Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Ban 104


__ADS_3

Kesabaran ku membawa cinta


Fazar menatap mansion yang begitu sangat besar dan mewah. Mansion didepan matanya, sama seperti mansion nya yang berada di kota S, Jakarta dan kota lainnya. Yang Author ngga tahu kota mana saja itu,


Zain dan Fazar melangkah masuk kedalam mansion. Saat mereka masuk. Fazar sudah di sambut sebuah foto besar yang sengaja di simpan di rungan tamu. Yang menandakan kalau mereka begitu sangat di terima di mansion itu.


Foto kedua pria muda bersama dengan pria paruh baya yang sedang tersenyum sedangkan yang satunya tidak.


" Ayah." Gumam Fazar saat menatap foto besar itu.


Ya kedua foto itu, adalah foto ayah Aldevaro, tuan Aslan dan juga kakek Azlan yang sedang tersenyum. Pria muda yang sedang tersenyum itu ayah Aldevaro sedangkan yang tidak tersenyum itu adalah paman Aslan.


Fazar yang melihat foto almarhum ayahnya terpajang di mansion itu merasa begitu sangat terharu sampai membuat matanya berkaca-kaca. Tapi dengan cepat Fazar mengusap matanya, agar ia tidak terlihat seperti sedang menangis.


" Kalian sudah datang." Tanya seseorang dengan suara beratnya yang berada di samping Fazar.


Fazar dan Zain menoleh kearah samping mereka. Fazar bisa melihat kalau tuan Aslan sedang berdiri dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan juga sembab menandakan kalau tuan Aslan baru saja selesai menangis.

__ADS_1


Fazar yang melihat paman nya itu, melangkah mendekati paman Aslan." Paman kira kamu tidak akan datang Fazar, mengingat seperti apa paman selama ini selalu menolak bunda kalian." Ucap tuan Aslan dengan mata yang kembali meneteskan air mata.


Fazar yang mendengar ucapan dari tuan Aslan merasa sakit, karena Fazar tahu seperti apa sakitnya saat bundanya dulu, saat tidak di terima di keluarga Roshan Karena bunda Sisi hanyalah keluarga dari kalangan bawah sedangkan ayah Aldevaro adalah kalangan atas.


" Maafkan paman Fazar, maafkan kesalahan paman selama ini yang tidak pernah menganggap kalian ada. Yang selalu mengabaikan kalian, sampai membuat masalah agar kedua orang tua kalian berpisah." Ucap tuan Aslan kembali sambil meminta maaf dengan tangan di tengkupkan di atas dada.


Tuan Aslan begitu sangat bersalah terhadap keluarga adiknya itu yang selama ini ia sakiti sampai adiknya meninggal, tapi tuan Aslan selalu mencoba menyakiti mereka.


Mendengar permintaan maaf yang keluar dari mulut paman Aslan membuat Fazar ingin menangis tapi Fazar kembali menahan tangisnya itu, karena kata ayah Aldevaro. Dia tidak boleh menangis saat menghadapi masalah seperti sekarang, agar orang tidak berpikir kalau dia lemah.


" Apa paman tahu, selama ini paman selalu melakukan perbuatan apa saja kepada ayah dan bunda.


Tapi ayah dan bunda selalu mengajari kami dengan kata maaf. Yaitu selalu memaafkan orang yang sudah melakukan kesalahan yang begitu sangat besar ataupun kecil. Karena dengan kata maaf, maka tidak akan ada musuh dalam hidup seseorang.


Ayah juga selalu berkata, selalu sabar menghadapi masalah karena sabar mu akan membuat orang capek untuk mengusikmu.


Ayah juga mengatakan, kalaupun orang berbuat jahat padamu, jangan pernah kamu membalaskannya dengan kejahatan, karena kamu akan sama seperti orang itu. dan jika ada orang yang meminta maaf kepadamu, kamu harus memaafkannya, walaupun orang itu begitu sangat besar melakukan kesalahan kepadamu." Jelas Fazar.

__ADS_1


Entahlah kekesalannya selama ini membuat Fazar ingin merah kepada pamannya, tapi Fazar selalu mengingat pesan dari almarhum ayahnya untuk tidak merah kepada pamannya, karena selama ini tuan Aslan tidak bersalah. Melaikan ayah Aldevaro lah yang bersalah, karena ayah Aldevaro lebih memilih cinta dan memilih meninggalkan keluarganya dan juga kemewahan dalam kehidupannya. Untuk memilih seorang wanita yang biasa saja. Karena itulah tuan Aslan selalu mengganggu keluarga adiknya, agar ayah Aldevaro mau kembali kedalam keluarga Roshan, memilih meninggalkan istrinya dan juga anaknya.


Karena mengingat pesan dari ayahnya, membuat emosi dan kekesalan Fazar berubah menjadi sebuah kalimat singkat tapi penuh dengan tamparan besar untuk paman nya itu.


Sedangkan tuan Aslan yang mendengar jawaban dari Fazar semakin membuat tuan Aslan tertampar, karena tuan Aslan bisa merasakan dari kalimat yang Fazar ucapakan.


" Mungkin kesalahan paman tidak akan bisa di maafkan Fazar, tapi. Maukah kamu memaafkan kesalahan paman selama ini." Tanya tuan Aslan menatap keponakannya itu dengan tatapan sendu.


" Paman tidak memiliki kesalahan kepada ku paman. Tapi paman memiliki kesalahan kepada ayah dan bunda. Paman tidak boleh meminta maaf kepada aku, karena paman tidak pernah menyakiti kami melaikan bunda dan ayah." Jelas Fazar, semakin membuat tuan Aslan merasa bersalah." Paman, kami begitu sangat menyayangi paman, walaupun paman tidak pernah menganggap kami ada, sebagai anak keponakan paman, karena kami tidak terlahir dari rahim wanita kalangan atas melainkan wanita kalangan bawah seperti bunda." Jelas Fazar kembali." Maafkan aku paman yang sudah berkata seperti itu kepada paman." Ucap Fazar kembali. Saat Fazar akan mengangkat kedua tangan nya, untuk dia tengkupkan. Tuan Aslan langsung menyingkirkan tangan Fazar. Dan dengan tiba-tiba tuan Aslan langsung memeluk tubuh Fazar.


" Jangan pernah mengatakan hal itu Fazar. karena tidak ada namanya rahim kalangan atas atau bawah. Semua sama, sama-sama di ciptakan oleh Allah dan dilahirkan oleh seorang wanita walaupun mereka berbeda. Kamu tidak boleh meminta maaf Fazar, karena apa yang kamu katakan semuanya benar. Maafkan paman yang terlambat menyadari akan kehadiran kalian." Ucap tuan Aslan sambil memeluk tubuh Fazar dengan erat." Apakah kamu mau memaafkan paman, karena tidak mau mengakui kehadiran kalian." Tanya tuan Aslan yang masih memeluk tubuh Fazar.


" Walaupun paman tidak meminta maaf, tapi kami tidak akan pernah marah kepada paman. Karena kami selalu menganggap paman adalah paman kami, walaupun paman tidak pernah menganggap kami ada selama ini. Selama hidup kami, ayah selalu mengajarkan kami untuk tidak dendam kepada seseorang termasuk paman kami sendiri" Jawab Fazar kembali.


Ya, Fazar tidak pernah marah kepada tuan Aslan ataupun dendam, Walaupun tuan Aslan sudah melakukan banyak kesalahan kepada kedua orang tuanya. Karena sampai akhir hayat almarhum ayah Aldevaro tapi kedua adik, kakak itu tidak pernah berbicara.


...----------------...

__ADS_1


Alhamdulillah hari ini tiga bab ya.


Kalau ada yang salah langsung kasih tau author, soalnya author nulisnya lagi ngantuk.


__ADS_2