Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
210


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


Fina dan Fadil, sama-sama terkejut mendengar ucapan beberapa orang itu, yang ingin membawanya ke rumahnya pak RT, karena mereka akan di sindang.


" Ada apa ini pak, kami tidak melakukan kesalahan, lalu kenapa kami ingin dibawah ke rumahnya pak RT untuk di sidang." Tanya Fadil bingung, karena beberapa orang itu ingin membawa mereka ke pak RT, sedangkan mereka tidak melakukan kesalahan apapun.


" Sebaiknya kalian keluar sekarang, nanti baru kalian mendapatkan jawabannya setelah sampai di rumah pak RT." Jawab pria itu." Cepat kalian keluar, sebelum kami yang memaksa kalian untuk keluar dari mobil ini secara paksa ".


Antara bingung, tapi Fadil tetap menuruti perintah dari orang-orang itu, untuk keluar dari mobilnya, Tapi sebelum Fadil keluar, ia menoleh kearah Fina terlebih dahulu. Fadil bisa melihat kalau Fina sama terkejutnya seperti dirinya.


" Kak, aku takut untuk keluar, aku takut kalau sampai mereka berbuat macam-macam terhadap kita nanti ". Lirih Fina sambil menatap Fadil. Apalagi Fina merasa, kalau sesuatu yang tidak diinginkan akan terjadi kepada mereka.


" Jangan takut Fin, ada aku disini bersamamu. Kita sama-sama keluar, dan mengikuti perintah mereka untuk bertemu dengan RT disini ". Ucap Fadil menenangkan Fina, yang terlihat ketakutan.


" Apa kalian tidak ingin keluar, dan berpikir untuk melarikan diri."


" Kami akan keluar pak, dan kami tidak akan berpikir melarikan diri sebelum masalah ini selesai." Jawab Fadil sambil membuka pintu mobilnya. Setelah Fadil keluar dari pintu mobilnya, kini giliran Fina juga ikut menyusul keluar.


Fina menuduhkan kepalanya karena takut, saat menyadari kalau beberapa pria itu sedang menatap kearahnya. Sedangkan Fadil yang menyadari tatapan dari orang-orang itu, langsung melangkah mendekati Fina, lalu merangkul pinggang gadis itu, karena Fadil tau kalau Fina pasti takut dengan tatapan orang-orang itu.


" Jangan takut Fin, ada aku disini." Bisik Fadil, membuat Fina menoleh kearah Fadil lalu menganggukkan kepalanya.


Sedangkan para orang-orang itu, menatap Fina dengan tatapan jijik." Coba bapak-bapak lihat, kalau baju gadis ini yang terlihat berantakan, artinya mereka benar-benar akan melakukan hal yang buruk ditempat ini." Ucap pria satunya, yang menatap Fina dari tadi.


" Sepertinya kalian memang harus cepat-cepat diamankan sebelum kompleks ini kotor akibat ulah kalian berdua." Sambung pria satunya.


Parah bapak-bapak itu, langsung membawa Fina dan Fadil, secara paksa pergi ketempat pak RT, untuk menyidang keduanya, tanpa mendengar penjelasan Fina maupun Fadil terlebih dahulu. Orang-orang itu membawa Fina, dan Fadil seperti mereka membawa seorang penjahat, yang baru saja tertangkap basah, melakukan kejahatan.


Sedangkan Fadil, terus merangkul pinggang Fina saat mereka di bawah paksa oleh orang-orang yang mereka tidak kenal.


.


.


Hanya membutuhkan sepuluh menit, Fina dan Fadil sudah sampai di sebuah rumah yang terlihat sederhana berlantai dua, rumah itu terlihat begitu sangat cantik, karena memiliki taman di halaman rumahnya.


Fadil juga bisa melihat, kalau disana terdapat seorang pria paruh baya yang mungkin seusia dengan pamannya, hanya saja pria paruh baya itu terlihat seperti pria paruh baya lainnya, yang memiliki banyak kerutan diwajahnya. Berbeda sekali dengan pamannya yang tidak memiliki banyak kerutan diwajahnya, malahan pamannya masih terlihat muda.


Pria paruh baya itu juga mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam rumahnya, saat melihat kedatangan mereka disana bersama dengan beberapa pria lainnya, dan pria paruh baya itu juga mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa.

__ADS_1


" Maaf pak Doni, kami semua menganggu anda malam-malam seperti ini. Tapi kedatangan kami kesini untuk menyampaikan, kalau dua anak muda ini, ingin melakukan hal kotor di jalan yang terdapat di ujung kompleks sana pak." Lapor orang itu.


" Benar pak, mereka memarkirkan mobil mereka ke jalan yang memang sepi kalau malam hari, kami yakin kalau dua anak muda Ini ingin melakukan hal-hal kotor di sana, apalagi kami melihat pakaian gadis itu terlihat berantakan." Fadil dan Fina tau kalau orang-orang ini sedang salah paham dengan mereka.


" Maaf pak, mungkin ini hanya salah paham, karena kami tidak beraniat melakukan hal buruk seperti itu disana. Saya memarkirkan mobil saya disana, karena sahabat saya sedang sakit." Fadil mencoba menjelaskan agar para orang-orang itu mengerti.


" Kami tidak percaya anak muda. Masa kamu memarkirkan mobilmu ketempat sapi,seharusnya kamu itu menepikan mobil kalian ketempat ramai, jika sahabat mu sedang sakit bukan malah ketempat sepih itu, jika kalian berdua tidak ingin melakukan hal kotor itu."


" Memang anak muda jaman sekarang, bisa sekali berbohong dengan berbagai alasan, jika mereka sudah tertangkap basah."


" Betul pak, kami tidak berbohong, kami tidak melakukan hal kotor itu disana." Lagi-lagi Fadil berusaha untuk menjelaskan, tapi beberapa pria itu masih kukuh dengan pikiran mereka, apalagi melihat sendiri kalau mobil Fadil terparkir rapi di jalan sepih itu.


" Tidak usah mengelak anak muda, karena kalian sudah tertangkap basah oleh warga disini."


" Tapi pak, kami berani bersumpah kalau kami tidak melakukan apapun disana." Ucap Fina membuka suara, berusaha menyakinkan parah bapak-bapak itu, yang sudah salah paham mereka.


" Cih, walaupun kamu gadis berjilbab, tapi bisa saja hijab mu hanya menutupi kelakuan mu gadis muda, kamu sama saja seperti gadis lainnya, yang memiliki pergaulan bebas." Fadil mengepalkan tangannya, saat gadis yang dia cintai di hina oleh pria berusia tiga puluh tahun itu.


" Jangan menghina sahabat saya pak, jika anda tidak tau siapa dia, dan Kami benar-benar tidak melakukan itu, dan ini semua hanyalah salah paham." Ucap Fadil sambil berdiri dari duduknya, untuk menghajar pria yang sudah berani mengatai Fina dengan perkataan kasar. Tapi langkahnya harus terhenti saat berapa pria itu menghentikan Fadil.


" Tenanglah anak muda jangan mengunakan kekerasan disini, kita bisa membicarakan ini dengan baik-baik." Ucap RT itu, membuat Fadil menghentikan gerakannya, lalu Fadil kembali duduk di tempat duduknya, lalu disusul oleh yang lainnya.


.


" Pak, kami benar-benar tidak melakukan itu pak, ini semua hanyalah salah paham."


" Saya tau itu anak muda, tapi kalian baru saja tertangkap basah oleh warga disini, walaupun kalian tidak melakukannya, tapi kalian melakukan kesalahan dengan menepikan mobil kalian ketempat sepih seperti tadi, padahal kalian tau hal yang seperti ini akan menimbulkan fitnah, apalagi dua orang yang berbeda berada didalam mobil yang sama." Ucap pak RT itu." Walaupun kalian benar-benar tidak melakukan kesalahan itu, tapi terpaksa saya mengambil keputusan untuk menikahkan kalian berdua."


Ya RT dan parah warga, memutuskan untuk menikahkan keduanya, walaupun Fadil sudah menjelaskan cerita sebenarnya, tapi parah warga yang menggerebek mereka tadi, meminta pak RT untuk menikahkan keduanya, karena mereka belum percaya dengan cerita Fadil.


" Daripada kalian berbuat dosa, lebih baik kalian dinikahkan. Agar disaat kalian sedang berduaan didalam mobil seperti tadi, tidak akan ada orang yang akan mengerek kalian lagi."


Fina maupun Fadil sama-sama terkejut mendengar keputusan warga, dan juga RT yang akan menikahkan mereka, walaupun mereka keduanya sudah menjelaskan apa yang terjadi.


Rasanya mereka ingin menolak, tapi itu tidak mungkin karena keputusan orang-orang di sini sudah bulat akan menikahkan mereka.


Apalagi di kompleks itu memiliki peraturan, setiap orang yang duduk berdua tanpa ada ikatan apapun, maka mereka akan dinikahkan. Karena parah warga disitu, begitu sangat takut kalau anak-anak muda jaman sekarang melakukan hal kotor, yang membuat kompleks mereka ikutan kotor karena ulah satu orang.


.

__ADS_1


.


Tepat setengah jam setelah keputusan mereka, kini Fadil dan Fina akan dinikahkan malam ini juga. Fadil sudah mencoba mengabari keluarganya untuk datang, tapi sepertinya tidak akan mungkin karena Fina manapun Fadil sama-sama melupakan ponsel mereka di mobil.


Fadil juga sudah meminta ijin untuk mengambil barang-barangnya, tapi parah warga tidak mengijinkannya, karena hal itu membuat pernikahan ini tidak disaksikan oleh keluarga dua belak pihak sama sekali


Kini ruangan tamu itu, sudah terdapat seorang penghulu yang tadi warga cari, dan salah parah warga tidak tadi menggebrak mereka akan menjadi saksi pernikahan dadakan malam ini.


Fadil yang kini duduk berhadapan langsung dengan penghulu, merasa dedekkan, karena ia tidak berpikir untuk menikah malam ini juga. Niatnya ingin mengutarakan perasaannya, tapi Allah malah berkendak lain dengan cara menikahkan mereka malam ini juga.


Apakah ini sebuah contoh kalau setiap orang yang saling mencintai tidak bisa duduk bersama tanpa ada ikatan yang halal, karena bisa mendatangkan fitnah seperti mereka. Antara menyesal atau bahagia, ini yang sekarang Fadil rasakan.


Ia menyesal telah membawa Fina dalam pernikahan dadakan, tanpa disaksikan oleh kedua orang tuanya, dan bahagia karena gadis yang dia cintai akhirnya bisa ia nikahi tanpa harus menunggu satu bulan lagi.


" Apa anda memiliki maskawin untuk calon istri anda tuan, karena setiap pernikahan, harus memiliki maskawin." Jelas penghulu itu.


Fadil tampak berpikir, lalu ia mengambil uang didalam dompetnya yang berjumlah satu juta setengah, Fadil juga mengambil sesuatu dari saku celana satunya, yaitu sebuah cincin, Yang dia beli kemarin.


Rencananya cincin itu akan ia berikan ke Fina, setelah Fina menerima perasaannya. Tapi sepertinya cincin itu akan menjadi maskawin untuk mengikat Fina malam ini juga.


Fadil mulai menjabat tangan penghulu, dengan hati yang berdebar-debar. Sedangkan Fina hanya memejamkan matanya melihat itu.


" Ya Allah, jika pernikahan ini yang terbaik, maka kuatkanlah pernikahan ini sampai maut yang memisahkan kami." Batin Fina.


" Saya nikahkan dan Saya kawinkan engkau ananda Muhammad Fadil Al Fazar dengan anda Fina Febby Falisha binti Alli Hamdi dengan mas kawin uang sebesar satu juta setengah, berserta cincin emas dua geram dibayar tunai.”


" Saya terima nikah dan kawinannya, Fina Febby Falisha binti Alli Hamdi, dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Jawab Fadil dengan satu tarikan nafas dan dengan lantang Fadil telah mengikat Fina dalam ikatan halal


" Bagaimana para saksi."


Sah


Ucap orang-orang di ruangan itu, yang telah menyaksikan pernikahan Fina dan Fadil.


" Ya Allah, secepat inikah aku menjadi seorang istri." Batin Fina.


" Ya Allah, terimakasih karena angku telah mengikat hubungan kami dengan ikatan halal." Batin Fadil.


...----------------...

__ADS_1


Kalau ada yang salah, tolong kasih tau author soalnya author belum ngerti dalam penyebutan akad


__ADS_2