
Bung.
Suara pukulan membuat pria tadi yang manarik Wiyah ketempat sepi langsung tersungkur ketanah, setelah mendapatkan pukulan dari Fazar.
Ya, Fazar yang sudah lama berkeliling hampir keseluruh kota. Fazar ingin menyerah dan menunggu kabar dari orang suruhannya, karena Fazar sudah berkeliling hampir kesemua tempat, tapi yang dia cari tidak ditemukan.
Sampai Fazar melihat kalau ada orang yang sama seperti istrinya, bersama dengan dua orang pria. Sebenarnya, Fazar tidak yakin kalau itu ada Wiyah istrinya, tapi Fazar mengingat penampilan Wiyah yang sama seperti wanita itu, membuat Fazar ingin memastikan kalau itu benar istrinya atau bukan.
Sampai dengan jarak yang dekat, Fazar bisa melihat kalau orang itu benar-benar istrinya, bersama dengan dua orang pria yang sedang menarik istrinya itu dengan paksa, dan Fazar juga bisa melihat kalau dua pria itu mengancam istrinya.
" Hay, apa yang kamu lakukan." Tanya pria itu mengunakan bahasa Jepang sambil menatap kearah Fazar lalu beralih menatap temannya yang sudah jatuh terkapar di tanah.
" Tuan." Cicit Wiyah dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena melihat kedatangan Fazar. Wiyah begitu sangat bersyukur karena suaminya itu datang tepat pada waktunya.
" Lepaskan wanita itu." Suruh Fazar, mengunakan bahasa Jepang dengan lancar, sambil menatap tajam kearah pria satunya yang masih memegang tangan Wiyah sambil mengancam Wiyah mengunakan pisau kecil di tangan pria itu.
" Apa urusanmu. apa kamu ingin menjadi pahlawan untuknya." Tanya pria yang tadi tersungkur ketanah, kini Kembali berdiri sambil menatap kearah Fazar." Ya, kalian memiliki urusan dengan saya. Maka lepaskan wanita itu, sebelum aku melakukan hal yang membuat kalian menyesal karena tidak menuruti perintah saya." Ancam Fazar dengan tegas.
" Hahah. Baiklah mari kita lihat." Jawab kedua pria itu tanpa rasa takut.
Fazar yang mendengar ancaman keduanya hanya mengikuti permintaan kedua pria itu. Tapi belum kedua pria itu menyerang, dari belakang, Zain dan beberapa bodyguard lainnya datang, lalu mencondongkan senjata apa kepada kedua pria itu.
" Lepaskan senjata kalian." Ucap bodyguard menyimpan pistol tepat di kepala kedua pria yang mengancam Wiyah. Sedangkan penjahat itu yang menyadari senjata di kepalanya langsung menjatuhkan pisau mereka, yang membuat Wiyah bisa terlepas dari dekapan keduanya.
Wiyah yang sudah terlepas dari kedua pria itu dengan cepat berlari, dan langsung bersembunyi di belakang Fazar.
__ADS_1
Wiyah mencengkram erat erat lengang Fazar sedangkan tubuhnya bersembunyi di belakang Fazar.
" Berikan mereka pelajaran yang membuat mereka lupa dengan keindahan dunia menjadi rasa sakit dan juga rasa takut." Suruh Fazar membuat orang suruhannya langsung mengangguk mengerti.
Berapa bodyguard itu membawa kedua pria itu yang dari tadi memberontak ingin lepas.
Fazar yang melihat kedua pria itu sudah pergi membuat Fazar bersyukur karena kedua pria itu belum menyakiti istrinya, dan istrinya sekarang baik-baik saja.
Fazar bisa merasakan kalau istrinya itu pasti sedang menangis karena Fazar bisa merasakan getaran dari tangan Wiyah dan juga suara isak tangis dari istrinya itu.
Fazar melepaskan tangan istrinya perlahan-lahan lalu berbalik menghadap Wiyah yang kini sedang menangis.
" Sudah jangan menangis, kamu aman sekarang." Ucap Fazar dengan suara lembutnya mencoba menenangkan istrinya itu yang kini sedang menangis.
" Makasih tuan, sudah menolongku. Maaf, karena aku telah menampar tuan lalu pergi begitu saja tanpa tahu konsekuensi di luar, Apalagi ini di negeri orang." Lirih Wiyah dengan tangisannya karena begitu sangat bersalah, karena emosinya yang tidak bisa dikendalikan, membuat ia keluar begitu saja, sampai membuat dirinya hampir dalam bahaya.
" Sudahlah, disini kamu tidak bersalah." Jawab Fazar, karena Fazar sadar kalau disini dirinya juga bersalah. Karena perasaan aneh yang berada pada dirinya, membuat Fazar membentak Wiyah dan membuat Fazar mengatai Wiyah dengan perkataan kasar. Karena perkataan itu membuat Wiyah marah dan pergi begitu saja untuk menenangkan dirinya
" Lebih baik kita kembali ke apartemen." Ucap Fazar membuat Wiyah mengangguk mengerti.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Tanpa Fazar sadari kalau ia terus memeluk tubuh Wiyah yang masih merasa takut karena kejadian tadi, sampai membuat Fazar terus memeluk tubuh Wiyah sampai mereka di apartemen.
Fazar melihat kearah sampingnya, tepatnya kearah Wiyah yang kini sudah tidur didalam pelukannya. Membuat Fazar bisa menatap Wiyah begitu sangat dalam.
__ADS_1
" Maafkan aku Wiyah, aku sudah membuatmu ketakutan dan juga terhina, karena perkataan ku tadi." Batin Fazar menatap Wiyah.
Fazar merasa bersalah karena tidak bisa mengontrol perasaan aneh yang ada pada dirinya membuat Fazar membentak istrinya tadi. Padahal Fazar sudah berjanji untuk tidak berkata kasar, karena ia ingin mencoba untuk menerima hubungan mereka. Tapi karena emosinya membuat Fazar melupakan janjinya itu, kerena Fazar hilaf.
Zain membukakan pintu untuk Fazar yang membuat Fazar sedikit bergeser mencoba untuk membangunkan Wiyah, tapi karena rasa kasianya membuat Fazar berniat untuk mengendong Wiyah sampai kedalam apartemen.
Fazar memindahkan posisi Wiyah ketempat yang nyaman lalu perlahan-lahan Fazar mengendong tubuh Wiyah ala bridal style untuk masuk kedalam gedung apartemen.
Sedangkan Zain hanya mengikuti langkah Fazar, dengan dengan sigap membukakan pintu lift.
.
.
Fazar membaringkan tubuhnya Wiyah diatas kasurnya, karena Fazar sengaja membawa Wiyah kedalam kamarnya. Fazar hanya takut kalau Wiyah akan ketakutan mengingat dirinya tidur sendiri setelah kejadian menakutkan yang hampir terjadi pada dirinya.
Fazar membukakan sepatu yang masih menempel dikaki Wiyah, kemudian beralih jilbab yang dipakai Wiyah dengan perlahan-lahan.
Fazar menatap wajah Wiyah dengan begitu sangat dalam lalu teringat kejadian berapa bulan yang lalu. Kejadian dimana mereka bertemu untuk pertama kalinya
Dan karena pertemuan itu, membuat keduanya salah paham, dan Fazar selalu menatap Wiyah dengan kebencian.
...----------------...
Author mau ngucapin
__ADS_1
Minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin semuanya πππ
Maaf author baru bisa update, soalnya kemarin author sibuk banget.