
Kesabaranku membawa cinta
" Kenapa kak Fadil mengatakan ini, dan sejak kapan kak Fadil menyimpan rasa terhadapku." Tanya Fina, yang ingin tau kenapa Fadil menyukainya.
" Aku tidak tau kapan rasa ini tumbuh Fin, tapi saat aku bersamamu, aku merasa nyaman dan debaran jantung yang selalu tidak beraturan, bahkan aku merasa tidak suka, saat aku melihat kamu bersama dengan pria lain, sama seperti saat aku melihatmu bersama dengan Aldrich. Aku akan selalu marah, saat aku melihatmu dengan pria lain, walaupun aku tau kalau mereka hanyalah teman satu kampusmu, tapi rasa tidak suka itu semakin timbul saat aku melihat pria lain, yang selalu diam-diam melirikmu, membuat gemuruh dalam hatiku selalu membuatku kesal."
" Dari situ aku sadar kalau aku mulai menyukaimu Fin, makanya setiap rasa kesalku selalu tertuju padamu, saat aku melihatmu dilirik oleh pria lain, Aku sadar kalau rasa kesal itu bukan karena hal lain Fin, melainkan aku cemburu, Aku cemburu saat mengetahui kalau kamu ternyata disukai oleh pria lain."
" Mungkin aku egois Fin, tapi itulah kenyataannya. Aku tidak suka sampai kamu disukai oleh orang lain, Karena kamu adalah milikku dan akan tetap seperti itu Fin." Jelas Fadil, sambil menatap Fina dengan dalam.
" Tapi kak, Apakah perasaan kak Fadil ini benar-benar tulus, atau hanya sekedar rasa penasaran kak Fadil saja. Aku takut kalau perasaan kak Fadil terhadapku, hanya sekedar rasa penasaran saja kak."
Jujur sebenarnya Fina begitu sangat senang, karena Fadil menyatakan perasaannya, apalagi ini adalah keinginannya selama ini, hanya saja Fina merasa ragu, dengan pernyataan Fadil barusan, Apakah Fadil benar-benar menyukainya, atau hanya sekedar rasa penasaran, dan mungkin saja, apa yang dikatakan oleh Fadil kepada dirinya itu, hanya sekedar pelapisan, karena perasaannya kepada Wiyah tidak terbalaskan.
Mungkin apa yang Fina pikirkan terdengar salah di mata orang. Tapi akan ada orang yang membenarkan pikiran Fina. Karena Fina memiliki ketakutan sebagai seorang perempuan, jika nanti ia di jadikan sebuah pelampiasan oleh pria lain. Karena pria itu ternyata menyukai perempuan lain, tapi bukan dirinya. Dan pria yang menyatakan perasaannya itu, ingin melampiaskan kekesalannya, karena perasaannya ternyata tidak terbalaskan.
" Aku tau pasti kamu akan ragu dengan perasaan ku Fin, tapi apa yang aku katakan ini benar, kalau aku benar-benar mencintaimu. Perasanku juga, bukan sekedar rasa penasaran terhadapmu Fin, tapi perasaan ini tulus dari lubuk hatiku." Jawab Fadil yang mencoba menjelaskan, kalau perasaannya ini benar-benar dari hatinya. Kalau ia menyukai gadis didepan itu, dan perasaannya juga bukan karena rasa penasarannya, seperti pemikiran Fina tadi." Jika kamu tidak percaya Fin, aku bisa menikahimu malam ini juga, agar kamu mempercayaiku perasaan ku, dan perkataanku tadi." Ucap Fadil kembali dengan begitu sangat tulus.
Fina semakin terlihat terkejut, saat mendengar ucapan Fadil. Apalagi ia bisa melihat dari tatapan mata pria itu, kalau Fadil benar-benar tulus menyatakan perasaannya, bukan sekedar pelapisan seperti dalam pikirkan nya tadi. Fina juga bisa melihat dari mata itu, kalau dia sedang menunggu jawaban darinya.
" Jika kamu tidak percaya, aku bisa menunjukkan perasaanku disini Fin, Dengan cara memberitahukan kepada orang-orang kalau aku benar-benar mencintaimu." Ucap Fadil, sambil Fadil berdiri dari duduknya. Fina yang melihat Fadil berdiri dari duduknya, hanya mengerutkan keningnya bingung menatap kearah Fadil, karena ia bingung apa yang akan di lakukan oleh pria itu selanjutnya. Fina hanya bisa bertanya-tanya, apa yang akan Fadil lakukan sekarang, sampai ia berdiri dari duduknya.
" Aku mencintaimu Fina Fabbri Falisha, Aku mencintaimu tulus dari hatiku, aku ingin kamu menjadi pasanganku untuk seumur hidupku, menemaniku dari sekarang sampai kita dipisahkan oleh maud nanti, Aku ingin kamu menerima perasaan ini Fina, agar perasaan ini terbalaskan. Fina Fabbri Falisha, apakah kamu mau menjadi istriku." Teriak Fadil dengan lantangnya, tanpa rasa malu sama sekali, kalau teriakannya tadi membuat orang-orang yang berada didalam warung itu langsung menatap kearah meja mereka. Bahkan orang-orang itu bersorak bahagia untuk Fadil karena dengan terang-terangan Fadil menyatakan perasaannya ditempat orang banyak, hingga membuat para pengunjung banyak yang bersorak untuk Fadil, agar Fina mau menerima pesanannya.
" Terima, terima, terima." Sorak mereka sambil mendung Fadil.
__ADS_1
Sedangkan Fina semakin di buat terkejut dengan kelakuan Fadil barusan, yang menyatakan perasaannya didepan orang banyak, Apalagi suaranya yang terdengar lantang di indra pendengarannya, membuat orang-orang mengetahui perasaan Fadil.
Fina juga bisa melihat kalau orang-orang di warung makan itu, sepenuhnya sedang mendung Fadil, agar ia mau menerima perasaan Fadil.
" Fin, kamu sudah berjanji tadi, kalau kamu tidak akan menolak perkataan ku ini." Ucap Fadil mengingatkan Fina pada janjinya tadi.
Mendengar ucapan Fadil, membuat Fina mengerti, kenapa tadi Fadil memintanya berjanji, kalau ia tidak boleh menolak perkataan Fadil. Ternyata ini maksud dari pria itu, agar ia mau menerima cintanya." Pantas saja kak Fadil menyuruhku berjanji tadi, ternyata ini maksudnya. Sungguh, kak Fadil sengaja menjebakku dengan janjiku tadi." Batin Fina, heran dengan sikap pria didepannya itu, yang memiliki sejuta rencana, agar ia mau menerima perasaannya." Kak Fadil aku akan memberitahukan apa jawabku, tapi kak Fadil duduk dulu, ngga enak dilihat sama orang-orang kalau kak Fadil berdiri terus." Sedangkan Fadil hanya menurut, lalu kembali duduk di kursinya.
Sedangkan orang-orang di warung itu, masih menunggu jawaban dari Fina. Karena mereka dengan keputusan Fina, apakah menolak permintaan Fadil atau menerimanya.
Setelah Fadil duduk, Fina memberanikan dirinya untuk menatap mata Fadil dengan dalam seperti Fadil menatapnya tadi, Fina mencoba mencari kebohongan disana, Tapi dari mata itu, Fina tidak menemukan kebohongan sama sekali, melainkan sebuah ketulusan yang tidak bisa di gambarkan.
" Berikan aku waktu satu bulan kak, agar aku bisa memberikan jawaban untuk kak Fadil, dan berikan aku waktu satu bulan untuk mengenal kak Fadil, selama kak Fadil menunggu jawaban dariku." Ucap Fina, menatap pria didepannya itu dengan serius." Setelah waktu satu bulan selesai, maka aku akan memberikan jawabanku kak, tapi berikan waktu itu agar aku bisa mengenal mu, dan kak Fadil bisa mengenalku."
" Kenapa tidak sekarang saja Fin, satu bulan itu sangatlah lama." Tanya Fadil bingung, kenapa gadis didepannya itu meminta waktu untuk memberikannya jawaban, bukannya Fina hanya mengatakan iya, lalu kenapa harus menunggu lama sekali untuk memberikan jawabannya." Apa kamu masih ragu dengan perasaanku Fin."
Sebenarnya Fina bisa saja memberikan jawaban sekarang, karena Fina juga menyukai Fadil, hanya saja dalam hati Fina memiliki keraguan, yang membuat ia meminta waktu satu bulan untuk menjawab perasaan Fadil tersebut.
" Maaf kak Fadil, aku masih ragu dengan persamaan mu, tapi setelah hatiku yakin, maka aku akan memberikan jawaban yang kamu tunggu nanti." Batin Fina merasa bersalah, tapi hanya itu jalan satu-satunya agar ia bisa menyakinkan perasaannya selama sebulan.
Sedangkan Fadil terlihat sedang berpikir dengan permintaan Fina, sampai ia mau menganggukkan kepala kalau ia setuju dengan permintaan Fina." Baiklah aku setuju dengan permintaan mu Fin, Tapi setelah sebulan selesai aku akan menagih janjimu untuk memberikanku jawaban, tapi bukan jawaban penolakan, melainkan jawaban yang lain, tapi bukan penolakan Fin, Karena aku paling tidak suka dengan kata penolakan." Jawab Fadil setuju." Jika sampai bulan depan kamu menolakku Fin, maka hari itu juga aku akan menikahimu." Batin Fadil tersenyum licik.
" Terimakasih kak Fadil, karena sudah memberikan aku waktu selama sebulan, Tapi aku tidak bisa berjanji dengan jawaban ku nanti kak, karena jawabku nanti sesuai dengan perkenalan kita selama sebulan." Jelas Fina. Hal itu sukses membuat Fadil memasang wajah dinginnya.
"Jika sampai itu terjadi Fin, maka akulah orang pertama yang akan menikahi mu hari itu juga, walaupun kamu menolakku sekalipun." Jawab Fadil dengan wajah datarnya, yang membuat Fina jadi takut, karena jawaban Fadil tersebut.
__ADS_1
Sedangkan orang-orang yang berada di warung itu, tampak kecewa dengan jawaban Fina. Karena Fina memilih menjawabnya nanti. Padahal orang-orang yang berada di warung itu, begitu sangat menantikan momen romantis dari keduanya, setelah Fina menjawab perasaan Fadil.
.
.
Setelah makan malam berdua, dan mobil Fadil juga sudah selesai di perbaiki, Kini Fina maupun Fadil sama-sama berada didalam mobil yang sama, karena mereka akan kembali kerumah sakit.
Fadil menoleh sekilas kearah sampingnya, yang terdapat gadis yang dia sukai. Gadis itu terlihat hanya diam, sedangkan pandangannya terus tertuju keluar jendela, tanpa menoleh sekalipun kearahnya.
Fadil hanya tersenyum melihat tingkah Fina tersebut, yang seperti sedang menghindarinya setelah kejadian tadi, dimana ia mengungkapkan perasaannya. Sepertinya gadis itu, memiliki jiwa yang begitu sangat was-was pada dirinya.
" Fin, apakah kamu ngga takut sama aku." Fina yang tadi diam, sambil menatap kearah luar, harus menoleh kearah Fadil, karena mendengar ucapan pria itu.
" Emangnya apa yang harus aku takutkan kak, sedangkan kak Fadil bukalah orang jahat yang harus aku takuti bukan." Jawab Fina yang belum mengerti, dengan arah perkataan Fadil.
Fadil hanya tersenyum mendengar jawaban gadis disampingnya itu, ternyata Fina sangatlah polos, sampai dia tidak tau, kalau pria baik-baik, bisa berubah menjadi orang jahat, saat orang yang dia cintai sedang mengabaikannya seperti saat ini.
" Aku memang bukan orang jahat Fin, tapi aku bisa menjadi orang jahat, saat aku melihat gadis yang aku sukai sedang berada di sampingku, apalagi gadis itu belum memberikan aku jawaban yang pasti, yang tentunya membuat aku sangat frustasi, dan rasa frustasiku itu bisa merubahku menjadi orang jahat, Agar aku bisa mendapatkan jawaban yang pasti dari gadis yang aku sukai itu Fin, aku bisa melakukan sesuatu kejahatan yang membuat gadis itu mau menerima ku." Jelas Fadil sambil tersenyum jahil menatap sekilas gadis disampingnya itu, lalu kembali melihat kearah depan kembali.
Sedangkan Fina mulai mengerti arah pembicaraan Fadil, yang mengarah kemana. Fina tentu tau, kalau pria yang sedang frustasi karena cinta, bisa sajakan melakukan hal nekat kepada gadis yang dia cintai. Termasuk...
" Kak Fadil, jangan macam-macam, aku bisa memukul kak Fadil jika kak Fadil sampai berani macam-macam." Ancam Fina saat memikirkan hal buruk, yang bisa saja terjadi di mobil itu.
Fina sedikit menggeser tubuhnya agar lebih jauh lagi dari Fadil, bahkan gadis itu terlihat ketakutan, sampai membuat dia memasang ancang-ancang, jika Fadil berbuat jahat." Jika kak Fadil macam-macam, aku akan menyuruh kak Fazar untuk memasukkan kak Fadil jeruji besi." Ancam Fina kembali dengan wajah ketakutannya. Sungguh Fina semakin takut saat melihat senyuman pria itu, rasanya ia ingin keluar dari mobil itu sekarang, Karena Fina sangat takut jika sampai terjadi sesuatu hal yang menakutkan.
__ADS_1
Sedangkan Fadil semakin tersenyum jahil saat melihat wajah ketakutan Fina, apalagi pikiran jahil untuk mengerjai gadis itu, muncul di kepalanya." Pasti sangat menyenangkan, kalau sesekali aku mengerjai mu Fina." Batin Fadil. Fadil mengehentikan mobilnya, saat ada lampu merah didepan." Bang Fazar tidak akan bisa memasukkanku kedalam jeruji besi Fin, karena Abang Fazar tau kalau kita saling mencintai, dan Abang Fazar yakin, kalau kita melakukan itu, karena waktor saling suka." Jawab Fadil tersenyum." Sebaiknya aku mencobanya sedikit." Fina semakin dibuat ketakutan dengan perkataan Fadil, sampai-sampai bayang-bayang, dimana dia hampir diperkosa oleh Aldrich hadir kembali di kepalanya.
...----------------...