Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 199


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta


Seorang gadis kecil yang mengunakan gaun putih dengan rambut yang terurai panjang, menyusuri sebuah taman yang begitu sangat indah dan cantik, Bahkan gadis kecil itu baru pertama kali melihat taman secantik itu.



" Wah tamannya cantik benget, bahkan ada bunga dan kupu-kupu." Gadis kecil itu terus melangkahkan kakinya menginjak rerumputan yang terasa lembut di kakinya." Aku ingin disini aja, karena disini terasa sangat nyaman." Senyuman gadis kecil itu terus terbit dari bibirnya mungilnya. Dia terasa begitu sangat bahagia saat menginjak taman itu. Ia merasa tidak ada rasa sakit, di tubuhnya bahkan hatinya.


" Hay kupu-kupu, jangan terlalu banyak mengisap serbuk bunga sari nya, nanti bunganya bisa mati." Ucap gadis kecil itu mengomeli kupu-kupu yang sedang berada di kelopak bunga, karena ribuan kupu-kupu itu sedang mengisap sebuah serbuk sari didalam bunga." Nanti kalau bunganya mati, kalian makan apa." Ucap gadis kecil itu dengan polosnya.


Tidak ada rasa sedih, ataupun air mata di matanya, karena gadis kecil itu terlihat begitu sangat bahagia di taman bunga itu.


Kaki kecil itu, terus melangkahkan kakinya menyusuri taman itu, karena dia merasa hanya sendiri disana. Sampai pandangannya tertuju pada kelinci putih yang sedang berdiam di tempat itu.


Gadis yang memang menyukai hewan lucu itu, melangkah mendekati kelici lucu itu." Hay kelici putih, apa kamu sendirian juga disini." Gadis kecil itu duduk lalu menekuk lututnya, sedangkan matanya terus menatap kearah kelici itu, yang masih saja diam menatapnya.



Mungkin seperti ini ya.


" Kalau gitu kita sama, soalnya aku juga sendirian disini. Taman ini terlihat begitu sangat cantik, tapi tidak ada orang selain kita." Aduh gadis kecil itu kembali." Andai saja ada mama disini pasti mama ikut senang."


Saat sedang terdiam menatap kelici didepannya, tiba-tiba saja namanya di panggil oleh seseorang, membuat gadis kecil itu langsung menoleh kearah sampingnya. Dan begitu sangat senangnya dia saat melihat orang yang begitu sangat dia rindukan selama berbulan-bulan ini.



" Mama." Senyuman itu langsung mengembang memperlihatkan dataran tinggi yang rapi.m saat melihat mamanya yang sedang berdiri dengan jarak yang sedikit jauh darinya. Gadis kecil itu berdiri, lalu berlari mendekati wanita yang terlihat begitu sangat cantik, yang sama-sama mengunakan gaun putih sepertinya, dan juga rambut yang terurai panjang.


Sedangkan wanita itu tersenyum saat melihat putri sedang berlari kearahnya. Wanita itu ikut berlari, lalu menangkap tubuh kecil itu, saat sudah berada didekatnya. Wanita itu lalu mengendong tubuh kecil itu.



Mungkin seperti ini ya.


" Mama kemana aja, aku sangat merindukanmu."


" Mama ada disini sayang, maaf mama meninggalkan mu terlalu lama." Jawab wanita itu yang terus memeluk putri nya.


Gadis kecil itu sedikit memundurkan tubuhnya untuk melihat mamanya itu." Mama Harum merindukanmu."


Ya gadis kecil itu tidak lain adalah Harum, dan yang sedang memeluknya sekarang adalah mamanya.


Sekarang gadis kecil itu sedang terjebak dalam mimpi indahnya, yang membuat ia tidak mau bangun sampai sekarang. Karena gadis kecil itu, bisa melupakan rasa sakitnya selama ini.


" Mama juga merindukanmu sayang, begitu, sangat, sangat merindukanmu anak mama tersayang." Mayla menurunkan tubuh putrinya itu, yang berada didalam gendongannya, lalu ia berdiri dengan lutut yang menjadi tumpuannya, yang membuat tubuhnya sama tingginya seperti Harum. Mayla menatap putrinya itu, lalu mengusap mata itu mengunakan kedua jari jempolnya saat melihat mata itu menetaskan air mata, tak lupa ia juga memberikan ciuman di kedua mata Harum, kening dan hidung yang terlihat memerah karena habis menangis.


" Sudah jangan menangis, karena ada mama disini." Ucap Mayla menenangkan putri nya itu." Bagaimana kalau Harum bermain dengan mama, apa Harum mau." Harum langsung mengangguk saat mendengar ucapan dari mamanya itu.

__ADS_1


" Iya ma, Harum mau bermain bersama dengan mama, karena sudah lama kita tidak bermain bersama ma."


Mayla tersenyum, lalu kedua tangan itu turun, untuk menggelitik perut Harum.


" Sekarang Harum yang ajak." Mayla berdiri dari duduknya, sambil berlari, saat berhasil menggelitik perut Harum.


" Ih, mama curang." Tidak menyerah gadis kecil itu mengejar mamanya.


Entah berapa lama gadis kecil itu menghabiskan waktu berdua bersama dengan mama nya, karena ibu dan anak itu begitu sangat menikmati kebersamaan mereka. Sampai mereka menjatuhkan tubuh mereka di atas rerumputan, berbaring diatas


rerumputan yang terasa lembut itu. Tidak ada rasa cepek padahal mereka baru saja berlari begitu sangat lama bermain.


" Apa Harum begitu sangat senang bermain dengan mama."


" Tentu mama, Harum sangat senang." Jawab Harum menatap mamanya itu, yang sama-sama menoleh kearahnya. Kedua sepasang mata amber itu saling bertemu membuat Mayla tersenyum.


" Jika Harum sudah puas bermain dengan mama, sekarang waktunya Harum untuk kembali."


" Apa maksud mama. Harum tidak ingin kembali ma, Harum mau bersama dengan mama saja disini. Bukannya ini tempat Harum juga." Tanya gadis kecil itu polos.


" Iya, ini memang tempat Harum, tapi belum saatnya Harum berada disini."


" Tapi Harum ingin tetap disini bersama dengan mama."


" Akan ada saatnya kita bertemu kembali Harum, dan kita berkumpul bersama, tapi tidak sekarang. Karena ada hal yang perlu Harum kerjakan disana." Harum menggeleng mendengar ucapan mama nya itu.


Mayla tersenyum mendengar ucapan putri nya itu." Jangan pernah mengatakan itu nak, karena disana ada orang yang begitu sangat menyayangi Harum sama seperti mama. Bahkan sekarang dia sedang menunggu Harum untuk kembali."


" Tapi ma, jika Harum kembali apa mama juga akan ikut." Mayla tersenyum.


" Mama tidak bisa kembali sayang, karena disini tempat mama."


" Jadi Harum akan kembali sendiri kesana."


" Iya sayang, karena mama nggak bisa ikut."


" Tapi, bagaimana kalau Harum sampai rindu sama mama."


" Sini biar mama peluk." Harum mendekati Mayla, lalu Mayla memeluknya dengan erat." Harun harus selalu ingat dengan pelukan mama, agar saat Harum merindukan mama, Harum bisa selalu merasakannya."


" Benarkah itu ma."


" Iya sayang." Mayla terus memeluk putri nya itu, sampai beberapa lama Mayla melepaskannya. Lalu Mayla membantu Harum untuk bangun dari tidurnya.


" Sekarang waktunya Harum untuk kembali, karena disana ada orang yang menyayangi Harum sedang menunggu."


" Iya ma."

__ADS_1


" Ingat pesan mama, apapun yang terjadi saat mama tidak ada disamping Harum, Harum harus tetap menjadi anak yang baik, anak yang Solehah. Kalau Harum ada masalah Harum, jangan marah. Tapi Harum harus bersikap tenang, lalu pejamkan mata Harum, tarik nafas, dan buang, jangan lupa istighfar biar Harum tenang."


Harum hanya mengangguk mengiyakan permintaan mamanya itu." Baiklah, Harum bisa pergi sekarang."


Harum berdiri dari duduknya, untuk melangkah meninggalkan Mayla, yang masih duduk di taman itu.


Harum berbalik untuk melihat mamanya yang kini hampir tertutupi oleh sebuah cahaya putih yang silau. Tapi Harum masih bisa melihat tersenyum itu.


Lalu Harum kembali melanjutkan langkahnya, dan dari telinganya ia bisa mendengar suara yang sedang memanggilnya." Kak Wiyah."


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Wiyah yang sedang berada didalam pelukan suaminya menoleh melihat kearah Harum. Sampai Wiyah melihat jari Harum yang mulai bergerak.


" Kak Fazar, Harum...Harum memgerakan jarinya." Ucap Wiyah bersemangat. Wiyah melepaskan pelukan Fazar lalu mencoba memanggil Harum." Rum, ayo bangun rum. Kak Wiyah tau kalau Harum mendengar kakak kan." Wiyah terus memanggil Harum.


" Kak Fazar, kak Fadil kenapa kalian hanya diam cepat panggil dokter."


Sangking terkejutnya dengan ucapan Wiyah barusan, kalau Harum memgerakan jari tangannya, membuat Fazar maupun Fadil, sama-sama eror, membuat mereka bingung ingin melakukan apa.


" Kak." Geram Wiyah kesal


" Maaf sayang, tunggu disini biar Kakak panggilkan." Kedua pria itu langsung melangkah keluar untuk pergi ke ruangan dokter saat melihat wajah Wiyah yang kesal. Mereka juga sampai melupakan, kalau ada sebuah tombol disitu yang bisa memanggil dokter, tanpa harus mereka datangi.


.


.


" Fazri dan Abidzar yang masih berada di luar ruangan Harum, begitu sangat bingung saat melihat Fadil dan Fazar keluar dari ruangan Harum dengan terburu-buru.


Karena penasaran, membuat mereka mengikuti langkah Fadil. lalu menghentikan pria itu.


" Kak, apa yang terjadi. Apakah Harum baik-baik saja." Tanya Fazri khawatir.


" Zri, Alhamdulillah Harum ada tanda-tanda sadar dari koma nya." Jawab Fadil dengan wajah bahagianya.


" Benarkah itu bang."


" Iya Zri.


Mendengar jawaban itu, dengan tidak sabaran. Fazri langsung berlari ke ruangan Harum, berlari meninggalkan kedua pria itu yang sedang menatap kearahnya.


" Alhamdulillah, aku senang Rum, akhirnya kamu sadar juga dari komamu."


...----------------...


Bentar lagi tamat 🥺

__ADS_1


__ADS_2