Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 93


__ADS_3

" Kamu tidak perlu takut, karena papi salut dengan keputusan apa yang kamu ambil." Ucap tuan Aslan membuat Abizard langsung menatap kearah papi nya itu.


" Benarkah papi." Tanya Abizard membuat tuan Aslan mengangguk.


" Papi senang kalau kamu mau berkata jujur, sebelum melakukan tugas mu, sebagai seorang pendonor untuk menyelamatkan hidup sepupu mu." Ucap tuan Aslan." Maaf papi, pernah melarang mu untuk menjadi pendonor untuk Fadil, karena papi begitu sangat membenci wanita itu."Ucap tuan Aslan kembali.


" Tidak apa papi, karena sekarang papi sudah mengijinkan aku untuk menjadi pendonor untuk Fadil." Jawab Abizard.


🍃🍃🍃🍃🍃


Tidak terasa, pagi ini Fadil akan melakukan operasi, karena dia sudah menemukan orang yang akan menjadi pendonor untuknya.


Semoga dengan, melakukan operasi transplantasi sumsum tulang belakang untuk Fadil, Fadil bisa sepenuhnya sembuh dari penyakitnya, yang selama berapa tahun ini Fadil rasakan.


Fadil di pindahkan keruangan operasi bersama dengan Abizard. Kedua Brankar itu sama-sama akan memasuki ruang operasi.


" Semangat dek." Ucap Fazar menyemangati Fadil untuk tetap kuat." Kamu harus tetap kuat, karena kami disini selalu mendukung kesembuhanmu." Ucap Fazar kembali.


" I_ya bang." Jawab Fadil sambil tersenyum. Fadil beralih menatap kearah Wiyah, entahlah melihat gadis itu membuat dada Fadil terasah nyeri, apalagi melihat Fazar, sedang memeluk pinggang Wiyah. Fadil merasa cemburu, saat melihat gadis itu dekat dengan Fazar.


" Kak Fadil harus kuat, kami disini selalu menunggu kak Fadil." Ucap Wiyah menampilkan senyumannya.


" Terim_akasih Wiyah." Ucap Fadil menampilkan senyuman kecilnya. Setelah bertemu dengan keluarganya, perawat laki-laki itu kembali mendorong Brankar Fadil lalu masuk kedalam ruangan operasi.


Fazar beralih kearah Brankar lain, yang ingin masuk keruangan operasi." Sebentar, aku ingin berbicara dengannya." Ucap Fazar membuat perawat laki-laki mengehentikan langkah mereka untuk mendorong Brankar masuk kedalam ruangan operasi.


Wiyah yang melihat siapa pria yang akan menjadi pendonor untuk Fadil, membuat nya bingung, kalau pria yang kemarin curhat kepadanya, ternyata pendonor untuk Fadil.


" Apa curhatan nya kemarin, ada sangkut pautnya dengan Fadil ." Batin Wiyah penuh dengan pertanyaan. Sama halnya dengan Wiyah, pria yang tidak lain adalah Abizard, sama-sama terkejut saat melihat kehadiran Wiyah disitu. Gadis kemarin yang sudah mendengarkan curhatannya, ternyata bersama dengan keluarga Fazar.

__ADS_1


" Ada hubungan apa Wiyah dan Fazar." Batin Abizard penuh dengan pertanyaan, saat melihat Wiyah yang begitu sangat dekat dengan Fazar.


Fazar mendekati brankar, Abizard." Terimakasih karena anda sudah mau menjadi pendonor untuk Fadil." Ucap Fazar tulus menatap kearah Abizard yang sedang terbaring di atas brankar.


" Tidak masalah, saya hanya tidak ingin kalau anda melakukan hal yang membuat papiku terluka." Jawab Abizard, walaupun tidak sesuai dalam kenyataannya kalau ternyata papi Aslan lah yang mendukungnya." Tapi anda harus mengingat janji anda kepada saya, kalau anda akan menemui papi ku." Ucap Abizard kembali, sambil mengingatkan janji Fazar yang akan menemui tuan Aslan.


" Saya selalu mengingat janji saya, tuan Abizard. Maka setelah semuanya selesai maka saya akan menemui papi anda." Jawab Fazar.


" Saya menunggu janji anda tuan Fazar." Sambung Abizard.


Abizard beralih menatap kearah bunda Sisi yang berdiri disamping brankar nya, sambil menatap kearahnya.


Wanita paruh baya itu, menatap Abizard dengan begitu sangat lekat." Terimakasih, nak kamu sudah mau menolong Fadil." Ucap bunda Sisi dengan mata yang kembali berkaca-kaca sambil menatap kearah Abizard.


Abizard yang melihat mata bunda Sisi berkaca-kaca, merasa bersalah, karena membuat wanita baru baya disampingnya itu merasa sedih karena dirinya. Seharusnya dari kemarin ia menerima permintaan bunda Sisi untuk menjadi pendonor untuk Fadil, mungkin wanita paruh baya itu tidak akan merasa sedih seperti saat ini.


" Tidak masalah, saya senang bisa membantu anda nyonya." Jawab Abizard menampilkan senyumannya." Nyonya, bolehkah saya memeluk anda, sebelum saya menjalankan operasi." Tanya Abizard menatap kearah bunda Sisi. Karena sekarang Abizard menginginkan pelukan seorang ibu, karena dia tidak pernah merasakan yang namanya sosok seorang ibu selama hidupnya.


Abizard yang mendapatkan pelukan dari bunda Sisi merasa terharu, karena baru kali ini dia merasakan pelukan sesosok seorang ibu yang selama ini Abizard inginkan.


" Apakah seperti ini rasanya di peluk oleh seorang ibu." Batin Abizard." Terimakasih nyonya." Ucap Abizard, Setelah melepaskan pelukannya.


Setelah mengatakan hal itu, Brankar Abizard kembali di dorong masuk kedalam ruangan operasi. Sedangkan Fazar, Wiyah dan bunda Sisi hanya menatap brankar Abizard yang kini sudah masuk kedalam ruangan operasi.


.


.


Fazar, Wiyah, dan bunda Sisi, sedang menunggu Fadil yang sekarang sedang menjalankan operasi transplantasi sumsum tulang belakang. Ketiganya merasa begitu sangat tidak tenang menunggu kabar dari dokter. Sudah dari dua jam yang lalu, tapi ruangan operasi belum terbuka.

__ADS_1


" Bunda, tenang saja. Kak Fadil pasti akan baik-baik saja." Ucap Wiyah berusaha untuk menenangkan bunda Sisi walaupun dia sendiri merasa tidak tenang." Kita harus terus berdoa bunda, agar operasi berjalan dengan lancar." Ucap Wiyah kembali sambil menggenggam kedua tangan bunda Sisi, karena Wiyah mencoba untuk menenangkan mertuanya itu.


Bunda Sisi menatap kearah Wiyah." Terimakasih sayang, karena kamu selalu menenangkan bunda." Ucap bunda Sisi yang merasa terharu dengan sikap menantu nya itu, yang selalu menenangkan nya di saat seperti ini.


" Bunda jangan berterimakasih kepada Wiyah karena ini sudah tugasku untuk selalu bersama dengan bunda." Jawab Wiyah.


Mendengar jawaban dari menantu nya itu, bunda Sisi langsung memeluk tubuh Wiyah, karena merasa terharu dengan jawaban mantu nya itu.


Saat keduanya sedang berpelukan Fazar datang mendekati keduanya.


" Sebaiknya bunda minum dulu." Ucap Fazar sambil menyerahkan satu botol air mineral kepada bunda Sisi.


Bunda Sisi melepaskan pelukannya, lalu menerima air yang Fazar berikan." Terimakasih Zar." Ucap bunda Sisi tulus, lalu meminum air itu.


" Ini untuk kamu." Ucap Fazar menyerahkan satu botol air mineral kepada Wiyah.


" Terimakasih kak." Ucap Wiyah tulus sambil meminum air itu, karena tadi Fazar sudah membukanya.


" Iya sama-sama." Jawab Fazar.


Fazar ikut mendudukkan tubuhnya di sebelah Wiyah." Apa dokter sudah keluar." Tanya Fazar, membuat Wiyah menggeleng.


" Belum kak." Jawab Wiyah. Membuat rasa cemas didalam diri Fazar kembali lagi, walaupun tadi dia sudah sholat untuk menenangkan perasaan. Tapi mendengar jawaban dari Wiyah, membuat Fazar, kembali cemas dengan keadaan Fadil sekarang


Saat ketiganya sedang diam sambil menunggu dokter keluar. Pintu operasi terbuka, menampilkan dokter Satya dan juga dokter Faris disana.


Bunda Sisi, Fazar dan Wiyah, yang melihat dokter sudah keluar dari ruangan operasi langsung berdiri dari duduknya, melangkah mendekati kedua dokter itu.


" Bagaimana keadaan keduanya dok."

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2