
" Berhenti nona." Ucap orang itu menghentikan perbuatan dari wanita yang berusaha untuk melecehkan Fazar.
Para bodyguard itu langsung dengan cepat menangkap wanita lalu, dan menjauhkan dari Fazar.
" Amankah wanita jangan biarkan dia sampai lepas." Suruh Zain dengan tegas menatap tajam kearah wanita itu.
" Tidak, aku tidak mau." Jawab wanita itu berusaha untuk memberontak.
Wanita yang hanya mengunakan pakaian sexy yang memperhatikan bentuk tubuhnya, berusaha untuk lari, tapi sayang. Para bodyguard sudah berhasil menangkapnya lalu mengamakan wanita kedalam mobil satunya.
Sedangkan Zain berusaha untuk menyadarkan Fazar yang kini sudah bertelanjang dada.
" Tuan, maafkan aku. Karena hampir saja terlambat datang untuk menolong mu." Ucap Zain menatap Fazar yang kini sedang gelisah.
Zain segera mengambil alih mobil Fazar, untuk segera ke hotel tempat dimana Fazar akan menginap malam ini.
Zain tidak mengantar Fazar di rumah sakit, karena Zain tahu, apa penawar untuk penghilang obat perangsang itu.
.
.
__ADS_1
Sesampainya di hotel, Fazar segera di bantu oleh Zain bersama dengan satu bodyguardnya untuk membantu Fazar naik kelantai atas. Karena sekarang Fazar sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi akibat panas pada tubuhnya yang membuat Fazar mengeluarkan suara jahanam itu yang keluar dari mulutnya. Zain sengaja lewat pintu belakang, karena tidak ingin melihat seperti apa keadaan Fazar sekarang.
Sesampainya di kamar inap Fazar. Zain segera membawa tubuh Fazar kedalam kamar mandi. Lalu memasukkan Fazar kedalam bathtub yang sudah terisi air dingin, karena Zain sendiri yang menyuruh orang suruhannya untuk menyiapkan air hangat untuk Fazar. Setelah menyadari kondisi Fazar yang sedang terpengaruh oleh obat p**angsang.
Zain membiarkan tubuh Fazar terendah dalam air dingin sampai, Fazar merasa baikan.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Hampir dua jam setengah Fazar berada di dalam bathtub yang terisi air dingin. Kini Fazar merasa sedikit lebih baik ketimbang tadi. Mungkin pengaruh obat p**angsang itu sudah menghilang dari tubuh Fazar.
Fazar keluar dari bathtub lalu melilitkan handuk di tubuhnya. Walaupun masih merasa lemas tapi Fazar berusaha untuk melangkah keluar, lalu melangkah duduk disisi ranjang.
" Tuan, bagaimana dengan keadaan anda, apakah sudah lebih baik." Tanya Zain sambil memberikan segelas air.
" Apa karena gadis itu. Tapi itu tidak mungkin, mengingat seperti apa penampilan wanita itu." Batin Fazar menolak kalau wanita itu yang sengaja memberikan air yang tadi dia minum dengan obat perangsang." Tapi bisa saja, itu hanya penampilan nya saja karena ingin menutupi siapa dirinya sebenarnya, agar membuat rencananya untuk menjebak ku berhasil." Batin Fazar mengingat wanita masalalunya yang berpenampilan tertutup agar menutupi seperti apa kelakuannya yang sebenarnya.
" Kami sudah memeriksa minuman yang tadi tuan minum, ternyata mengandung obat perangsang yang begitu sangat banyak, makanya tuan sendiri tidak bisa mengendalikan diri tuan akibat minum itu. Dan wanita itu memang sengaja ingin menjebak tuan karena suruhan seseorang." Jelas Zain memberitahukan siapa wanita itu.
" Wanita itu bernama keli, berusia dua puluh tiga tahun, berkerja sebagai wanita malam." Jelas Zain kembali membuat Fazar mengangguk mengerti.
" Antarkan aku kepada wanita itu, aku ingin mengetahui seperti apa ciri-ciri dari dari orang yang sudah menyuruhnya untuk menjebak ku." Ucap Fazar kemudian berdiri dari duduknya.
__ADS_1
" Baik tuan." Jawab Fazar.
Fazar segera menganti bajunya mengunakan kemeja. Karena Fazar akan menemui wanita itu.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Tidak membutuhkan waktu lama, Fazar telah sampai ditempat dimana wanita itu sedang disekap, dan di interogasi oleh suruhan Zain.
Fazar melangkah masuk kedalam lalu menemui wanita itu yang sedang duduk di kursi dengan tangan yang di ingat kebelakang.
Fazar mendekati wanita itu.
" Siapa yang menyuruhmu." Tanya Fazar dengan suara dingin membuat wanita itu merasakan ketakutan." Aku bertanya kepadamu siapakah orang yang sudah menyuruh mu untuk menjebak ku." Tanya Fazar dengan cara membentak wanita itu karena tidak menjawab pertanyaannya.
" A_ku di suruh oleh orang yang sudah memberikan anda minuman tadi tuan." Jawab wanita itu terbata-bata karena takut dengan Fazar. Wanita itu hanya menundukkan kepalanya karena merasa begitu sangat takut dengan wajah Fazar.
" Apakah wanita itu." Fazar menceritakan seperti apa ciri-ciri dari wanita yang tadi memberikan nya minuman saat di mesjid.
" Be_nar tuan, dia wanita itu yang menyuruhku." Jawab wanita itu kembali.
...----------------...
__ADS_1
Author mau double up hari ini.
Cuman author mau minta hadiah nih, kalau boleh π.