Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 87


__ADS_3

" Berikan saya waktu sampai besok pagi, maka saya akan memberikan anda jawaban." Jawab Abizard dengan cepat.


" Baiklah jika itu yang anda inginkan, saya akan menunggu sampai besok." Ucap Fazar menyetujui permintaan Abizard.


" Tapi saya memiliki persyaratan sebelum saya menerima permintaan anda untuk melakukan operasi tuan Fazar." Ucap Abizard menatap Fazar dengan serius.


" Apa itu." Tanya Fazar penasaran.


" Saya ingin anda bertemu dengan papiku." Jawab Abizard.


" Baiklah, jika itu yang anda inginkan. Maka saya akan bertemu dengan papi anda." Ucap Fazar menerima permintaan Abizard. Membuat Abizard tersenyum senang saat mendengar jawaban yang Fazar berikan.


.


.


Jawaban yang Fazar berikan membuat Abizard mau menerima permintaan Fazar untuk menjadi pendonor. Tapi Abizard masih bingung apa yang harus dia katakan kepada papi nya nanti saat ia melakukan operasi pendonoran sumsum tulang untuk Fadil.


" Nanti aku akan pikirkan hal itu, yang perlu sekarang aku lakukan yaitu memberikan jawaban kepada Fazar, kalau aku menerima permintaan nya untuk menjadikan ku sebagai seorang pendonor." Ucap Abizard kembali.


Abizard berdiri dari duduknya untuk kembali ke mansion, setelah itu ia akan kerumah sakit.


Masalah keadaan tuan Aslan, Alhamdulillah, sekarang dia lebih baik. Tuan Aslan hanya mengalami serangan jantung ringan karena terkejut, jadi tidak terjadi hal buruk dengannya. Yang terpenting tuan Aslan tidak boleh mendengar kabar yang membuat dia kembali ngedrop seperti kemarin.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Sedangkan disisi lain.


Wiyah, Fazar dan bunda Sisi sudah berada di lobi rumah sakit. Ketiganya akan melangkah pergi keruangan rawat Fadil.


" Sini biarkan aku yang bawah." Ucap Fazar sambil mengambil Tupperware yang berada ditangan Wiyah.


" Tidak usah tuan, aku bisa sendiri." Tolak Wiyah saat melihat Fazar ingin mengambil tupperware yang sekarang dia bawah.


" Tidak apa, cepat bawah kemari." Ucap Fazar tetap memaksa, membuat Wiyah memilih mengalah." Dan satu lagi, jangan memanggilku tuan seperti tadi, aku suamimu bukan tuan mu. Walaupun kita sedang berdua kamu tidak boleh memanggil ku tuan. Panggil aku seperti kamu memangil ku saat kita berada di luar." Jelas Fazar kembali membuat Wiyah mengangguk.


Ya. Setelah Fazar mengakui Wiyah sebagai istrinya semalam, Fazar meminta Wiyah untuk memanggilnya tuan walaupun mereka sedang berdua. Karena menurut Fazar, panggilan itu akan merusak momen kedekatan mereka menjadi canggung.


" Maaf kak, aku lupa." Ucap Wiyah.


" Tidak apa, untuk hari ini aku memaafkan mu. Tapi tidak untuk seterusnya, karena aku akan memberikan mu hukuman." Jawab Fazar dengan sedikit ancamannya.


" Ada, tapi rahasia." Jawab Fazar dengan senyuman yang terbit di bibirnya yang membuat Wiyah terdiam saat melihat senyum itu. Ya senyuman yang tidak pernah Wiyah lihat, kini terbit begitu saja yang membuat Wiyah kagum dengan senyuman suaminya itu. Apalagi selama Wiyah menikah dengan Fazar, Wiyah tidak pernah melihat Fazar tersenyum, karena Fazar sering memasang wajah dinginnya jika sedang berada berdua dengannya. Tapi hari ini Fazar tersenyum yang membuat pria itu semakin terlihat begitu sangat tampan.


" Apa yang kalian lakukan disitu." Tanya bunda Sisi sedikit mengeraskan suaranya saat melihat anak dan menantunya sedang berdiri berdua saling bertata tatapan, tanpa bergerak sama sekali. Apalagi keduanya berdiri di tengah-tengah lobby membuat orang-orang menatap kearah mereka berdua.


" Astaghfirullah." Ucap Fazar dan Wiyah yang baru sadar dari keterdiaman mereka jika saja bunda Sisi tidak memanggil keduanya.


Fazar dan Wiyah melihat kalau bunda Sisi sudah berada lebih jauh dari mereka, yang membuat Fazar dan Wiyah melangkah dengan cepat mendekati bunda Sisi.


" Kenapa kamu berdiam disitu, seperti tidak kegiatan lain." Tanya bunda Sisi seperti mengintrogasi keduanya, Tapi ke dua orang itu tidak ada yang menjawab pertanyaan dari bunda Sisi.

__ADS_1


" Maaf bun." Ucap Wiyah merasa bersalah.


" Jangan minta maaf sayang, bunda bertanya kepada suamimu bukan kamu sayang." Ucap bunda Sisi dengan suara lembutnya.


" Kenapa aku bun." Tanya Fazar.


" Karena kamu yang membuat menantu bunda terdiam karena pesonamu." Jawab bunda Sisi membuat Wiyah langsung menatap kearah Fazar.


Ya bunda Sisi mendengar obrolan keduanya saat Fazar menyuruh Wiyah tidak memanggil nya dengan sebutan kakak bukan tuan. Bunda Sisi yang mendengar itu, semakin bersyukur kalau putranya benar-benar menerima kehadiran Wiyah, bukan drama belakang. Seperti awal keduanya menikah.


Jika di tanya bunda Sisi mengetahui perihal rumah tangga keduanya, tentu saja bunda Sisi tahu, karena bunda Sisi selalu diberikan informasi keduanya berkat mata-mata yang selama ini memantau Fazar dan Wiyah selama di rumah.


Bunda Sisi juga sempat melihat senyuman dari putranya tadi, yang membuat bunda Sisi melangkah sedikit menjauh agar dirinya seolah-olah tidak melihat senyuman Fazar dan mendengar obrolan keduanya.


" Benar sekali bunda. Orang akan terpesona dengan pesonaku yang begitu sangat cool." Jawab Fazar begitu sangat percaya diri." Benar tidak sayang." Tanya Fazar menatap kearah Wiyah.


" Abaikan dia sayang. Lebih baik kita ke ruangan rawat Fadil." Ucap bunda Sisi lalu menarik pelan tangan Wiyah, untuk menjauhkannya dari Fazar.


" Bun, kenapa aku di tinggal." Tanya Fazar melangkah mengikuti langkah Wiyah dan bunda nya itu.


" Karena kamu terlalu lama." Jawab bunda Sisi yang masih memegang tangan Wiyah.


Fazar hanya mengikuti setiap langkah kedua wanita yang begitu sangat berarti dalam hidupnya.


Fazar mencoba untuk berdamai dengan perasaannya untuk melupakan masalalunya, karena sekarang masa depannya jauh lebih indah ketimbang masalalu.

__ADS_1


...----------------...


Maaf baru bisa update, soalnya author ada tugas yang harus di kerjakan.


__ADS_2