
Tidak terasa malam telah berganti dengan pagi, tandanya orang orang akan kembali beraktivitas seperti biasa. Mereka akan kembali ke tugas mereka masing masing.
Sepertinya yang di lakukan keluarga Haidar sekarang, yang sedang sibuk dengan aktivitas mereka masing masing, apalagi kemarin keluarga itu baru saja melangsungkan pernikahan Wiyah yang pasti sangat sibuk setelah acara itu selesai. yang membuat keluarga itu kembali sibuk karena kemarin mereka meninggalkan pekerjaan mereka itu hanya karena melangsungkan pernikahan sang adik.
Keluarga kecil itu kembali bertemu di satu meja makan yang sama seperti semalam. Di meja makan itu masih terdapat Wiyah karena gadis itu belum mengikuti suaminya untuk pulang ke rumah suaminya atau lebih tepatnya suaminya tidak datang untuk menjemputnya. Tapi kenyataan yang sebenarnya yang meraka tidak tahu kalau sebenarnya Fazar sudah datang ke rumah itu hanya saja semalam tidak ada yang membukakan nya pintu yang membuat Fazar kembali kerumahnya.
.
.
Keluarga itu sedang asyik dengan sarapannya termasuk Rafa, Rafi dan Sih kecil Fanesya begitu sangat menikmati sarapan mereka yang langsung di masak oleh Windi yaitu sang bunda sendiri.
Saat Wiyah sedang memakan makanannya tanpa Wiyah Sadari ternyata kedua Kakaknya itu dari tadi memperhatikannya, Entah apa yang sedang pikirkan.
" Dek." panggil Haidar membuat Wiyah melihat kakaknya itu yang sedang menatapnya." Di mana suamimu, kenapa suamimu tidak ikut makan bersama dengan kita disini.."
Deg.
Mendengar pertanyaan dari kakaknya itu membuat Wiyah menghentikan memakan makanannya. karena Wiyah sekarang bingung akan menjawab apa kepada keluarganya, kalau suaminya itu tidak pulang ke rumah mereka semalam.
" Aku harus menjawab apa ya Allah, jika kak Idar mempertanyakan suamiku." Batin Wiyah yang merasa begitu sangat bingung ingin menjawab apa, Agar kakaknya itu mempercayai jawaban darinya.
" Apa semalam suamimu pulang atau tidak dek." Tanya Haidar kembali membuat Wiyah semakin bingung mau menjawab apa.
Sampai Wiyah terdiam mencoba untuk menyusun kalimat yang tepat untuk menjawab pertanyaan dari Kakaknya Haidar." Kak Fazar semalam ngga pulang kak, karena pekerjaannya belum selesai. Kata Kak Fazar sih, insyaallah mungkin pagi ini baru ke rumah." Jawab Wiyah kembali beralasan seperti semalam saat Wiyah menjawab pertanyaan dari kedua Kaka nya itu.
" Apa segitu penting nya pekerjaan nya di bandingkan dengan kamu dek, padahal kalian baru saja menikah kemarin, tapi suamimu itu sudah meninggalkan mu dan lebih mementingkan pekerjaannya di bandingkan dengan istrinya yang jelas jelas baru saja kemarin dia nikahi." Mendengar ucapan dari Haidar membuat Wiyah menundukkan kepalanya. Wiyah membenarkan apa yang Haidar ucapakan barusan itu semua benar. Seharusnya Suaminya itu tidak meninggalkannya dan memiliki pekerjaan di bandingkan dengan dirinya.
__ADS_1
Tapi bukannya mereka menikah tanpa adanya cinta, jadi itu hal yang wajar bukan. Jika suaminya meninggalkan nya dan memilih pekerjaan nya di bandingkan dengan dirinya.
Haidar menatap adiknya itu yang hanya menundukkan kepalanya." Maaf Bukan maksud Kaka untuk ikut di permasalahan rumah tangga mu dek, Cuman Kaka takut hubungan kalian akan sama seperti pernikahan kedua orang mu. Apalagi kalian menikah tanpa adanya cinta, Kaka hanya takut kalau kalian mempermainkan pernikahan kalian hanya karena keinginan kalian masing masing." Jelas Haidar memberitahukan apa maksudnya kenapa Haidar mengatakan hal itu." Kaka hanya tidak mau pernikahan yang sakral harus kalian permainkan hanya karena perceraian dek, Berusahalah mempertahankan rumah tangga itu, Walaupun tidak ada cinta di dalamnya." Nasehat Haidar sambil terus menatap Wiyah.
" Berusaha untuk terbuka dan cari tahu seperti apa suamimu itu dek." Sambung Windi yang sama sama menatap Kearah Wiyah.
Sedangkan Wiyah Membenarkan setiap perkataan yang dikatakan oleh kedua kakaknya itu. Wiyah tidak bisa mempermainkan pernikahan nya karena Wiyah juga menginginkan pernikahan hanya sekali untuk seumur hidupnya dan pernikahan itu tidak ada kata cerai seperti kedua orangtuanya. Wiyah akan memperjuangkan rumah tangganya walaupun Wiyah tahu itu akan sulit karena pernikahan keduanya tanpa adanya cinta.
Wiyah mengangkat kepalanya menatap kedua kakaknya yang dari tadi menatap ke arahnya." Aku tidak akan mempermainkan sebuah ikatan yang begitu sangat suci di mata Allah kak, aku tidak akan merusak sebuah tali yang baru saja aku ikat dan sebenar lagi aku akan perjuangkan tali itu agar tidak putus. Aku tidak akan membiarkan rumah tanggaku akan hancur hanya karena kata cerai. Walaupun aku tahu pernikahan ku tidak adanya cinta sama sekali." Mendengar Jawaban dari Wiyah yang begitu sangat yakin Ingin memperjuangkan pernikahannya itu, membuat Haidar begitu sangat bangga dengan sikap dewasa Wiyah. Walaupun masih berusia delapan belas tahun tapi Wiyah sudah bersikap dewasa setiap mengambil keputusan yang dia ambil.
" Walaupun nantinya suami ku yang akan memutuskan tali itu dari genggaman ku kak, tapi aku akan tetap berusaha untuk memperjuangkan tali itu agar tidak putus sampai dia datang untuk memutuskannya." Batin Wiyah yang tidak sebegitu nya yakin dengan perkataannya barusan, Walaupun dirinya memperjuangkan pernikahannya tapi kalau Fazar tidak, mungkin rumah tangga nya itu akan sama hancurnya seperti rumah tangga kedua orangtuanya.
" Kaka yakin kalau kamu bisa mempertahankan rumah tangga mu itu dek." Ucap Haidar.
.
.
Setelah memeriksa tidak ada lagi yang tertinggal pria blasteran Turki dan Indonesia itu melangkah keluar dari kamarnya menuju ke ruangan bawah. Sesampai di bawah, pria itu bisa melihat kalau pekerja rumah tangga sedang mengerjakan tugas mereka masing masing.
Tapi saat Pria itu ingin melangkah keluar, pria itu sudah di kejutkan dengan panggilan seseorang dari belakang nya.
" Bang." Panggil Remaja laku laki yang datang menghampiri. Pria yang tidak lain adalah Fazar membalikkan tubuhnya melihat ke arah bekang yang terdapat sang adik bungsu, siapa lagi kalau bukan. Muhammad Fazri Al Fazar, Remaja laki laki yang sekarang sudah berusia enam belas tahun. Yang kini Tinggal bersama dengan Fazar karena sang bunda yang sedang pergi mengantarkan Fadil yang sedang berobat.
" Abang mau kemana." Tanya Fazri saat sudah berada di sebelah abangnya itu.
" Abang akan pergi berkerja." Jawab Fazar yang kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti barusan.
__ADS_1
Sedangkan Fazri hanya mengikuti Abang nya dari belakang." Bagaimana dengan Kaka Ipar." Tanya Fazri membuat Fazar menghentikan langkahnya.
" Kenapa kamu malah bertanya seperti itu." Tanya Fazar.
" Karena aku belum melihat Kaka ipar dari tadi. Padahal Kaka sudah menikah, seharusnya itu kaka ipar sudah ada di rumah ini karena Abang sudah menikahinya." Jelas Fazri karena Fazri belum melihat kehadiran sang Kaka ipar di rumah itu padahal Abang nya itu sudah menikah, seharusnya itukan sang Kaka ipar sudah ada di sini sambil mengantarkan sang Abang untuk berangkat berkerja. Sama seperti yang di lakukan sang bunda dulu saat almarhum ayahnya berangkat untuk berkerja. Itu dalam Pikir Fazri.
" Dia masih berada di rumahnya." Jawab Fazar
" Tapi kenapa bang, bukannya kalian sudah menikah seharusnya itu Kaka ipar sudah ada di rumah ini." Tanya Fazri yang mendadak penasaran sendiri.
Fazar menghentikan langkahnya lalu melihat ke arah Fazri." Jangan menanyakan itu, karena Abang tidak suka dengan pertanyaan mu. lebih baik kamu fokus sekolah daripada bertanya hal yang tidak boleh kamu pertanyakan." Ucap Fazar menatap adiknya itu." lebih baik kamu sekolah sana, Abang mau kekantor." Suruh Fazar yang kembali melangkah meninggalkan adiknya itu.
Sedangkan Fazri hanya menatap kepergian Abang itu." Huh, Abang yang aneh, udah menikah, tapi istrinya di lupain." Gumam Fazri yang kembali melanjutkan langkahnya.
.
.
Sedangkan di dalam mobil, Fazar menjalankan mobilnya sendiri. karena Fazar menyuruh Zain untuk duluan di kantor sedangkan dirinya akan menuju ke arah rumah istri itu, untuk menjemput nya kembali setelah tadi malam tidak jadi menjemput istrinya karena tidak ada yang membukakan pintu untuknya.
Sebenarnya Fazar akan membiarkan istrinya itu tetap di rumahnya, hanya saja saat mendengar pertanyaan dari adiknya itu membuat Fazar mengurungkan niatnya untuk meninggalkan istrinya dan kembali untuk menjemputnya, agar tidak ada salah paham dengan nya.
Bersambung.
Banyak typo yang bertebaran
harap bijak dalam membaca.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote nya.