Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 43


__ADS_3

" Berhenti." Suruh Fazar membuat Wiyah menghentikan memijat kepala Fazar.


" Iya tuan, apakah aku memijat anda terlalu kuat." Tanya Wiyah merasa takut kalau pijatannya tadi itu terasa sakit karena terlalu kuat ia memijatnya.


" Tidak. Tapi aku menginginkan kalau kamu memijat bagian bahu karena di situ juga terasa sakit." Jawab Fazar.


" Bagian bahu tuan." Tanya Wiyah merasa bingung dengan permintaan suaminya itu." Apakah ini yang Fazri katakan tadi, kalau tuan akan manja ketika dia sedang sakit." Batin Wiyah menatap bingung suaminya itu.


" Iya." Jawab Fazar singkat, yang membuat Wiyah beralih memijat bagian bahu Fazar. Walaupun ragu di tambah dengan perasaan yang dek dekan, tapi Wiyah tetap melakukan apa yang Fazar suruh untuk memijat bahu Fazar. Wiyah bisa merasakan kalau bahu itu terasa begitu sangat kekar yang membuat kedua tangan Wiyah begitu sulit saat memijat bahu Fazar.


" Pijitanmu tidak ada rasanya sama sekali di bahuku. Apa kamu memijatku atau sedang menggoda ku." Tegur Fazar yang tidak merasakan sama sekali pijatan dari istrinya itu, yang ada ia merasakan sentuhan dari Wiyah seperti sedang menggodanya.


Mendengar ucapan dari Fazar membuat Wiyah langsung menghentikan tangannya yang sedang memijat Fazar.


" Maaf tuan, aku akan lebih kuat lagi." Jawab Wiyah. Wiyah kembali memijat Fazar sedikit lebih kuat karena suaminya itu mengatakan kalau perusahaan pijatannya tidak terasa sama sekali di tubuhnya.


" Apa kamu ingin membunuhku, sampai kamu memijit ku begitu sangat kuat." Tegur Fazar kembali karena merasakan kalau pijitan dari istrinya itu terasah sakit di bahunya.


" Pelan salah keras juga salah, mau bagaimana lagi sih." Gerutu Wiyah dalam hatinya karena sudah merasa kesal dengan tingkat suaminya itu. Bagaimanapun manusia memiliki batas kesabaran. Pikir Wiyah.


" Jangan mengerutkan ku dalam hati, aku masih bisa mendengarnya." Ucap Fazar yang seperti tahu kalau Wiyah sedang mengerut karenanya.


Mendengar ucapan Fazar yang seperti tahu kalau ia sedang mengerut membuat Wiyah langsung terkejut." Maaf tuan." Ucap Wiyah.


" Cepat lanjutkan, aku tidak mau kalau kamu berlama-lama disini." Suruh Fazar kembali dengan nada tegasnya.


" Baik tuan."


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Waktu dan menit berganti menjadi jam yang berputar, mengubah waktu agar bisa berganti menjadi hari yang berbeda. Tidak terasa sudah seminggu saat di mana Wiyah memijit Fazar yang sedang sakit. Kini hubungan mereka, bisa di katakan lebih baik karena Fazar tidak seperti saat mereka menikah.


Walaupun Fazar masih dingin dan berkata ketus, tapi Fazar tidak pernah lagi menganggap Wiyah seperti wanita m**ahan. Fazar tidak pernah lagi menghina Wiyah seperti kemarin-kemarinnya, sebelum keduanya menikah.


Rumah tangga yang mereka jalani juga masih sama karena Fazar selalu saja berkata dingin ke Wiyah. Tapi Fazar tidak pernah menolak masakan yang Wiyah masak, malahan dengan senang hati Fazar menikmati masakan yang Wiyah masak.


Walaupun Fazar belum bisa menerima Wiyah, tapi ia tidak pernah menolak apa yang istrinya itu masak atau mengerjakan tugasnya sebagai istri.


Fazar tidak melarang Wiyah lagi untuk masuk kedalam kamarnya lalu menyentuh semua barang-barangnya, karena Fazar sudah mengijinkan Wiyah untuk menyiapkan semua kebutuhannya.


Sedangkan Wiyah akan terus berusaha untuk merebut hati Fazar. Wiyah tidak pernah berkata menyerah karena Wiyah tahu kalau Fazar akan berubah. Contohnya seperti sekarang Fazar begitu sangat senang dengan makanan yang ia masak dan Fazar juga sudah mau menerimanya saat ia mengerjakan tugasnya sebagai seorang istri yang mengatur semua keperluan dari suaminya itu.


Seperti pagi ini Wiyah sudah di sibukkan


dengan kegiatannya, yaitu menyiapkan air mandi untuk Fazar dan juga pekaian kantor untuk di pakai Fazar.


Karena selesai sholat subuh Fazar kembali melanjutkan tidurnya. Karena Fazar berpikir kalau ia tidak melakukan apapun pagi ini makanannya ia kembali melanjutkan tidurnya.


" Tuan bangun ini sudah pagi, bukannya tuan memiliki pertemuan pagi ini." Ucap Wiyah membangunkan Fazar. Karena Wiyah sudah di beritahu oleh sekertaris dari suaminya itu kalau Fazar pagi memiliki pertemuan penting.


Sedangkan Fazar yang di bangunkan tidak merespon sama sekali panggilan dari Wiyah.


" Tuan.." Wiyah membangunkan Fazar kembali sambil menggoyangkan pundak Fazar dengan pelan.


Fazar yang mendengar panggilan dari Wiyah membuatnya menggeliat kecil.


" Tuan, bangunlah ini sud_" Belum selesai Wiyah melanjutkan ucapannya, Fazar sudah menariknya.


" Aaaa, tuan." Pekik Wiyah kaget, saat Fazar menariknya, yang membuat Wiyah kehilangan keseimbangan karena terkejut dengan tarikan Fazar yang membuatnya langsung jatuh di samping Fazar. Sedangkan kepalanya terbentur dada bidang suaminya itu

__ADS_1


" Tuan." Bisik Wiyah pada dirinya sendiri saat merasakan kalau sekarang ia berada tepat di samping Fazar.


🌺🌺🌺🌺🌺


Di kota J.


Mobil mewah memasuki pekarangan sebuah mansion yang terlihat begitu sangat mewah.


Setelah memarkirkan mobilnya di parkiran khusus untuk mobil.


Seorang pria muda memasuki mansion itu, kedatangannya Langsung di sambut oleh para pelayan di mansion itu.


Saat pria itu ingin melangkah naik kelantai atas mengunakan pintu lift.


Pria paruh baya menghentikan langkah dari pria muda itu.


" Maaf tuan muda, tuan besar memanggil anda untuk menemuinya di ruangan kerjanya." Ucap pria paruh baya itu. Pria paruh baya itu bernama Fikri, pria paruh baya itu bekerja sebagai kepala pelayan di mansion.


Sedangkan pria muda itu hanya mengangguk, tanpa menjawab ucapan dari kepala pelayan itu. Ia melangkah meninggalkan kepala pelayan itu untuk masuk kedalam rungan kerja papinya.


Saat pria muda itu sudah berada di ruangan kerja papi nya, ia bisa melihat kalau papinya itu sedang duduk di kursi kerjanya.


" Apa yang kamu bicarakan satu minggu yang lalu bersama dengan pria itu." Tanya pria paruh baya itu yang menyadari kalau ada yang masuk kedalam ruangannya.


Sedangkan pria muda itu yang mendengar pertanyaan dari papi nya hanya bisa menghembuskan nafasnya.


Pria muda itu sudah menduga kalau papinya pasti akan mengetahui kalau ia bertemu dengan seseorang satu minggu yang lalu.


" Abizard Adli Roshan. Aku bertanya kepadamu, Apa yang kamu bicarakan dengan pria itu."

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2