
" Apa kamu, ingin menggodaku malam ini." Tanya Fazar membuat Wiyah melihat kearah sumber suara itu.
Deg
Deg
Deg
Seketika jantung Wiyah berdegup lebih kencang saat melihat kehadiran Fazar didalam kamar itu. Wiyah yang menyadari kehadiran Fazar, ingin kembali kedalam kamar mandi. Tapi langkahnya harus terhenti saat tangan sudah di tarik oleh seseorang, dan Wiyah tahu siapa pelakunya.
Sedangkan Fazar yang melihat kalau Wiyah ingin melangkah kembali kedalam kamar mandi, dengan langkah cepatnya berhasil menyusul langkah Wiyah, mungkin jauh lebih cepat darinya.
Fazar menarik tangan Wiyah untuk mengehentikan langkah dari istrinya itu, lalu memojokkan tubuh Wiyah diding dengan tangan yang mengunci pergerakannya. Sedangkan tubuh Fazar menindih tubuh ramping Wiyah, dengan tangan satunya masih berada di lengan Wiyah, karena sekarang Fazar mencekam tangganya itu.
Kini jarak kedua begitu sangat dekat membuat kedua saling menatap satu satu sam lainnya, membuat Wiyah bisa merasakan hembusan nafas Fazar yang begitu sangat dekat dengan wajahnya. Sama halnya dengan Fazar yang bisa merasakan hembusan nafas dari Wiyah.
" Tuan, apa yang anda lakukan." Ucap Wiyah begitu sangat gugup, karena Wiyah sadar dengan posisi mereka yang begitu sangat intim sekarang. Apalagi Wiyah hanya mengunakan kimono yang menutupi tubuhnya.
" Aku hanya mengikuti permainan mu." Jawab Fazar dengan suara yang begitu saja lembut, yang membuat Wiyah seketika langsung merinding." Apa kamu menggodaku." Tanya Fazar masih berbisik membuat bulu kuduk Wiyah seketika berdiri.
" Tid_ak tu_an, aku tidak bermaksud untuk menggoda anda. Aku hanya ingin mengambil pakaian ku yang ketinggalan." Jawab Wiyah menjelaskan. Kini Wiyah begitu sangat takut dengan tatapan mata Fazar. Walaupun Wiyah sadar, apa yang ada pada dirinya itu adalah hak suaminya, Tapi Wiyah belum siap untuk sekarang, jika ia memberikan hak suaminya sekarang. Walaupun Wiyah tidak ada hak untuk menolak.
__ADS_1
" Sit, aku sangat tidak suka dengan jawaban mu, yang selalu berbohong." Ucap Fazar menjawab ucapan Wiyah, yang menurutnya sedang bohong. Karena Fazar dengan nyata melihat kalau istrinya itu sedang menggodanya." Lebih baik kita mencoba sekarang, karena aku belum pernah merasakan seperti apa rasamu, sama sekali, Bagaimana rasanya." Ucap Fazar membuat Wiyah semakin takut.
" Tap_" Ucapan Wiyah terhenti, saat Fazar berhasil mengetikan ucapannya dengan caranya. Yang membuat Wiyah seketika terdiam, karena begitu sangat terkejut dengan apa yang Fazar lakukan padanya sekarang.
Rasa yang belum pernah Wiyah rasakan membuat Wiyah terdiam. Wiyah bingung ingin melakukan apa, saat permen yupi itu menempel di bibir.
" Apa yang terjadi, apakah ini yang dinamakan..." Batin Wiyah.
Sampai Wiyah hampir kehabisan nafas barulah Fazar melepaskannya.
" Ahh, apa yang aku lakukan." Batin Fazar merutuki kebodohannya, karena ia telah melakukan hal yang seharusnya tidak ia lakukan. Karena ini untuk pertama kalinya untuknya. Tapi dia sudah seagresif tadi. Padahal Fazar sudah sering melihat wanita penggoda, lainnya, jika ia sedang bertemu dengan Adrian di tempat yang sangat aneh. Tapi Fazar tidak melakukan hal seperti tadi saat wanita penggoda itu sedang menggoda imannya.
Padahal tadi Fazar berencana untuk memberikan pelajaran kepada istrinya itu, Karena sudah berani menggodanya dengan hal seperti tadi.
" Bagaimana, apa jauh lebih nikmat dari pada yang lain." Tanya Fazar menatap istrinya itu yang kini bersemu merah bagaikan strawberry yang baru matang.
Sedangkan Wiyah yang mendengar pertanyaan dari Fazar, membuat Wiyah seketika menjadi sangat malu, apalagi mendengar pertanyaan dari Fazar yang membahas hal yang sangat memalukan seperti tadi. Wiyah yakin kalau sekarang pipinya pasti akan mera seperti kepiting rebus.
" Ini sangat memalukan." Batin Wiyah menggerutu dalam hati, karena kejadian tadi.
" Apa aku harus mengulanginya lagi, atau harus lebih dari itu." Bisik Fazar di kuping Wiyah.
__ADS_1
membuat Wiyah bisa merasakan hembusan nafas Fazar yang menyapu lehernya.
" Jika diam, artinya iya." Ucap Fazar kembali yang ingin melakukan hal yang seperti tadi. Tapi sebelum Fazar kembali melakukanya. Suara dering ponsel membuat Fazar mengetikan kegiatannya, yang sedang menghukum istrinya itu, karena sudah berani menggodanya.
" Sit, selalu menganggu saja." Batin Fazar mengumpat orang yang sedang menelponnya itu.
Sedangkan Wiyah yang sadar kalau sekarang ada celah untuk kabur, Dengan gerakan cepat mendorong tubuh Fazar, lalu mengambil pekaian nya yang tadi jatuh kelantai karena Fazar menarik tangannya begitu sangat kuat membuat pakaian itu berhamburan di lantai. Setelah mengambil pekaian nya, dengan langkah cepat.
Wiyah masuk kedalam kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi itu, karena takut kalau Fazar akan masuk kedalam dan melakukan hal yang aneh seperti tadi.
" Kenapa tuan Fazar berubah menjadi mesum seperti tadi." Gumam Wiyah bingung mengingat kejadian tadi yang begitu sangat jelas di ingatannya. Mengingat hal itu, membuat pipi Wiyah seketika menjadi merah kembali.
" Itu sangat memalukan."
Sedangkan Fazar yang tadi di dorong oleh Wiyah, hanya bisa menatap istrinya itu, yang melangkah masuk kedalam kamar mandi dengan terburu-buru.
" Begitu sangat manis, aku akan melakukannya lagi jika bisa." Batin Fazar yang mengingat seperti apa rasa dari permen yupi gratis itu.
...----------------...
Untung ada yang menelfon, kalau ngga. mungkin sudah habis kamu Wiyah.
__ADS_1