Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Bab 166


__ADS_3

Disisi lain.


Fina yang beberapa hari ini selalu berhati-hati jika dia ingin keluar dari rumah. Karena Fina takut kalau sampai tertangkap oleh orang suruhan tuan Aron yang selama beberapa hari ini selalu mencari nya. Bahkan di kampus orang suruhan tuan Aron masih mencarinya, yang membuat Fina tidak bisa pergi kuliah.


Untungnya saja Fazar bertindak cepat untuk menyembunyikan identitas asli Fina dan keluarganya, jadi Fina bisa aman selama dia rumah.


Fina juga sering menemui Fadil dengan cara diam-diam, karena dua hari yang lalu. Dimana Fina pergi menemui Fadil. Ada orang yang mencurigakan, sedang mengawasi kantor polisi dimana Fadil di tahan. Fina curiga kalau itu orang suruhan ayahnya Agus dari cara mereka menatap satu persatu orang yang masuk kedalam kantor polisi.


.


.


Seperti siang ini, Fina melangkah masuk kedalam kantor polisi dengan penampilan yang tertutup, bahkan wajah nya tidak terlihat dan hanya memperhatikan mata saja. Agar orang-orang yang dari tadi menatap kearahnya tanpa merasa curiga dengannya.


Fina masuk kedalam kantor polisi, sambil membawa rantang makanan. Karena tadi Fina baru saja memasak makanan sepesial untuk Fadil.


" Nona pasti datang ingin menemui saudara Fadil." Tanya polisi itu, Saat Fina membuka penutup wajahnya. Polisi itu sampai hafal kalau Fina datang kekantor polisi hanya untuk bertemu dengan Fadil, karena Fina terlalu sering berkunjung.


" Iya pak, saya ingin bertemu dengan teman saya Fadil." Jawab Fina malu, karena polisi itu sampai tau kalau dia datang hanya untuk menemui Fadil.


" Tunggu di sebentar, saya akan memanggil saudara Fadil." Ucap polisi itu.


Setelah mendapatkan jawaban dari pak polisi, Fina melangkah duduk di kursi panjang yang memang di sediakan untuk para keluarga, yang ingin mengunjungi keluarga mereka yang sedang dalam penjara.


.


.


Sedangkan didalam ruangan yang di penuhi oleh jeruji besi. Fadil sedang bersantai sambil menikmati masa tahanannya, yang sudah beberapa hari dia jalani.


Tidak ada yang istimewa darinya, Karena selama dia ditahan Fadil diperlakukan seperti tahan yang lain. Hanya saja dia lebih di perlakukan istimewa oleh Liando, mengingat Liando orang suruhan Fazar.


" Kenapa kamu hanya diam." Tanya pria yang bertubuh aga kurus, teman satu ruangan Fadil.


" Tidak ada." Jawab Fadil masih mode galau nya.


" Apa yang kamu pikirkan, kamu bisa bercerita dengan kami." Sambung pria satunya. Yang seperti tau kalau Fadil sedang galau.


Ya, selama Fadil didalam penjara, Fadil mengenal semua para penjahat didalam ruangan yang sama dengannya. Bahkan Fadil juga berteman dengan mereka.


" Aku sedang bingung."


" Apakah itu karena cinta." Sambung pria yang sedikit gendut mungkin usianya sudah kepala lima.


" Selebihnya seperti itu."


Pria didalam ruangan itu yang berjumlah sepuluh orang, terlihat tersenyum saat mendengar jawaban dari Fadil. Mereka saling menatap satu sama lainnya.


" Kami pernah muda seperti kamu, nak. Bahkan pernah mengalami dilema karena cinta. Jadi kami tau rasanya jika berada posisi kamu sekarang."


Fadil menatap beberapa pria itu saat mendengar ucapan salah satu dari mereka.


" Bahkan aku pernah terlibat cinta segitiga. Karena mantan pacar ku tidak mau melihat ku menikah dengan matan istriku sekarang." Sambung pria satunya.


" Yang lebih parahnya lagi, aku sampai menikah tiga kali karena tidak bisa move on dari mantan tunangan ku dulu sampai sekarang." Sambung pria gendut satu nya sambil terkekeh.


" Kalau aku tidak mau menikah, karena trauma di tinggal nikah oleh kekasihku." Sambung pria satunya lagi.


Ya, itulah kisah cinta dari para tahanan itu, yang menceritakan kisah cinta mereka.

__ADS_1


Para tahanan itu, menceritakan kisah cinta mereka hanya ingin membuat Fadil belajar dari mereka, kalau cinta bisa mengubah setiap manusia yang pernah merasakannya. Bahkan yang baik akan menjadi buruk, hanya karena cinta.


Mereka tidak mau, karena cinta akan membuat Fadil berubah, yang membuat kegalauan dalam diri Fadil semakin menjadi. Dan Fadil akan terus berada didalam dilema, yang tidak ada jalan keluarnya. Seperti mereka dulu.


Sedangkan Fadil mendengar kisah cinta mereka yang begitu sangat miris yang berakhir perpisahan. ikut merasa sedih.


Ternyata dari semua kejahatan yang mereka lakukan. Parah tahanan itu memiliki sisi baik tersendiri. Yang memiliki cerita masing-masing.


Karena tersentuh dengan cerita parah tahanan itu, Fadil menceritakan tentang dirinya yang menyukai seorang gadis. Yang beberapa hari ini selalu datang menemuinya, bahkan gadis itu selalu perhatian padanya. Tapi Fadil bingung, Apakah gadis itu menyukai nya juga atau tidak.


" Sepertinya gadis itu, juga menyukaimu Fadil. Sebaiknya kamu nyatakan saja perasaan mu padanya." Saran mereka.


" Tapi aku takut kalau dia akan menolak ku, karena dia hanya menganggap ku seperti teman nya saja."


" Nyatakan saja dulu, daripada kamu galau seperti ini. Setelah kamu menyatakan perasaan mu. Dia terima atau tidak nanti kamu pikirkan. Yang terpenting sekarang kamu sudah mengatakannya."


Mendengar saran dari teman satu ruangan nya itu, membuat Fadil mengembuskan nafas nya. Karena Fadil membenarkan ucapan mereka.


" Kalau kalian jodoh, pasti tuhan akan menyatukan kalian berdua. Walaupun dalam diri kalian tidak ada cinta sekalipun."


" Terimakasih, karena kalian sudah memberikan ku saran. Aku akan menyatakan perasaan ku padanya nanti. Setelah aku mendapatkan waktu yang tepat." Ucap Fadil dengan sungguh-sungguh akan menyatakan perasaannya.


" Semangat untuk mu Fadil. Kejar cintamu, selagi masih ada kesempatan."


.


.


Fadil melangkah keluar, saat tadi polisi memberitahukan nya kalau ada orang yang ingin menemuinya.


Tapi polisi itu tidak memberitahukan siapa orang yang ingin menemuinya. Makanya Fadil mengira kalau orang yang datang menemuinya pasti keluarganya karena sering menjenguknya.


Padahal tadi Fadil mengira kalau Fina tidak akan datang hari ini. Dan Fadil juga berpikir kalau yang datang pasti keluarganya.


" Fina. Apakah kamu sudah lama menunggu." Tanya Fadil, yang sudah berada dihadapan Fina. keduanya hanya di pisahkan sebuah meja saja.


" Baru saja." Jawab Fina tersenyum." Maaf aku menggangu kak Fadil lagi, tapi aku datang kesini hanya ingin memberikan kak Fadil ini."


Fina menaruh rantang makanan di atas meja.


" Ini makan siang untuk kak Fadil."


Fadil menerimanya sambil tersenyum." Terimakasih, Maaf aku merepotkan mu. Harusnya kamu tidak perlu repot-repot membawa makanan kesini."


" Ngga apa-apa kak, soalnya tadi di rumah, aku masak banyak, makanya aku membawakan untuk kak Fadil."


" Sekali lagi terimakasih." Ucap Fadil tulus. Entahlah menatap gadis didepannya ini, membuat Fadil berencana untuk menyatakan perasaannya. Tapi dia masih ragu.


" Kenapa diam kak." Tanya Fina bingung saat melihat Fadil hanya diam sambil menatapnya.


Fadil yang ditanya langsung tersadar dari lamunannya." Tidak ada Fin." Jawab Fadil." Fina aku ingin mengatakan sesuatu padamu."


Walaupun berdebar-debar tapi Fadil berusaha untuk meyakinkan dirinya, untuk menyatakan perasaannya sekarang.


" Apa itu kak." Tanya Fina ikut penasaran saat melihat raut wajah Fadil yang terlihat serius.


" Apakah aku boleh membagi makanan ini kepada teman-temanku yang berada didalam penjara yang berada satu ruangan dengan ku." Tanya Fadil, membuat Fina mengembuskan nafasnya. Dia kira tadi apa yang ingin Fadil katakan. Ternyata hanya itu.


" Astaghfirullah kak, aku kira tadi apa. Kalau kakak mau membaginya silahkan, aku tidak akan melarang. Tadi aku sudah menyiapkan lumayan banyak lauk dan nasi didalam rantang. Insyaallah cukup untuk teman-teman kakak didalam."

__ADS_1


" Terimakasih Fina, kamu memang baik sekali."


" Terimakasih kembali kak, seharusnya aku yang mengatakan hal itu."


Sebenarnya tadi Fadil ingin menyatakan perasaannya, hanya saja ia terlalu gugup sampai-sampai kata itu berubah menjadi ungkapan lain.


" Sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk menyatakan perasaan ku kepadanya." Batin Fadil.


🌺🌺🌺🌺🌺


Dua orang pria muda, sedang mencari sesuatu yang membuat mereka harus berkeliling untuk mendapatkan makan itu. Makanan yang tadi di minta oleh Wiyah. Karena Wiyah sedang ngidam, ingin makan, makanan yang sangat sulit untuk di cari. Yaitu mencari kue putu bambu keliling.


Sebenarnya Fazri tidak terlalu tau makan itu di jual di mana. Tapi tadi Fazri sempat bertanya ke orang-orang di sekitar situ. Katanya sih ada penjual kue putu bambu jam segini yang sering lewat sekitaran situ. Tapi mereka tidak tau apakah penjual itu jualan atau tidak.


" Kamu yakin kalau penjual itu jualan disini."


" Aku yakin kak Abidzar, kalau penjualnya jual disini. Seperti yang dikatakan oleh orang tadi."


" Tapi dari tadi kita cari, kita tidak menemukan nya."


" Mungkin saja penjual nya sedang berkeliling kak. Mengingat penjual berkeliling seperti itu sangat jarang, bahkan sudah langkah di kota sebesar ini."


" Kalau langkah kenapa kita mencarinya. Kenapa kita tidak membeli nya saja di restoran atau di toko kue, yang mungkin menjual makanan seperti itu."


" Mungkin ada kak Abidzar. Tapi kak Wiyah maunya kita membelinya langsung di penjual keliling. Bukan di restoran atau di toko kue. Kalaupun kita pergi di toko kue atau restoran, belum tentu ada makanan seperti yang kita cari."


" Tapi kita bisa memesannya dan Wiyah pasti tidak tau kalau kita membelinya dari toko kue atau restoran. Yang terpenting itu rasanya."


" Kak Abi, bumil memiliki cita rasa yang berbeda. Dia akan tau makan yang kita beli itu beli dimana. Bahkan mereka juga tidak akan mau memakan makanan itu jika mereka mengetahui kalau makan yang mereka mau bukan di beli seperti keinginan nya."


" Kenapa begitu."


" Karena bumil punya penciuman yang tajam dan lidah yang berbeda. Makanya jangan macam-macam sama mereka, jika tidak ingin dijadikan ayam geprek." Ucap Fazri sambil terkekeh, karena merasa lucu dengan ucapannya tadi.


" Serem juga. Kalau makanan saja mereka tau beli dimana, pasti mereka juga tau kalau pasangan nya sedang berselingkuh."


" Bisa jadi kak. Kalau sudah seperti itu. Mungkin saja pasangan mereka sudah dijadikan bubu sambal ijo."


" Pasti enak kalau di campur sama ayam geprek." Kedua pria itu mudah itu langsung tertawa, karena merasa lucu dengan ucapan mereka sendiri.


Perjalanan mereka tidak membosankan, karena keduanya lebih asyik bercanda. Tapi sesekali mereka melihat sekitar untuk melihat kalau penjual yang mereka cari sudah ketemu.


Sampai pandangan Fazri tertuju pada sebrang jalan, yang memperlihatkan penjual yang mereka cari dari tadi.


" Kak, sepertinya itu penjual yang kita cari." Tunjuk Fazri di sebarang sana dengan antusias, karena permintaan kakak iparnya akhirnya terpenuhi. Walaupun begitu sangat sulit.


Abidzar mengikuti dimana Fazri menunjuk, sampai dia melihat penjual yang sedang melayani pembeli.


Fazri yang terlalu semangat, sampai meninggalkan Abidzar untuk pergi duluan, menyebarang di sebarang sana. Tapi belum juga Fazri menyebarang. Ada satu mobil yang melaju kencang ingin menabrak kearahnya.


" Fazri awasss."


🌺🌺🌺🌺🌺


" Apakah kalian sudah menemukan orang yang saya perintahkan untuk kalian bunuh." Tanya diseberang sana.


Sudah nyonya, kami sudah menemukan nya. Bahkan dari tadi kami mengikuti mereka."


" Bagus, bunuh mereka. Termasuk pria muda yang masih berusia enam belas tahun itu. Jangan biarkan dia hidup. Tapi sebelum dia mati. Bunuh dia dengan perlahan-lahan."

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2