
" Be_nar tuan, dia wanita itu yang menyuruhku." Jawab wanita itu kembali membuat Fazar terdiam.
" Ternyata wanita sama saja, sama-sama murahan. Penampilan nya hanya menutupi siapa dirinya sebenarnya." Geram Fazar saat mengingat wanita yang tadi memberikan nya minuman tadi. Fazar mengira kalau wanita itu adalah wanita baik-baik, ternyata dugaan Fazar salah. Karena wanita itu sama seperti matan nya dulu.
Menyembunyikan dirinya, lewat pekaian yang dia pakai.
" Siapa nama dari wanita itu." Tanya Fazar ingin mengetahui siapa sebenarnya wanita yang sudah berhasil menjebak nya dengan memberikan nya minuman yang berisi obat p**ngsang.
" Wiyah Catania. Dia sepupu dari sahabat ku, wanita yang berkerja di bar saat malam hari, dan saat siang dia akan berpakaian seperti itu. Membuat dirinya seolah-olah gadis yang polos." Jelas wanita itu membuat Fazar semakin geram, dan begitu sangat membenci gadis yang bernama Wiyah itu. Karena dirinya, Fazar hampir saja melakukan hal yang buruk.
" Cari tahu siapa wanita yang bernama Wiyah Catania." Suruh Fazar membuat Zain Mengangguk," dan wanita itu biarkan dia lepas. Karena aku tidak suka membunuh seseorang, apalagi seorang wanita. Tapi sebelum itu, kalian harus mengasingkan nya." Suruh Fazar kembali membuat Zain dan orang suruhannya mengangguk mengerti.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Tidak membutuhkan waktu lama Fazar menemukan identitas dari Wiyah Catania, yang ternyata berkerja sebagai wanita malam di suatu bar di kota itu.
Fazar menatap foto gadis yang sedang tersenyum dengan hijab di kepalanya.
" Penampilan yang membuat mata para laki-laki buta karena penampilannya, yang membuat mereka tidak bisa membedakan seseorang dari segi manapun. Hanya karena menampilkannya." Gumam Fazar begitu sangat tidak suka dengan wanita yang berada didalam foto itu.
Apalagi Fazar sudah membaca semua identitas yang orang suruhannya itu dapatkan tentang Wiyah Catania. Wanita yang Fazar kira baik ternyata sama seperti wanita murahan.
Wiyah Catania, wanita berusia dua puluh tahun yang berkerja sebagai wanita di bar itu. Yang begitu sangat di sukai oleh para pria jika mereka berada didalam bar itu.
Ya mungkin seperti itu informasi yang Fazar baca. Karena tidak mau membacanya lagi, Fazar segera membuang informasi yang Fazar dapatkan dari orang suruhannya. Tapi Fazar masih menyimpan sebagian selainnya, karena mungkin bisa menjebloskan wanita itu jika Fazar menginginkan nya.
Setelah kejadian dimana Fazar mendapatkan informasi dari orang suruhannya bagaimana kulakukan Wiyah sebenarnya, membuat Fazar semakin membenci gadis yang bernama Wiyah.
Apalagi waktu itu Fazar sempat melihat kalau Wiyah yang sedang berboncengan berdua bersama dengan karyawan yang berkerja di kantornya, apalagi karyawan itu sudah menikah, yang membuat Fazar semakin membenci Wiyah jika mereka bertemu.
Setelah kejadian itu, Fazar selalu berkata kasar kepada Wiyah. Selalu menganggapnya wanita murahan yang suka menjebak seorang pria dengan penampilan nya yang menipu mata.
Sedangkan Fazar belum mengetahui apapun, kenapa setiap Wiyah bertemu dengan Fazar pasti pria itu akan menghina nya dengan kata-kata kasar, tanpa mendengar penjelasan dari Wiyah.
Karena tidak ada alasan yang jelas, saat mendengar hinaan Fazar. Wiyah selalu berpikir kalau minuman kemarin membuat Fazar selalu membenci nya jika mereka bertemu.
__ADS_1
Flashback off.
Fazar yang menatap wajah Wiyah begitu sangat merasa bersalah. Karena ia tidak benar-benar mencari tahu soal minuman kemarin. Dan terlalu mempercayai informasi yang Fazar dapatkan dari orang suruhannya tanpa mencari tahu lebih jelas lagi. Yang membuat Fazar sering menghina Wiyah Karena kesalahpahaman itu. Bukan saja itu tapi Fazar juga selalu menatap Wiyah dengan tatapan kebencian setiap mereka bertemu tanpa ada alasan yang jelas.
" Aku harus kembali mencari tahu kebenaran dari permasalahan ini, agar aku benar-benar tahu, kalau disini Wiyah bersalah atau tidak." Gumam Fazar. Sebelum Fazar berdiri dari duduknya, Fazar mencium kening Wiyah begitu sangat dalam karena Fazar begitu sangat bersalah karena kejadian tadi, setelah itu memperbaiki selimut Wiyah untuk menutupi tubuhnya.
Tapi Fazar juga bersyukur karena kejadian tadi, Fazar kembali membuka permasalahan itu, agar bisa selesai, dan Fazar akan mengetahui kalau yang Wiyah ucapkan itu benar atau tidak.
Fazar melangkah mengarah ke sofa yang berada si dalam kamarnya. Lalu mengambil laptopnya yang sengaja Fazar simpan di atas meja.
Fazar membuka beberapa dokumen yang sengaja dia simpan di dalam laptopnya. lalu Fazar beralih ke informasi tentang gadis yang sudah menjebaknya, dan juga informasi tentang Wiyah kemarin.
Untuknya kemarin Fazar tidak menghapus informasi itu, jika tidak mungkin, Fazar harus kembali menyuruh anak buahnya yang berada di Indonesia untuk kembali mengirimkan informasi tentang wanita yang pernah menjebak Fazar dulu
Wiyah Catania. Gadis berusia dua puluh tahun.
Wisyah Hanifah Putri. gadis berusia delapan belas tahun.
" Begitu sangat jauh perbedaannya. Tapi kenapa mereka memiliki nama yang sama." Gumam Fazar. Fazar menatap foto Wiyah lalu kembali melihat kearah istrinya itu." Tapi wajah mereka sama." Ucap Fazar menatap istrinya lalu menatap foto itu kembali.
Saat Fazar sedang menatap foto itu. Fazar teringat akan foto Wiyah yang sudah rusak, lalu ia simpan di sebuah buku kecil yang sering Fazar bawah.
" Ternyata foto ini sama. Apakah istrinya sedang di jebak seperti ku, dan Wiyah sengaja di jadikan tempat fitnah agar orang itu bisa lepas dariku, dan aku akan terus menyalahkan Wiyah." Batin Fazar yang bingung dengan permasalahan ini.
Fazar menelfon orang suruhannya, untuk mencari kembali wanita yang pernah mereka tangkap kemarin. Lalu menyuruh anak buahnya, agar mencari tahu tentang Wiyah Catania sebenarnya. Apakah Wiyah Catania sama dengan Wisyah Hanifah Putri.
Setelah memberikan tugas kepada anak buahnya, Fazar kembali melihat informasi tentang Wiyah. Yang belum Fazar baca semuanya.
Wisyah Hanifah Putri
Gadis berusia delapan belas
Anak kedua dari enam bersaudara.
Fazar terus membaca semua informasi tentang Wiyah, yang belum Fazar baca.
__ADS_1
Saat umur Wiyah yang kelima belas tahun, orang tuanya berpisah, sampai kedua orang tuanya tidak menerima keberadaannya karena beralasan kalau Wiyah sedang sekolah.
Kedua orangtuanya hanya membawa anaknya yang lain. Seperti keempat adiknya yang ikut bersama dengan ibunya, sedangkan kakak nya bersama dengan ayahnya.
Bagiamana dengan Wiyah yang di titipkan di Haidar.
" Pantas kemarin, aku melihatnya bersama dengan Haidar, ternyata Wiyah tinggal bersama dengan Haidar. Dan aku sudah mengatakan hal buruk tentang mereka." Batin Fazar yang begitu sangat bersalah karena menuduh Wiyah dan Haidar yang bukan-bukan.
Fazar juga membaca kalau Wiyah sudah berkerja Saat orang tuanya berpisah walaupun Haidar melarangnya, tapi Wiyah tetap ingin berkerja karena tidak ingin merepotkan Haidar dan juga keluarganya. Walaupun dia sedang sekolah, tapi Wiyah tetap membagi waktunya.
" Apa dia tidak lelah bersekolah sambil berkerja." Batin Fazar menatap istrinya itu yang masih tenang dalam tidurnya.
Dan Wiyah juga di gadis yang cerdas karena berhasil mendapatkan beasiswa universitas hukum. Walaupun Wiyah selalu sibuk dengan pekerjaan, tapi dia berhasil mendapatkan beasiswa yang dia inginkan.
Setelah membaca semua informasi tentang Wiyah yang belum Fazar baca semuanya kemarin, Fazar menutup laptopnya lalu melangkah mendekati kasur.
Fazar menatap Wiyah yang tidur dengan tenang nya tanpa terusik akan kehadiran sama sekali. Fazar masuk kedalam kamar mandi terlebih dahulu untuk bersih-bersih barulah dia akan tidur di sebelah Wiyah.
Setelah membersihkan tubuhnya, Fazar berbaring di sebelah Wiyah yaitu kasur yang sama dengan Wiyah. lalu mantap wajah Wiyah.
" Aku sudah salah berpikir tentang mu, selama ini, karena kamu ternyata gadis yang kuat dan juga pintar. Disaat orang tuamu berpisah, kamu tetap kuat untuk menerima semuanya, walaupun selama tiga tahun mereka tidak pernah melihat mu." Batin Fazar, merasa begitu sangat sedih akan kehidupan Wiyah, yang Fazar tidak tahu. Apakah karena ini Fadil mengagumi Wiyah sampai menyuruhnya untuk menikahi Wiyah, karena Fadil tahu kalau Wiyah gadis yang baik untuknya.
Apakah Fadil berencana untuk menjadikan istrinya itu sebagai obat penenang untuknya, karena selama ini ia terjebak dalam masalalu
Jika itu benar, Fazar begitu sangat bersyukur mendapatkan gadis seperti istrinya.
" Maafkan aku, yang tidak mengetahui seperti apa kamu." Batin Wiyah, lalu melingkarkan tangan kekarnya ke pinggang Wiyah, lalu menarik nya masuk pelukannya.
Fazar mencium kening Wiyah, setelah itu ia memejamkan matanya lalu menyusul istrinya itu terbang kedunia mimpi.
.
.
Kesalahpahaman itu, seperti api. Jika tidak segera diselesaikan maka akan menyalah seperti api yang siap membakar.
__ADS_1
...----------------...
Mau lanjut lagi ngga π