Kesabaranku membawa cinta
Wanita itu mendadani Wiyah dengan begitu sangat cantik mengunakan make up natural nya yang membuat gadis itu terlihat semakin cantik.
Wiyah keluar dari ruangan ganti mengunakan pekaian yang tadi di siapkan, bahkan sudah di pilihkan oleh Fazar, suaminya.
" Sempurna. Bahakan anda terlihat begitu sangat cantik nyonya." Puji wanita itu yang sudah mendandani Wiyah dengan begitu sangat cantik, apalagi mengunakan gaun berwarna navy yang begitu sangat cocok dengan kulit putihnya.
" Terimakasih mbak." Jawab Wiyah berusaha untuk tersenyum." Tapi maaf mbak. Apakah model hijab nya seperti ini." Tanya Wiyah yang merasa tidak nyaman saat hijab yang ia pakai tidak menutupi bagian tubuhnya bagian atas, bahkan baju Itu terlihat ketat menurut Wiyah. Padahal menurut Fazar atau wanita penata rias itu baju yang si pakai oleh Wiyah sangat cocok.
" Iya nyonya, model hijab nya seperti ini. Tapi kalau nyonya ingin menganti nya dengan yang lain, saya bisa menggantikannya nyonya." Jawab wanita penata rias itu.
" Hmm, Boleh mbak, saya ingin menganti hijabnya." Jawab Wiyah.
Wanita penata rias itu mengangguk mengerti, lalu mencarikan hijab yang cocok dan sesuai keinginan Wiyah. Wanita itu menggantikan hijab Wiyah dengan warna navy yang sama seperti pekaian yang Wiyah kenakan.
( Mungkin seperti ini model hijab nya.)
" Apa nyonya suka dengan hijab nya." Tanya wanita penata rias itu sambil menatap kearah Wiyah.
Wiyah mengangguk mengiyakannya karena dia suka dengan penampilan nya sekarang dengan hijab yang menutupi tubuhnya di bagian atas.
" Iya mbak saya suka. Terimakasih." Jawab pada Wiyah tersenyum senang karena hijabnya sesuai dengan keinginannya.
Wanita yang mendengar jawaban dari Wiyah ikut tersenyum, karena wanita itu merasa senang dengan respon kliennya itu.
" Iya nyonya, terimakasih kembali. saya ikut senang kalau anda menyukai hasil kerja saya." Jawab penata rias itu tersenyum.
.
.
Wiyah menuruni anak tangga satu persatu dengan begitu sangat agun dan terlihat cantik.
__ADS_1
Zain, Fazri dan bu Neneng melihat kearah Wiyah saat mendengar suara langkah kaki menuruni anak tangga.
Mereka terkesima melihat penampilan dari Wiyah yang terlihat begitu sangat cantik di saat sore menjelang malam kali ini.
Wiyah berdiri dihadapan tiga orang yang menatap kearahnya.
" Apa ada yang salah dari penampilan ku." Tanya Wiyah menatap ketiganya yang hanya diam.
Ketiga orang yang mendengar pertanyaan dari Wiyah, langsung sadar dari ke terpukauan mereka.
" Tidak ada nona Wiyah, anda terlihat begitu sangat cantik bahkan tidak ada yang kurang." Jawab Bu Neneng. Bu Neneng ikut senang dengan perubahan dari tuan nya, yang kini begitu sangat menyayangi istrinya berbeda dengan kemarin saat Wiyah baru pindah di rumah ini.
Jika dulu Wiyah memiliki kamar sendiri, maka berbeda dengan ini karena tuan dan nyonya nya sudah tidur dalam satu kamar yang sama.
" Benar benget bu Neneng, kakak terlihat begitu sangat cantik. Masyaallah, pasti abang akan terdiam saat melihat istrinya yang terlihat jauh lebih cantik lagi." Sambung Fazri yang ikut memuji kakak iparnya itu.
Wiyah yang mendengar pujian dari keduanya, hanya bisa tersenyum malu-malu." Terimakasih bu Neneng, Fazri." Ucap Wiyah.
" Terimakasih nona. Pasti tuan saya suka dengan hasil kerja anda." Ucap Zain.
" Iya sama-sama nona." Jawab Zain tersenyum.
Setelah berpamitan dengan Zain, Fazri dan Wiyah. Wanita itu kembali kerumahnya, karena pekerjaan nya sudah selesai.
Zain menatap kearah Wiyah." Mari nona Wisyah, tuan Fazar sudah menunggu anda." Ucap Zain dengan sopan sambil menundukkan kepalanya hormat.
" Eh, iya tuan. Tapi tuan Zain kita mau kemana. Emangnya kak Fazar sedang menunggu dimana, sampai tidak memberitahukan nya ke aku." Tanya Wiyah. Wiyah penasaran, kenapa suaminya itu menyuruhnya berdandan seperti ini, dan menyuruhnya Zain untuk mengantarkan nya di suatu tempat.
Kenapa suaminya tidak mengatakannya langsung kalau mereka ingin pergi ke suatu tempat.
" Maaf Nona Wisyah, saya tidak bisa memberitahukan anda, karena saya hanya menjalankan tugas dari tuan Fazar." Jawab Zain.
Walaupun bingung tapi Wiyah hanya mengangguk dan mengikuti permintaan suaminya itu. Tapi dalam pikiran nya penuh dengan pertanyaan.
" Ngga usah bingung kak Wiyah, mungkin abang sedang membuatkan kejutan untuk kak Wiyah." Ucap Fazri saat melihat kakaknya itu hanya diam karena bingung, Abang nya itu ingin membawanya kemana." Nanti kalau abang-abang macam-macam. Kak Wiyah bisa ngomong sama aku. Biar nanti aku ngomong sama bunda, biar abang mendapatkan hukuman, karena dengan berani menyakiti menantu kesayangan bunda." Ucap Fazri.
Mendengar ucapan adik iparnya itu membuat Wiyah tersenyum." Kamu ada-ada Zri, kak Fazar ngga bakalan nyakitin kakak." Ucap Wiyah hanya bisa menggeleng.
__ADS_1
" Takutnya kak." Ucap Fazri sambil terkekeh membuat Wiyah hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, karena merasa aneh dengan perkataan Fazri.
" Aku takut kalau sampai abang menyakiti kakak seperti dulu." Batin Fazri menatap kearah Wiyah.
" Insyaallah kak Fazar tidak akan seperti itu dek, karena kak Fazar sudah berubah, tidak akan seperti dulu lagi." Jawab Wiyah membuat Fazri tersenyum.
🍃🍃🍃🍃🍃
Wiyah menatap kearah luar, karena mereka akan pergi ke suatu tempat yang entah dimana itu.
Wiyah merasa bosan berada di dalam mobil sendiri. Walaupun mereka berdua tapi sekertaris dari suaminya itu hanya diam tidak berbicara apapun.
" Sebenarnya apa yang kak Fazar rencanakan. Kenapa kak Fazar tidak memberitahukan apapun, kalau dia ingin ke suatu tempat." Batin Wiyah bingung.
Wiyah penasaran apa yang suaminya itu rencanakan sebenarnya.
Tidak lama mereka singgah di suatu tempat yang menurut Wiyah begitu sangat asing. Tempat itu seperti villa yang begitu sangat luas bergaya eropa.
" Masyaallah, tempat apakah ini begitu sangat mewah." Batin Wiyah menatap kearah halaman villa itu yang begitu sangat luas.
" Mari nona Wisyah, tuan Fazar sudah menunggu anda didalam." Ucap Zain sambil membukakan pintu untuk Wiyah.
" eh, iya tuan Zain. Terima." Ucap Wiyah sambil turun dari mobil.
" Maaf nona Wisyah, saya tidak bisa mengantarkan anda, karena tugas saya hanya sampai di sini untuk mengantarkan nona Wisyah. Nona Wisyah bisa masuk saja kedalam karena tuan sudah menunggu anda." Ucap Zain.
" Kenapa begitu tuan Zain." Tanya Wiyah bingung.
" Saya tidak tahu nona Wisyah. Karena saya hanya menjalankan tugas saya" Jawab Zain." Kalau begitu saya ijin pergi nona. Karena tugas saya untuk mengantarkan nona Wisyah sudah selesai." Ucap Zain kembali.
" Iya tuan Zain, Terimakasih." Ucap Wiyah.
" Iya sama-sama nona Wisyah, kalau begitu. permisi." Ucap Zain, setelah itu kembali masuk kedalam mobilnya.
Sedangkan Wiyah menatap rumah itu yang begitu sangat luas, walaupun gugup tapi Wiyah tatap melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam.
...----------------...
__ADS_1