
Kesabaranku membawa cinta
" Mungkin aku pria yang tidak pantas untukmu, bahkan sangat tidak pantas berada di sampingmu. Mengingat seperti apa kesalahan yang selama ini aku lakukan.
Mungkin kata maaf tidak akan pernah bisa memaafkan semua kesalahan yang aku buat, mengingat sebesar apa rasa sakit yang aku berikan untukmu. Cacian makian telah melukai perasaan mu, karena kesalahpahaman yang tidak jelas beberapa bulan yang lalu. Seharusnya aku mencari tahu lebih jauh, sebelum aku menuduhmu yang tidak-tidak waktu itu.
Mungkin aku pria yang paling bodoh di dunia ini, karena mempercayai bukti yang belum sepenuhnya jelas, mempercayai bukti yang sudah di buat untuk memfitnah mu. Membuat kamu terjebak dalam Fitnah kejam karena masalaluku.
Seharusnya fitnah itu tidak memberatkan mu jika aku tidak mempercayai bukti itu." Ucap Fazar.
Fazar ingin memberitahukan apa sedang ia rasakan sekarang, karena rasa bersalah nya setelah mendapatkan bukti yang lebih jelas. Tapi rasanya penyelasan itu seakan terlambat, karena dia sudah melukai perasaan gadis yang diam-diam mencuri hati nya empat tahun yang lalu.
" Aku pria yang paling kejam, karena menyakiti hati mu lewat perkataan kasar yang aku ucapan.
Tuduhan yang tidak kamu lakukan sama sekali. Tapi dengan begitu sangat teganya aku menyakitimu Wisyah Hanifah Putri, yang sekarang sudah menjadi istriku, wanita yang diam-diam sudah mencuri perasaan ku.
Mungkin perkataan maaf tidak pantas untukku dari semua luka yang aku berikan kepada mu, tapi dengan berani aku berlutut di hadapan mu untuk mengatakan perasaan ku yang selama ini aku rasakan. Perasaan yang tiba-tiba saja hadir karena pertemuan tidak sengaja kita.
Aku akan menjadi pria yang paling egois karena menyatakan perasaan ku, padahal dengan jelas-jelas dulu aku membencimu bahakan menolak kehadirannya mu. Tapi sekarang dengan tidak tahu malu nya aku berlutut di hadapan mu untuk menyatakan perasaan ku. Menginginkan cinta ini agar terbalaskan dengan sebuah jawaban yang aku tunggu dan aku nantikan." Ucapan Fazar yang kembali terhenti, karena ada rasa sesak di dadanya saat mengatakan setiap kata yang memang keluar dari perasaannya, bukan secara sengaja, melaikan dari hati nya.
Apalagi Fazar mengingat setiap hinaan yang dia lontarkan untuk istrinya itu. Walaupun bukan kekerasan fisik yang ia lukai, tapi perasaannya yang telah ia hancurkan dengan perlahan-lahan dengan ucapannya selama ini dengan hinaan.
Fazar menarik nafasnya, sebelum ia kembali mengutarakan perasaannya." Apakah kamu masih mau menerima pria brengsek ini, dan menjadi wanita satu-satunya yang akan menemaniku di sisa-sisa hidupku serta menjadi ibu dari anak-anakku nanti. Menemani ku sampai ajal yang memisahkan kita. Melewatkan waktu mu bersamaku, menjadi istriku selamanya. Menjadi wanita satu-satunya dalam perasaan ku dan akan tetap menjadi nyonya dari tuan Muhammad Yusuf Al Fazar, sampai maut yang memisahkan kita. Apakah kamu masih mau memberikan kesempatan kedua untukku" Tanya Fazar menatap kearah Wiyah menatapnya begitu sangat dalam.
Wiyah yang mendengar setiap kalimat yang suaminya itu ucapakan merasa begitu sangat terharu, karena tidak menyangka kalau pria didepannya itu menyatakan perasaannya. Kalau pria itu mencintainya, padahal dulu dengan begitu sangat jelas pria dihadapannya menolak kehadiran, tapi sekarang dengan begitu sangat berani menyatakan perasaannya.
Apakah ia begitu sangat munafik untuk menerima pria yang pernah menolak kehadirannya dulu, atau dia begitu sangat egois karena menolak pria itu, karena lebih mementingkan rasa sakitnya dulu, dan melupakan ke bahagian nya sekarang yang pria itu berikan untuknya.
__ADS_1
Bahkan dengan sangat senang hati Wiyah sudah memberikan hal yang paling berharga untuk suaminya, tanda kalau dia menerima suaminya itu. Tapi saat melihat pria itu berlutut mengutarakan perasaannya ia malah berpikir untuk pergi
Pria yang dulu seperti pelangi yang begitu sangat susah untuk dia cari, kini datang seperti udara, yang datang kapan saja untuk menyejukkan perasaannya.
Pria yang dulu seperti pisau yang melukai perasaannya, kini berubah menjadi sebuah obat untuk menyembuhkan luka yang pernah dia goreskan.
Pria yang dulu seperti musim dingin yang begitu sangat dingin, kini berubah menjadi musim semi yang menghangatkan nya.
Apakah dia begitu sangat tega untuk menolak cintanya. Sedangkan ia sudah memiliki perasaan untuk suaminya itu, saat suaminya itu mengucapkan kalimat sakral di hari akad itu, mengikat hubungan mereka sebagai suami istri. Walaupun mereka baru saja bertemu, tapi ia sudah menyukai pria itu yang sudah sah sebagai suaminya, imam untuknya.
" Apa kamu masih mau bertahan di sisiku Wisyah Hanifah Putri." Tanya Fazar menatap dalam istrinya itu saat merasakan kalau istrinya itu hanya diam tidak menjawab pertanyaannya.
Walaupun ada rasa takut di hatinya, Tapi Fazar akan tetap menunggu jawaban dari istrinya itu. Fazar mencoba untuk berpikir positif, walaupun jantung nya tidak bisa membohongi nya. Kalau ia takut istrinya itu sampai menolak untuk bersama dengannya selamanya, mengingat seperti apa jahatnya ia dulu.
Wiyah yang mendengar pertanyaan dari Fazar, tersadar dari kediamannya. Sadar kalau suaminya itu sedang menunggu jawaban darinya.
Fazar yang mendengar jawaban dari istrinya itu tersenyum." Benarkah sayang, aku tidak salah mendengar nya, Kalau kamu benar-benar menerima lamaran ini, untuk bersamaku selamanya dan memulai hubungan ini penuh dengan cinta." Tanya Fazar membuat Wiyah mengangguk.
" Iya, aku mengatakan sebenarnya. Kalau aku akan tetap bersama dengan kakak untuk selamanya sampai ajal yang menjemput kita, melewati susah senang bersama-sama." Jawab Wiyah tersenyum.
Fazar yang mendengar jawaban dari istrinya itu begitu sangat bahagia, kalau ketakutan nya tentang Istrinya itu akan menolaknya ternyata salah.
Fazar mengambil cincin itu dan memasangkan nya ditangan Wiyah, tepatnya di jari tengah karena di jari manisnya terdapat cincin nika mereka.
Anggaplah cincin ini sebagai tanda cinta nya, kepada istrinya.
Fazar berdiri dari posisi berlutut nya sambil memegang kedua tangan istrinya itu, tidak lupa dengan senyuman yang menghiasi bibirnya, karena dia begitu sangat bahagia dengan jawaban istrinya itu.
__ADS_1
" Aku mencintaimu istriku, terimakasih karena kamu sudah bertahan di sisiku selama ini. Terimakasih istriku karena sudah mau menjadi obat penenang dan penyejuk perasaan ku, membuat aku lupa dengan masalalu ku. Terimakasih karena kamu sudah mau menerima ku, setelah semua yang aku lakukan. Aku mencintaimu istriku, Wisyah Hanifah Putri." Ucap Fazar." I love you my wife, the angel of my heart.( Aku mencintaimu istriku, bidadari hatiku." Ucap Fazar kembali. Fazar akan tetap mengulang ucapannya, karena dia benar-benar mencintai istrinya itu.
Wiyah yang mendengar ucapan cinta yang suaminya itu katakan, masih belum percaya. Kalau suaminya itu mengatakannya kepada nya.
Cinta yang dulu Wiyah pikir susah untuk dia dapatkan, Kini cinta itu datang untuknya.
Apakah ini hasil dari kesabaran nya selama ini, yang selalu sabar menghadapi suaminya itu dengan begitu sangat sabar. Apakah kesabaran nya sudah membawakan cinta untuknya.
" Aku juga mencintaimu suamiku, ayah dari anak-anakku nanti. Aku sangat mencintaimu suamiku. Terimakasih karena sudah mau mencintai wanita yang masih memiliki banyak kekurangan seperti ku." Sahut Wiyah yang sama-sama mengutarakan perasaannya.
Fazar yang mendengar istrinya itu mengucapakan, kalau juga mencitai nya. Semakin bahagia kalau perasaan nya selama ini terbalaskan.
Fazar langsung memeluk tubuh Wiyah begitu sangat sangat erat, karena tidak menyangka kalau cintanya telah terbalaskan
" Kamu tidak memiliki kekurangan sayang, karena kamu memiliki kelebihan yang orang tidak tahu. Seharusnya aku yang berterimakasih, karena sudah mencintai pria kejam sepertiku. I love you istriku." Bisik Fazar.
" I love you suamiku." Sahut Wiyah berbisik.
Keduanya terlarut dalam kebahagiaan, karena sudah menyatakan perasaannya selama ini mereka pendam.
" Ya Allah, terimakasih, karena engkau sudah mengabulkan doa hamba mu ini. Karena kini kesabaranku membawa cinta untukku." Batin Wiyah dengan begitu sangat bahagia, sampai membuat matanya berkaca-kaca. Wiyah begitu sangat senang, karena kesabarannya membawa cinta untuknya.
...----------------...
Maaf author update satu bab, soalnya lagi sibuk akhir-akhir ini.
Jangan lupa like komen dan vote nya biar author makin semangat buat up.
__ADS_1