
" Kamu sedang masak apa." Tanya Fazar mendekati Wiyah.
" Aku lagi masak sayur capcay tuan." Jawab Wiyah tanpa melihat karena Fazar, karena masih fokus dengan masakannya.
" Sayur capcay. Apa cuman itu." Tanya Fazar membuat Wiyah mengangguk.
" Iya tuan aku hanya masak sayur capcay." Jawab Wiyah." Emangnya tuan mau makan apa, biarkan aku buatkan." Tanya Wiyah menatap kearah Fazar.
" Aku hanya ingin makan bakwan udang, apakah kamu bisa membuatnya." Tanya Fazar membuat Wiyah tersenyum.
" Tentu tuan, aku akan memasarkannya." Jawab Wiyah sambil tersenyum. Wiyah begitu sangat senang karena selama sebulan lebih mereka menikah, akhirnya Fazar menyuruhnya untuk memasak makanan yang Fazar inginkan. Rasanya Wiyah begitu sangat bersyukur dengan perubahan Fazar sekarang.
Saat Wiyah ingin menaruh sayur capcay kedalam tempat. Wiyah harus menghentikan kegiatannya, saat Fazar menyuruhnya untuk diam sebentar.
" Wiyah jangan bergerak dulu." Ucap Fazar menghentikan kegiatan Wiyah.
Wiyah bingung kenapa Fazar menghentikannya, tapi Wiyah tetap menuruti ucap Fazar.
Fazar mendekatkan tubuhnya lebih dekat lagi dengan Wiyah lalu mengambil kotoran yang berada di rambut Wiyah.
" Kenapa tuan." Tanya Wiyah sambil menatap Fazar yang begitu sangat dekat dengan dirinya.
" Ini ada kotoran yang lengket di rambut mu." Jawab Fazar memperlihatkan kotoran yang tadi lengket di rambut Wiyah.
Saat Fazar memperlihatkan kotoran itu, tidak sengaja mata keduanya saling berebut satu sama lainnya, dan Fazar bisa menatap bola mata indah Wiyah.
Tapi tatapan Fazar tertuju pada permen yupi yang pernah Fazar cicipi berapa hari yang lalu, terlihat sangat indah karena warna permen yupi itu terlihat natural tanpa tambahan warna lain.
Rasanya Fazar ingin kembali merasakan permen yupi itu seperti berapa hari yang lalu.
" Kenapa aku mendadak jadi m*sum begini ya." Batin Fazar merasa kalau ada yang aneh dengan dirinya. Karena mendadak m*sum.
Sedangkan Wiyah hanya bisa diam menatap wajah suaminya yang terlihat semakin tampan dengan jarak yang begitu sangat dekat seperti ini.
__ADS_1
Jantung Wiyah juga semakin berdetak tidak beraturan, saat hembusan nafas Fazar bisa Wiyah rasakan.
" Kenapa jantung ku." Batin Wiyah merasa aneh dengan debaran jantungnya.
Fazar semakin mendekatkan wajahnya, sampai hidung mancung keduanya saling bertemu dan. Ya kalian bisa tahu kalau Fazar kembali merasakan manisnya permen yupi yang dari tadi menggoda nya.
Sedangkan Wiyah membulatkan matanya tidak percaya saat Fazar mencuri permen yupi nya, mengambil permen yupi nya tanpa seijin dari nya sama sekali.
" Apa yang terjadi dengan tuan." Batin Wiyah merasa aneh dengan tingkah Fazar sekarang. Yang tiba-tiba saja mengambil permen yupi nya tanpa seijinnya.
Fazar begitu sangat menikmati permen yupi, sampai Fazar merasakan kalau Wiyah kehilangan oksigen karena ulahnya, barulah Fazar melepaskan permen yupi itu.
Suasana yang tadi adem-adem aja, kini berubah canggung setelah kejadian tadi.
Kejadian terjadi saat pagi hari yang membuat dapur mendadak hangat. Bukan kompor melainkan hal yang lain. Tapi keduanya begitu sangat menikmati kejadian tadi.
Fazar sang pelaku utama dan Wiyah korbannya, mau-mau aja, jadi disini tidak ada yang bersalah ya 😁
Tapi Fazar suka dengan adegan tadi. Karena dengan itu, bisa membuat hubungan mereka bisa saling dekat satu sama lainnya.
" Sangat memalukan, tapi manis. Apa aku boleh mencoba hal yang lain selain permen yupi." Batin Fazar yang tanpa sadar tersenyum sendiri mengingat kejadian tadi." Tapi ngga apa-apa, dia juga istriku, jadi sah-sah aja kalau aku melakukannya. Bukannya itu permintaan anak keponakannya, dan juga Fazri, untuk membawakan mereka adik bayi. Mungkin dengan hal itu, hubungan kami bisa semakin dekat, dan akan jauh lebih baik lagi, karena kami bisa saling menerima satu sama lainnya." Batin Fazar kembali.
Sedangkan Wiyah hanya diam sambil memegang permen yupi nya yang masih terasa basah akibat ulah Fazar barusan.
" Apa yang terjadi dengan tuan, kenapa tuan mendadak menjadi orang yang aneh, dan juga menakutkan." Gumam Wiyah sambil memegang b*birnya
Karena tidak mau memikirkan kejadian tadi, Wiyah kembali memasak makanan yang Fazar minta tadi.
🍁🍁🍁🍁🍁
Setelah semua selesai, kini Wiyah maupun Fazar sudah duduk di meja makan sambil menikmati makanan mereka masing-masing. Wiyah maupun Fazar sama-sama canggung setelah kejadian tadi, karena Fazar maupun Wiyah sama-sama merasakan malu yang sangat luar biasa, saat kejadian tadi terlintas di ingatan mereka.
Walaupun Fazar sudah pernah bertunangan dulu. Tapi Fazar tidak pernah berciuman sama sekali, karena Fazar begitu sangat menjaga wanita yang dia cintai nya dari hal zina. Karena menurut Fazar. Apa yang ada pada diri seorang wanita itu tidak pantas untuk disentuh oleh seorang pria selain suaminya kelak, Fazar begitu sangat menjaga batasannya sebagai seorang pria walaupun Fazar tahu kalau dia tunangannya.
__ADS_1
Fazar selalu menjaga matanya, dan juga perasaannya agar Fazar tidak melakukan hal yang tidak boleh dia lakukan. Apalagi menyentuh yang bukan halal untuknya.
Sama halnya dengan Wiyah yang begitu sangat menjaga dirinya, sampai membuat nya tidak pernah berteman dengan seorang pria manapun atau berpacaran karena Wiyah takut kalau dia akan melakukan hal yang dilarang.
Wiyah menginginkan kalau nanti ada seorang pria yang menyukainya, maka pria itu harus datang dan bertemu dengan keluarganya, agar Wiyah tidak masuk kedalam urusan cinta yang tidak jelas.
Karena menurut Wiyah, mencitai itu ketika kamu menemukan seseorang yang sudah halal untuk kamu cintai yaitu suamimu.
Tidak terasa Fazar dan Wiyah sudah menyelesaikan sarapan pagi mereka dengan susana yang tenang. Selesai sarapan pagi, Wiyah merapikan meja makan setelah itu mengangkat piring kotor ketempat pencucian piring.
Wiyah kembali lagi ke rungan tamu, karena Wiyah akan mengantarkan Fazar sampai ke depan pintu.
" Jangan lupa, barang-barang mu semuanya di atur, soalnya kita akan kembali ke Indonesia besok." Ucap Fazar mengingatkan, membuat Wiyah mengangguk mengerti.
" Iya tuan." Jawab Wiyah.
" Aku hanya sebentar di kantor. Nanti siang aku pulang." Ucap Fazar kembali." Kalau gitu aku berangkat dulu, assalamualaikum." Salam Fazar yang ingin melangkah keluar tapi Wiyah harus menghentikan langkahnya.
" Maaf tuan, aku hanya ingin salim." Ucap Wiyah dengan senyuman di bibirnya.
Fazar yang mendengar ucapan dari istrinya itu, sampai melupakan kalau selama beberapa hari ini, Wiyah selalu menyalami tangan. Melakukan tugasnya sebagai istri seperti istri lainnya.
Fazar mengulurkan tangannya, lalu dengan senang hati Wiyah menyambut tangan Fazar kemudian Wiyah mencium punggung tangan Fazar.
" Hati-hati dijalan tuan." Ucap Wiyah dengan senyumannya membuat Fazar tersenyum sangat tipis hingga tidak terlihat sama sekali.
" Apakah seperti ini rasanya memiliki istri yang selalu mengantraka kamu pergi, dan menyebut mu pulang." Batin Fazar.
...----------------...
Sepertinya Fazar sudah berpikir sampai ke hal lain. Apakah 2R, Fanesya dan juga Fazri akan mendapatkan apa yang mereka mau.
Ayo tebak. Jangan lupa komen ya.
__ADS_1