
Wiyah dan Fazar yang sudah berada didalam mobil hanya diam, karena keduanya berada pada pikiran mereka masing-masing
Wiyah menyadarkan tubuhnya di sandaran kursi mobil, sedangkan pandangannya menatap kearah luar, yang memperlihatkan keindahan kota tokyo pada malam hari.
Wiyah sedang berpikir bagaimana dengan hubungan mereka sekarang, yang bisa dibilang lumayan membaik. Wiyah juga tidak pernah mendengar Fazar membentaknya atau berkata kasar kepadanya seperti awal mereka menikah sebulan yang lalu. Malahan sekarang Fazar terlihat lebih lembut padanya, walaupun nada dari ucapannya masih dingin dan ketus.
Tapi Wiyah bisa merasakan kalau Fazar sedikit berubah dari sebelumnya. Sekarang Fazar lebih banyak bicara dan selalu mementingkan nya, ketimbang yang kemarin.
Apakah Fazar sudah berubah atau hanya Pikiran Wiyah saja, yang selalu berfikir kalau Fazar sekarang sudah berubah.
Tapi jika benar Fazar sudah berubah, apa mungkin pernikahan mereka bisa dipertahankan, atau akan berakhir seperti perkataan Fazar satu bulan yang lalu.
Apakah pernikahan mereka akan berakhir setelah Fadil kembali sembuh, dan Fazar akan melepaskannya nanti.
Memikirkan hal itu membuat Wiyah selalu berpikir untuk mundur saja, dari perjuangannya, merebut hati suaminya, karena Wiyah takut kalau perasaan tidak akan terbalaskan, dan dia akan terjebak dalam cinta yang tidak terbalas.
Tapi Wiyah juga selalu berpikir untuk tetap bertahan, karena Wiyah yakin kalau dia bisa merebut perasaan suaminya itu yang begitu sangat membengku.
" Ya Allah tetapkan lah hatiku untuk tetap kuat merebut perasaannya, dan kuatkan perasaan ku, agar aku tidak berpikir untuk mundur, karena aku tidak sanggup untuk merebut cintanya. Semoga apa yang terjadi selama beberapa hari ini, akan menjadi awal dari kesabaran ku yang membawa cinta untuknya." Batin Wiyah yang terus menguatkan dirinya untuk tidak mundur, walaupun dalam hati kecilnya Wiyah takut, kalau perasaannya terhadap Fazar tidak akan terbalaskan.
Wiyah selalu bertanya apakah dia sudah mulai menyukai Fazar atau belum. Karena Wiyah bingung dengan perasaannya sekarang. karena Wiyah tidak terlalu memahami arti dari cinta, dan bagaimana rasanya mencitai dan dicintai.
Karena Wiyah maupun Fazar yang hanya diam, dan terlalu fokus pada pikiran mereka masing-masing. Membuat Fazar dan Wiyah tidak merasakan kalau mereka sudah sampai ditempat acara, tempatnya di sebuah hotel.
" Nona, tuan. kita sudah sampai di tempat acaranya." Ucap Zain membuat keduanya yang tadi asyik dengan lamunannya langsung sadar dan sama-sama melihat kearah depan.
Mereka bisa melihat suasana diluar gedung yang terlihat begitu sangat cantik, karena banyak hiasan lampu warna warni yang menghias setiap jalan untuk masuk kedalam.
Bukan itu saja, terlihat kalau acara yang diadakan pasti begitu sangat mewah.
__ADS_1
Wiyah dan Fazar bisa melihat dari dalam mobil, kalau diluar banyak orang-orang penting yang baru saja datang seperti mereka.
" Apakah ini tempat acaranya tuan." Tanya Wiyah menatap kearah luar.
" Ya ini, tempatnya." Jawab Fazar." Lebih baik sekarang kita keluar dari mobil, untuk masuk kedalam, lalu menemui keluarga pengantin dan juga pengantin untuk mengucapkan selamat buat mereka." Jelas Fazar yang membuat Wiyah langsung merasa ragu untuk keluar dan masuk kedalam acara, saat Wiyah melihat keadaan di luar yang begitu sangat banyak orang dari kalangan atas
Karena melihat suasana diluar membuat Wiyah merasa ragu untuk keluar, karena menurut Wiyah dia begitu sangat tidak pantas untuk berada di acara seperti saat ini. Apalagi acara yang Wiyah datangi adalah acara orang kalangan atas bukan kalangan dibawah sepertinya.
Wiyah juga berfikir, Apakah dia pantas bersanding disisi Fazar sebagai istrinya, sedangkan dia hanya kalangan biasa. Seharusnya dia menjadi wanita biasa saja, yang tidak cocok bersama dengan Fazar.
" Kenapa kamu malah diam." Tanya Fazar menatap kearah Wiyah yang dari tadi hanya diam tidak menjawab ucapannya." Apa kamu takut untuk masuk kedalam." Tanya Fazar yang berfikir kalau Wiyah takut untuk masuk kedalam acara.
Mendengar pertanyaan dari Fazar membuat Wiyah menggeleng." Tidak tuan, aku tidak takut untuk masuk kedalam, hanya saja aku merasa ragu untuk masuk kedalam bersama dengan anda." Jelas Wiyah memberitahukan keraguannya.
Mendengar jawaban dari Wiyah membuat Fazar mengerutkan keningnya bingung." Kenapa kamu merasa ragu untuk masuk kedalam bersama denganku. Apa kamu takut kalau nanti orang-orang di sana mengira kalau kamu itu adalah simpanan ku." Tanya Fazar membuat Wiyah menggeleng.
" Dasar gadis bodoh, pikiran mu terlalu sempit. Orang tidak akan berpikir seperti itu, karena mereka tidak ada yang mengenalmu, dan mereka akan berpikir biasa saja saat melihat mu bersamaku." Jelas Fazar menghilangkan pikiran aneh dari Wiyah." Lebih baik kamu tidak usah berpikir aneh-aneh. Karena aku mau masuk kedalam. Tapi kalau kamu tidak mau ikut masuk, ya ngga apa-apa, biar aku masuk sendirian, dan aku akan meninggalkan kamu disini, sendirian." Ucap Fazar dengan ancamannya yang membuat Wiyah langsung menggeleng, karena Wiyah tidak mau kalau sampai dia ditinggalkan sendiri didalam mobil.
" Aku tidak mau di tinggal sendiri tuan, lebih baik aku ikut bersama dengan anda." Jawab Wiyah.
" Kalau begitu, hilangkan pikiran aneh mu itu. karena sekarang kita akan keluar dari mobil bersama-sama, lalu untuk masuk kedalam acara. Karena mereka pasti sudah menunggu ku." Ucap Fazar membuat Wiyah mengangguk mengerti.
Sedangkan Zain yang dari tadi berada didalam mobil, karena belum keluar. Bisa mendengar perdebatan keduanya. Zain hanya bisa geleng-geleng mendengar ucapan, suami, istri itu.
Tapi Zain juga salut dengan Fazar, yang bisa membuat perasaan ragu Wiyah untuk masuk kedalam seakan hilang.
" Pasangan yang benar-benar cocok." Batin Zain yang hanya tersenyum sambil melirik keduanya lewat kaca spion.
Zain turun duluan dari mobil untuk membukakan pintu buat Fazar dan Wiyah.
__ADS_1
Setelah pintu mobil terbuka, Fazar melangkah turun duluan dari dalam mobil, barulah Wiyah. Fazar mengeluarkan tangannya ke Wiyah saat melihat gadis itu yang sedikit kesulitan keluar dari dalam mobil, yang membuat Fazar berinisiatif untuk membantu Wiyah keluar dari mobil.
Sedangkan Wiyah yang melihat Fazar mengulurkan tangannya untuk membantunya keluar dari mobil. Membuat Wiyah menyambut uluran tangan dari Fazar, lalu melangkah keluar dari mobil.
Saat Wiyah keluar dari mobil, semua mata orang-orang langsung tertuju pada mereka, yang memerhatikan pasangan itu, yang baru keluar dari dalam mobil.
Orang-orang itu, tentu mengenal siapa Fazar sebenarnya, karena yang datang di acara itu sama-sama rekan bisnis Fazar atau para investor yang menanam saham di perusahaan Fazar.
Siapa sih, yang tidak mengenal pria berusia dua puluh delapan tahun. Pria muda, yang sukses di setiap bisnisnya, membuat namanya begitu sangat dikenal di perusahaan Al grup. Perusahaan terbesar di Indonesia, dan pria muda itu juga berhasil menduduki peringkat orang ketiga, yang terkaya di dunia. Pria yang begitu sangat di kagumi oleh setiap kaum wanita, tapi sayang Fazar begitu sangat dingin, yang membuat Fazar dikabarkan masih sendiri. Tapi malam ini sedikit berbeda, karena Fazar datang tidak sendirian seperti acara lainnya, karena Fazar datang bersama dengan seorang gadis disampingnya.
Siapa gadis itu, apakah kekasih Fazar atau tunangannya. Orang-orang yang berada di situ bertanya-tanya saat melihat kehadiran Wiyah di samping Fazar.
.
.
.
.
Buat teman-teman makasih sudah mau mendukung karya author. Makasih juga buat teman-teman yang sudah memberikan author, like, hadiah dan vote nya. Dan komentar kalian yang begitu sangat positif membuat author makin semangat buat update.
Insyaallah, author akan usahain update setiap harinya, walaupun author begitu sangat sibuk benget selama bulan Ramadhan ini, tapi author selalu usahain biar bisa update.
Sekali lagi terimakasih buat teman teman
Salam manis dari author 😉
...----------------...
__ADS_1