
Selesai menganti pekaiannya dengan pekaian santai jika di rumah.
Wiyah kini sedang memasak bubur untuk Fazar, karena yang Wiyah tahu kalau orang yang penyakit maag nya lagi kambu, tidak boleh memakan makanan yang keras makanya Wiyah memasak bubur untuk Fazar.
Setelah semua selesai dan bubur yang Wiyah masak juga sudah berada di dalam mangkuk. Wiyah membawa air minum dan juga obat maag ya tadi Fazri berikan di atas nampan.
Dengan perasaan ragu Wiyah menaiki tangga satu persatu untuk pergi ke kamar Fazar sambil membawa nampan yang berisi makanan untuk Fazar.
" Ayo Wiyah kamu bisa." Ucap Wiyah menyemangati dirinya sendiri. Wiyah mengetuk pintu itu dengan perasaan ragu.
Tok.
Tok.
Tok.
Wiyah mengetuk pintu itu sampai terdengar suara dari dari dalam.
" Masuk," Suruh Fazar. Mendengar jawaban dari dalam membuat Wiyah membuka pintu itu.
Sedangkan Fazar yang masih menatap kearah pintu dengan tubuh di sadarkan di sandaran ranjang, Fazar bisa melihat kalau yang masuk kedalam kamarnya itu Wiyah sambil membawa nampan yang berisi mangkuk dan juga segelas air putih.
" Apa yang kamu lakukan di kamarku." Tanya Fazar sambil menatap kearah Wiyah.
" Maaf tuan, aku membawa sarapan untuk tuan, karena tadi aku mendengar kalau tuan sedang sakit." Jelas Wiyah memberitahukan kenapa ia berada di dalam kamar Fazar.
" Tidak usah, aku bisa menyuruh pembantu yang lain untuk membawakan ku makanan." Jawab Fazar." Lebih baik kamu bawah turun makan itu. Aku tidak ingin memakan makanan yang kamu bawah." Ucap Fazar kembali dengan terang-terangan menolak makanan yang Wiyah bawah.
Sedangkan Wiyah yang mendengar penolakan dari Fazar, membuatnya merasa sangat nyeri pada perasaannya, tapi berusaha untuk Wiyah tahan.
" Maaf tuan. Tapi di rumah ini hanya ada saya, karena bu Neneng sedang keluar untuk berbelanja kebutuhan dapur. Sedangkan mbak Fika dan mbak Alia, tidak berkerja, karena ada urusan keluarga." Jelas Wiyah. Wiyah sudah menduga akan seperti ini, kalau Fazar tidak akan mau memakan makanan yang ia bawah karena Fazar begitu sangat tidak suka kepada dirinya. Tapi bagaimanapun Wiyah harus membujuk suaminya agar mau makan, mengingat sekarang keadaannya sedang sakit.
__ADS_1
" Maaf tuan. tapi tuan harus sarapan. Aku takut jika tuan tidak memakan apapun maka perut tuan akan semakin sakit karena tuan tidak memakan apapun yang membuat perut tuan semakin sakit. Mengingat maag tuan sedang Kambu sekarang, jadi tuan harus makan walaupun sedikit." Ucap Wiyah yang mencoba untuk bujuk suaminya itu, agar Fazar mau makan.
Mendengar ucapan dari Wiyah membuat Fazar membenarkan, kalau ia perlu mengisi perutnya karena sekarang maag nya sedang kambuh. Jika ia tidak memakan apapun Fazar yakin kalau penyakit maag nya itu akan semakin para. Mengingat penyakit maag itu termasuk maag akut.
" Baiklah aku akan memakannya. Tapi kamu harus diam di situ, tunggu aku sampai selesai menghabiskan makananku karena aku tidak mau memanggil mu lagi." Jawab Fazar mengiyakan kalau ia akan memakan makanan yang Wiyah bawah..
Wiyah yang mendengar jawaban dari Fazar membuat langsung tersenyum senang kalau Fazar mau memakan makanan yang ia bawa.
" Baik tuan." Jawab Wiyah. Wiyah melangkah mendekati kasur Fazar lalu menaruh nampan berisi makanan di atas meja nakas.
Fazar bisa melihat kalau makan yang Wiyah bawah ternyata sebuah bubur ayam." Sepertinya enak." Batin Fazar yang mencium aroma bubur ayam itu.
Fazar mulai memakan bubur ayam itu. Sedangkan Wiyah hanya bisa duduk di sofa sambil memerhatikan bagaimana lahapnya suaminya itu memakan bubur buatannya.
" Alhamdulillah kalau tuan Fazar menyukai bubur buatan ku." Batin Wiyah sambil tersenyum senang.
🌺🌺🌺🌺🌺
Setelah memastikan kalau Fazar memakan bubur yang tadi dia bawah dan meminuman obat. Wiyah turun kelantai bawah sambil membawa piring kotor untuk Wiyah cuci.
Wiyah bisa melihat kalau ruangan itu masih tetap bersih, tapi karena Wiyah begitu sangat bosan membuat Wiyah membersihkan ruangan keluarga.
Saat Wiyah sedang asyik membersihkan kaca. Suara telfon rumah membuat Wiyah menghentikan pekerjaannya.
" Siapa yang menelepon." Gumam Wiyah saat mendengar terlfon berbunyi, karena takut hal yang penting Wiyah mengangkat telpon rumah.
" Pergi kekamar ku, aku membutuhkan sesuatu." Suruh Fazar. Ya yang menelfon, telfon rumah tidak lain yaitu Fazar, karena ia memerlukan sesuatu makanya ia menelfon telpon rumah untuk memintanya langsung ke Wiyah.
" Baik tuan." Jawab Wiyah, walaupun Wiyah bingung tapi Wiyah tetap mengikuti apa yang di suruh oleh Fazar untuk naik di kamar suaminya itu. Mungkin Fazar sedang membutuhkan bantuannya. Pikir Wiyah.
Sesampainya di kamar Fazar Wiyah bisa melihat kalau posisi suaminya itu masih sama yaitu berbaring seperti tadi saat ia meninggalkannya untuk bersih-bersih sebentar.
__ADS_1
" Ada yang bisa saya bantu tuan." Tanya Wiyah yang sudah berada di samping ranjang.
Fazar melihat kearah sampingnya.
" Apa kamu bisa memijat orang." Tanya Fazar sambil menatap Wiyah.
Mendengar pertanyaan dari Fazar, membuat Wiyah mengerutkan keningnya bingung, tapi Wiyah hanya mengangguk mengiyakan dari pertanyaan dari Fazar tadi.
" Iya tuan saya bisa ." Jawab Wiyah.
" Kalau gitu pijitin aku." Suruh Fazar membuat Wiyah membulatkan matanya tidak percaya.
" piji_tin anda tuan." Tanya Wiyah tidak percaya.
" Iya, karena hanya ada kamu di rumah ini." Jawab Fazar kembali.
" Tapi tuan."
" Tidak ada penolakan, cepat." Suruh Fazar tegas yang membuat Wiyah langsung mengangguk mengerti tanpa menolak karena takut dengan Fazar.
Wiyah melangkah naik ke atas ranjang lalu duduk di sebelah Fazar. Wiyah yang sudah berada di sebelah Fazar bingung ingin melakukan apa karena ini pertama kalinya Wiyah memijat tubuh seorang pria.
" Pijet di bagian kepalaku, karena kepalaku terasa begitu sangat berat." Suruh Fazar yang menyadari kalau Wiyah hanya diam tanpa melakukan apapun.
" Baik tuan." Jawab Wiyah yang mulai mengangkat kedua tangannya mengarah ke kepala Fazar lalu memijatnya dengan lembut.
Sedangkan Fazar begitu sangat menikmati pijitan itu yang membuat Fazar memejamkan matanya karena begitu sangat menikmati pijitan yang Wiyah berikan di kepalanya.
" Terasa begitu sangat tenang." Batin Fazar
Â
__ADS_1
Maaf ya teman-teman, aku ngga bisa update setiap hari, soalnya author sibuk benget.
Harap bijak dalam membaca karena banyak typo yang bertebaran. Jangan lupa like komen dan vote nya biar author makin semangat buat