
Kesabaranku membawa cinta
Wiyah tampak bingung menatap sebuah gedung berlantai tiga, yang terlihat besar. Hanya saja gedung itu tertulis ( My wife ) Dan ada sedikit dekorasi mawar disampingnya.
" Rumah siapa ini, Abbi." Tanya Wiyah menatap suaminya itu. Wiyah juga sudah menganti panggilannya menjadi Abbi, karena suaminya yang memintanya. Sebenarnya Wiyah tidak nyaman dengan panggilannya yang baru, hanya saja suaminya itu membujuknya agar mau memanggil nya dengan panggilan yang lain, asal jangan kakak. Karena Fazar merasa iri dengan Fadil, yang mendapatkan panggilan manis dari istrinya, Sedangkan dia dipanggil kakak. Wiyah yang mendengar suaminya terus merengek, pada akhirnya mengalah dan mau memanggil suaminya itu dengan panggilan yang lain, Dan Wiyah tertarik dengan panggilan Abbi, karena terdengar manis.
" Kita masuk dulu sayang, nanti baru kita tau." Jawab Fazar sambil menuntun istrinya dengan perlahan-lahan karena perut itu semakin membesar saja, mungkin sebentar lagi anak-anaknya akan berada di tengah-tengah keluarga." Sayang pasti suka sama isi didalamnya."
" Emangnya apa isi didalamnya Abi."
" Pokoknya ada sayang, tapi rahasia." Fazar terus menuntun istrinya untuk masuk sampai didalam gedung itu." Assalamualaikum." Salam Fazar sambil membukakan pintu untuk istrinya lalu membawa istrinya masuk sampai kedalam." Surprise. Selamat ulang tahun istriku tersayang. Maaf Abbi baru memberikan kejutan sekarang. Karena hampir dua bulan ini sayang masa sedih karena kehilangan ayah, makanya sekarang Abi baru sempat memperlihatkan kejutan ini ke Sayang." Ucap Fazar sambil tersenyum merentangkan tangannya untuk memperlihatkan kejutan yang dia buat sepesial untuk hari ulang tahun istrinya, hanya saja hampir dua bulan ini tidak jadi memberikan kejutan ini karena istrinya masih sedih karena kehilangan sang ayah.
Wiyah tentu terkejut, karena ulang tahunnya sudah selesai, tapi suaminya tetap memberikan kejutan untuknya. Ternyata suaminya itu sangatlah romantis. Wiyah kirah suaminya itu lupa, karena di hari ulang tahunnya besoknya ayahnya telah meninggal." Apa sayang suka dengan restoran ini. Abi buatnya sepesial untuk sayang." Wiyah menatap raungan itu, yang terlihat seperti restoran. Hanya saja dengan desain banyak buku-buku disana seperti perpustakaan kecil, tapi masih ada meja dan kursi seperti restoran biasanya.
" Apakah ini untuk aku Abi." Tanya Wiyah, karena apa yang ada didalam restoran ini, sama persis seperti keinginan nya dulu, yang dia tulis di buku diary nya.
" Iya sayang, restoran ini untuk sayang, lihatlah isi didalamnya sama persis seperti keinginan sayang. Bukannya sayang menginginkan desain seperti ini." Jawab Fazar." Apa sayang nggak suka sama desain restoran ini." Wiyah menggeleng tidak membenarkan ucapan suaminya itu.
" Tidak Abi. Aku sangat menyukainya, ini adalah kejutan yang sangat sepesial yang Abi berikan untukku, terimakasih Abi." Wiyah langsung memeluk tubuh suaminya itu, sangking senangnya. Fazar yang mendengar istrinya bahagia dengan kejutan yang dia berikan ikut tersenyum, lalu membalas pelukan istrinya itu. Fazar ikut bahagia jika istrinya bahagia, dan suka dengan kejutan yang dia berikan.
" Alhamdulillah kalau sayang suka, Abi jadi ikut senang." Ucap Fazar sambil membalas pelukan istrinya itu.
Wiyah sedikit melonggarkan pelukannya, lalu Wiyah mengangkat kepalanya untuk menatap suaminya itu." Tapi Abi, bagaimana Abi bisa tau kalau aku memiliki impian akan membuka sebuah restoran seperti ini. Sedangkan aku belum pernah bercerita ke Abi." Tanya Wiyah bingung, karena dia belum pernah bercerita tentang impiannya, tapi suaminya itu sudah mengetahuinya dan sekarang restoran itu sudah ada karena suaminya yang memberikannya.
Fazar tersenyum, dia tau istrinya itu akan menanyakan perihal ini, bagaimana bisa dia tau impian istrinya sedangkan istrinya itu belum pernah bercerita." Abi. Kenapa Abi malah diam." Fazar sampai melupakan kalau dia belum menjawab pertanyaan istrinya itu.
" Abi mengetahuinya, dari buku diary sayang. Abi ngga sengaja ketemu sama buku diary itu, terus Abi baca dan Abi mengetahui kalau sayang ternyata banyak memiliki impian, yang sayang tulis jauh-jauh hari sebelum sayang sukses nanti."
__ADS_1
" Abi juga baru tau, kalau ternyata istrinya Abi ini memliki impian yang tinggi, dan ternyata dia juga seorang penulis yang terkenal banyak novel-novel yang dia tulis sudah dibuatkan sebuah buku, bahkan film. Pantas istriku ini bisa membiayai Harum sekolah, bahkan bisa membelikan rumah untuk keluarganya. Ternyata dia adalah penulis misteri itu."
Ya, Fazar baru mengetahui sesuatu hal yang mengejutkan, dan sengaja istrinya itu tutupi darinya. Tapi berkat buku diary yang istrinya tulis, Fazar bisa mengetahui suatu kebenaran yang dia tidak tau. Bahkan masalalu istrinya dia mengetahuinya berkat buku itu. Fazar tentu terkejut saat mengetahui kalau istrinya ada penulis hebat, tapi istrinya itu sengaja menyembunyikannya. Sungguh istrinya penuh dengan misteri, tapi dengan buku diary itu, misteri-mistri istrinya yang belum dia ketahui bisa dia tau.
Mungkin kalau Fazar bisa bilang diusia istrinya yang masih muda, dia bisa mendapatkan uang yang banyak, bahkan sepuluh novel yang istrinya tulis adalah novel terkenal.
" Ternyata Abi sudah mengetahuinya ya." Wiyah tentu tidak percaya bercampur malu, saat mendengar pengakuan suaminya, kalau ternyata rahasianya selama ini akhirnya terbongkar juga. Padahal dia sengaja merahasiakannya agar tidak ketahuan oleh siapapun bahkan parah sahabatnya, karena Wiyah merasa malu saat mereka mengetahuinya. Karena seorang gadis yang memiliki cita-cita sebagai seorang pengacara, ternyata dia adalah penulis. Mungkin terdengar lucu, karena cita-citanya dan juga hobinya ternyata tidak sama. Tapi itu yang Wiyah rasakan, dia ingin menjadi pengacara yang hebat, tapi dia juga ingin mempunyai karya yang bisa di baca orang dan dikenang oleh orang lain.
" Iya sayang, Abi sudah mengetahuinya dari tiga bulan yang lalu, tapi Abi sengaja diam agar sayang tidak curiga." Jawab Fazar tersenyum." Sayang, jika Sayang seorang penulis, kenapa sayang sengaja menyembunyikannya, padahal sayang bisa bercerita, agar orang lain tau siapakah penulis misterius itu." Fazar sering bingung, dengan istrinya itu yang menyembunyikan hal semenarik ini. Padahal dia bisa memanfaatkan kepopulerannya untuk menjadi terkenal. Tapi istrinya itu tidak melakukan hal itu. Sungguh istrinya sangatlah istimewa.
" Karena aku malu Abi."
" Lah kenapa malu sayang, malahan bagus lagi kalau ada orang tau, pasti sayang bisa jadi selebritis karena berhasil menjadi penulis terhebat, dengan karya mu sayang." Ucap Fazar bingung dengan jawaban istrinya itu. Padahal banyak orang yang ingin terkenal dengan cara apapun. Tapi istrinya itu berbeda, padahal dia bisa saja terkenal berkat karya, tapi istrinya itu tidak melakukannya.
" Karena aku punya cita-cita sebagai pengacara, tapi aku punya hobi nulis, kan aneh Abi kalau sampai didengar oleh orang. Makanya aku milih diam saja Abi. Terus kata kak Idar juga. Ngga bagus kalau banyak orang-orang yang tau, takut nanti ada orang yang iri dan mencoba menjatuhkan ku dengan cara apapun itu." Jelas Wiyah." Aku juga nulis juga karena ngga sengaja Abi, tapi malah jadi hobi. Aku juga ngga kepingin jadi terkenal Abi, karena aku lebih suka seperti ini."
Sungguh Fazar semakin suka dengan istrinya itu, yang memiliki pemikiran lain. Jika diluar sana banyak orang yang ingin terkenal sampai melakukan hal ekstrim, tapi berbeda dengan istrinya itu.
" Emangnya kenapa gitu Abi."
" Karena Abi tertarik dengan penulis misteri itu. Abi suka dengan semua karyanya." Wiyah semakin dibuat terkejut, dengan jawaban suaminya itu, kalau ternyata suaminya itu salah satu dari pembacanya.
" Benarkah Abi." Fazar mengangguk mengiyakan.
" Iya sayang. Kalau sayang ngga percaya, ayo kita telusuri restoran ini. Kebetulan Abi buat sepesial untuk sayang, dengan tema yang pernah sayang tulis." Jawab Fazar. Fazar kembali menarik tangan istrinya dengan lembut, lalu menelusuri setiap ruangan dari restoran itu. Yang ternyata sangatlah mewah.
Setiap sudut restoran itu tampak cantik, karena ada beberapa rak buku. Sepertinya kalau orang yang memiliki hobi membaca akan betah di restoran ini.
__ADS_1
" Dan ini seperti keinginan sayang kan, memiliki restoran, dengan tempat yang khusus untuk mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas mereka. Jadi mahasiswa tidak perlu susah lagi mencari tempat yang nyaman karena disini adalah tempatnya." Ternyata dilantai dua, terdapat ruangan untuk parah mahasiswa yang sengaja Fazar siapkan. Tepat itu juga terdapat beberapa buku, yang entah Fazar dapatkan dari mana. Ruangan itu cukup menarik dengan nuansa yang tenang.
" Wah, ternyata Abi sangatlah teliti untuk menyiapkan semua ini." Ucap Wiyah kagum dengan ruangan itu yang sama persis seperti keinginannya.
Fazar kembali membawa istrinya disebuah tempat untuk para karyawan. Tempat karyawan jug di bagi dua, karena Fazar sengaja melakukan itu. Di restoran itu juga terdapat mushola, jadi orang-orang yang datang di restoran itu tidak perlu keluar untuk mencari mushola.
" Makasih abi, karena Abi sudah menyiapkan ini semua, Ini semua sama persis seperti keinginan ku. Terimakasih Abi." Ucap Wiyah sambil memeluk suaminya itu sangking bahagianya, sedangkan Fazar hanya tersenyum.
" Sama-sama sayang." Jawab Fazar sambil mencium permen yupi itu sekilas.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Hari dan minggu terus berganti hingga menjadi bulan, tidak terasah waktu juga semakin cepat berganti. Sudah empat bulan meninggalnya ayah Jambri. kini keluarga yang ditinggalkan sudah benar-benar menerima kepergiannya. Walaupun hidup tanpa ayah untuk yang kedua kalinya, tapi kehidupan mereka tetap tercukupi, dari sebelumnya. Karena Fazar benar-benar menepati janjinya, dengan mencukupkan semua kebutuhan adik-adik ipar nya. Seperti sekolah yang terbaik di kota S, mendapatkan rumah yang layak dari sebelumnya, semua sudah terjamin. Mungkin hidup adik-adik Wiyah sangatlah beruntung sekarang.
Tempat empat bulan meninggal nya sang ayah, kini keluarga itu akan mendapatkan kabar bahagia kembali. Karena Wiyah akan segera melahirkan. Walaupun usia kandungannya baru delapan bulan, jalan sembilan. Tapi Wiyah akan tetap melahirkan dengan waktu yang cepat dengan cara melakukan operasi sesar, karena Wiyah mengandung Beby Triple, apalagi kondisinya juga tidak memungkinkan nya untuk melahirkan secara normal.
Di rumah sakit, Tepatnya di ruangan operasi. Keluarga besar Fazar, keluarga Haidar serta ibu Widya sedang menunggu di luar ruangan operasi.
Hati mereka terus berjikir, agar keadaan Wiyah serta anak-anaknya baik-baik saja. Apalagi ini adalah cucu pertama di kelurga mereka.
" Bunda tenang saja semuanya akan baik-baik saja." Ucap Fadil menenangkan bunda Sisi yang dari tadi gelisah. Fadil tau kalau bunda Sisi pasti khawatir dengan menanti itu." Sebaiknya bunda duduk dulu." Bunda Sisi hanya menurut, lalu duduk disebelah Fina.
Sekarang usia kandungan Fina sudah tiga bulan jalan empat, kini wanita itu semakin terlihat berisi selama dia mengandung.
" Bunda tenang saja, aku tau kalau Wiyah akan baik-baik saja karena Wiyah adalah wanita yang kuat." Ucap Fina, walaupun sebenarnya dia juga takut. Tapi dia berusaha untuk menenangkan kekhawatiran mertuanya itu.
Sedangkan bunda Sisi hanya tersenyum mendengar ucapan menantunya itu. Hari seperti ini, menantunya masih bisa tenang. Walaupun dia sendiri merasa tidak tenang.
__ADS_1
Di kursi lainnya, terlihat Widya yang hanya tersenyum melihat kekhawatiran mertua putri nya itu, karena Widya sendiri cukup senang melihat orang-orang menyayangi putrinya termasuk mertuanya.
...----------------...