
Kesabaranku membawa cinta
Fazar menatap istrinya yang kini sudah terlelap didalam pelukannya. Istrinya itu terlihat sangat menggemaskan saat tidur seperti sekarang." Kamu pura-pura kuat sayang, padahal kemu sendiri kelelahan." Gumam Fazar tersenyum sambil menatap istrinya itu." Padahal baru tiga menit kamu berada didalam pelukanku, tapi kamu malah tertidur saja. Dasar istriku siput sih keras kepala."
Fazar hanya tersenyum lucu mengingat isterinya itu menolak tadi, saat dia membalasnya masuk kedalam mobil, Tapi saat Wiyah sudah berada didalam pelukannya, dan mobil itu kembali berjalan tiga menit kemudian istrinya malah tertidur. Padahal Fazar masih ingin berbincang-bincang dengan istrinya itu.
Pandangan Fazar turun kearah perut istrinya itu, yang sudah mulai membuncit, karena usia kandungan Wiyah, sudah memasuki empat belas minggu. Walaupun baru empat belas minggu, tapi perut istrinya itu sudah terlihat, karena Wiyah mengandung Beby Triplet. Sungguh Fazar sangat bahagia dan bersyukur, karena selama mereka berada di kota B, untuk menyelesaikan masalah yang ada, janin dalam kandungan istrinya itu tidak pernah rewel. Sangking pintarnya membuat Wiyah jarang sekali meminta makanan aneh, hanya saja dia terlalu manja jika bersamanya.
Membuat Fazar begitu sangat menikmati kemanjaan istrinya itu." Baik-baik disana anak-anak Abi, sebentar lagi kita akan bertemu." Ucap Fazar sambil mengusap perut istrinya itu." Abi jadi tidak sabar melihat kalian tumbuh sebesar ini." Ucap Fazar sambil mengangkat tangannya lalu memgerakan seperti membuat perut buncit di perutnya." Pasti ummi mu akan terlihat lucu." Ucap Fazar terkekeh, karena dia merasa seperti orang gila yang ngomong sendiri.
Sedangkan sekertaris Zain dan supir yang menyaksikan kelucuan Fazar lewat kaca spion hanya bisa tersenyum kecil, tanpa berani tertawa, karena mereka takut di pecat.
" Ternyata tuan Fazar lucu juga saat bersama dengan istrinya." Batin sekertaris Zain sambil tersenyum kecil.
.
.
Sedangkan di mobil satunya.
Kini suami istri yang masih memiliki status rahasia. Karena keduanya belum menceritakan kebenaran soal pernikahan keduanya.
__ADS_1
Kini kedua orang itu sedang duduk di bangku belakang. Keduanya tidak sendiri, karena ada Harum yang berada di tengah-tengah mereka.
Harum sedang tertidur dengan paha Fina sebagai bantalannya, membuat gadis kecil itu begitu sangat menikmati tidurnya, mungkin gadis kecil itu terlalu kelelahan setelah perjalanan jauh tadi.
Sedangkan Fazri, dia memilih duduk didepan bersama dengan supir, karena Fazri tidak mau menjadi obat nyamuk dari kedua orang dibelakangnya itu.
" Setelah kita mengantar Harum kerumah Abang, aku akan mengantarmu pulang ke rumah mu."
" Tidak usah kak Fadil, aku bisa pulang sendiri." Jawab Fina sambil menoleh menatap kearah Fadil." Sebaiknya kak Fadil beristirahat dulu, karena kak Fadil pasti cepek juga habis melakukan perjalanan jauh."
" Aku tidak akan membiarkanmu pulang sendiri, karena aku sudah bertanggung jawab untuk mengantarkan mu pulang sampai kerumah. Untuk masalah capek, aku tidak merasakan kelelahan sama sekali Fin kalau untuk kamu."
" Tapi kak, apa kakak sudah siap untuk menceritakan semuanya, aku takut kalau kakak terpaksa melakukan ini."
" Aku tidak terpaksa Fin, karena aku sudah berjanji pada diriku sendiri, kalau kita sudah sampai di kota S, maka aku akan menceritakan semuanya. Tapi aku harus berbicara kepada keluargamu terlebih dahulu, barulah keluarga ku. Karena aku memiliki firasat, kalau keluarga mu pasti menolak ku Fin."
Fina membenarkan firasat Fadil, karena ia sendiri merasa ragu untuk menceritakan pernikahan dadakan ini kepada keluarganya. Karena Fina takut kalau keluarganya tidak akan percaya dengan ceritanya, dan Fadil juga, yang akan menanggung kemarahan keluarganya, karena mengira kalau Fadil telah berbuat sesuatu kepada dirinya.
" Tapi kak Fadil, aku ragu, kalau cerita kita akan dipercayai oleh keluargaku nantinya, dan mereka juga pasti akan berpikir yang tidak-tidak tentang kita. Aku takut kalau keluargaku akan melukai kak Fadil karena mereka tidak percaya dengan cerita kita kak." Ucap Fina memberitahukan keraguannya." Sebaiknya hubungan ini, kita akhiri kak, anggap tidak ada apapa malam kemarin, dan kak Fadil bisa menjatuhkan talak untukku agar kita tidak terikat dalam hubungan ini lagi." Ucap Fina kembali.
Fina tidak ingin mengatakan hal itu, tapi ketakutannya yang memberikannya keberanian untuk mengatakannya, karena Fina tidak ingin melihat Fadil di sakiti oleh keluarganya nanti.
__ADS_1
" Kenapa kamu mengatakan itu Fin. Aku tidak akan mempermainkan hubungan ini, karena hubungan ini adalah hubungan yang sakral. Mau keluargamu percaya atau tidak dengan ceritaku, aku akan tetap menceritakan cerita yang sebenarnya. Kaluargamu percaya atau tidak, Kamu akan tetap menjadi istriku." Ucap Fadil tegas menatap mata Fina, agar gadis itu percaya dengan ucapannya." Dalam pernikahan ini tidak akan ada kata talak ataupun cerai, sampai maut lah yang memisahkan kita."
Fina terharu dengan ucapan Fadil barusan, karena pria yang sudah sah menjadi suaminya itu ternyata benar-benar menganggap hubungan ini sakral bukan main-main, walaupun tidak sengaja.
Tapi bolehkah Fina egois untuk menolak hubungan ini, karena takut kalau Fadil akan disakiti oleh keluarganya nanti, karena menentang hubungan ini.
" Tapi kak aku takut kalau keluargaku akan menyakitimu." Lirih Fina sedih.
" Biarpun nyawa yang akan menghilang dalam ragaku Fin, tapi aku akan tetap mempertahankan hubungan ini. Karena aku tidak ingin melihat gadis yang aku cintai bersama dengan orang lain, untuk yang kedua kalinya. Cukup Wiyah, tapi tidak dengan mu Fin. Karena aku takut, kalau aku tidak akan percaya lagi dengan cinta, setelah kamu pergi."
Sedangkan Fina hanya diam setelah mendengar ucapan Fadil. Fina tau kalau Fadil benar-benar tulus mencintainya, tapi Fina juga takut kalau keluarganya akan menyakiti Fadil. Sungguh Fina berada di tengah-tengah kebimbangan sekarang.
" Aku takut keluargaku tidak akan menerima pernikahan ini kak Fadil, karena aku sudah......" Lirih Fina didalam hatinya." Ya Allah berikan aku solusi."
Sedangkan Fazri yang berada didepan bisa mendengar dengan jelas apa saja yang di bicarakan oleh Fadil dan Fina. Walaupun mereka mengecilkan suara mereka agar tidak terdengar sampai kedepan, tapi perdebatan keduanya masih bisa didengar oleh telinga Fazri yang tajam.
" Aku tidak menyangka kalau kak Fadil dan kak Fina sudah menikah. Pantas tadi mereka terlihat aneh, dan kemarin malam juga mereka tidak pulang." Batin Fazri sambil melirik kearah spion mobil." Sungguh kak Fadil, orang yang begitu sangat nekat, menikahi anak orang tanpa persetujuan dari keluarganya. Pantas saja dia menyuruhku untuk pulang duluan, dengan beralasan memiliki urusan penting"
Yang Fazri tidak tau, kalau pernikahan kemarin adalah pernikahan tidak sengaja, yang tidak masuk dalam rencana Fadil.
...----------------...
__ADS_1