Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 103


__ADS_3

Kesabaran ku membawa cinta


Saat keduanya sedang mengobrol, pintu kembali terbuka. Menampilkan dua orang pria." Assalamualaikum." Salam kedua pria itu yang tidak lain adalah Zain dan juga Rido.


" Waalaikumsalam." Jawab Fazar dan Fadil bersamaan dengan bunda Sisi dan juga Wiyah.


Zain dan Rido melangkah mendekati ranjang Fadil." Bagaimana keadaan lo sekarang bro." Tanya Rido yang sudah duduk di kursi sebelah ranjang Fadil, sedangkan Zain duduk di kursi sebelah Fazar.


" Alhamdulillah lebih baik, seperti yang lo lihat sekarang." Jawab Fadil tersenyum.


" Lo cepat sembuh, soalnya gue rindu jadi sekertaris lo." Ucap Rido.


" Rindu sama gue nya atau sama uang nya." Tanya Fadil.


" Kalau di bilang sih, dua-duanya, tapi gue paling rindu sama lo." Jawab Rido jujur. Membuat ketiga orang itu menggeleng kecil, karena jawaban Rido.


" Paling sama uang nya aja." Sahut Fadil.


" Siapa bilang." Tanya Rido tidak setuju.


" Sudahlah jangan berdebat, kalian berdua kalau ketemu pasti ada-ada yang di perdebatkan." Sambung Fazar memotong perdebatan keduanya, yang membuat Fadil maupun Rido langsung terdiam.


Fazar beralih menatap kearah Rido." Apa yang kamu lakuin disini, bukannya aku menyuruhmu untuk menemani Abizard selama aku disini." Tanya Fazar.

__ADS_1


" Tadi paman Aslan menyuruhku kesini, untuk menyampaikan pesan untuk Abang. " Jawab Rido.


" Pesan apa itu." Tanya Fazar penasaran.


" Paman Aslan menginginkan abang, untuk datang ke mansion nya. Karena paman Aslan ingin membicarakan sesuatu dengan abang." Jelas Rido.


Fazar yang mendengar penjelasan dari Rido penasaran. Apa yang ingin paman Aslan bicarakan dengannya.


" Emangnya apa yang ingin paman Aslan bicarakan dengan abang." Sambung Fadil yang sama-sama penasaran.


Ya. Fadil, sudah mengetahui kalau yang mendonorkan sumsum tulang untuknya itu adalah Abizard. Fadil mengetahui kalau sepupunya Abizard yang menjadi pendonor untuknya, karena setelah beberapa hari Fadil sadar, Fadil langsung bertanya kepada Fazar, siapakah yang menjadi pendonor untuknya.


Fadil yang di beritahu oleh Fazar, kalau Abizard lah yang menjadi pendonor untuknya, merasa tidak percaya. Karena selama ini mereka tidak ada hubungan sama sekali, selama dia lahir sampai dewasa Fadil tidak pernah mengenal Abizard dan ayahnya yaitu tuan Aslan, karena mereka tidak pernah bertemu sama sekali. Tapi ayah Aldevaro sering menceritakan siapakah tuan Aslan sebenarnya yang ternyata saudara dari ayah Aldevaro.


Mungkin mereka pernah bertemu, yaitu lima tahun yang lalu dimana ayah Aldevaro meninggal. Mungkin itu adalah pertemuan pertama mereka, tapi juga pertemuan yang terakhir. Karena setelah pertemuan itu mereka tidak lagi bertemu dengan paman Aslan, sampai Fadil mendapatkan kabar kalau Abizard telah menjadi pendonor untuk dirinya.


" Abang juga ngga tau Dil. Tapi Abang akan tetap menemui paman Aslan. bagaimanapun paman Aslan itu tetap paman kita, walaupun paman tidak akan pernah mengganggap kita ada." Jelas Fadil membuat Fadil mengangguk setuju.


" Abang benar, sebaiknya abang temui paman Aslan. Tapi abang jangan kasih tau bunda. Takutnya bunda melarang kita untuk bertemu dengan paman Aslan." Jelas Fadil membuat Fazar mengangguk mengerti.


" Iya abang ngerti Dil." Jawab Fazar." Kalau gitu abang pergi dulu untuk bertemu dengan paman Aslan." Ucap Fazar membuat Fadil mengangguk.


" Iya bang, hati-hati." Jawab Fadil.

__ADS_1


" Gue ikut pergi juga Dil. Soalnya gue mau pergi kekantor." Sambung Rido.


" Kalau Abizard bagaimana." Tanya Fadil.


" Tadi sudah di temani sama sekertaris nya. Gue juga mau menghandle meeting hari ini sama perusahaan yang dari belanda, soalnya abang ngga bisa" Jawab Rido membuat Fadil mengangguk mengerti." Kalau gitu gue pergi, Dil, bang. Assalamualaikum." Ucap Rido. Rido melangkah mendekati bunda Sisi lalu mencium punggung tapi tidak untuk Wiyah, Rido hanya tersenyum sambil bercanda sedikit. Setelah itu barulah pria muda itu keluar.


Fazar berdiri dari duduknya menemui istri dan juga bundanya yang sedang asyik berbincang.


" Bun, aku mau keluar sebentar, soalnya ada kerjaan yang harus aku selesaikan." Ijin Fazar sambil mencium punggung tangan bunda Sisi.


" Emangnya ngga bisa nanti Zar, dikerjakannya." Tanya bunda Sisi membuat Fazar menggeleng." Baiklah kalau gitu, kamu hati-hati Zar." Ucap bunda Sisi kembali membuat Fazar tersenyum.


Fazar beralih menatap kearah istrinya.


" Sayang, kakak pergi sebentar. Setelah itu baru kakak jemput lagi." Ucap Fazar.


" Iya kak, hati-hati." Jawab Wiyah tersenyum. Wiyah meraih tangan Fazar lalu mencium punggung tangan suaminya itu. Sedangkan Fazar mencium ubun-ubun istrinya yang tertutup oleh hijab.


Sedangkan Fadil yang memang melihat kearah mereka z begitu sangat sakit saat melihat kemesraan yang Fazar perlihatkan kepadanya.


" Ya Allah seperti inikah sakitnya, saat melihat gadis yang begitu sangat di cintai bersama dengan orang." Batin Fadil yang merasa begitu sangat melihat kebersamaan Fazar dan Wiyah." Aku yang memberikan kebahagiaan untuk mereka, tapi aku juga tidak boleh mengusik kebahagiaan mereka. Ingat Dil, Wiyah sekarang itu istri dari abangmu." Batin Fadil mengingatkan dirinya.


Setelah berpamitan kepada keluarganya

__ADS_1


Fazar melangkah keluar dari ruangan Fadil, sedangkan Zain hanya mengikuti lanhu Fazar dari belakang.


__ADS_2