Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 40


__ADS_3

Mendengar suara Fazar membuat Wiyah berbalik melihat kearah belakangnya dan Wiyah bisa melihat kalau Fazar sudah bangun dari tidurnya dan sedang menyadarkan punggungnya di sandaran ranjang sedangkan matanya yang menatap Wiyah dengan tatapan tajam seperti tatapan elang yang ingin menangkap mangsanya.


Melihat Fazar membuat Wiyah berdiri dari duduknya. Karena Wiyah yang bisa melihat kalau suaminya itu begitu sangat marah kepadanya." Maaf tuan, aku tidak tahu kalau aku berada di kamar ini. Sungguh." Jawab Wiyah terbata-bata mencoba mejelaskan kalau ia tidak tahu kenapa dirinya bisa berada di kamar Fazar.


" Apa kamu lupa kalau kamu pergi kekamar ku semalam lalu tidur di sini." Ucap Fazar kembali yang memojokkan Wiyah. Membuat kalau disini Wiyah yang bersalah bukalah dirinya. Padahal dalam kenyataannya Fazar lah yang mengendong Wiyah lalu membawanya kedalam kamarnya, karena Fazar tidak bisa mengantarkan Wiyah kekamarnya karena masih ada Fazri di ruangan keluarga yang memperhatikan gerak geriknya.


" Aku tidak tahu hal itu tuan, karena aku sedang tidur. Mungkin aku berjalan sambil tidur tuan semalam." Jelas Wiyah kembali mencoba untuk menjelaskan ke Fazar kalau ia benar-benar tidak mengetahui hal ini. Karena dirinya saja sudah di bikin sangat terkejut saat bangun tidur berada didalam kamar Fazar dan bukan saja itu yang membuat Wiyah terkejut, tapi saat Wiyah sadar kalau ia berada di dalam pelukan Fazar. Dan untungnya lagi Fazar tidak menyadari akan hal itu karena Fazar masih dalam keadaan tidur.


" Mana ada orang yang tidur sambil berjalan sampai dikamar orang. Yang ada itu orang yang sengaja jalan untuk ketempat yang dia inginkan. Kalaupun orang yang suka berjalan sambil tidur itu pasti mereka mutar-mutar di dalam kamarnya, bukan masuk kedalam kamar orang." Ucap Fazar yang menyalakan Wiyah kalau disini Wiyah yang salah. Karena tidak ada cara lain selain ini, karena Fazar tidak mau sampai dirinya ketahuan kalau ia yang mengangkat Wiyah lalu menggendongnya masuk kedalam kekamarnya, karena di ruangan keluarga masih ada Fazri.


" Sudahlah, tidak usah di bahas lagi, lebih baik kamu keluar, aku tidak mau melihat kamu berada di kamarku." Usir Fazar kembali yang menyudahi perbincangan mereka tadi, sambil mengusir Wiyah dengan tangan mengerak menyuruh Wiyah untuk keluar.


Mendengar Fazar yang mengusirnya membuat Wiyah mengangguk saja, karena ia takut untuk membela dirinya kembali." Baik tuan." Jawab Wiyah. Saat Wiyah akan melangkah keluar, Fazar mengehentikan langkahnya.


" Tunggu sebentar." Ucap Fazar membuat Wiyah mengehentikan langkahnya lalu kembali berbalik menghadap kearah Fazar yang masih berada di kasurnya.


" Apa kamu ingin keluar, seperti itu." Tanya Fazar mengingatkan Wiyah kalau ia belum memakai jilbab dan Wiyah masih belum mengikat rambut panjangnya yang masih terurai, karena semalam Fazar yang membuka jilbab itu bersama dengan rambut Wiyah yang di sanggul.


Wiyah yang mendengar pertanyaan Fazar, baru menyadari kalau rambutnya kini tidak tertutup apapun yang membuat rambutnya terurai panjang dan ini kali kedua suaminya itu melihat rambut panjangnya.


Bukannya semalam ia memakai jilbab lalu kenapa jilbabnya sudah tidak ada di kepalanya, apakah ia sengaja melepaskannya atau ada orang yang melepaskannya. Pikir Wiyah kebingungan.

__ADS_1


" Pakailah jilbabmu, jangan keluar seperti itu." Ucap Fazar kembali.


" Baik tuan." Jawab Wiyah. Wiyah melihat kalau jilbabnya sudah berada di samping meja nakas.


Setelah menyanggul rambutnya dan memakai jilbab, Wiyah keluar dari kamar Fazar dengan perasaan kebingungan.


Sedangkan Fazar yang melihat kepergian dari istrinya itu menghembus nafasnya lega.


" Akhirnya dia pergi juga, tanpa mencurigai kalau aku yang mengendong nya." Ucap Fazar bernafas lega karena Wiyah tidak bertanya banyak soal semalam, malahan istrinya itu hanya diam ketika ia menyalahkannya.


🌺🌺🌺🌺🌺


Setelah melaksanakan shalat subuh seperti bagi biasanya Wiyah melangkah kedapur untuk membantu bu Neneng memasak di dapur.


" Selamat pagi kakak ipar, bu Neneng." Sapa Fazri yang tiba-tiba saja berada di dapur. Entah kapan pemuda yang masih berusia lima belas tahun itu berada di sana


Wiyah dan bu Neneng yang mendengar sapaan dari Fazri membuat keduanya melihat kearah samping mereka.


Wiyah dan bu Neneng bisa melihat kalau Fazri sudah berada di samping mereka, yang masih rapi dengan pakaian solatnya. Mereka yakin kalau pemuda itu baru saja dari mesjid.


" Kakak ipar lagi masak apa." Tanya Fazri memperhatikan bu Neneng dan Wiyah.

__ADS_1


" Hmm, Mau masak nasi nasi kuning sama telur dan ayam bumbu merah." Jawab Wiyah sambil tersenyum.


" Wah, pasti enak tuh. Tapi maaf kak, apa boleh aku request masakan lain." Tanya Fazri sambil tersenyum memperlihatkan dataran tingginya yang rapi.


Mendengar pertanyaan dari Fazri membuat Wiyah mengangguk mengiyakan." Tentu boleh Fazri, emangnya kamu mau request masakan apa." Tanya Wiyah balik.


" Benarkah itu kak. Kalau gitu aku mau pesan sup iga sapi." Ucap Fazri tersenyum senang." Tapi maaf kak, aku ngga ngerepotin kan." Tanya Fazri membuat Wiyah menggeleng.


" Tidak Fazri, malahan kakak senang bisa masak makanan kesukaan kamu." Jawab Wiyah.


" Terimakasih kak. Kakak ipar memang yang terbaik." Ucap Fazri senang." kalau gitu aku kembali kekamar kak, mau lanjut tidur soalnya masih belum jam enam." Ijin Fazri.


" Iya Zri, ingat jangan sampai lupa sekolah." Ucap Wiyah mengingatkan.


" Tenang saja kak." Jawab Fazri. Fazri melangkah keluar meninggalkan dapur untuk kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya karena Fazri masih merasa ngantuk, karena semalam ia mengerjakan tugas.


...----------------...


Maaf author baru bisa update. Soalnya author lagi ngga enak badan.


Harap bijak dalam membaca karena banyak typo yang bertebaran. Jangan lupa like komen dan vote nya biar author makin semangat buat update.

__ADS_1


__ADS_2