Kesabaran Ku Membawa Cinta

Kesabaran Ku Membawa Cinta
Ekstra part 4


__ADS_3

Kesabaranku membawa cinta.


Acara akikah berjalan dengan baik, dan tidak ada hambatan sama sekali, bahkan ketiga bayi itu masih anteng anteng saja dalam box bayi, tanpa menangis sama sekali.


Saat acara sedang berlangsung. Tuan Aslan mencuri perhatian semua orang, saat pria paruh baya itu berdiri di tengah-tengah keluarganya, sambil memegang mic.


" Perhatian semuanya. Bisakah kalian memberikan saya ruanga untuk menyampaikan sesuatu hal yang penting kepada kalian semua orang disini." Ucap tuan Aslan, yang membuat orang-orang menatap nya dengan tatapan bingung. Hal penting apakah, sampai membuat tuan Aslan berdiri disana? Batin orang-orang saling bertanya-tanya pada pikiran mereka sendiri.


" Berdirinya saya disini, ingin menyampaikan kepada kalian semua. Kalau saya akan segera melepaskan masa duda saya, karena saya akan kembali menikah setelah dua puluh dua tahun memilih dengan status duda."


Semua orang-orang di ruangan itu terkejut saat mendengar ucapan tuan Aslan, bahkan mereka ada yang heboh sendiri. Saat mendengar, kalau duda yang begitu sangat setia akhirnya melepaskan masa duda nya juga.


Karena kabar yang tuan Aslan sampaikan, Kini ruangan itu dipenuhi oleh bisikan orang-orang di sana.


" Kalian pasti bertanya-tanya, kenapa saya menikah lagi setelah dua puluh dua tahun. Tapi kalian jangan bingung, karena disini saya akan menjawab pertanyaan kalian semuanya, dari A sampai B. Tapi tidak semuanya saya memberitahukan kalian, karena ini adalah rahasia keluarga kami." Jelas tuan Aslan.


" Dulu saya memilih menduda, karena saya tidak menemukan wanita seperti almarhum istrinya saya, dan saya juga memilih menduda, karena ingin membesarkan putra semata wayang saya. Tapi setelah dua puluh dua tahun hidup sendiri, saya merasa kesepian karena tidak ada yang menemani saya lagi, karena putra semata wayang saya sudah memiliki aktivitas nya yang begitu sangat sibuk. Dari situ saya berpikir untuk mencari pasangan yang bisa menemani saya di masa-masa tua saya nanti."


" Sampai saya menemukan wanita seperti keinginan saya. Dia baik, lembut, penyayang dan masih ada sifat yang membuat saya tertarik padanya." Ucap tuan Aslan, sambil tersenyum. Tatapan tuan Aslan juga tertuju kearah lain. kearah orang, yang kini sama-sama sedang menatapnya dengan wajah malu-malu.


" Walaupun usianya tidak mudah lagi, tapi dia tetap cantik sampai sekarang, karena itulah saya jatuh hati padanya." Tuan Aslan tersenyum seperti anak muda, yang baru menemukan pasangannya, saat wanita paruh baya, yang berbeda beberapa tahun dengannya terlihat canggung, tapi masih terlihat cantik dimata tuan Aslan." Dia adalah nyonya Widya Putri. Mertua dari anak keponakan saya, Muhammad Yusuf Al Fazar." Ucap tuan Aslan menyebutkan nama wanita yang sudah berhasil menghancurkan tembok penghalangnya, agar dia tidak menikah lagi.


Ya, tuan Aslan adalah orang yang akan menjadi suami Widya. Apalagi tuan Aslan tertarik dengan wanita paruh baya itu, saat pertemuan pertama mereka. Walaupun sudah berusia lanjut, tapi Widya tetap terlihat cantik, mungkin hanya ada beberapa kerutan diwajahnya. Padahal selama berada di kampung halamannya, Widya tidak hidup dalam kemewahan, melainkan hidup sederhana. Tapi tidak tau kenapa dia terlihat sangat cantik. Mungkin, karena hidup sehat membuat dia tetap terlihat cantik.


Sedangkan orang-orang langsung beralih menatap kearah Widya. Widya yang mendapatkan tatapan dari orang-orang menundukkan kepalanya malu, karena di usianya yang sudah seperti sekarang, dia masih merasakan yang nama dicintai.

__ADS_1


" Biarkan orang mau berbicara apa besan, jangan dengarkan mereka." Bisik bunda Sisi dikuping Widya, karena bunda Sisi bisa merasakan kecanggungan yang dirasakan oleh besannya itu.


Bunda Sisi begitu sangat mendukung hubungan antara Widya dan juga tuan Aslan, karena menurutnya mereka begitu sangat cocok, bahkan bunda Sisi yakin kalau tuan Aslan akan menjaga anak-anak Widya seperti anak-anaknya, mengingat sifat tuan Aslan yang sebenarnya begitu sangat baik.


" Lihatlah mas, kini kakakmu telah menemukan kebahagiaannya setelah dua puluh dua tahun memilih menduda. Aku tau mas, pasti kamu begitu sangat bahagia, saat mendengar kalau kakakmu ini akan kembali menikah." Ucap bunda Sisi tersenyum, sambil menatap kedua orang itu dengan bergantian.


.


.


Hari terus berganti menjadi bulan, tidak terasah sekarang sih kembar sudah berusia enam bulan. Kini ketiga bayi itu semakin tubuh menjadi bayi yang gembul dah sehat. Padahal ketiga bayi itu baru saja berusia enam bulan, tapi ketiganya sudah bisa merangkak sekarang. Bahkan ketiga bayi itu menjadi semakin aktif, tapi tidak dengan bayi Faeyza yang lebih kalem dari kedua kakaknya. Malahan bayi itu terlihat lebih anteng dari pada Beby Fazran dan juga Beby Fauzan yang sering sekali menangis. Tapi kalian tenang saja, karena Beby Faeyza baik-baik saja koh, Hanya bawaannya lebih anteng.


" Astaghfirullah, Fauzan, jangan makan itu nak, itu kotor." Wiyah dibikin terkejut, saat melihat putra pertamanya itu memakan mainan, yang berada di lantai." Abang lapar ya, tunggu biar umi ambilkan susu dulu." Dengan sedikit terburu-buru, Wiyah mengambil asi yang sudah dia simpan di setiap dodot untuk ketiga anaknya, karena Wiyah tau kalau jam segini, sudah waktunya untuk ketiganya tidur siang.


Saat Beby Fauzan sudah lebih anteng didalam box bayi. Kini Wiyah kembali dibuat pusing oleh Beby Fazran yang berulah.


Ma..ma..ma..tata..


Celoteh Fazran dengan wajah yang sudah di penuhi oleh pupur putih, membuat Beby Fazran terlihat sangat menggemaskan. Sebenarnya Wiyah kesal melihat kelakukan anak keduanya itu. Tapi mendengar celoteh Fazran membuat kekesalan Wiyah sekaan hilang entah kemana.


" Kakak suka ya main pupur?. Lihatlah bajunya sampai kotor semua." Wiyah mengangkat Beby Fazran untuk dibersihkan. Masalah kotoran yang dibuat oleh anak-anak nya, Wiyah akan membersihkan semuanya nanti setelah mereka tidur.


Setelah Beby Fazran bersih, Wiyah menaruh Beby Fazran kedalam box bayi dekat dengan Fauzan. Sedangkan Beby Fauzan, sudah tidur dengan botol susu disampingnya.


" Tidur nyenyak ya anak umi." Wiyah memberikan botol susu kepada Fazran. Melihat kedua anaknya sudah tidur, kini giliran Beby Faeyza lagi.

__ADS_1


Wiyah menatap kearah Beby Faeyza yang terlihat lebih tenang saat bermain dengan mainan Pencet bergambar gajah, sedangkan disampingnya terdapat murottal quran khusus untuk anak-anak. Wiyah yang melihat anak ketiganya itu, hanya bisa tersenyum. Karena Faeyza sangat berbeda dengan kedua kakaknya, karena lebih anteng saat Beby Fauzan atupun Beby Fazran sedang rewel.


Kadang Wiyah takut, kalau putra ketiganya itu akan kurang mendapatkan kasih sayang, saat dia lebih memerhatikan kedua kakaknya.


Wiyah mendekati Faeyza, lalu duduk didepan bayi gembul itu." Masya Allah, anak Ummi pintar benget sih." Ucap Wiyah mengangkat Beby Faeyza kedalam pangkuannya.


Saat Wiyah mengangkat Beby Faeyza, Beby Fazran langsung tersenyum menatap kearahnya, tidak dak lupa tawa kecil, yang terdengar merdu di kuping Wiyah.


" Apa ade lapar, hmm?" Tanya Wiyah saat tangan mungil itu menarik-narik baju yang ia kenakan, bahkan wajah kecil itu sudah bersembunyi di dadanya.


Em,em


Entah apa yang dikatakan bayi berusia enam bulan jalan tujuh itu. Tapi Wiyah yakin, kalau Beby Faeyza, pasti sangat senang sekarang, saat menikmati asi dari sumbernya, tanpa gangguan dari kedua kakaknya.


Saat sedang menyusui Beby Faeyza. Pintu kamar anaknya dibuka oleh orang, yang membuat Wiyah dengan sigap ingin menutupi d**anya dengan kain. Tapi, saat dia mendengar suara langkah kaki orang itu, membuat Wiyah menghentikan niatnya. Karena Wiyah hafal suara langkah kaki siapa itu.


" Abi sudah pulang."


Ya, Orang yang memasuki kamar sih kembar adalah Fazar, karena Wiyah sudah bisa memastikan lewat suara langkah kaki suaminya itu, kalau yang masuk kedalam kamar adalah suaminya.


" Padahal, Abi udah diam-diam masuk loh, sayang. Tapi kenapa kamu bisa tau kalau itu adalah aku?" Tanya Fazar yang kini sudah berada dibelakang istrinya itu.


" Taulah Abi, orang Abi suamiku." Jawab Wiyah, membuat Fazar tersenyum.


" Romantis benget sih sayang, sampai di panggil suamiku sama seperti Fina memanggil suaminya." Goda Fazar dengan wajah yang tersenyum jahil.

__ADS_1


" Apa sih Abi." Ucap Wiyah tersenyum malu-malu saat suaminya itu memujinya, padahal Wiyah jelas-jelas tidak menggombal suaminya itu, melainkan suaminya itu yang baperan.


...----------------...


__ADS_2